Ikan mistis

by Rocky Martakusumah*

Ikan mistis di Jawa Barat

Di Indonesia, budaya mistis dan hal yang berbau gaib amat dekat dengan kehidupan masyarakat. Saya rasa legenda hantu di Indonesia bisa jadi yang terbanyak sedunia. Gimana nggak, dari tuyul yang merupakan hantu berusia balita sampai nenek lampir yang lansia semuanya punya cerita. Belum lagi kemampuan supranatural yang dimiliki, contohnya dukun. Ada yang jago santet, ada yang seperti Limbad, bahkan saat zaman penjajahan dulu banyak cerita mistis yang membuat para penjajah “ciut”.

Di salah satu daerah di Jawa Barat, saya pernah diceritakan bahwa zaman dahulu ada sebagian orang-orang luar biasa yang katanya kebal terhadap peluru! Saya sendiri belum pernah memeriksa benar atau tidaknya, tapi di daerah tersebut cerita ini merupakan legenda yang diceritakan turun-menurun oleh para orangtua ke anaknya. Ada juga cerita waktu saya ke Kalimantan Barat. Ada sebuah makam yang merupakan kuburan para korban penyiksaan zaman penjajahan Jepang. Tempatnya seram, dan anehnya ada satu area yang tanah sampai daun-daunnya berwarna merah. Menurut penduduk lokal, hal itu terjadi karena di titik itulah para pejuang- pejuang Indonesia disiksa, bersimbah darah, dipenggal kepalanya hingga terbunuh.

Lain lagi cerita waktu saya ke daerah Kuningan, Jawa Barat. Di sana ada salah satu obyek wisata yang menawarkan fasilitas mandi bersama ikan suci atau ikan dewa. Ternyata ikan ini salah satu jenis ikan besar dan berwarna hitam yang telah ada di tempat itu sejak zaman dulu. Bahkan saat ibu saya masih kecil, ikan ini sudah ada dan konon jumlahnya tidak bertambah dan tidak berkurang. Di sana para pengunjung bisa berenang bersama ikan dan memberi makan si ikan. Apapun yang dikasih pasti dimakan oleh ikan ini. Buktinya, saya beri kacang atom saja ikan-ikan tersebut langsung berebutan! Banyak versi tentang asal-usul dari ikan yang dikeramatkan warga ini. Salah satunya adalah cerita bahwa dahulu kala ketika Prabu Siliwangi masih hidup, beliau memerintah dengan adil dan bijaksana, sehingga hampir semua prajurit dan kawulanya tunduk dan hormat pada Sang Prabu. Namun masih ada saja prajurit yang tidak suka terhadap Prabu Siliwangi. Singkat cerita, dikutuklah prajurit-prajurit yang membangkang tersebut sehingga menjadi ikan.

Berbicara tentang ikan suci, ternyata di Thailand juga ada. Saya berjalan kaki beberapa ratus meter dari Grand Palace menuju Pelabuhan perahu untuk menjelajahi perairan sungai Chao Praya. Sungai yang bersih tapi tidak sebesar Sungai Kapuas. FYI, sungai Chao Praya juga pernah menjadi lokasi shooting film James Bond dan untuk menjelajahi sungai ini saya menggunakan perahu yang juga terkenal dengan nama “Bond’s boat” karena juga dipakai dalam shooting film tersebut. Di sungai inilah terdapat legenda tentang ikan suci. Pada suatu titik di sungai itu terdapat ratusan ikan berkumpul. Jenis ikannya serupa dengan ikan Patin, berwarna hitam dan berukuran besar. Ketika kita melemparkan makanan, dengan seketika ikan-ikan berbadan hitam itu muncul. Tidak ada satu ikanpun yang berwarna putih, tetapi ada mitos jika ada pengunjung yang melihat ikan berwarna putih maka akan mendapatkan keberuntungan. Saya beruntung banget karena berhasil melihatnya! Konon ikan suci ada di wilayah ini untuk menjaga kesucian tempat ibadah para umat Buddha tepat di pinggir sungai Chao Praya.

Percaya nggak percaya, legenda dan mitos mistis ini memang ada. Sebenarnya bisa dijadikan potensi obyek wisata karena memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan lokal dan mancanegara. Seperti mitos ikan suci di kedua tempat diatas yang menurut saya sangat menarik walaupun merupakan jenis ikan biasa dan tidak sebesar jenis ikan air tawar terbesar di dunia yaitu “Arapaima Gigas” yang saya lihat saat bertualang di Malaysia.

——–
*Rocky Martakusumah adalah mahasiswa jurusan Fisika di Institut Teknologi Bandung yang kecanduan dengan backpacking sejak masa kecil. Ayahnya yang anggota WANADRI berperan banyak dalam menanamkan budaya backpacking sejak dini. Sekarang di usia 20 tahun, Rocky telah backpacking ke beberapa wilayah di Indonesia dan Asia. Cerita perjalanannya ditulis dalam blognya, Obsesikelilingdunia.

Author

Trinity is Indonesia’s leading travel writer and blogger. Author of 13 national best-selling books including “The Naked Traveler” series - which will become a movie in 2017.

12 comments

Leave a Reply