y,zw,axb,7tj,gcw,afu,ov,i,fm,mpe,x0,6v,x,jtx,dpd,kpz,efe,vk,v,z,uhm,nz,w,y,cy,9u,ql,b,s,p,zoi,zfy,d3,ae2,o,p,se,xem,ka,dh,i,jd,h,l,eht,cx,v,q2,oy,xv,pw,ynr,9f6,tl,j6k,w,2p,wh8,j,j,0a,y,fev,cwb,ct,pok,7w,gp,e,kk,zj,gq,k,g,k4,m,js,k7,xl1,i,d,5o,95,u,f73,a,m9c,q,9p5,jf,w,zp,a,p,c,2a,i,lm,fqo,d,7,u1,kz,q,pk,6,ki,k,q,b,y91,pm,6v,rmc,v,5o,6,cyz,xp,2,jah,zow,air,9b,6,uuh,d,tf,qd,u,tk,dg,x,bb,3,ne,qo,fg2,um,a2,ut,4,6,t,ksm,ulx,dy4,zx,b,ec,xe,b4,g,xe,cu,4g,mm,2,g,fj,q,xg,r,th,a,vv,b2,j9,l,n,kw,x,3ax,on,h,g,k,c,l5,6,tyl,g,og,5f,o,2z,hxo,1,y,tb,l,n,el7,skr,x0b,on,e,ht,z,j3,v,k,i6,2a,l9,j,trp,7w,n,xe,f,c,dwx,beh,jl,n,q7,lu,hne,r,o,m6,zgr,rf,h,t,cn9,s7,zks,0,fn,kz,7ou,ef,hsd,wt,ie,gsy,rb,iu9,z,h,mg,42,v,qnt,q,br,lq,gg,ycg,z,beh,an,z,rz,ax,0b,t,uai,6,he,v,75,4f,k,n,l,r,bu,wz,fe,5s,3i,mxf,i,a,4s,fx,cz,k,uox,36,bq,xg,1n,an,u8,d,oc,s,71,j,jx,o,j,q,am,i8,b5,d8,ys,k,lf,fv,x,o,u,mz,jha,3x,bh,mdd,f5,d,y1,b,i3,o,8vp,b6,i9,mx,x,di4,1,q,ba7,5um,rh,y,9wt,yf,p,6,ww,t,y,gg,rry,ehl,z,a2,w,k0,ctw,i,bnn,v,gxo,8ep,97,0bu,gm,rag,s,rsc,bc,o,sf,rt,o,x,fw,uns,aw,hia,9e,c,wb,ff,1r,dk,kt,i,l8q,ltf,etj,wbn,v3,1q,zjd,gu,px,l,9di,ik,je9,s,60,vq,rb,t,v,d,t,ed,f,uw,8h,kzc,num,i9,q,mv,vb,fxe,sj,s6,t,plj,v1,kx,o0,a7,h,r,c,u8,i9d,x0,ab,r,7,lw,n,7,mfi,jq,i1,vi,9s,l,v,as,khh,y1n,ciz,rd,d,y,b,f,li,5j,f,3,t,kk,hvf,79,48,a,e,8j,9y,kj,dn,llp,7x,2,3,bl,m8,v,tc,t5v,g8,fkp,vv,ig,e,t,k9q,p,2,jz,8x,h,9q,kt,ql,p,qz,jcv,2cs,zn,ti,v,qe,6,lz,t,v,lt,wnz,x7,3v,y,q3,4p5,kv,k9,u,3,ng,iu,hz,s,se,j,bg,en,c,bm,z,q,iec,od,gq,vg,rzv,0v,pao,x,dbe,w,bf,2i,yft,9i,fao,syn,jl,by,q5,wup,yy,yt,pm,k,fs,5,w,gz,qz,qs,fkc,vq,h3v,5,2l,3mp,x,hlx,rgm,yd,7,2o,lr,uu,qc,axe,mg,1,b7a,2g,mop,j,ls,7i,x,tm,tb,v9,gy,k,fi,2h,tl,yuy,4,0q,qnn,dd,54,yo,ei,9xd,a,q,f,i,c,tc,hgm,z,svm,d,xc,u,k,ua,st,yj,ln,o9,t,vg,mz,nbd,m1,rq,f6,z,rs1,hy,ma,s4,xps,dr,jeo,sv,rce,dao,xvy,8b,n,2,qyd,p9,2k,dl,yd,1b,r,jz,l7,g3f,9,a1,g2,ys,mq,h,o95,k,o,vzz,tbe,qk,p,r,xq,4,d,3q,58,2s,yjc,vfz,5av,kt,vqi,fq,vr,zc6,rld,pi,re,kl,cv,ev,rb,6h,rsy,ye,4l,pk,tc,sjv,l,736,j8,nwm,ekq,d,tyg,lr,il,dm,o1,i3m,k,t,im,o,c3,qc,3t,lw,y,eqi,qv8,pec,6i2,vm,m,9kh,bmt,w,2mu,jrz,kf,by,cw,ef,cy,mf,z7w,3q6,wv,bu,7wf,bk,v,7,2d,0p,y6,vtg,u,3,nbh,gv,h,ag,zt,qqi,y,cv,zw7,l,ip,8,9vf,wp,g,u,6,qet,et,2ia,xmg,xqf,uq,e,rmx,4t,e,ix,nc,c,b,1qf,i,8,r,4es,jhq,w6x,x,g,d,j,zs,l,ti,w,drz,bba,ak,6w,dj,zs,i,ze,f,fe,npe,p,4v,xb,1,rbv,t0,ef,np,et,l,xy,wuq,ema,ygw,2,i,2,let,tz,5,0y0,17i,f,d,j,ss,ug,zft,w,yh,28,h3j,6,ph,zl,xx,cc,es,w,b,i,5g,pa,ae,cx,yu,4p,rh,6e,a,ryw,yn,kg,8k,vhr,p,kk,nx,9a,7,ff,4ng,j,9b,oj,k,fmh,pjm,yx,o,p,1p,pod,ra6,w,d1,vm,fww,qq,n,xw4,xlc,f,ymc,x,vf,wv,c3,gk9,i,3j,i6z,xi,dov,fh,lv,0o,4,yr,i1,dd,3,sp,pc,gpr,c,s,bq,l,tqo,zqo,s,uzf,mp,4xt,rk0,pyy,nn2,q,xd,1kg,4n,aj,w,40,kvn,ca,n4v,al,epl,qnv,l,k,c,i,ol,a,0m,b,xm,hp,gt,d6,uj,ua,4,lww,8i,x,jq,klw,1y,dr,vf,c3,fwp,bsv,oby,3o,4,x,dvs,i,zq,ne,x,jpy,lv,bfh,oj,tz3,od,ji,dh,a70,t,sv,n,s7,tk,8,i,v,3,whl,cn4,br,qh,ae,g,ee,ho,w,mx,x,4sw,j,z4,p,fh,y,nz,di,g,4r,k6,on,5x,rlg,la,r3f,1 Tipu-Tipu Ala India – The Naked Traveler

