Anggapan vs Kenyataan tentang Pakistan

Anggapan vs Kenyataan tentang Pakistan

Setelah saya traveling ke 90 negara, fix Pakistan jadi negara yang paling cantik alamnya! Sayangnya masih banyak keraguan untuk datang ke sana karena banyaknya anggapan negatif tentang Pakistan. Makanya saya senang traveling, salah satunya karena ingin membuktikan sendiri apakah anggapan orang terhadap sesuatu itu benar atau tidak.

Tulisan ini saya buat berdasarkan polling di media sosial tentang apa yang ingin Anda ketahui atau khawatirkan tentang Pakistan yang dirangkum sebagai berikut;

  1. Negara sedang berperang?

Pakistan merdeka dari Inggris sejak 1947 dan setelah konsitusinya berubah ia menjadi Republik Islam Pakistan sejak 1956. Sejak pemisahan Pakistan-India pada 1947 menjadikan kedua negara bersitegang sampai saat ini. Sumber utama konfliknya adalah isu teritorial Kashmir: India dengan Jammu dan Kashmir, sementara Pakistan dengan Gilgit-Baltistan dan Azad Kashmir – mereka saling mengklaim wilayah semua itu milik salah satu negara. Kalau Anda ke wilayah tersebut, isu antarnegara ini sangat sensitif jadi jangan sampai terlontar ya?
Saya sendiri sempat deg-degan ketika tiket pesawat Jakarta-Bangkok-Lahore dibatalkan karena airspace masih ditutup akibat Pakistan-India lagi bertegangan tinggi sejak insiden pada 26 Februari 2019. Terpaksa lah ganti tiket dengan rute yang muter jauh jadi Jakarta-Doha-Lahore karena pesawat tidak boleh melewati udara India kalau mau mendarat di Pakistan, dan sebaliknya.

2. Negara miskin?

Kalau berdasarkan GDP per capita, Pakistan memang masih di bawah Indonesia dan India, tapi saya sih nggak pernah melihat orang miskin sampai tidur di jalan atau di rumah kardus. Aura kemiskinan sebuah negara itu terasa ketika saya ke Nepal misalnya, tapi di Pakistan nggak begitu. Tidak pernah lihat orang minta-minta, ataupun agresif memaksakan sesuatu.

3. Tidak aman berwisata?

Ini tergantung ke mana sih, makanya perlu riset yang benar. Pakistan itu sangat luas, kira-kira seluas negara Prancis. Masalahnya, di barat Pakistan itu berbatasan dengan Afghanistan yang sedang bergejolak jadi kadang tetangganya kena. Sementara keberadaan kelompok ekstrimis fundamentalis yang doyan ngebom jadi masalah besar di seluruh dunia, ada juga di Pakistan (seperti juga di Indonesia).
Jadi ke mana dong? Kalau lihat peta Pakistan, bagi dua aja. Yang di kanan mulai dari propinsi Sindh di selatan sampai ke propinsi Gilgit-Baltistan (GB) di utara sih aman. Yang di kiri ada propinsi Balochistan itu yang saat ini harus dihindari. Sementara di propinsi Khyber Pakhtunkhwa (KPK) harus hati-hati – yang aman itu mulai dari Chitral ke timurnya. KPK ini lah wilayah tempat Malala pemenang Nobel perdamaian itu berasal. Karena Taliban melarang wanita bersekolah makanya dia melawan. Kebayang kan gimana suasananya di sana?
Saran saya, fokuslah untuk berwisata di GB karena alamnya paling kece sehingga paling banyak didatangi turis lokal dan asing. Yang paling oke, di GB itu crime rate-nya nol saking amannya! Makanya rute saya masuk dari Lahore, ke Islamabad, terbang ke Skardu, lalu keliling GB naik mobil sampai balik lagi ke Islamabad. Pulangnya lewat KPK sih, malah sempat menginap di Kota Besham, tapi Puji Tuhan aman-aman aja.
Dari hasil riset online, secara garis besar wilayah yang aman digambarkan pada peta ini:

