Perjalanan dari #TNTrtw ke #TNTamteng

Perjalanan dari #TNTrtw ke #TNTamteng

Nggak terasa perjalanan 1 Year Round-the-World (atau disebut #TNTrtw) sudah lewat sepuluh tahun yang lalu! Pada 2012-2013, saya keliling dunia selama setahun nggak pulang-pulang dengan mengunjungi total 22 negara: mulai dari Rusia, Estonia, Lithuania, sampai Brasil, Peru, bahkan ke Jamaika dan Kuba. Saking serunya perjalanan tersebut, saya sampai menuliskannya di dua buku, yaitu The Naked Traveler, 1 Year Round-the-World Trip Part #1 dan Part #2.

Waktu itu saya jalan tidak sendiri, tapi bareng sahabat saya si Yasmin. Nah, sejak itu kami bertekad melakukan perjalanan jauh dan lama setiap sepuluh tahun sekali. Ya begitulah, kami sama-sama spouseless, parentless, dan childless, jadi duit mau diapain kalau nggak buat senang-senang sendiri kan? Eaaa! Eh, udah ngayal rencana macam-macam, apa daya pandemi melanda dunia! Tiga tahun yang bikin keuangan kacrut dan ketidakjelasan kapan dunia kembali normal, membuat kami mengubah rencana. But the show must go on!

Dengan pertimbangan keuangan, waktu, dan visa, akhirnya kami memutuskan untuk trip bareng lagi ke negara-negara di Amerika Tengah (disingkat #TNTamteng)! Kenapa? Karena dulu meski sudah hampir khatam Amerika Selatan, kami hanya sempat mengunjungi satu negara di Amerika Tengah, yaitu Guatemala (baca deh di buku #TNTrtw: bikin visanya drama banget!). Tanggung banget kan? Lagipula, kami ingin melancarkan Bahasa Spanyol lagi yang dulu susah payah dipelajari sambil jalan.

Adapun durasinya hanya traveling beberapa bulan aja (bukan setahun!). Kami akan berangkat besok pada 28 Desember 2022, biar bulan depannya dipasin perayaan ulang tahun kami yang sama-sama di bulan Januari. Uhuy! Keliling Amerika Tengah pada saat ini pun dipilih karena musimnya pas hangat jadi nggak ribet bawa gembolan baju winter.

Sepuluh tahun ternyata mengubah banyak hal. Utamanya karena kami sudah semakin tua! “Faktor U” inilah yang membuat kami akan bawa koper, bukan ransel lagi. Perubahan teknologi juga menambah pressure pada perjalanan kami. Contohnya, dulu Instagram isinya foto suka-suka, sekarang ada Story dan Reel yang kudu update. Di sisi lain, sekarang buku panduan Lonely Planet sudah dalam bentuk PDF jadi nggak berat bawanya. Plus, Google Maps sudah mumpuni jadi semoga bikin berkurang nyasarnya.

Peraturan visa sekarang memang telah berubah: ada beberapa negara di Amerika Tengah yang bebas visa asal punya visa Amerika Serikat atau Schengen. Namun ternyata tidak semudah itu, Ferguso! Ada sebagian negara yang masih memasukkan Indonesia ke dalam “Kategori C” bareng Afghanistan, Irak, Eritrea, Korut, dan negara-negara nggak jelas lainnya. Huh! Artinya, kami tetap harus apply visa! Syaratnya aja nggak masuk akal; harus vaksin yellow fever, harus bikin SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian), surat sehat, surat undangan, surat kerja, dll, dsb, yang semuanya harus diterjemahkan ke dalam Bahasa Spanyol! Hadeuuuh!! Alhasil, sampai hari ini aja kami belum dapat sebagian visa! Lha, gimana dong? Ya liat ntar aja gimana!

Intinya, kami mohon doa dari teman-teman semua agar perjalanan kami lancar dan aman. Amin! Kalau kalian tinggal di kawasan tersebut dan bersedia ditebengin nginep, kami mau kok. Hehe! Anyway, ikuti terus perjalanan kami di blog ini, Instagram, Twitter, Facebook, YouTube, TikTok dengan hashtag #TNTamteng ya!
Wish us luck!


P.S. Agar blog yang berusia 17 tahun ini bertahan secara independen dan supaya saya semangat menulisnya, silakan menyumbang “uang jajan” untuk saya di sini. Bisa juga buat jajan di #TNTamteng lho! Muchas gracias!

4 Comments

  • Ira
    December 27, 2022 11:24 am

    Selamat berjalan-jalan di Amerika Tengah Mbak T!!

  • Jual Rumah di Bali
    January 31, 2023 8:25 am

    duh enaknya jalan jalan keliling dunia, pingin banget deh ikutan

  • Custom Furniture
    February 9, 2023 12:01 pm

    Jadi pengen liburan ke sana deh

  • Teman Nyasar
    February 25, 2023 11:24 am

    Panutan banget nihh, semoga bisa keliling dunia juga.

Leave a Reply

Leave a Reply