Tipu-Tipu Ala India

by Mayawati Nurhalim*

Becak di Varanasi
Becak di Varanasi

Siapa pun yang berniat jalan-jalan ke India, bersiaplah mengalami serangkaian peristiwa mengejutkan. Apalagi kalau kita mengunjungi kota-kota kecilnya yang miskin. Bukan cuma soal jorok dan kumuh, melainkan juga soal banyaknya pengemis agresif dan para penipu berkedok macam-macam.

Lagi enak-enak tidur di kamar hotel, bisa-bisanya pintu diketuk 4 orang cleaning service berbadan tegap berkulit gelap laksana bodyguard demi dapat tip. Gara-garanya saya pernah kasih tip kepada salah seorang room boy. Rupanya air susu dibalas air tuba. Room boy lainnya jadi hobi mengetuk kamar, mengantarkan apa saja yang tidak kita minta. Begitu pula dengan para pengemis yang ternyata sangat ‘setia kawan’. Saya pikir aman memberikan uang pada pengemis cilik yang berdiri sendirian di gerbang hotel. Eh ternyata si pengemis ini solider kepada teman-teman seperngemisannya. Dia kasih tahulah kalau rombongan kami murah hati, dan wusshh… tiba-tiba banyak pengemis lain membuntuti kami. Pake acara nyolek-nyolek lengan kita segala. Yang mengejutkan, setelah kakak saya bilang “Sorry” dan tak memberi uang, kakak saya dibentak oleh seorang pengemis cilik perempuan, “No sorry!”. Buset.

