naked-travel-540x540Travel

Travel

Ngekos di Istana!

Karena rumah saya direnovasi sampai ganti atap segala (cerita lengkap tentang renovasi menyusul ya!), saya terpaksa harus mengungsi beberapa bulan. Lagi cari-cari kos, eh sahabat saya, Sri, menawarkan untuk tinggal di rumahnya aja! Yang mau tau siapa Sri, baca aja di buku seri The Naked Traveler karena dia sudah beberapa kali dibahas. Rumah Sri sebenarnya berjarak hanya sekitar 6 km…

continue reading

Travel

Traveling di Turki pada masa pandemi

Karena pandemi Covid-19, sudah tujuh bulan saya di rumah aja. Giliran PSBB dilonggarkan, eh warga Indonesia dilarang masuk oleh puluhan negara. Nggak usah ditanya gimana rasanya saya yang hidupnya di jalan harus terkungkung sekian lama! Begitu Turki buka border bagi seluruh warga negara di dunia mulai Juli 2020, saya langsung gatel pengin pergi, tapi… masih parno sama corona! Saya pun…

continue reading

Travel

Lokasi Film “Trinity Traveler” yang Kece!

Film “Trinity Traveler” (2019) yang diadaptasi dari buku The Naked Traveler 2 sudah bisa ditonton di Netflix Indonesia mulai 16 Juli 2020. Meski filmnya berdiri sendiri-sendiri namun bisa dibilang film ini adalah sekuel dari film “Trinity, The Naked Traveler” (2017), jadi sebagian adegannya ada juga di film ini. Yang masih penasaran kenapa yang jadi Trinity adalah Maudy Ayunda, atau pengen…

continue reading

Travel

Drama Bolivia

Dari dulu cita-cita saya ke Bolivia karena pengin ke Salar de Uyuni, ladang garam terbesar di dunia. Kalau sudah baca buku The Naked Traveler: 1 Year Round-the-World Trip, pada 2013 saya udah pernah segitu dekatnya dengan Bolivia, eh sampai di perbatasan Peru-Bolivia saya ditendang! Kesempatan itu datang lagi ketika saya mendapat beasiswa Residensi Penulis lima tahun kemudian. Tapi masuk Bolivia…

continue reading

Travel

The Jomblo Traveler

Sudah setua gini, masih ada aja orang yang nanya ke saya, “Kapan menikah? Kok masih jomblo aja?”. Nah, ini saya kasih jawaban yang agak panjang mengenai pemikiran saya terhadap pernikahan dan status kejombloan saya. Pertama, diperlukan lingkungan yang stabil untuk menjalin suatu hubungan percintaan. Makanya jauh lebih mudah pacaran zaman kuliah dan jadi MMK (Mbak-Mbak Kantoran) daripada setelah jadi full…

continue reading