The Naked Traveler

Touristy?

Touristy?

Saya sering mendengar fellow travelers yang menilai suatu tempat/destinasi bukan berdasarkan bagus atau tidak, tapi touristy atau non-touristy. Kadang disebut destinasi mainstream dan anti-mainstream. Tak jarang saya bertemu traveler yang dengan sombongnya mengatakan hanya akan ke tempat non-touristy atau anti-mainstream. Touristy menurut kamus Miriam Webster artinya attracting or appealing to tourists. Artinya tempat-tempat yang menarik bagi turis. Catat, bagi turis. Bagi saya, saat kita semua traveling pas liburan adalah turis. Perginya ya ke tempat touristy. Namun istilah tempat touristy itu sering salah kaprah penggunaannya. Sampai sekarang saat talkshow saya masih ditanya, “Kenapa sih Mbak Trinity perginya hanya ke tempat-tempat touristy?
Read more
Hemat ke Maldives

Hemat ke Maldives

Maldives (dalam bahasa Indonesia disebut “Maladewa”) akhir-akhir ini jadi destinasi liburan yang lagi hits. Sejak maskapai penerbangan berbiaya rendah terbang ke sana, liburan ke Maldives jadi makin murah (sedihnya, bisa lebih murah daripada liburan ke Papua). Maldives dulu memang identik dengan mahal karena harus menginap di resort yang terletak di pulau eksklusif. Namun sejak 2009, pemerintah Maldives membuka kebijakan baru yaitu memperbolehkan pulau yang dihuni oleh penduduk lokal membuka bisnis pariwisata untuk para wisatawan asing, antara lain di Male (ibu kota Maldives), Hulhule, Maafushi, dan Gulhi.   Saya sendiri sudah pernah ke Maldives 20 kg 15 tahun yang lalu, seperti
Read more
[Adv] Jadi Juri Blue Band Master Oleh-Oleh

[Adv] Jadi Juri Blue Band Master Oleh-Oleh

Lumayan sering saya jadi juri dari berbagai macam kompetisi, terutama di bidang penulisan. Tapi baru kali ini saya diminta jadi juri kompetisi makanan Blue Band Master Oleh-Oleh! Sempat bingung juga kenapa saya yang dipilih Unilever Food Solution (UFS) untuk jadi juri, tapi katanya karena ini adalah kompetisi makanan oleh-oleh maka saya sebagai traveler yang sudah keliling Indonesia dianggap berkompeten menilai oleh-oleh. Emang bener sih, orang Indonesia kalo traveling itu pasti beli oleh-oleh. Saya yang udah nggak beli oleh-oleh aja pasti beli juga kalau traveling di Indonesia, itu pun belinya berupa makanan. Kalo ngasih oleh-oleh berupa makanan itu pasti habis kok,
Read more
Iran itu berbahaya?

Iran itu berbahaya?

Saat saya ke Iran, ada sebagian follower berkomentar, “Hati-hati ke Iran, Syiah kan bahaya!” Widih, segitunya! Sebagai non-Muslim, saya sih nggak ngerti soal perbedaan Islam aliran Sunni dan Syiah. Apanya yang bahaya juga nggak tahu. Yang saya amati, mesjid-mesjid di Iran itu luar biasa cakepnya. Baru kali itu liat mesjid sampe nganga! Bentuk mesjid yang terdapat minaret tinggi dan kubah, bukan merupakan satu bangunan besar sekaligus, tapi bagian tengahnya pasti terbuka tanpa atap – dengan cuaca di Iran sih cocok. Dinding-dindingnya berupa kumpulan tegel bermotif cantik yang dihiasi kaligrafi, plus warna yang didominasi warna kesukaan saya: biru. Ezra pernah ikutan
Read more
Berjilbab di Iran

Berjilbab di Iran

“Sebentar lagi pesawat akan mendarat di Teheran. Sesuai dengan peraturan Republik Islam Iran, semua wanita wajib menutup kepalanya, mulai dari sekarang,” kata pramugari mengumumkan melalui pengeras suara. Saya segera mengambil pashmina di ransel dan menutup rambut saya. Secara bersamaan semua wanita di dalam pesawat memakai kerudung, termasuk para pramugari dan cewek bule. Sebagai cewek non-Muslim yang doyannya pake celana pendek dan t-shirt, saya  merasa excited pertama kali memakai jilbab dalam waktu lama. Pengin tahu juga rasanya gimana hidup di negara Islam dengan segala peraturannya. Revolusi Iran pada 1979 telah menggulingkan dinasti Pahlavi yang didukung Amerika Serikat lalu Iran menjadi negara
Read more