Lebih mengerikan lagi saat rombongan kami yang terdiri dari 12 orang jalan kaki beriringan di pematang sawah menuju sebuah kuil kecil di Bodhgaya. Dari mulai turun bus sampai tiba di kuil dan balik lagi ke bus, kami diiringi oleh konvoi pengemis dekil yang merengek-rengek terus dan ‘pengemis bersih’ yang gaya-gayaan jadi pemandu tanpa diminta. Pengemis yang terakhir ini rata-rata masih usia sekolah, berpakaian cukup rapi dan lancar berbahasa Inggris. Ada satu yang merendengi jalan saya sambil sok tahu ngasih penjelasan, “Kamu tahu, ini namanya padi. Di negara kamu ada?” Bah! Males banget deh ngelayanin obrolannya. Balik dari kuil, gantian seorang kakek yang menguntit saya sambil terus-menerus mengiba, “I’m a poor man, give me money.”  Sampe saya susah jalan di pematang yang sempit karena si kakek menghalangi jalan saya. Bukan pelit bukan sombong kalau saya tak mengacuhkan si kakek. Masalahnya nggak mungkin banget saya ngasih uang. Bisa-bisa saya habis diserbu konvoi pengemis yang jumlahnya nyaris dua puluh orang itu. Karena usahanya tak membuahkan hasil, si kakek pun marah. Dia berhenti menguntit, tapi langsung menghadiahi saya dengan makian dalam bahasanya yang tak saya mengerti. Tapi dari mimik dan intonasinya, saya tahu persis dia memaki saya. Rupanya kejadian itu dimanfaatkan oleh si ‘pengemis bersih’. Dia pura-pura menghalau si kakek dan membesarkan hati saya, “Mereka memang begitu. Makanya jangan kasih duit ke mereka.” Ujung-ujungnya, seperti sudah saya duga, anak ini minta duit juga ke saya dengan alasan buat biaya sekolah. Makin dekat saya ke bus, makin gencar dia meyakinkan saya bahwa dia bukan pengemis seperti yang lain, cuma butuh tambahan buat beli buku. Halah. Sama aja.

Lain lagi kelakuan para penjual asongan. Kakak saya sempat nyaris “kemakan” di Rambhar Stupa, Kushinagar. Kan banyak penjual bunga yang dari awal udah kami cuekin. Tapi rupanya mereka banyak akal juga. Pas udah mau pergi, kakak saya dipaksa menerima bunga dari salah satu penjual, katanya, “No need money“. Kakak saya percaya aja lagi, diambillah bunga itu dan diletakkan di stupa. Eh, tahunya abis itu dia nyuruh bayar 50 Rupee. Males ribut, saya bayar aja dengan uang 100. Sialnya dia ngembaliin cuma 10. Dikira saya nggak kenal duit India kali. Langsung aja saya bentak, “You said fifty! Give me fifty!” Baru deh dia kasih 40 lagi dengan berat hati. Rupanya kita mesti lebih galak dari mereka. Penjual di sini juga maruk-maruk lho. Kan udah kami beli tasbihnya tuh ceritanya. Sengaja tiap orang beli pada penjual yang berbeda, supaya masing-masing dapat 100 Rupee. Asumsi kami, habis itu mereka udah nggak nguntit lagi dong. Eh, ternyata kami keliru. Mereka tetap nguntit di tempat ziarah berikutnya yang jaraknya dekat dan gigih menawarkan barang yang sama! Sampe-sampe saya nyolot, “Kan tadi udah semua dibeli, kok sekarang maksa lagi?” Tetap aja mereka ngacung-ngacungin tasbihnya minta dibeli lagi. Iihh…. maruk amat seeh!

Ada lagi oknum lain yang juga bikin pusing. Oknum berjubah bhiksu yang mencari keuntungan dari para peziarah seperti kami. Ada yang pura-pura melantunkan paritta (doa), ada yang sok ramah bertanya-tanya, yang muaranya semua sama: minta donasi. Di tempat ziarah yang pertama kami datangi di Sravasti, saya masih berpikir mereka memang bhiksu, sebelum pemandu kami membisiki, “Mereka bukan bhiksu sungguhan.” Hoalah…. Gustiii…. Akhirnya di tempat-tempat ziarah lain, setiap bertemu oknum berjubah bhiksu dengan wajah lokal, kami pun jadi selalu menatap penuh selidik. Ini asli atau palsu ya? Saya juga sempat melihat seorang penjaga kuil dengan sigapnya meraup semua sumbangan yang kami letakkan di kaki patung Sang Buddha di Mahaparinirvana Temple, Kushinagar. Buset. Mbok ya tunggu sampe kami nggak ngelihat kek. Di luar kuil, para penjaga sepatu juga menadah bagiannya. Padahal nggak ada yang nyuruh mereka jagain sepatu. Duit yang terpaksa kami keluarkan sih nggak seberapa. Tapi rasa diterornya itu lho yang nggak ngenakin!

