Jadi (Satu-Satunya Orang Indonesia) Pembicara di TBEX Asia 2022!

Jadi (Satu-Satunya Orang Indonesia) Pembicara di TBEX Asia 2022!

TBEX (Travel Blogger Exchange) awalnya didirikan oleh sekumpulan travel blogger di Amerika Serikat pada 2009. Lama-lama berkembang menjadi ajang pertemuan dunia antar travel content creator, pelaku industri pariwisata, dan brand. Tujuannya berjejaring, mempelajari tren dan strategi terbaru dari satu sama lain dan para ahli terkemuka di dunia.

TBEX diselenggarakan secara reguler setiap tahun dan dibagi berdasarkan kawasan, seperti TBEX North America, TBEX Europe, dan TBEX Asia. Setelah tiga tahun vakum, TBEX Asia diadakan di Thailand tahun ini yang di-host oleh Tourism Thailand. Saya diundang menjadi pembicara di TBEX Asia 2022 yang diadakan di Angsana Laguna, Phuket, pada 15-18 November 2022.

Ratusan peserta dari berbagai belahan dunia mengikuti konferensi yang dibagi berbagai sesi sesuai tema, antara lain partnership, business model, SEO (Search Engine Optimization), social media, dan online content. Lalu ada acara Speed Networking yang mempertemukan para creator dan perusahaan pariwisata/brand, serta Meet the Expert bagi peserta mau bertanya langsung ke ahlinya. Semuanya tentu termasuk makan siang dan coffee break.

Sesuai dengan keahlian, saya jadi pembicara di sesi online content dengan judul Essential Travel Writing Techniques for Storytelling. Agak grogi juga udah lama ga jadi pembicara pake bahasa Inggris di forum internasional offline, tapi ternyata feedback dari peserta oke banget! Mereka aktif mencatat dan bertanya. Apalagi mereka kagum ada travel blogger yang kisah hidupnya difilmkan! Hehe!

Travel Writing session. (Photo by Jason Rupp)

Saya juga menghadiri beberapa sesi untuk belajar hal baru dan dikasih meja khusus untuk sesi Meet the Expert. Entah harus sedih atau bangga, saya satu-satunya orang Indonesia di acara sebesar itu! Untungnya ada beberapa teman yang pernah trip bareng di berbagai negara sebelumnya dan berkenalan dengan banyak teman baru yang likeminded, jadi asyik aja main bareng. Tapi kadang saya butuh me time juga. Begitu ada break, saya “kabur” sebentar ke hotel tempat menginap para pembicara di Banyan Tree untuk boci (bobo ciang)! 🙂

Sesi terakhir saya adalah Closing Keynote berjudul Travel Content Creation After the Pandemic bersama creator Singapura dan Filipina. Mereka anak muda yang sangat bersemangat memberikan kiat mengembangkan bisnis. Sementara saya intinya bilang begini, “It is okay to grow your business, but it is okay too if you still want to take a nap like I do!” Langsung saya dapat standing applause dari peserta segedung! Hahaha!

Closing Keynote with Anton, Yosh, and Hendric. (Photo by Therine)

Asyiknya, setiap malam ada party yang di-host bergantian oleh Centara, Andamanda Water Park, Aquaria Phuket, dan Intercontinental Phuket. Makanannya enak dan berlimpah, hiburannya ga kaleng-kaleng (termasuk ladyboys’ sexy dance!), plus… alkohol unlimited! Lumayan untuk mencairkan suasana.

O ya, konferensi sebenarnya hanya dua hari penuh, tapi sebelum dan setelahnya diadakan fam trip (familiarization trip) ke berbagai destinasi di Thailand yang dapat dipilih peserta. Saya memilih destinasi serba pantai, yaitu ke Racha Island dan provinsi Phang Nga. Trip ini enak bener sih karena kami benar-benar dimanja dengan hotel mewah dan tempat indah! Liat aja di Instagram Reels @trinitytraveler. Pinter juga Tourism Thailand ini: bayangkan, ada ratusan orang yang mempromosikan pariwisata Thailand dengan senang hati. Salut deh sama pemerintahnya!

Fam trip in Similan Islands.

Hasil pengamatan saya dari TBEX Asia 2022 begini;

  • Meski travel blog di Indonesia sudah menurun karena tergantikan medsos, namun di Amerika dan Eropa masih hits. Majalah travel aja masih laku. Mungkin karena bangsanya masih suka membaca.
  • Peserta travel blogger Amerika dan Eropa ini mayoritas berusia 50 tahun, mereka aktif ngeblog sejak awal 2000-an. Yang menarik, banyak yang baru mulai ngeblog setelah anak-anaknya yang berusia 18 tahun keluar rumah sehingga mereka punya banyak waktu untuk jalan-jalan dan ngeblog.
  • Sebaliknya, travel blogger Asia masih muda-muda. Mereka mengembangkan semua kanal medsos, bahkan mengelola beberapa blog, karena benar-benar serius berbisnis. Sebagian malah bikin perusahaan agency digital dan punya pegawai sampai selusin orang.
  • Tren konten travel selanjutnya adalah video sangat pendek, jadi harus bikin orang tertarik menonton pada 2 detik pertama!

Duh, gawat! Saya masih suka menulis blog padahal udah jarang dibaca, sementara medsos saya gitu-gitu aja. Jadi saya harus gimana dong ya?
*brb, boci dulu*


P.S. Agar blog yang berusia 17 tahun ini bertahan secara independen dan supaya saya semangat menulisnya, silakan menyumbang “uang jajan” untuk saya di sini. Terima kasih.

4 Comments

  • rick
    December 3, 2022 3:48 pm

    We were honored to have you join us at TBEX in Phuket Thailand Trinity ad we cannot wait to see you again!

  • Anonymous
    December 12, 2022 5:22 am

    Saya masih suka baca kok teh,, pembaca sejati selalu ada meskipun digempur konten sosmed dimana2, soalnya feelnya beda,, terus menulis teh,, dari saya yg tak pernah melewatkan 1 post pun di blog ini, hehe… semangatttt..

  • rendyolii
    December 14, 2022 7:17 pm

    Saya baru mulai nulis blog juga mba..walaupun saya rasa sudah cukup terlambat juga sih….Yang paling sulit adalah konsisten untuk terus nulis. disaat pageview blog masih segitu2 aja..semangat terus Travel Blogger Indonesia…

  • Rahadianto Putra
    December 26, 2022 11:38 am

    Wah, Mbak T ada yang difoto sama Jason Rupp. Saya juga suka nonton video youtube dia. Pandangan dia sama Asia bener-bener bagus dan toleran banget.

Leave a Reply

Leave a Reply