The Naked Traveler

Sial atau Tolol?

Cerita sial traveling kebanyakan bermuara karena terlambat datang pada waktu keberangkatan. Ketinggalan pesawat sudah jamak dialami orang yang sering berpergian. Alasan klasik, apalagi kalau bukan karena telat bangun pada penerbangan pagi hari. Saya juga pernah, pas mau ke Manado lagi. Tahun 1998 harga tiketnya saja sejuta rupiah one way hasil nabung mati-matian dan penerbangan hanya ada satu kali sehari, mana tiketnya non refundable lagi! Enaknya naik pesawat dari Jambi, orang jarang telat kecuali tolol banget. “Di sini orang pergi ke bandara setelah lihat pesawat mau mendarat,” kata abang saya, mengingat kota Jambi anti macet dan dekat ke mana-mana. Tinggal nongkrong
Read more

Faktor ‘U’

Tujuan, gaya, dan teman traveling sedikit banyak tergantung dari Faktor ‘U’ alias Faktor Umur atau Usia. Kita yang berasal dari negara berkembang dengan standar hidup rendah, baru bisa (paksa-paksain) traveling ke luar negeri setelah bekerja dan mempunyai duit sendiri. Pada saat saya mampu traveling ke luar negeri sendiri, umur saya sudah tidak matching dengan kebanyakan para backpackers. Di hostel sebagian besar yang menginap berumur early 20s, mereka traveling setelah lulus kuliah. Ada juga yang masih teenagers, baru lulus SMA dan keliling dunia. Imbasnya, saya lebih sering jalan dengan para brondong yang ‘kaga ada matinye’ – jalan ke sana ke mari,
Read more

Tidak Semua Pramugari Seksi

Sejak duduk di bangku TK, saya bercita-cita menjadi pramugari, pikiran saya waktu itu rasanya enak bisa jalan-jalan ke mana-mana. Namun sejak SD saya sudah memakai kaca mata, jadi gagal lah cita-cita saya. Belum lagi penampilan saya yang bukan pramugari banget. Hehe! Memang pramugari bagaikan role model, mereka cantik, tinggi, langsing, rapih, dan ramah. Suatu hari teman saya berkomentar, “Enak banget pramugari Citilink, kerjanya cuman ngasih Aqua gelas.” Pemikiran ini salah, sebab fungsi utama pramugara dan pramugari di pesawat terbang adalah flight safety, malah service adalah nomer dua. Kenapa pramugari pramugara tinggi-tinggi ya untuk alasan sederhana saja, supaya nyampe kalau menutup
Read more

Dimana Andorra?

Tidak ada yang bisa menjelaskan dan menjamin bahwa pergi ke negara Andorra tidak memerlukan visa. Meskipun di website dan di buku disebutkan visa not necessary, tapi kan selalu ada pengecualian untuk pemegang paspor Indonesia. Lagipula saya pernah punya pengalaman dideportasi karena tidak punya visa negara Cyprus yang sama-sama negara terkecil di dunia. Namun saya membulatkan tekad saja, toh naik bis hanya 3 jam dari Barcelona, kalau dipulangkan ya tinggal balik lagi – jangan kayak orang susah! Benar saja, di perbatasan ada posko dengan bendera Andorra dan bis pun disuruh behenti. Duh, dengkul saya lemas sekali, saya lalu memelorotkan tubuh saya
Read more

Makan Hemat dan Nekad (2)

Mau lebih borju lagi, saya makan di restoran yang menyediakan menu all you can eat. Lebih mahal memang, tapi jauh lebih kenyang. Supaya tidak rugi, kosongkanlah perut sekosong mungkin dan makanlah dengan santai, sedangkan modal lainnya adalah nekat. Di Helsinki (Finlandia) dimana merupakan salah satu kota dan negara termahal di dunia, saya pernah makan di restoran Cina all you can eat seharga 8 Euro. Saya makan mulai dari nasi, gorengan, aneka lauk pauk dan sayuran, termasuk softdrink dan kopi. Istirahat sebentar, merokok, mulai lagi makan dari awal, begitu seterusnya, sampai sempat-sempatnya saya buang air besar dulu, lalu makan dari awal
Read more