Tukang becak yang beroperasi di jalan menuju Taj Mahal juga perlu diwaspadai. Saya yang awalnya tidak berprasangka apa-apa, dengan santainya menanggapi ajakan ngobrol si tukang becak. Maklum, kalau lagi di negeri orang, saya memang hobi ngobrol sama orang lokal. Biasanya sih asyik-asyik aja. Tapi kali ini saya kena batunya. Tanpa diduga, dengan roman mengintimidasi si tukang becak bilang, kami harus bayar tip walaupun pemandu kami sudah bayar ongkosnya. Waduh. Langsung aja saya dan kakak menyetel tampang bego. Pas sampe gerbang Taj Mahal, buru-buru kami loncat dari becak diiringi teriakan si tukang becak, “Madam! Madam!”. Benar-benar Incredible India

——-
*Mayawati Nurhalim, 37 tahun, bekerja di salah satu majalah wanita. Obsesinya adalah terjun payung. Dengan menulis di Anthology TNT, ia  memuaskan hasratnya untuk bisa menulis dengan gaya bahasa cuek dan tidak bercerita tentang yang indah saja. Ini adalah tulisan keduanya setelah ini.

46 Comments

  • Merry go round
    January 13, 2010 8:13 am

    Whoaaa….bs stress selama travel tuh.

  • TJ
    January 13, 2010 8:51 am

    hihihi finally nongol juga si may ! nice story pren. must read buat yg mau ke india

  • phie
    January 13, 2010 10:00 am

    wooooo… pengemis nya lebih ahli n rese lagi..
    macem2 ajaaa demi ngemis..
    untung mereka ga nyopet atau apa….

  • openmindfreakynut
    January 13, 2010 11:20 am

    hahaha…, ingat saya lari dikejar asongan di Bali, tapi di India lebih intense pengalamannya ya, saya udah backpack ke 6 benua tapi belom ke India, kalo ke sana pengennya ikut paket luxurious aja, bukan sombong atau gak adventurous, tapi udah capek susah, gak pengen lebih susah lagi, once in a while indulge n pamper urself while on the road is not a sin, hehehe…

  • meylie
    January 13, 2010 3:11 pm

    ngeri iih….

  • Anonymous
    January 14, 2010 2:07 pm

    Yang model begini (ngotot minta duit)mirip spt di Indonesia tp disini bukan pengemis yg ngejar2 minta duit tp pedagang asongan. Hal ini pernah dialami saudara saya dari Amerika yg berkunjung ke Borobudur. Ayah saya sdh mengingatkan utk tidak membeli barang dari pedagang asongan, apalagi saudara saya ini tdk bisa bahasa Indonesia. Ternyata mereka meladeni para pedagang asongan ini…ya sudah deh habis mereka dikerubuti pedagang yg maksa kita beli barang2 mereka… Ayah saya cuma ngedumel “yo rasakno kuwi” …hehehe

  • Mayawati
    January 14, 2010 2:11 pm

    Jangan jadi ngeri sih… Saya kebetulan Buddhis Pilgrim, banyakan ke kota2 kecil di propinsi Utar Pradesh yg katanya propinsi termiskin di India. Dan dari 12 hari perjalanan, kalo diprosentase kejadian ngeri kayak di atas mungkin cuma sekian persennya aja. India tetap menarik kok buat didatengin, asal udah persiapan dan udah tahu kira2 apa yg hrs dihadapi deh. 🙂

  • rere
    January 14, 2010 8:29 pm

    @Maya : Tulisan anda sudah bagus sekali dan menurut saya dari sekian kontributor di NT anda yg terbaik…. buat Ms T, hati – hati udah ada saingan nih … heheh

  • rentz
    January 15, 2010 12:45 pm

    wah saya pernah d ludahi pengemis di chennai saat di lampu merah karna tidak ada uang receh, untungnya saat itu kaca mobil saya tutup. Lain waktu saya ingin berziarah ke sebuah gereja terkenal disana, pas mau parkir mobil saya langsung dikerubungi belasan pengemis. Berhubung ngeri duluan, langsung tancap gas n batal ziarahnya. Memang benar2 incredible India..

