The Power of Blog*

Tak terasa hampir 7 tahun saya punya blog naked-traveler.com. Kalau dulu saya nggak nge-blog, mungkin saya tidak bisa seperti saya sekarang ini yang berprofesi sebagai “tukang jalan-jalan sambil sesekali menulis”. Gimana nggak nikmat, coba? Padahal dulu punya blog cuma iseng ingin mendokumentasikan perjalanan saya di tempat yang aman. Karena gaptek, blog saya dibuatkan oleh teman. Sampai sekarang pun saya masih gaptek, tapi intinya nge-blog bukan jago-jagoan bikin dengan program IT, tapi konsisten dalam menulis. If you can write, then you can blog!

Dulu saya tidak pernah menyangka bahwa blog itu bisa menghasilkan uang, bahkan bisa jadi profesi. Nge-blog ternyata bisa membuka pintu-pintu lain. Saya tiba-tiba dilirik Editor dan menawarkan untuk jadi kontributor di majalahnya. Selanjutnya blog saya dilirik penerbit untuk diterbitkan jadi buku. Saya jadi sering diundang menjadi pembicara di seminar, workshop, talkshow di radio, TV, dan sebagainya, termasuk diwawancara media untuk ditanyakan pendapat tentang suatu isu ataupun dibuatkan profil. Dari blog pula, saya mendapat undangan untuk jalan-jalan gratis ke seluruh dunia!

Bukan karena saya spesifik di travel blog yang bisa begitu, tapi teman-teman blogger saya juga mendapatkan kesempatan yang sama. Ada teman yang punya blog bertema IT, bisnis, fashion, foto, kuliner, kedokteran  – semuanya juga sering diundang perusahaan untuk me-review produk, jadi pembicara, bahkan jadi presenter TV dan bintang iklan.

Selain alasan bisnis, blog itu berguna untuk mengekspresikan diri, menguatkan personal brand, menjadi ahli di bidangnya, ajang kita berlatih menulis, bahkan sesederhana agar nama kita eksis di google :) Dengan nge-blog kita bisa mengungkapkan sesuatu di depan publik dan tantangannya adalah orang bisa mempercayai pendapat kita!

Apakah dengan adanya Facebook dan Twitter itu mengalahkan keberadaan blog? Tidak. Saat ini promosi suatu produk/perusahaan mulai merambah ke digital dan mereka lebih menyukai endorser yang punya blog dan aktif di social media sekaligus. Banyak akun Twitter yang memiliki banyak follower, tapi belum tentu punya blog. Ada juga yang punya blog, tapi tidak aktif di Twitter. Dengan aktif di keduanya, maka Anda akan memiliki nilai lebih sehingga semakin mudah dilirik.

Nah, bagi Anda yang ingin nge-blog, berikut tipsnya:

Niche content  – Karena saat ini blog sudah banyak banget berseliweran di dunia maya, maka Anda perlu memikirkan tema yang spesifik dan unik. Contohnya blog tentang traveling, bisa dibikin lebih fokus lagi ke wisata kuliner, menyelam, atau wisata sejarah. Boleh saja blog Anda berisi diary tentang kehidupan sehari-hari, tapi kalau Anda menulisnya biasa saja (nggak lucu), siapa yang melirik kecuali teman-teman Anda sendiri? Ingat, pilihlah tema yang benar-benar Anda kuasai, sehingga Anda juga enak dalam menulis dan tidak bosan berbagi.

WIIFM – Ini singkatan dari “What’s In It For Me?”. Artinya, bikin blog jangan hanya untuk memuaskan diri sendiri, tapi juga harus menempatkan diri sebagai pembaca. Ngapain baca blog orang kalau isinya tidak ada gunanya bagi kita sebagai pembaca, bukan?

Nama domain yang eye catching dan ear catching – Kecuali nama keluarga Anda Onasis atau Hilton, sebaiknya saat ini jangan menggunakan nama pribadi sebagai alamat domain blog Anda. Pikirkan sesuatu nama yang mudah diingat dan enak didengar, yang lucu atau menarik, yang sesuai dengan tema yang akan diusung, tapi jangan kepanjangan sehingga susah diingat.

Tampilan memikat – Memikat bukan berarti canggih, tapi user friendly. Warna dasar jangan yang mencolok, apalagi menggunakan font yang warnanya tidak kontras dengan warna dasar. Duh, pusing bacanya! Sebaiknya tidak pakai flash atau musik, karena berat bukanya dan bikin kaget.

Konsisten – Segalanya harus konsisten, baik dalam gaya bahasa, font, warna, gambar, maupun jumlah kata. Yang paling berat adalah konsisten dalam mem-posting. Menulis blog terus menerus membutuhkan waktu dan tenaga khusus. Jangan sampai blog lama kosongnya, karena akan ditinggalkan pembaca. Pengalaman saya sih maksimal seminggu sekali.

Taut dengan akun social media – Taruhlah link akun social media Anda dan alamat email di blog agar pembaca dapat berhubungan dengan Anda. Sebaliknya, setiap Anda mem-posting blog, taruhlah link tersebut di akun social media Anda sehingga traffic blog akan semakin tinggi.


*Tulisan ini diambil dari http://www.acerid.com/2012/01/the-power-of-blog

32 comments

Leave a Reply