Sumber: smartraveller.gov.au

4. Ke mana-mana harus dikawal tentara?

Nggak tuh! Kalau ke Gilgit-Baltistan (GB), tentara memang kelihatan banyak. Itu karena wilayah tersebut berbatasan dengan India, Cina, dan Afghanistan. Kedua, GB itu masih daerah dispute antara Pakistan dan India. Ketiga, tentara memang berkuasa di seluruh Pakistan – bukan cuman menjaga keamanan tapi mereka juga punya banyak perusahaan, mulai dari sekolah, rumah sakit, sampai konstruksi jalan dan provider seluler.
Sebagai turis asing yang masuk ke GB, kita wajib mendaftarkan diri di bandara atau di perbatasan darat dengan mengisi nama, paspor, nomor visa, tujuan, dan penginapan pada sebuah kartu. Jangan sampai hilang karena akan dicek lagi pas keluar GB. Ketika melewati perbatasan antar district ada check point di mana kita harus lapor diri. Untung guide saya pinter, dia sudah mem-print di kertas-kertas kecil berisi informasi tentang saya jadi tinggal dikasih lewat jendela tanpa harus menulis di buku besarnya – sangat menghemat waktu!

5. Wanita harus pakai jilbab?

Sama sekali tidak! Tidak seperti Iran dan Arab Saudi yang mewajibkan semua wanita memakai baju serba tertutup, di Pakistan bebas! Wanita Pakistan kebanyakan memang masih memakai baju tradisional yang disebut shalwar kameez berupa celana panjang, blus tunik, dan kerudung yang ditaro gitu aja di kepala dan kelihatan rambutnya. Di kota besar sih mereka berbaju biasa aja pake jeans dan t-shirt. Cuman demi menghormati, saya sih selalu pakai celana panjang dan baju berlengan. Hanya kalau masuk ke dalam mesjid aja saya pake baju berlengan panjang dan kerudung. Eh kalau kalian cowok, plis jangan juga pakai celana pendek dan kaos yukensi demi menghormati pria Pakistan yang sebagian besar berpakaian tradisional berupa blus tunik dan celana panjang. Saya sendiri anti memakai pakaian ala lokal ketika traveling. Lagipula, biar kita mau pake baju lokal kayak apapun udah pasti ketahuan kita bukan orang lokal kok! Jadi nggak usah sok-sokan biar blend in, ngaku aja cuman buat foto di medsos kan? Huehehe!

6. Visanya susah?

Meski saya keburu pergi ke Pakistan melalui proses apply visa di Kedutaan Pakistan di Jakarta, namun pas saya di sana Pakistan telah memberikan kemudahan berupa e-visa kepada 179 negara dan Visa on Arrival kepada 50 negara di dunia! Pemegang paspor Indonesia gimana dong? Termasuk, shay! Horee! Coba aja di https://visa.nadra.gov.pk/ Kalau butuh informasi lebih lanjut, silakan tanya langsung ke Kedutaan Pakistan di http://www.pakembjakarta.org/

7. Traveling di Pakistan itu susah?

Traveling ke Pakistan itu tidak untuk semua orang sih, apalagi untuk liburan keluarga bawa anak-anak. Bukannya soal keamanan, tapi fasilitas dan infrastruktur memang masih kurang. Listrik sering mati senegara, internet lambat bahkan sering nggak ada, jalan banyak yang rusak berat, dan tidak semua berbahasa Inggris. Perlu diketahui, provider seluler Indonesia saya nggak nyala di Pakistan dan kartu debit bank terbesar Indonesia pun tidak bisa buat ambil duit di ATM manapun di Pakistan.
Kalau Anda muda, kuat, dan punya banyak waktu, silakan menggunakan kendaraan umum ke mana-mana. Saya sih traveling sendiri dan cuma punya 2 minggu. Lalu penginnya memaksimalkan waktu di Gilgit-Baltistan yang bergunung-gunung sehingga bagusnya ditempuh dengan cara road trip, jadi saya pakai mobil dan guide lokal pribadi yang oke banget. Kalau perlu rekomendasi, silakan japri aja dengan syarat jangan nawar gila-gilaan ya?
Namun semuanya itu akan terbayar dengan keindahan alamnya, keramahan orang-orangnya (sampai bikin mewek saking baiknya), serta budaya dan sejarah yang sangat menarik!
Tulisan selanjutnya nantikan di blog ini ya?

