TNT2 & 11 Jan

Wuah, akhirnya buku ‘The Naked Traveler 2′ terbit juga dalam versi cetak (sesuai permintaan NTers :p). Ga nyangka banget dari iseng bikin blog, jadi 1 buku best seller, dan sekarang ada buku sekuelnya. Terima kasih, Tuhan. Semoga buku TNT2 lebih sukses lagi dan semoga akan ada TNT3, TNT4, TNT5, dan seterusnya!

Sebenarnya buku TNT2 sudah tersedia di toko buku di Jakarta sejak 6 Jan 2010 (secara bertahap menyusul di kota-kota lain), namun acara resmi peluncurannya baru tgl 11 Jan 2010… karena dipasin sama ulang tahun saya :) Dua kali saya dikejutkan dengan tanggal 11 Januari. Pertama, karena band Gigi bikin lagu berjudul “11 Januari”. Kedua, karena peluncuran buku “TNT2″.

Anyway, jangan lupa ya datang di acara peluncuran TNT2:
Senin, 11 Januari 2010
Jam 16.00 – 18.00 WIB
Sudirman CityWalk, Jl. KH Mas Mansyur, Jakarta
Guest Star: Bondan Winarno
Acara ini gratis, siapa aja boleh datang. Kalo perlu, bawa serombongan. Kado buat saya… ya beli aja TNT2 ya? :)
Khusus acara di atas, buku TNT2 akan mendapat diskon 15% + bisa minta tanda tangan + foto bareng + sesi tanya jawab

Info buku

Judul: The Naked Traveler 2
Penerbit: B-First (Bentang Pustaka)
ISBN : 978-979-24-3870-3
Halaman : xvi + 350 hlmn
Harga: Rp 58.000,-

Sinopsis:

Selama ini, tulisan perjalanan di media kebanyakan isinya tentang yang indah-indah saja. Seperti brosur yang menggunakan kalimat yang berbunga-bunga dan foto-foto hasil rekayasa digital agar pembaca tergerak untuk mengunjungi suatu tempat. Padahal traveling tidak selalu enak dan nyaman. Suatu tempat tidak selalu indah dan bagus. Kenangan perjalanan yang paling Trinity ingat pun bukanlah tentang keindahan arsitektur suatu bangunan atau putihnya pasir pantai, tapi pesawat yang delay atau orang lokal yang tidak ramah. Pengalaman (yang sering tidak terduga) saat melakukan perjalanan adalah jauh lebih berwarna. Seperti kata pepatah: it’s not the destination, but the journey.

Endorser:

Like climbing to the top of the hill to gaze down on the view I love to get a different picture, a different perspective, looking at the world through someone else’s eyes always adds another flavour to our travels. I fell in love with Indonesia on my first trip through South-East Asia way back in 1972 and now I can get a glimpse of the world through Trinity’s Indonesian eyes. I may have been to many of these places before, but The Naked Traveler takes me there by a whole new route.
— Tony Wheeler, pendiri Lonely Planet, penerbitan buku perjalanan terbesar di dunia

Seorang penulis – seperti juga seorang jurufoto – haruslah terlebih dulu seorang pengamat yang baik. Seorang yang memiliki kamera, bisa saja menjepret seribu foto ketika baru tiba di sebuah tempat yang baru dikunjunginya. Tetapi, mungkin hanya ada satu-dua foto saja yang benar-benar unik dan menarik. Seorang pengelana harus mampu menyeleksi semua pengalaman baru yang diserapnya, dan kemudian menuliskannya secara menarik. Trinity berhasil sekaligus menjadi pengamat dan penulis yang baik. Saya menikmati tulisan-tulisannya tentang kunjungan ke berbagai tempat.
— Bondan Winarno, penulis, wartawan, dan pendiri komunitas wisata boga Jalansutra

37 comments

Leave a Reply