The Naked Traveler

Archive for the ‘Travel’ Category

[ADV] Liburan di Bandung sama travel writers

Kamar di hotel The Papandayan

Apa jadinya kalo sesama travel writers liburan bareng? Sudah lama berteman dan merencanakan, tapi baru tanggal 11-13 November 2011 kemarin bisa diwujudkan. Nggak usah jauh-jauh ke luar negeri, cukup ke Bandung aja. Setelah woro-woro, berhasil lah saya ngajak Rini dan Ariy, serta Ditta dari Bentang Pustaka. Kalo udah ngumpul begini, si Ditta malah ‘memanfaatkan’ liburan kami dengan nyempilin acara Meet & Greet di Gramedia PVJ deh.

Kami semua berangkat sendiri-sendiri untuk berkumpul di Hotel The Papandayan yang terletak di Jl. Gatot Subroto 83, Bandung. Begitu saya bilang akan menginap di Hotel Papandayan, banyak yang komen, “Hah? Bukannya itu hotel lama gitu?” Nah, banyak yang belum tau bahwa Hotel Papandayan yang sudah berdiri 20an tahun itu telah direnovasi selama 2 tahun terakhir, dan April tahun ini resmi menjadi Hotel “The Papandayan” yang termasuk hotel bintang lima dengan 172 kamar.

(more…)

Ngebut naik motor gede di jalan tol

Ngebut naik motor gede di jalan tol

Dulu orang tua saya melarang naik motor karena bahaya. Apalagi setelah kejadian pas saya masih di dalam perut ibu, dia pernah kecelakaan motor sampai tulang panggulnya patah dan bed rest di RS. Untungnya saya lahir baik-baik saja, meski agak “gila” udah gedenya (hehe!). Saya sendiri baru bisa (diam-diam) belajar naik motor pas saya SMA kelas 2 di Rumbai karena orang sana mayoritas pake motor. Keahlian naik motor dilancarkan pas saya kuliah di Semarang. Kembali ke Jakarta, saya nggak berani naek motor, maka naik ojek pun jadi makanan sehari-hari. Di mana pun saya tinggal, saya punya langganan supir ojek. Siapa yang kuat sama macet Jakarta?

Saat traveling, kadang motor pun jadi alat transportasi utama, bisa sewa atau naik ojek. Di Indonesia, terutama di pedalaman, saya cukup sering ngojek, bahkan sampai ke hutan dan gunung. Emang gila rasanya kalau naik motor menuruni lereng pegunungan, atau saat jalan tidak bisa dilalui sehingga harus menggendong motornya! Pengalaman yang tidak terlupakan: naik ojek di Taman Nasional Gunung Halimun di malam hari pas gerimis. Motor kami tergelincir, saya jatuh ke lumpur, ditimpa motornya, eh ditimpa si abang ojek segede gaban juga! Sial!

(more…)

[ADV] Nginep di apartemen yuk!

Apartemen di Izmir, Turki

Saat saya berencana nginep di apartemen, berarti saya sedang traveling bersama teman-teman dan mau diajak patungan. Soalnya kalau menginap di hotel, kamarnya nggak bisa dijejelin rame-rame. Belum lagi peraturan hotel tambah ketat tentang jumlah tamu per kamar. Mau nambah extra bed, akan keluar biaya ekstra lagi. Mau tinggal di dorm hostel, jatuhnya lebih mahal kalau dihitung per kepala. Sementara, kalau sudah kena “faktor U”, saya wajib memiliki tidur yang berkualitas supaya tetap bertenaga saat traveling.

Pertama kali nginep di apartemen waktu dulu ke Anyer, Banten, bareng teman-teman. Entah dari mana teman saya itu dapat nomor telepon pemiliknya, pokoknya tinggal transfer duitnya dan dapat kunci. Enak juga bisa bebas ngapa-ngapain di “rumah” sendiri dan pada saat ingin sendiri tinggal pindah ke balkon, ke ruang tamu, atau ke dapur. Kedua kali nginep apartemen pas di Swakopmund, Namibia. Lagi-lagi teman saya yang punya kontak pemiliknya, lalu janjian ketemu dan dikasih kunci. Kita bawa bekal banyak dan masak-masak di “rumah”. Emang enak deh nginep di apartemen karena lebih bebas tanpa dipelototin staf hotel. Tapi saya jadi berpikir, kalau saya nggak tau kontak pemilik apartemen secara bukan orang lokal, gimana caranya saya bisa nginep coba?

(more…)

The ladyboys

harga khusus ladyboy

Peringatan: hanya boleh dibaca untuk yang berusia 21 tahun ke atas!

Satu hal lagi yang saya salut dari Thailand, mereka tidak malu-malu mengakui negaranya memiliki wisata bersama waria, selain “wisata syahwat” lainnya yang tidak usah lagi diceritakan di sini. Dalam bahasa Thailand, waria disebut khatoey. Dalam bahasa Inggris ala Thailand diterjemahkan sebagai ladyboy atau shemale. Namun tidak semua khatoey sudah menjalani operasi ganti kelamin. Ya, tulisan ini tentang pria yang menjadi wanita, bukan sebaliknya.

Sampai sekarang saya masih terkagum-kagum akan keterbukaan masyarakat Thailand. Di restoran yang menyajikan makan ala prasmanan memberikan tiga jenis harga, yaitu harga boy, girl, dan ladyboy dengan harga di antara boy dan girl. Saya juga pernah melihat beberapa toilet umum yang terdapat tiga jenis toilet: ada toilet cowok, toilet cewek, dan toilet “gender ketiga” alias waria. Konon di sebagian Sekolah Dasar di Thailand pun, toiletnya sudah terbagi tiga! FYI, toilet untuk ladyboy bentuknya ya seperti wanita yang berbilik, bukan urinal. Terbayang dulu waktu saya masih kecil, “banci” adalah kata hinaan yang kasar. Kebalikannya, di Thailand anak kecil pun sudah menyadari konsep banci, bahkan ada yang sudah merasa masuk ke kategori banci.

(more…)

[ADV] Dukung tim Indonesia di IT Travelers Go!

Tim Indonesia! (ki-ka: Rahmat, Yasmin, Arif, Ivan)

Masih inget dengan IT Travelers Go yang pernah saya ceritakan sebelum ini kan? Biar nggak lupa, IT Travelers Go adalah kompetisi yang diselenggarakan oleh Taiwan Excellence, untuk mencari para perwakilan negara yang layak melakukan jalan-jalan ke negara Indonesia, India, Vietnam, dan Taiwan selama 21 hari, sekaligus bersaing antar tim negara untuk merebut hadiah utama US$20,000 bagi tim terbaik. 

Untung saya sempat datang ke babak penentuan 4 finalis yang akan mewakili Indonesia sebagai satu tim pas tanggal 25 September 2011 di Emporium Pluit. Semua peserta antusias banget untuk terpilih jadi peserta yang akan jalan-jalan. Mereka diberi tugas-tugas menulis, bikin video, presentasi, dan lain-lain, yang semuanya keren. Sayangnya nggak bisa semuanya menang sekaligus, tapi saya yakin mereka dapat pengalaman yang oke juga kok. Bisa diterbangin ke Jakarta gratis, bertemu dengan teman-teman sesama penggila jalan-jalan dan.. bisa ketemu saya :) *GR*

(more…)

You are currently browsing the archives for the Travel category.