28 Comments

  • omnduut
    May 20, 2019 12:48 pm

    Duh bahagianya pas tahu Pakistan udah bisa e-visa. Kebetulan di grup traveling ada yang abis ke Pakistan jalur darat lewat kota Amritsar, India. Sayang pas ke sana 2015, hanya bisa memandang Pakistan saat war ceremony di Wagah Border, padahal rasanya tinggal selangkah aja bisa masuk ke sana.

    Aku tercengang pas baca kalimat pertama yang, “Setelah saya traveling ke 90 negara, fix Pakistan jadi negara yang paling cantik alamnya!” itu. Berarti Swiss, NZ, Kanada langsung gak ada apa-apanya ya mbak? 🙂

    Nah soal keramahannya, apakah orang Iran masih lebih ramah ketimbang orang Pakistan?

    • Trinity
      May 20, 2019 12:59 pm

      Waa belum baca buku #TNT8 ya? Di situ ditulis ranking negara berdasarkan banyak hal. NZ dan Swiss mah lewaaat! 🙂
      Keramahan Iran dan Pakistan sama2 lah. Sukaaa!

      • omnduut
        May 20, 2019 1:02 pm

        Udah baca dong mbak tentu 😀 tapi yang di #TNT8 kan belum ke Pakistan. Berarti bener-bener lewat semua negara-negara itu. Yang bikin penasaran selanjutnya, apakah kelak posisi Pakistan akan tergeser? hahaha. Ditunggu terus perjalanannya mbak. 🙂

  • Febby
    May 20, 2019 1:17 pm

    senaang nyaa….??? terimakasih mba Trinity info nya ciamikss.. nanti bole japri utk driver selama di GB nya yaa..

  • Dita
    May 20, 2019 1:54 pm

    ahhh senang sekali kak Tirinity nulis ini, entah kenapa dari kemaren tab explore IG-ku isinya Skardu semua…jadi semangat nabung buat ke Pakistan 🙂

  • Indra Pradya
    May 20, 2019 2:36 pm

    Nyimak banged perjalanan mba T ke pakistan dan jadi pengen juga Ke Pakistan. Salut dengan berani nya mba ku superb kece berkelana road trip di Pakistan

  • dlowsome
    May 20, 2019 2:50 pm

    my hot list bgt nih Pakistan. pengen nyobain Himalaya bagian Pakistan. tp katanya trekking di sana lebih berat daripda di Nepal.

  • Anonymous
    May 20, 2019 7:49 pm

    Loved It..hopefully infrastructure will be improved in coming times

  • Alid Abdul
    May 20, 2019 8:19 pm

    Aku dong suka pakai baju orang lokal biar dianggap lokal dan demi konten Instagram bhuahahaha *dikeplak*

    • Avant Garde
      May 21, 2019 9:34 pm

      Sama ! 😀

  • Arum puspita sunaryo
    May 21, 2019 8:28 am

    Th dpn bucket list sy roadtrip 3 negara STAN dan ke Gilgit semua gara2 Trinity. Utk operator yg di Kyrgyztan (Osh guesthouse kl ga slh) udh dpt kontak dan pricelist. Kl yg Pakistan ini mo minta info dong mba. Atau kontak guide dan sewa mobil di sana yg bisa di hub.