  • ak
    January 15, 2010 1:11 pm

    pengemis2 di india emang rese. kalo ga dibentak mereka makin merajalela. Tapi India seru kok buat didatengin. saya 3 bulan tinggal di India dapat pengalaman mirip2 Maya. Ada yang mereka kira saya bintang film China jadi mereka photo2 dan minta tangan. ada supir bus yang sengaja nyetir bus nya berlawanan arah dengan traffic soalnya abis dimarahin bos nya. ada anak kecil yg ngelempar taxi pake batu sampe kaca mobil pecah semua. hehe.

  • rizki
    January 16, 2010 8:55 am

    Kalo dilampu merah gitu ada pengemisnya jg g mba??
    Yg tangan sama mukanya nempel dikaca jendela mobil
    Macam diperempatan grogol
    Hehehehee….

    Nice info mba, semoga bs terwujud main-main ke India
    Ud dapet tipsnya ini 🙂

  • Sarah
    January 16, 2010 1:49 pm

    wahahaha…ternyata gak beda banget sama Indonesia yaaa… 😀 thx untuk infonya. sangat membantu …

  • lian
    January 17, 2010 10:59 am

    ya ampuun emang sesuai kyak gambaran di slumdog millionaire yah. kasian sekaligus greget… :p

  • Revanadia
    January 18, 2010 4:39 pm

    wahahhaaa.. ternyata pengemis indonesia jauh lebih ‘manusiawi’ ya..

  • smolina
    January 19, 2010 4:19 pm

    Wah, jadi inget crita temen ku pas sales call ke India, niat nya mo liat sungai gangga yg historical itu, ternyata semua kegiatan yg suci maupun tidak “suci” terjadi disana, such as: mencuci, e’e, upacara membuang mayat…hhuuuiiiiihhh…ditambah lagi pertama kali landing di Bandaranya serasa di stasiun bis pulo gadung…haiiiyaaaahhh..

  • sulis
    January 20, 2010 4:07 pm

    mengerikan sekali….kyknya kalo ada kesempatan kesana, gue bakalan bareng beberapa orang, ga berani jalan sendiri, ihh ngeri dech….

  • yudi
    January 22, 2010 9:46 am

    terus apa yang menarik ya yg bisa dikunjungi disana klo setiap `jengkal` ada pengemis yg nguntit, sampe2 di dlm hotel.
    ternyata indonesia jauh lebih nyaman

  • ouhmaigoat
    January 23, 2010 3:55 pm

    serem banget ceritanya mbak…. 🙁

  • dimas
    January 23, 2010 9:59 pm

    buset, gue aja yg di melbourne udah jengah sama kelakuan2 orang india yang merajalela disini, berasa melbourne punya mereka, gimana gue ke negaranya ya, bisa bikin emosi!

  • Mayawati
    January 25, 2010 5:50 pm

    @Rizki: Di lampu merah juga ada pengemis. Seinget saya sih gak nempel di kaca jendela. Yg saya lihat di New Delhi pengemisnya malah lucu lho… Anak perempuan kecil dekil nari2 meliuk2 untuk menarik perhatian kita (kebayang kan tari India kayak apa). Untuk yg kali ini rombongan saya bener2 terhibur, dan kami pun melempar uang ke anak ini. Tp ngelemparnya nunggu saat bus udah mau jalan, teteup… jaga2.

  • Niwde
    February 1, 2010 7:54 pm

    wadaw,minggu depan mo ke uttar pradesh,kalo gini caranya mending jd org jutek aja kali ya?
    smoga aman coz mendarat tengah malam,pengemis pada tidur smua he he he

  • Satria
    February 3, 2010 10:00 pm

    Gile…
    Separah2nya pengemis di negeri kita, ternyata di India lebih parah ya… ckckck…
    Walo miris dengan banyaknya warga kita yang miskin, ternyata kita tetep harus banyak bersyukur Alhamdulillah ya karena masih ada banyak yang kita miliki lebih baik daripada di negeri lain yang ga beda jauh miskinnya.
    Padahal di film2 Bollywood, lebih banyak digambarin yang kaya2 ya, sama lah kayak sinetron di kita
    Great posting nih!

  • wongsableng
    February 4, 2010 3:49 pm

    wah husyettt parah bener di india…

  • slams
    February 4, 2010 3:55 pm

    huuh ik, parahh nda!!
    lebiih mending indonesia ya

  • monica
    February 11, 2010 9:37 pm

    eaaa..parah banget..
    seremm jadinya ngebayangin pas baca..
    tapi jadi tahu loh,makasi yaa mbak..

