Gagal ke Myanmar

Gagal ke Myanmar

Ingat September 2014 lalu Bentang Pustaka ngadain undian Free Trip bareng saya sambil nobar timnas sepak bola U-19 yang bertanding Piala AFF ke Myanmar? Syaratnya cuman ngumpulin struk pembelian buku-buku The Naked Traveler apapun. Pada 25 September 2014 pengundian dilakukan oleh saya pada saat launching buku #TNTrtw di Togamas, Yogyakarta. Pemenangnya adalah @FathurIrham dan @sisca_lustia. #TriniTrip ini juga akan ditemani oleh pihak promosi Bentang Pustaka, Ditta. Tentu saya hepi berat, karena saya lagi butuh “pelarian” setelah ibu saya meninggal dunia bulan yang lalu. Apalagi saya belum pernah ke Myanmar!

Penerbangan kami ke Yangon naik Malaysia Airlines (MH) jam 4.40 pada 10 Oktober 2014. Kami berempat berkumpul di Bandara Soekarno-Hatta jam 2.00 pagi. Saya sampe belum tidur karena takut bablas.

Saat check in di konter MH, tiba-tiba si mbak petugas mukanya berubah lalu berkata, “Mau ke Myanmar? Visanya mana?”

“Hah? Visa apaan, mbak? Kan WNI bebas visa ke sana!” jawab saya.

“Nggak. Harus pake visa. Memang tidak harus apply dulu ke Kedutaan Myanmar, tapi sekarang pake e-visa yang di-apply online, lalu diambil di bandara Yangon.”

“Hah? Sejak kapan? WNI bebas visa kok! Lha berita-beritanya aja udah ada.”

“Nggak bisa. Tetap pake e-visa! Ini contohnya…” kata si mbak ngotot sambil menyerahkan selembar fotokopi e-visa orang lain sambil menunjuk-nunjuk. “Nah, harus ada yang kayak begini. Yang ngeluarin ini, ada tandanya begini.”

“Lah, itu kan e-visa orang Finlandia, bukan Indonesia.”

“Ya, sama aja. Semua harus begitu sekarang.”

“Nggak, mbak. Saya yakin free visa kok!”

“Yang jelas saya nggak bisa check in-in kalian. Kalau mau protes, tunggu aja staf MH nanti datang 15 menit lagi.”

JEDER!

Dengkul saya langsung lemas. Kami pun melipir mundur, duduk di lantai pojokan bandara. Segera kami browsing lagi dengan kata kunci “visa Myanmar”. Eh iya lho, sejak 3 Oktober 2014 ada sistem Visa on Arrival yang harus apply e-visa dulu. Dan… waktu pengurusannya 7-14 hari! Ih, meneketehe! Secara udah yakin bebas visa kok untuk WNI. Astagaa, kasian banget pemenang yang udah ambil cuti. Aduh, bagaimana iniiii? Ditta menghubungi teman-temannya yang sudah berangkat ke Myanmar, tapi tidak ada balasan.. secara baru jam 3 pagi. Hadeuh!

15 menit kemudian kami ke konter lagi untuk ketemu staf MH.

“Kalian ke Myanmar ngapain?” tanya bapak MH.

“Mau mendukung Indonesia nonton bola U-19!” jawab kami serempak.

“Oh, pantes dari kemarin banyak wartawan yang berangkat juga. Eh iya… WNI bisa kok ke Myanmar tanpa visa, tapi cuma dapat 14 hari dan harus ada tiket pulang. Kemarin rombongan wartawan itu nggak punya tiket pulang, akhirnya mereka semua beli di sini dulu sebelum diperbolehkan terbang.”

Nah, kan! Rese emang tu mbak! “Ada kok tiket pulangnya! Kami Cuma 5 hari di Myanmar.”

“Eeeh… tapiii… atas nama Ibu XXXXXXXX (nama saya) tidak bisa ikut!” sahut bapak MH lagi.

WHAT?

“Lah? Kenapa?” tanya saya superkaget. Apa lageee iniii?!

“Syarat visa Myanmar paspornya harus berlaku minimal 6 bulan.”

“Lah, paspor saya kan expire April 2015”

“Tapi di sistem kami, paspor ibu 5 bulan 28 hari, atau kurang 2 hari dari 6 bulan!”

“2 hari doang?! Ya ampun, Pak. Saya sering kok paspor expire 2 bulan juga masih bisa dipake di Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina. Kan sesama ASEAN dan bebas visa ini. Lagian, perpanjang paspor sebelum 6 bulan juga belum bisa di kantor imigrasi,” rayu saya sambil ngeles.

“Nggak bisa, bu. Myanmar ini strict banget. Daripada kami yang didenda karena menerbangkan ibu.”