    • Trinity
      May 30, 2019 9:04 pm

      Sudah ditulis: Kalau perlu rekomendasi, silakan japri aja

  • mayarumi
    May 21, 2019 9:43 am

    krn blm pernah kesana jadi baru suka sama pakistan karena model baju yang dipakai laki2nya, aq sering beliin buat anak sama suami, hihihi

    alamnya emang luar biasa bagus yah mbak, seger lihatnya

  • ieballscienceiqbal
    May 21, 2019 2:05 pm

    berharap suatu hari bisa ke Pakistan, budayanya dan pemandangan alamnya tidak ada lawannya.

  • Avant Garde
    May 21, 2019 9:34 pm

    wah, Pakistan kece abis !

  • Syifa
    May 21, 2019 9:54 pm

    Wah, ternyata negaranya Imran Abbas secakep orangnya ?

  • Vera
    May 23, 2019 2:28 pm

    Mbak..mau dong nama tour guidenya….thank you

  • Andrea
    May 29, 2019 10:20 pm

    Mba, boleh dong dishare nama tour guidenya.
    Aku pengen banget nih ke sini tapi belum kesampaian sampe sekarang :((

  • Rinanti Aliffah
    May 29, 2019 10:22 pm

    Selalu suka tulisannya mba.
    Aku ngga pernah kepikiran buat main ke Paskitan, tapi dari cerita mba ini pasti seru banget.

    Salam hangat ya, kak 😀

    Rinanti XD
    https://main52.com/

  • Sweet Of Backpacker
    June 3, 2019 11:59 pm

    Bicara tentang Pakistan identik dengan negara miskin, tapi setalah baca ulasannya. Tak pernah berpikir membayangkan kehidupan dan keindahan negara satu ini

  • Subrata
    June 7, 2019 4:30 am

    wiw, setelah 90 negara? Pakistan yang tercantik!?
    tentu pengalaman yang klop dan menyenangkan; sudah alamnya cantik, penduduknya ramah pula…

  • agi tiara
    June 7, 2019 11:12 am

    pas banget lagi search soal jalan-jalan ke pakistan eh ketemu ceritanya mbak trinity. masih maju mundur nih karena takut soal infrastrukturnya itu, maklum anaknya masih manja banget ngga berani ke wilayah yang agak ‘serem’ dikit (serem disini maksudnya: mati lampu, ga ada sinyal dll yaaaa bukan yang lain-lain heheehe)

    cumaaa emang bener sih godaan buat road trip di daerah pakistan ini emang menggoda banget karena temen yang orang pakistan cerita kalo daerah perbukitan dan pedesaan di pakistan nggak kalah sama eropa.

    aduh makin galau.

  • Ninis
    June 12, 2019 5:42 am

    Ternyata pakistan worth visiting yaaah, kurang lebih sama kaya yg lainnya.. awalnya memang mempertimbangkan dari segi safety 😀

  • Wijatnika Ika
    June 13, 2019 3:16 am

    Jadi ingin ke Pakistan juga

  • Kreta Amura
    June 15, 2019 5:47 am

    Kadang ekspektasi dan realita memang tidak selalu sejalan

  • Seila
    June 19, 2019 2:01 pm

    Wah saya jadi tertarik mampir ke blok ini karena baru aja nonton filmnya “Trinity The Naked Traveler” , bakalan rajin mampir supaya bisa kaya mba Trinity keliling Indonesia bahkan dunia . Semoga selalu menginspirasi kita semua :)))))

  • Anne Puska
    June 20, 2019 12:14 am

    Jadi pen ke pakistan ?

  • Dini Aqmarina
    June 20, 2019 1:23 pm

    Kesan pertama yang sering aku dengar tentang Pakistan adalah tentang cowok-cowoknya yang playboy gitu katanya kak 😀
    Itu foto yang rame-rame beneran cakep-cakep yak lelaki Pakistan. Hahaha #salahfokus

Leave a Reply

Leave a Reply