The Naked Traveler

Thai Message

Jangan protes, bukan saya salah ketik atau salah eja, tapi memang begitulah plang yang sering salah tulis di Thailand, bahkan di negara kita sendiri untuk kata ‘massage’. Saya jadi perhatian terhadap tulisan di plang karena saya memang senang dipijat. Setiap pulang traveling atau ketika saya merasa akan jatuh sakit, pasti saya ke panti pijat di bilangan Wijaya. Dulu saya sering panggil tukang pijat ke rumah, si mbok ini sudah jadi langganan keluarga sejak saya SD. Sayangnya si mbok sudah meninggal beberapa tahun yang lalu (mungkin kehabisan tenaga memijat keluarga saya yang segede-gede Gaban), jadilah saya beralih ke panti pijat. Karena
Read more

Jangan sirik dengan ransel saya

Mengapa disebut backpackers? Karena para traveler membawa ransel (backpack), bukannya koper (suitcase). Intinya, mereka menjelajah dunia dengan biaya yang terbatas. Bagi saya, ransel itu paling praktis untuk dibawa ke mana-mana. Karena digendong di punggung, tangan saya bebas memijit tombol, membayar sesuatu, menelepon sambil merokok, atau berkacak pinggang sambil mengupil (uh, nikmat). Kalau berdesak-desakan di dalam bis, saya bisa menyusup sambil ‘mengibaskan’ ransel saya supaya orang minggir. Kalau mau kejar-kejaran juga tidak masalah meskipun jalannya turun naik atau bergelombang. Ransel saya juga berfungsi sebagai alas duduk kalau capek, atau sebagai alas kepala kalau menginap di airport atau stasion kereta. Ransel saya
Read more

Aneka Dugem (2)

Di Barcelona, suatu malam saya pernah diajak dugem oleh teman-teman sekamar saya di hostel. Saya pikir bercanda ketika Sonya, cewek asal Perancis, bilang bahwa dia biasa pulang dugem sampai jam 6 pagi, namun saya mengiyakan saja. Kami pergi ke daerah Port Olympic dan club hopping (keluar masuk klub). Masuk satu tempat, joget-joget, pindah klub lain, joget-joget lagi, begitu seterusnya. Sampai hitungan tempat dugem ke-6 di Baja Beach Club jam 4 pagi, saya menyerah dan terpaksa pulang sendiri naik taksi. Mereka sih tetap bertahan joget karena “The first Metro in the morning is at 6 AM”. Wah, pelit atau kere banget
Read more

Aneka dugem (1)

Meskipun saat ini saya sudah tidak suka dugem lagi di negara sendiri karena ‘faktor u’ yang semakin tidak kuat bergadang, namun saat saya traveling saya pasti menyempatkan diri pada satu malam pergi ke tempat dugem di setiap negara. Selain dugem itu membutuhkan uang ekstra, paduan antara ke-disoriented-an saya dan rasa mabuk membuat sulit untuk menemukan jalan pulang ke hostel. Namun pada saat saya harus melaksanakan ‘kewajiban’ dugem di tiap negara yang saya kunjungi tapi lagi sendirian, ya tidak masalah. essay writer online Kalau niat cari teman, saya ‘modal’ belagak menyembunyikan korek dan meminta api dari orang yang diincar untuk memulai
Read more

‘Jaim’-nya Perjalanan Bisnis

Dasar saya doyan banget jalan-jalan, saya sangat menikmati perjalanan bisnis (business trip). Daripada pantat saya nempel terus di kursi kantor di tengah sumpeknya kota Jakarta dengan langitnya yang berwarna abu-abu, lebih baik saya disuruh ke luar kota untuk meeting kek, survey kek, conference kek, mengurus event kek, disuruh ngangkut barang juga saya bersedia. Selama ini perjalan bisnis saya mayoritas masih di sekitaran Indonesia (penasaran kan saya kerja di mana?), tapi saya tetap menikmatinya. Tidak enaknya perjalanan bisnis adalah capek. Mungkin karena orang kantor pusat jarang sekali ke daerah, sekalinya ketemu agenda jadi dibuat penuh. Seharian digeber untuk meeting atau keliling
Read more