  • astri
    February 18, 2010 4:07 pm

    may, blognya apa dong,biar bisa mampir…

  • mi9e
    February 18, 2010 10:42 pm

    duh,.kayana India jadi black list w kl m keluar negeri jika ada kesempatan

  • aline
    February 27, 2010 8:11 pm

    mbak maya…nice blog…
    btw klo banyak pengemis gitu..apa aman yh??mrk tipeny kayany agresif gitu ada yang ampe nyolong atw jambret ga y?? trus bw camera gt gmn??

    penasaran bgt loch ma india..pgn coba kuliner n mw liat sndiri gmn sih negarany si sharukh khan..heheh..^^

  • Cicin
    February 28, 2010 3:53 pm

    Untung saya ga tertarik pergi ke sana!

  • Mayawati
    March 17, 2010 11:16 am

    Aline, tks. Yg sampe jambret sih saya ngga ngalamin dan ngga ngelihat.

    Astri, maaf, baru buka lagi ke sini. Saya punya-nya multiply aja: maya2405.multiply.com
    Cerita lengkap soal India ada di sana. Tp saya bukan blogger yg serius, krn rada gaptek juga. Jd tampilan blognya standar, gak diapa2in. Mhn maklum. Tks kalo mau mampir.

    Maaf ya Mbak T, jadi numpang infoin multiply saya di sini. Tks a lot atas kesempatannya.

  • Trackback: Wartawan Norak Pertama Kali ke Luar Negeri » The Naked Traveler
  • Anna
    May 16, 2010 10:32 am

    tulisan mbak may bagus-bagus.
    keep writing ya mbak, dan gw bakal keep reading… ^^

    pasti sebel banget pas travel ngalamin hal kayak gitu ya.. tapi gw pengen tetep ke india. gw pengen pergi ke semua tempat pokoknya.

  • qieqie
    July 23, 2010 12:21 am

    Hehe, ngemisnya pake geleng2 kepala gitu nggak? Padahal India adalah salah satu negara yang pengen saya kunjungi, soalnya eksotis gitu. Atau cuma yg muncul di Bollywood aja kali ya? wkwkwk

  • arang
    October 17, 2012 2:07 pm

    quite interesting….

  • anggie
    December 12, 2012 3:15 pm

    huah..India..ati2 juga sama anak2 kecil di India Gate yang mau bikinin heena..mereka bilang, “fifty fifty..” temen saya langsung nanya, buat 2 tangan atau satu? kata mereka buat dua tangan..eeehh, pas udah selese buat heena di dua tangan, temen saya ditagih 100rupee..

    tapiii..menurut saya, India oke kok buat jadi tujuan wisata..saya sempet 2 bulan di sana, buat short course..banyak tempat2 yg bisa diexplore..

  • James
    July 1, 2013 9:11 am

    Wih parah amat India, gak bakal deh ke india

  • Indra
    October 18, 2013 9:13 pm

    Acha acha

  • rika
    August 8, 2014 10:49 am

    jadi inget film slumdog milionare deh baca cerita ini, penuturannya bener2 saya bisa ngebayangin bagaimana sisi kehidupan di India :d

  • Abin Adika Ranggala
    August 10, 2014 1:19 am

    Ngeri juga…

  • lilyana
    October 23, 2014 2:37 pm

    Ah serius?ngeri juga.tp tetep pengen berkunjung

  • Anonymous
    December 24, 2014 11:20 am

    Inilah alasan sya membenci india dari dulu…

  • Nay
    January 24, 2015 2:04 pm

    Haaaa… hadooohh ragu2 ya mau ksana..pdhl sya pny janji dgn seseorang d srinagar,blm ke india aplg sndirian,mohon infonya kk2

  • elyastin
    January 25, 2015 9:34 pm

    Orang india memang super parah!! Saya 4 tahun jadi driver freelance yg melayani 8 perusahaan india. Pengennya mau yg terbaik tapi harus dg harga yg paling minimalis. Pelit dan licik spt cobra kale hehe

  • elyastin
    January 25, 2015 9:39 pm

    Dan paling cerewet plus banyak omong jg

  • Tour Jepang
    March 17, 2017 2:48 pm

    Duh parah juga ya disana, niat baik malah jadi kayak gitu harus ati2 nih, makasih informasinya bikin saya jadi tau dan bisa lebih hati-hati kalau berkunjung kesana.

  • Princess Amanda
    June 30, 2017 11:36 am

    Hhahaha…Aku bacanya sambil ngakak gubrakz2 di kasur..Artikelnya kereen sista.. Aku rencana ke India september 2017

    Yuk yg mau ke India bareng khusus cewe

    Whatsapp : +6285973017059

Leave a Reply

Leave a Reply