Dan seterusnya dan seterusnya saya usaha ngeles dan merayu, tetep NGGAK BISA! Ampuun!

“Trus solusinya gimana dong?”

“Ibu bikin aja paspor yang sehari jadi. Tiketnya saya mundurin sampe besok, jadi ibu bisa nyusul.”

HAK JLEB!

Dengan berat hati (dan dongkol setengah mati), saya harus merelakan nggak jadi barengan pergi Myanmar. Saya pun meminta maaf kepada para pemenang sehingga trip “jalan bareng Trinity” jadinya “jalan bareng Ditta”! Huhuhuuu…

Saya pun pulang dengan lunglai. Jam 4 pagi saya browsing gimana caranya bikin paspor sehari. Dari blog-blog orang semua mengatakan bahwa pengurusan paspor memang sehari, tapi diambilnya sehari kemudian. Dan sekarang hari Jumat pula! Aaaaaaaak! Saya ke situs Ditjen Imigrasi pun isinya kabar buruk. Perpanjangan paspor One Day Service sudah ditiadakan, jadinya diganti jadi One Stop Service yang harus submit online, lalu urus ke kantor imigrasi, dan diambil keesokan harinya. Lha, kok malah kemunduran gini! Saya masih usaha dengan submit aplikasi online, eh dapat jadwal ke kantornya aja seminggu kemudian… di semua kantor imigrasi! AAAAAAAAAK!

Tak hilang akal, saya pun menghubungi follower saya yang bekerja di imigrasi, kali pake orang dalam bisa lebih cepat. Tapi setelah di-DM, tidak ada balasan. Ya iyalah, masih subuh begini! Saya menghubungi teman saya si Nina yang punya sepupu di imigrasi. Tetap tidak ada balasan. Sampai jam 8.00 saya baru bisa menghubungi orang-orang. Perjuangan hari itu diakhiri dengan jawaban orang imigrasi, “Maaf, mbak. Saya sudah menghubungi teman-teman tapi dengan sistem sekarang ini memang paspor bisa diurus sehari, tapi baru bisa diambil hari Senin.”

JEDERRR!

Pupus sudah harapan! Saya sungguh mohon maaf kepada Bentang Pustaka dan para pemenang #TriniTrip. Setiap hari saya cuma bisa sirik lihat foto-foto mereka jalan-jalan dan nonton bola di Myanmar. Saya jadi mikir, mungkin saya “diberkahi” dengan jalan yang nggak mulus makanya jadi banyak cerita. Hikz. #kzl #zbl

Catatan:
Sampai sekarang pun saya belum bisa mengurus perpanjangan paspor. Semua dokumen penting keluarga ada di Safe Deposit Box ibu saya di bank, yang ternyata hanya bisa dibuka oleh ibu saya… yang sudah meninggal dunia! Gimana cara buka box-nya? Harus ada Akta Kematian ibu saya dan Surat Waris. Gimana cara urus Akta Kematian? Bawa Akta Kelahiran ibu, Akta Pernikahan, Akta Kematian bapak saya… yang semua ada di box itu! Sekarang, gimana caranya saya urus paspor saat Akta Kelahiran dan Ijazah asli saya ada di box itu juga? Ya ampun, duniaaaa… ribet banget sih!


Trinity

Indonesia’s leading travel writer & blogger whose life story became a movie. Author of 15 books incl “The Naked Traveler” series.

46 Comments

  • Kartika Paramita Klara
    October 14, 2014 9:09 pm

    Semangat, Kak!
    Kan semua perkara dapat ditanggung di dalam dia yang memberi kekuatan kepada kitaaa 😀

  • Kharis
    October 15, 2014 12:10 am

    Semangat Mba Trinity, semua pasti ada solusinya. Walaupun gagal ke Myanmar, pasti tetap bisa dukung U-19 di layar kaca – walaupun suasana riuhnya beda banget.

    Dari semua pengalaman hidup Mba T. – saya selalu belajar hal baru , makasi ya

  • Evi
    October 15, 2014 8:09 am

    Wah masih panjang ceritanya sebelum dapat pasport baru lagi, Mbak. Semangat ya…Dan saya yakin ini hanya penundaan perjalanan sementara…Trinity gitu lho ..)

  • relaksono
    October 15, 2014 8:43 am

    ya ampunn kasiaann bangett madam safe desposit box kaga bs d buka,., wkwkkk,. pake MH madamm,., g takut nungsep ke lauuttt.,, ckckkkk.,.,. untung aja gagal take off.. hahaaaa

  • Sandrine Tungka
    October 15, 2014 10:09 am

    Owalahhhh… Semangat ya mbaaaa..
    Seperti yang mba bilang, tetap menginspirasi yang membacanya 🙂

  • Manda
    October 15, 2014 10:13 am

    Mba T, baru tau kalo ibunya meninggal, turut berduka cita ya.. 🙁
    Semangat mba, kayak baru aja tinggal di Indonesia, apa-apa sih disini ribet.. 😀
    ups, bukannya pesimis, cuma kenyataan.. 😛

  • Nella
    October 15, 2014 10:18 am

    Pukpuk mbak. T sabar yaa, masalah ko datangnya bersamaan gitu.
    Kerjain satu2 jangan stress yaa 😉 .

