[Adv] Bermain yang sehat di Amped

[Adv] Bermain yang sehat di Amped

Waktu luang di Jakarta enaknya ngapain ya? Ke mal, makan-makan, nonton bioskop. Abis itu bingung mau ngapain lagi. Kalau sama teman-teman sendiri yang seumuran paling acaranya nongkrong di kafe. Nah, masalahnya tambah bingung kalau mau ngajak jalan anak-anak, seperti saat mau ngajak goddaughter saya si Cia dan adiknya Cio.

Hasil browsing, saya menemukan aktivitas menarik, yaitu bermain trampolin! Trampolin itu semacam bentangan kain yang lentur berkerangka yang digunakan untuk meloncat-loncat di atasnya. Termasuk olah raga, trampolin pun dipertandingkan di Olimpiade sejak tahun 2000. Sedangkan untuk rekreasi, Trampoline Park menjamur di Amerika Serikat sejak 1960. Di Indonesia sendiri baru ada beberapa tahun belakangan ini.

Saya memutuskan untuk bermain di Amped Trampoline Park karena merupakan yang terbesar di Indonesia. Lokasinya mudah dicapai, terletak di Kelapa Gading, bekas supermarket Goro zaman dulu. Saya pun booking di sini dan memilih jam 15.00 karena mau makan siang dulu di area Kelapa Gading yang terkenal banyak makanan enak. Perlu diketahui, jam operasional Amped adalah jam 10.00-22.00 (weekend buka lebih pagi jam 9.00) tapi slot terakhir jam 21.00. Kita dapat mulai bermain per slot, jam 10.00, 11.00, 12.00, dan seterusnya.

Olympic-sized trampoline

Olympic-sized trampoline

Kami datang 15 menit sebelumnya untuk mendaftarkan diri, mengisi waiver form karena baru pertama kali datang, dan bayar tiket. Harganya terjangkau kok, per orang per jam Rp 80.000,- untuk Senin, weekday Rp 100.000,- dan weekend Rp 125.000,-. Kami diberi gelang yang menandakan berapa jam kami akan bermain dan sebotol air mineral. Karena pengunjung wajib memakai kaos kaki khusus trampolin yang alasnya berkaret sehingga anti slip, maka saya membelinya seharga Rp.20.000,- sepasang.

Fasilitas lain yang tersedia dia Amped adalah adalah locker untuk menaruh tas, toilet bersih, dan restoran Yo’Panino yang menjual sandwich, salad, dan aneka camilan. Ada juga area Playground khusus untuk anak-anak berusia di bawah 12 tahun yang tidak ingin bermain di area trampolin. Area ini terdiri dari mandi bola, tembak-tembakan, mobil-mobilan, wall cllimbing, trampolin mini, dan lain-lain. Harga tiket Playground untuk weekday Rp. 85.000,- dan weekend  Rp. 125.000,- tapi tiketnya berlaku seharian, bukan per jam. Karena saya tidak bersama anak kecil, maka kami langsung ke area trampolin.

Sebelum jam buka, kami berkumpul di depan pintu arena untuk mendengarkan peragaan keselamatan oleh instrukturnya. Peraturannya antara lain; tidak boleh melompat berdua, saku harus dikosongkan sepenuhnya, tidak boleh mendorong peserta lain. Main trampolin di sini untuk semua umur, namun anak umur 3-11 tahun harus ditemani orang tua. Ada jam tertentu yang dibuka untuk anak-anak saja atau semua umur.

Tidak seperti “orang tua” lain yang hanya duduk di luar menunggu anak-anaknya, saya ikutan masuk dan bermain trampolin. Dengan bangganya saya adalah peloncat tertua yang ada di di situ! Hehehe! Baru aja meloncat-loncat di trampolin selama 5 menit, saya sudah ngos-ngosan! Ini kayak latihan cardio di gym pake dipelototin Personal Trainer! Sementara si Cia dan Cio dengan santainya loncat dan berlari sana-sini nggak ada capeknya. Untungnya banyak staf Amped yang siap sedia membantu, bahkan bisa minta diajarin gaya tertentu.

20160730_151856

Nggak mau rugi, saya pun ikutan mencoba semuanya. Selain free jump area yang bisa berlari naik turun, ada permainan bola basket di atas trampolin sehingga bisa loncat lebih tinggi untuk slam dunk, ada olympic-sized trampoline yang lebih membal sehingga loncataannya lebih tinggi, ada foam pit untuk berlari dan loncat ke dalam kolam busa. Aktivitas yang tidak meloncat adalah berjalan di atas tali slack line dan wall climbing.

Indoor wall climbing

Indoor wall climbing

Terakhir kami main di Dodge Ball Field. Caranya, lempar-lemparan bola, yang kena harus balik mengejar yang lain, dan seterusnya. Berlari dan meloncat memang kombinasi yang mantap untuk bikin badan banjir keringat dan napas tersengal-sengal – setidaknya buat saya. Menurut penelitian, kalori yang terbakar meloncat di trampolin selama 10 menit sama dengan berlari 30 menit lho!

Kelar main trampolin, everybody’s happy! Cia dan Cio malah nagih minta diajak ke Amped lagi. Saya sendiri? Serasa berubah jadi Beyonce! 🙂

 

Author

Trinity is Indonesia’s leading travel writer and blogger. Author of 13 national best-selling books including “The Naked Traveler” series - which will become a movie in 2017.

34 comments

Leave a Reply