The Naked Traveler

Pulau Indah Terjajah

“Have you been to Indonesia?” tanya saya kepada seorang teman di Italia. “Yes I have, but only stayed in Cubadak for 2 weeks,” jawabnya. Cubadak? Baru kali ini saya dengar. Kok bisa teman saya itu bela-belain ke Indonesia hanya untuk leyeh-leyeh di Pulau Cubadak selama 2 minggu, tidak pernah ke Bali, tidak pernah ke Jakarta. Apa rahasianya sebuah pulau terkenal bagi turis asing tapi tidak bagi orang Indonesia? Saking penasarannya (dan kebetulan karena saya senang ‘berburu’ pulau), saya pun pergi ke Pulau Cubadak yang ternyata ada di Sumatra Barat. Dari Padang dapat ditempuh selama 2,5 jam naik mobil ke arah
Read more

Road to Heaven

Menyewa mobil bersama teman-teman di Bali adalah hal yang biasa dilakukan, bukan karena sistem transportasi umum kita yang belum begitu baik tapi memang lebih menyenangkan bisa pergi kemanapun kita mau. Di luar negeri saya menyewa sekaligus menyupir mobil hanya dua kali, di Amerika Serikat dan Selandia Baru. Untuk menghemat, patunganlah dengan teman-teman untuk biaya sewa mobil dan bensin. Kalau perlu dan masih muat, angkut sesama backpacker yang bertujuan ke tempat yang sama. Menurut peraturan menyupir mobil di luar negeri, kita harus mempunyai SIM Internasional yang bisa diurus di Jakarta. generic cymbalta canada Kalau belum berubah, bentuk SIM-nya bukan seperti SIM
Read more

Banyak matahari, sedikit jalan kaki

Di antara teman-teman, saya lah yang paling cepat berjalan kaki. Katanya karena saya bertubuh tinggi dan berkaki panjang sehingga langkahnya lebar. Tapi terus terang, saya hanya berjalan kaki beneran pada saat makan siang dari kantor ke warung atau di mall – selebihnya naik mobil. Jakarta yang panas dan berpolusi memang dijadikan alasan orang malas berjalan kaki. Tapi itu juga terjadi di kota-kota lainnya di Indonesia, kecuali di desa karena alat transportasi belum memadai. Akuilah, kita memang tidak terbiasa untuk berjalan kaki. Tak heran trotoar di kota besar di Indonesia tidak pernah tergarap dengan baik. Trotoar bukan diisi oleh para pejalan
Read more

Kumbang, pantat dan kentut

Bicara soal traveling, saya merasa wajib bercerita mengenai si Kumbang. Gini-gini mobil Kijang warna coklat metalik ‘kelahiran’ tahun 1990 ini sudah pernah traveling Sumatra dan Jawa overland. Dia selalu setia menemani saya yang sibuk ke sana ke mari setiap hari, dan tentunya selalu super sibuk saat liburan. Dia juga pernah berjasa menyelamatkan saya dan teman-teman sekantor saat kerusuhan Jakarta. Pokoknya dia merupakan rumah ke dua bagi saya, apa yang ada di rumah ya ada di Kumbang, kecuali kompor dan kamar mandi. Saya beri nama Kumbang biar kesannya macho dan genit – seperti kata pepatah ‘bagaikan kumbang di antara kembang’. Tapi
Read more

Thai Message

Jangan protes, bukan saya salah ketik atau salah eja, tapi memang begitulah plang yang sering salah tulis di Thailand, bahkan di negara kita sendiri untuk kata ‘massage’. Saya jadi perhatian terhadap tulisan di plang karena saya memang senang dipijat. Setiap pulang traveling atau ketika saya merasa akan jatuh sakit, pasti saya ke panti pijat di bilangan Wijaya. Dulu saya sering panggil tukang pijat ke rumah, si mbok ini sudah jadi langganan keluarga sejak saya SD. Sayangnya si mbok sudah meninggal beberapa tahun yang lalu (mungkin kehabisan tenaga memijat keluarga saya yang segede-gede Gaban), jadilah saya beralih ke panti pijat. Karena
Read more