  • Catma
    October 15, 2014 2:33 pm

    Buatnya Paspor Elektronik aja, biar bisa bebas visa ke Japan 15 hari. Ada kemajuan sih tahun ini indonesia dapet bebas visa 2 negara. Myanmar dan, Japan yg mulai dilaksanakannya Desember 2014, semoga China juga segera terlaksana di tahun 2015. Meski sedikit kecewa, karena Georgia udah ngga VoA lagi.

  • Fadhil Ali
    October 15, 2014 2:56 pm

    Jd benarkan Myanmar sudah bebas visa bagi WNI asal sudah punya tiket pulang atau tujuan lain. Yups, lbh baik skrg pakai e-paspor krn sudah byk negara yg menerapkannya. Plus bebas visa Jepang dgn e-paspor.

  • dini
    October 15, 2014 8:06 pm

    saya gak menang kuisnyaa.. kalo saya mah gpp gak ada mbak Trinity, asal menang ke Myanmarnyaa.. :))

  • basanovasiregar
    October 16, 2014 8:11 pm

    astaganagaaaa… puk puk… sing sabar yo mba Trinity, semua ada hikmahnya mba eee… semoga akan ada solusinya segera, AMIIIIN

  • Fahmi (catperku.info)
    October 16, 2014 8:29 pm

    Whedew, sadis amat yak myanmar 😐 selisih dua hari doang ckckck

  • mada
    October 16, 2014 8:50 pm

    Maigaaaadd…baca bagian “catatan”
    Ga maksud utk ga bersimpati mba atas kepergian mamanya atau sulitnya ngurus2 krn si safe dep box ( punten…punteeeennn…) tp kok ya aku senyum2 sendiri ikut frustasi baca tulisannya..keknya mbulet bgt situasinya ????
    Smangat kakaaa…!! ????????
    He will make a way for u!! ????

  • Figs Hunter
    October 16, 2014 9:19 pm

    Keribetan diri yang mbak share kalau dibikin menjadi cerita novel mungkin seru dan menarik sekali, bagaimana bisa terjebak dalam lingkaran yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. ini adalah cerita lucu yang menarik difilmkan.. asli original dan pasti seru..

  • Rijal
    October 16, 2014 10:00 pm

    hehe ada-ada saja pelajaran setiap kisah perjalanannya… turut seneng baca artikel ini, meski saya menjadi salah satu yang gagal menjadi pemenang undian ke Myanmar

  • rumahmemez
    October 16, 2014 10:46 pm

    Kak Trinity, terima kasih postingan ini mengingatkan saya banget. Saya mau ke Myanmar tgl 29 ini… lopyu kak, sing sabar yaaa :)))

  • yuni
    October 17, 2014 12:00 am

    Sabar mbk, semoga ada hikmahnya, walaupun berenteten masalahnya,

  • RismaBoww
    October 17, 2014 12:01 am

    Oh may goshhh mbak critamu, aku dadi melu gregetan,,,, aaaakkk!!

  • dee
    October 17, 2014 1:02 am

    Sabar mbak..Moga ada berkahnya…
    Ntar kalo udah selesai paspornya jalan2 lagi… 😉

  • chachalicious
    October 17, 2014 6:22 am

    Saya koq malah pusing mikirin cara buka deposit box itu gimana yaa?

  • imama
    October 17, 2014 6:55 am

    sabar ya mbaaa , smangaaaat :))

  • Yass Ferguson
    October 17, 2014 7:27 am

    Wkwkwkwk… itu terakhirnya 3jleb banget mbak… Ribet emang

  • Arif
    October 17, 2014 8:29 am

    Bener. Awalnya kemarin mbak di documents check counter KLIA2 ngeyel harus ada visa. Kami jelaskan bahwa Indo free visa sejak Mei. Pas boarding di KL juga ditanyain tiket pulang. Hhaa. Harusnya kita kemarin ketemu di Stadion donggg 🙂

  • Jeje Jean
    October 17, 2014 9:41 am

    Baru baca dan mau comment..menurut info yg saya dapatkan mbak bisa hubungi pengacara atau keluarga dari pihak orang tua yg mungkin masih menyimpan surat keterangan kekeluargaan lainnya. Sambil mbak juga berdoa minta ditunjukan jalan sama Tuhan. Semangat mbak!!

