Kiat #Staycation

Kiat #Staycation

Apakah itu staycation? Sebagian orang Indonesia menganggap artinya “menginap di hotel”. Padahal istilah staycation dalam bahasa Inggris itu sebenarnya berarti “liburan dengan tinggal di rumah sendiri dan hanya bepergian/beraktivitas di sekitarnya aja”. Namun sejak adanya medsos, istilah ini justru berarti menginap di hotel (di kotanya sendiri). Saya menuduh ini karena para buzzer yang hotelnya disponsorin itu harus membuat sesuatu sehingga terlihat keren tanpa mau ketauan disponsorin maka dibuatlah hashtag #staycation. Hehe! Nggak percaya? Meski caption berupa quote yang ‘dalem’, tapi kalau si buzzer mention dan tag akun medsos hotelnya beserta hashtag tertentu, kemungkinan besar disponsorin lah.

Staycation semakin lama semakin marak. Maksud saya dalam artian masa kini: menginap di hotel. Kalau istilah itu sudah ada zaman dulu berarti waktu masih kecil saya sering staycation saat orang tua saya ada meeting atau conference di hotel. Udah gede saya staycation karena mengajak keponakan-keponakan nginep di hotel supaya mereka bisa berenang dan makan enak. Kadang saya staycation bareng geng sahabat untuk party semalaman. Belakangan ada alasan lain untuk staycation, yaitu mengisi feed medsos.

Beberapa hari yang lalu saya staycation di sebuah hotel berbintang lima di Mega Kuningan. Jika Anda tertarik untuk staycation juga – apapun alasannya, berikut kiat-kiatnya:

  1. Tentukan bintang dan lokasi
    Kalau staycation sih saya pilih hotel bintang lima sekalian. Ngapain pindah menginap di hotel di kota sendiri kalau hotelnya ecek-ecek yang tidak lebih nyaman daripada kamar sendiri di rumah? Soal lokasi, pilih lah yang menjauh dari rumah sendiri atau yang punya pemandangan berbeda dari yang biasa kita lihat di rumah. Saya sih pilih persis di tengah kota yang dikelilingi gedung-gedung bertingkat karena saya suka city lights. Lokasi juga dipilih berdasarkan kedekatan jarak dengan berjalan kaki ke restoran atau mal, jadi bisa makan atau belanja di luar tanpa keluar ongkos lagi.
  2. Ajak teman/keluarga
    Staycation enaknya memang nggak sendirian. Jadi bawalah teman atau saudara, lumayan ada yang diajak ngobrol, bisa berenang bareng, ada yang motretin, bahkan kalau beruntung bisa patungan bayar hotel. Kemarin ini saya mengajak sepupu merangkap PA saya, si Zara, sekalian traktir dia yang udah capek ngurusin kerjaan saya. Bener aja, di kamar kami malah ngomongin kerjaan sambil bikin file excel di laptop. 
  1. Booking yang efektif
    Nah, ini yang tricky! Saat ini ada banyak situs booking hotel. Setelah saya tahu bahwa saya akan menginap di hotel bintang lima dan tahu batas bujetnya, saya pun browsing ke sekian banyak situs. Perlu diketahui, harga weekday dan weekend itu sering berbeda. Hotel bisnis di tengah kota biasanya lebih murah di weekend. Kalau tanggal menginap bebas, cobalah beberapa tanggal.
    Setelah memutuskan di satu hotel, bandingkanlah harga ke beberapa situs terpercaya, termasuk situs resmi hotel yang dimaksud. Kadang ada situs yang menampilkan harga termurah, namun ternyata kamarnya tidak termasuk sarapan. Padahal saya paling doyan sarapan all you can eat di hotel – apalagi di hotel bintang lima. Oleh karena itu, klik terus sampai laman pembayaran karena ternyata ada tambahan pajak dan lain-lain sehingga harga awal yang terpampang dan harga akhir berbeda jauh.
    Kesimpulannya, cara termudah dengan harga termurah ada di Traveloka. Situs itu paling “jujur” karena di depan sudah ditampilkan harga all-in dan apakah termasuk sarapan atau tidak. Untungnya lagi, pas ada promo hotel domestik sehingga saya dapat potongan Rp 150.000,-. Lumayan banget kan?
  1. Maksimalkan fasilitas
    Supaya nggak rugi, datang lah tepat saat check-in diperbolehkan. Rata-rata hotel memperbolehkan check-in antara pukul 13.00 – 15.00. Sebelum jadi berantakan, foto-foto dulu kamarnya deh. Kalau nggak mau langsung leyeh-leyeh, manfaatkan fasilitas yang tersedia, seperti kolam renang, gym, atau spa (dengan biaya tambahan). Kalau ambil kamar yang kelas atas, biasanya ada fasilitas “Club Lounge yang memperbolehkan tamu untuk makan camilan dan minum sepuasnya di ruangan khusus. Selain tempat tidur hotel yang nyaman, saya juga suka berlama-lama mandi, apalagi kalau ada bathtub yang langsung menghadap jendela sambil memandang kota. Sisanya, nikmati saja kamar yang mewah!

Catatan nggak penting: Tengah malam di hotel saya menyikat gigi di kamar mandi. Pas buka kran di wastafel… lho kok nggak ada air? Buka kran di bathtub eh nggak ada air juga! Gila, udah mahal-mahal bayar hotel bintang lima kok airnya bisa mati? Zara nyamber, “Lha ini dikasih kertas pengumuman minta maaf air mati hari ini jam 23.00 – 06.00.” Hah? Kenapa sekarang? Kenapa pas saya lagi nginep?! Lalu pecah lah tawa kami. Dasar Trinity! Ceritanya sial mulu! Hahaha!

Author

Trinity is Indonesia’s leading travel writer and blogger. Author of 13 national best-selling books including “The Naked Traveler” series - which will become a movie in 2017.

26 comments

Leave a Reply