Tokyo Skytree, Menara Tertinggi di Dunia!

Tokyo Skytree, Menara Tertinggi di Dunia!

Tokyo Skytree merupakan menara tertinggi di dunia dengan ketinggian 634 meter dan juga merupakan struktur bangunan tertinggi di Jepang. Diresmikan pada 2012, menara ini digunakan utamanya untuk siaran digital terestrial TV dan radio, juga sebagai tempat observasi.

Sebagai penggemar panorama kota dari ketinggian, tentu saya mengunjungi Tokyo Skytree saat traveling ke Tokyo, Jepang, pada awal Maret 2024. Saya sampai ke sana dua kali, pada malam hari dan pada siang hari. Saya sengaja membeli tiket Combo agar puas mengunjungi dua observation deck, yaitu Tembo Deck di lantai 350 meter dan Tembo Galleria di lantai 450 meter.

Konter tiket berada di lantai 4. Dari situ kita naik lift yang agak bikin kuping budek karena kecepatannya 600 meter/menit! Wow, sampai di Tembo Deck pada ketinggian 350 meter hanya dalam 50 detik! Kita bisa melihat layar TV pada dinding lift yang mengindikasi ketinggiannya. Untungnya dekorasi liftnya cantik sehingga bikin tenang.

Di Tembo Deck, kita dapat memandang kota Tokyo 360° dengan berjalan mengelilinginya. Panel kaca setinggi lebih dari 5 meter membuat pandangan luas sehingga dapat melihat sampai sejauh 70 km saat cuaca cerah, seperti Tokyo Disney Resort, Bandara Haneda dan Narita, bahkan Gunung Fuji! Kota Tokyo pun tampak rapi dan cantik, dengan bangunan kotak-kotak kecil yang dilewati Sungai Sumida yang bersih. Mau melihat lebih dekat dan jelas, tersedia teleskop digital yang high definition. Di lantai yang sama, saya menyempatkan diri untuk nongkrong di Skytree Cafe sambil minum Sakura Lemonade yang segar.

Asakusa terlihat dari lantai 350m.

Lanjut ke Tembo Galleria di ketinggian 445-450 meter, saya naik lift dari Tembo Deck yang bikin dengkul lemas juga karena pintu liftnya terbuat dari kaca! Di sini kita berjalan berkeliling sekitar 110 meter sampai ke titik tertinggi yaitu Sorakara Point pada ketinggian 451,2 meter. Sepanjang sisinya pun terbuat dari kaca, jadi kota Tokyo semakin terlihat spektakuler.

Berjalan di Tembo Galleria observation deck.

Turun ke lantai 340 meter, ada satu lagi atraksi yang asyik sebelum turun ke lantai dasar, yaitu berjalan di atas kaca tembus pandang. Widih, saat melihat ratusan meter ke bawah bikin dengkul lemas! Demi dapat foto cakep, saya sewa fotografer profesional di sebelahnya yang jadi hanya semenit.

Perbedaannya, pada malam hari Tokyo tampak romantis dengan lampu-lampu kotanya. Sedangkan pada siang hari, seluruh kota terlihat jelas. Mungkin selanjutnya saya mau datang lagi saat matahari terbenam. Pasti cakep juga!

Tak lupa saya mampir ke Skytree Shop (ada di lantai 5 atau observation deck lantai 345) karena merchandise Tokyo Skytree lucu-lucu, apalagi ada karakter maskotnya si Sorakora-chan yang berupa gadis kecil berambut bintang! Yang bikin salut, Tokyo Skytree menyediakan mushola untuk pengunjung Muslim! Adanya di lantai 1 dengan ruangan terpisah antara pria dan wanita, dan sudah disediakan beberapa sajadah.

Tokyo Skytree bukanlah sekadar menara, karena di kakinya terdapat sebuah mal besar dengan 300+ toko dan restoran yang bernama Tokyo Solamachi. Saya sampai menghabiskan waktu berjam-jam di mal karena ada toko-toko favorit saya, antara lain ABC Mart (toko sepatu murah), Disney store, dan Marvel Store by Small Planet. Ada juga toko-toko unik, seperti Strawberry Mania (aneka kudapan buah stroberi), Nanaco Plus+ (aksesoris yang terbuat dari permen), dan Shokuhin Sample Ya (aneka barang yang terbuat dari lilin seperti aslinya, mulai dari magnet sushi sampai pajangan sepiring spageti).

Rekomendasi restoran untuk makan siang di mal adalah The Platinum di lantai 6. Ini adalah restoran buffet alias makan sepuasnya dengan harga Rp 200 ribuan/orang. Menunya sangat beragam, mulai dari aneka salad, sup seafood, sampai aneka pasta dan piza. Dessert-nya ada crêpe, es krim, dan aneka kue. Minumannya termasuk es teh, jus, dan kopi. Worth it banget deh! Sedangkan untuk makan malam, ke restoran Ginza Grill Cardinal di lantai 7. Ini spesialisnya hamburger, tapi hamburger Jepang artinya dagingnya saja yang dimakan bersama nasi telur dadar (omurice) dan dikasih saus spesial. Harganya seporsi kurang dari Rp 200 ribu.

Di mal Tokyo Solamachi juga ada Museum Pos Jepang, Konica Minolta Planetarium Tenku, dan Sumida Aquarium. Sebagai “anak laut”, tentu saya berkunjung ke Sumida Aquarium. Berbeda dengan akuarium pada umumnya, di Sumida konsepnya kayak berada di taman; kita bisa jalan-jalan atau duduk di kafe sambil dikelilingi tangki-tangki akuarium berisi aneka ragam makhluk laut, mulai dari ubur-ubur, ikan buntal, sampai ikan hiu, anjing laut, dan penguin!

Hiu di Sumida Aquarium

Jalan-jalan di sekitar Tokyo Skytree sangat menyenangkan karena pedestriannya lebar, bersih, dan bisa foto menara secara utuh dari luar yang bagus—apalagi saat malam hari di mana menaranya beriluminasi. Nah, bagi penikmat fotografi, wajib foto dari tempat-tempat ini:

  • Tobu Bridge terletak persis di seberang Tokyo Skytree karena pas ada pohon Sakura yang mekar yang bisa dijadikan foreground.
  • Tokyo Mizumachi adalah sederetan toko dan restoran lucu yang terletak di sepanjang Sungai Kitajukken. Di sampingnya ada Sumida Park yang banyak pohon sakura.
  • Sumida River Walk ini adalah jalan pedestrian yang nyaman terletak antara Asakusa dan Tokyo Skytree menyebrangi jembatan di atas Sungai Sumida.
  • Azumashi Bridge ini keren banget pada malam hari karena lampu jembatan dan gedung yang berwarna-warni.
Tokyo Skytree dari Azumashi Bridge

Kesimpulannya: Tokyo Skytree memang keren karena ada segalanya!

Panduan ke Tokyo Skytree

  • Informasi lengkap tentang Tokyo Skytree di sini.
  • Jam operasional: 10.00-21.00 (tiket terakhir dijual jam 20.00).
  • Harga tiket Combo (Tembo Deck & Tembo Galleria) untuk 1 orang dewasa sebesar ¥3.100 (weekday) dan ¥3.400 (weekend). Kalau beli online sehari sebelumnya dapat diskon ¥400 di situs ini.
  • Cara ke sana dengan menggunakan kereta Hanzoman Line (ungu) turun di stasiun Oshiage, atau berjalan kaki saja dari daerah Asakusa.
  • Aktivitas asyik di Tokyo Skytree dan Asakusa, baca di sini.

3 Comments

Leave a Reply

Leave a Reply