  • Jeje Jean
    October 17, 2014 9:46 am

    Untuk surat kematian bisa minta dari pihak RS (jika meninggal di RS) atau dokter yg menangani atau org lingkungan sekitar (RT/RW). Setelah itu mbak cari pengacara untuk konsultasi mengenai masalah yg mbak hadapi.

  • Anonymous
    October 17, 2014 11:23 am

    Sorry to hear that ya mbak T! Wish you were there with us di Myanmar kemarin. Semoga permasalahan perpanjangan passport bisa cepet selesai dan bisa nge trip lagi.

  • Adhe
    October 18, 2014 4:47 pm

    Dear T, buat surat keterangan kematian orang tua di kelurahan, bisa juga minta dari RS, biasanya kalau meninggal di RS sudah dilengkapi surat keterangan kematian. Jika meninggal di rumah, bisa buat sendiri, bisa aku lampirkan draft nya begitu juga dg surat keterangan ahli waris. Nanti aku japri by email contoh dtaft nya kamu tinggal isi aja.
    Mungkin iti dulu yg bisa aku sampaikan. Tenang aja semua ada jalannya.

    Salam sayang,
    AMH.

  • Vari Sapi Lucu (Traveling Cow)
    October 18, 2014 7:22 pm

    Ihh..emang tuh rese deh urusan Myanmar baru bebas visa itu,
    kita sampe transit 2 hari di KLIA2 gegara urusan bebas visa yang ngga jelas itu, bener2 deh Perjuangan Masuk Myanmar Tanpa Visa .Untungnya nemu website kemenlu Myanmar yang menyatakan WNI emg sudah bebas visa jika kunjungan dibawah 14 hari.

  • dhanisaputra
    October 18, 2014 8:08 pm

    So Saddddd

  • dumasari
    October 24, 2014 11:07 am

    semangat mba T semoga semua urusannya cepat selesai yaaa

  • Trackback: Cara bikin e-paspor | The Naked TravelerThe Naked Traveler
  • Ayu Meutia Azevy
    October 25, 2014 11:52 am

    wah tapi betul betul traveller sejati Mbak Trinity ini… apapun tantangannya diterobos untuk travelling. That is a passion! Turut berduka cita atas perginya Ibu…

  • Trackback: Cara Mudah bikin e-paspor | Tutorial Komputer Muno | Asli Tutorial Copy + Paste.
  • Anonymous
    November 13, 2014 8:46 am

    baca ini antara sedih n pgn ketawa

  • Coetcoett
    November 20, 2014 2:34 pm

    Ahh aqu juga bulan kmrn ke myanmar mbak T buat ntn bola U-19,, kalo ga qta udah qtmu yaa dsnaaa secara yg ntn seiprit ????????

  • Yasmen Chaniago
    December 19, 2014 9:58 am

    Gpp lah mbak, Toh akhirnya Timnas U-19 gagal di penyisihan grup.

  • Albert Ghana ( Lostinparadise.web.id )
    January 27, 2015 1:24 pm

    wahh kasian si kakak Trinity jadi korban birokrasi… sabar yaa kak hehehe

  • Feni
    January 28, 2015 2:26 am

    Halo mba, mungkin uda basi ya… sy bs lho urus pasport dlm sehari. Hehehe… kejadian sama nih kmrin mau liburan ke singapore bareng keluarga, pasport sy ternyata tinggal 5bln dan tidak boleh jalan. Jadi hari itu juga saya bawa anak saya umur 18bln pontang panting urus paspor kelae jam 4sore lgs ke soetta beli tiket lg krn tiket pertama hangus. Tp ya puji Tuhan akhirnya bisa berangkat. Sampai di Changi ketemu suami langsung nangis terharu #lebay ya…

    • Anonymous
      December 29, 2015 11:04 am

      giman cara perpanjang pasport 1 hari mba Feni?

  • Saiful Bahri
    September 19, 2015 9:52 am

    Saya pribadi turut prihatin Mba…

  • Trackback: Hepi-hepi di Yangon | The Naked Traveler
  • Trackback: Hepi-hepi di Yangon | Berita Online
  • Trackback: Hepi-hepi di Yangon – Himalaya
  • Adrian
    August 21, 2016 8:56 pm

    Ini mah mah serangan bertubi-tubi. Semoga ada hikmahnya mba’ 🙂

  • Jhodi Yosa
    September 22, 2016 3:23 am

    Banyak betul pengalaman gak enaknya selama jadi traveler yah mba
    Semoga di tahun 2016 ini semakin sedikit tantangan yang dihadapi, dan semakin banyak tantangan yang dapat dilalui dengan enteng..

  • Trackback: Enggak Pake Drama, Ganti Paspor di Mal Pelayanan Publik Tanpa Cuti – Travel Eat Yoga

Leave a Reply

Leave a Reply