Diving sama hiu di Maldives

Diving sama hiu di Maldives

Trip “Maldives with Trinity” pada 23-26 Maret 2018 by @MaldivesHemat akhirnya “terjaring” 20 orang. Itinerary masih sama dengan yang saya tulis di sini. Bedanya, ya orang-orangnya. Banyak yang datang sendiri sebagai solo traveler, bahkan sebagian baru pertama kali. Modal nekad katanya. Tapi akhirnya everybody’s happy karena bertemu dengan teman-teman baru – yang sampai sekarang masih rame di grup WhatsApp karena pada susah move on. ?

Yang perlu saya highlight adalah island hopping naik private boat mewah bak horang kayah. Kali ini lokasi snorkeling dan sandbank-nya beda. Sandbank (pasir timbul) yang ini bentuknya panjang banget jadi gampang cari spot kosong untuk foto-foto. @MaldivesHemat pun kemajuan udah punya drone, jadilah angle foto-foto makin menggila. Trus, pas acara free time, hampir semuanya kompak milih day trip ke satu resor jadilah seharian kami main bareng, tanding polo air melawan bule-bule, belajar berenang gratis by Coach Trinity, sampai belajar signature pose saya yang gaya kaki di atas. Malam terakhir pun kami dugem di atas kapal di tengah laut karena di darat alkohol dilarang.

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

Setelah rombongan cabut, saya pun extend untuk menikmati Maldives dengan cara lain karena udah dua kali ke Maafushi. Selain jalan-jalan keliling Maafushi, tujuan utamanya adalah diving. Bagusnya @MaldivesHemat baru bikin paket diving bekerja sama dengan Arena Dive Club yang terletak di hotel yang sama tempat rombongan biasa menginap. Saya salut dengan bagaimana Rudi dan Pajay, pemilik @MaldivesHemat, menangani open trip. Semua paket sudah dicoba dulu berkali-kali untuk memastikan pelayanannya, bahkan mereka sampai ambil license diving dulu di sana!

Seperti biasa sebelum diving, saya ke kantornya untuk sewa alat dan ukur-ukur peralatan. Arena Dive Club ini baru aja buka Juli 2017, jadi peralatannya serba baru dengan merk ngetop. Roberto, bos dive center ini asal Italia yang sudah pernah punya bisnis dive operator di Sharm El Sheikh, Mesir. Dive Guide dan instrukturnya multinasional; ada Veronica asal Rusia, Jean asal Taiwan, Ahmed asal Mesir, dan Isa asal Maldives. Yang saya senang lagi, karena udah kurusan, sekarang saya muat sewa wetsuit ukuran orang normal! Ih, bangganya! Hehehe!

Hebatnya lagi – dan ini yang bikin kita kalah adalah kalau mau diving nggak perlu nunggu minimal jumlah orang. Mau sendiri juga tetap berangkat dengan harga per orang sama. Kapal mereka juga gede banget! Kapal dengan bentuk kapal tradisional Maldives ini bisa muat 20an orang bersama tangki-tangkinya yang dikali dua tanpa bersesakkan. Di depan dan atapnya ada deck untuk duduk-duduk atau berjemur, ada shower air tawar untuk bilas, ada toilet. Stafnya pun baik-baik banget, sampai megangin tangan pas jalan ke pinggir kapal untuk nyebur gaya giant step.

Tiga hari saya diving, dua kali di pagi hari mulai jam 8.00 dan satu kali di sore hari jam 14.30. Karena base-nya di Pulau Maafushi, maka lokasi diving di sekitar Kaafu Atol yang naik kapal maksimum 20 menit aja. Spot yang dekat bisa liat terumbu karang dan ikan-ikan karang, ada gua, ada shipwreck. Entah kenapa biota laut di sana ukurannya kok lebih gede gitu. Nudi branch segede tikus, surgeonfish dan anglefish aja lebih gede dari telapak tangan, mooray eel super gemuk dan berenang (bukan ngumpet), bahkan puffer fish ampe segede kepala!

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

Spot yang jauh, terutama area antar pulau di Guraidoo Corner dan Kandooma Thila, ini yang bikin sedap. Diving di kedalaman sampai 35 meter, arusnya super kenceng, di situ lah ikan pelagis berada! Hiunya banyak banget (di pantai Maafushi aja banyak baby sharks, rupanya di sinilah ortu-ortunya berasal), ada grey reef shark, black tip shark, white tip shark. Saking arus kenceng, di satu spot kami terpaksa harus mengaitkan hook ke karang dan membiarkan gerombolan hiu lewat. Selain itu ada banyak penyu, barakuda, bumphead fish, dogtooth tuna, giant trevally, eagle ray, stingray. Ahh, gilaaaa mantapnyaa!! Satu lagi temuan, setelah kurusan ternyata napas saya jadi irit. Setiap kelar diving, masih ada sisa 100 bar oksigen! Sampai rombongan diver bule komen, “Are you a fish?” #bangga

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

Saya masih punya seharian untuk dihabiskan sebelum terbang pulang jam 9 malam. @MaldivesHemat menyarankan untuk ikut excursion snorkeling trip ke Shark Bay atau liat whaleshark. Karena pernah liat whaleshark, saya memutuskan untuk ke Shark Bay. Mereka pernah ikutan dan katanya banyak banget nurse sharks. Tapi namanya juga alam, sialnya saya nggak ketemu satupun hiu. Yang ada adalah gerombolan ikan giant trevally segede bayi! Serius! Ntar deh kalau videonya jadi, saya share di YouTube TheNakedTraveler. Abis itu kami lunch di Pulau Fulidhoo yang bagusnya kebangetan sampai mau nangis. Lalu berenang bersama lumba-lumba di lagoon – yang ternyata susah bener mendekat. Meski saya jago berenang, tetep kalah. #yaiyalah

Fulidhoo Island

Sorenya kami ke Male. Diajak ke toko suvenir termurah se-Male, namanya My Friends. Ternyata sebagian peserta ada yang nitip beliin oleh-oleh lagi. Lalu diajak keliling kota, ke alun-alun, ke Friday Mosque, minaret Munnaaru, ke rumah presiden Maldives yang masih gedean rumah di Pondok Indah, ke pasar, dan terakhir ke pelabuhan untuk melihat stingray banyak banget!

Seminggu di Maldives lewat begitu aja. Ya begitulah kalo kita sangat menikmati liburan. Kalau Anda mau ikut paket liburan hemat di Maldives atau mau diving, kontak aja maldives-hemat.com ya? Very recommended!

Author

Trinity is Indonesia’s leading travel writer and blogger. Author of 13 national best-selling books including “The Naked Traveler” series - which will become a movie in 2017.

33 comments

Leave a Reply