The Naked Traveler

Penyakit Dunia Ketiga

Penyakit paling klasik kalau traveling di negara barat adalah sembelit atau susah buang air besar. Mungkin karena makanannya yang kurang kuah, kurang bumbu, kurang sayur dan buah. Sebagai backpacker, mana sempat memikirkan (dan kuat bayar) makanan full course yang bergizi coba? Alhasil kalau lebih dari 3 hari tidak bisa keluar juga, saya punya resep yang cukup ampuh: pergi ke Chinatown, makan nasi dengan lauk yang pedas. Ditanggung bakal langsung keluar semua dengan mudahnya. Indonesia banget! Penyakit kedua adalah masuk angin. do homework for money Tidak tahu mengapa orang Indonesia menyebutnya ‘masuk angin’ – saya pun bingung kalau disuruh menjelaskannya dalam
Read more

Miss Metal Teeth

Sebagai siswa yang kuliah di universitas negeri, kami diwajibkan untuk mengambil mata kuliah Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai pengabdian kepada masyarakat. Saya yang doyan jalan-jalan tentu menyambut baik program ini. Apalagi KKN terkenal sebagai ajang cari jodoh karena menganut falsafah ‘witing tresno jalaran soko kulino’ (menurut saya sih lebih tepat disebut ‘witing tresno jalaran soko ora ono lio’). Biasanya program KKN reguler diadakan di desa terpencil di Pulau Jawa selama 2 bulan, namun saat itu pas universitas mengadakan KKN hasil kerjasama dengan TNI AL dan Departemen Transmigrasi ke Kalimantan Tengah selama sebulan, dan saya terpilih bersama 99 orang mahasiswa/i lainnya.
Read more

Eksotisnya Pohon Pisang

Sebagai backpacker, traveling lebih murah dengan cara independen – tanpa ikut paket tur. Saya tidak suka kalau traveling harus dijatah dengan waktu yang terbatas, ditentukan ke suatu tempat yang belum tentu saya tertarik, belum lagi harus mempunyai toleransi besar terhadap anggota tur lainnya yang sebagian besar menyebalkan gayanya. Namun terkadang ikut paket tur lokal menjadi satu-satunya cara untuk pergi ke suatu tempat karena sudah diorganisir (dan dikomersilkan) oleh pemerintah setempat. Apa boleh buat. Tahun 2000, saya ikut paket tur 2 hari seharga 165 AU$ ke Fraser Island, Australia, dimana pulau tersebut merupakan the largest sand island in the world yang
Read more

I’m just a lucky bastard!

Saya punya teman chatting yang sudah 3 bulan ngobrol on and off. Dia seorang lelaki berusia 36 tahun, seorang Indonesia yang sudah tinggal di Amerika selama 15 tahun – kita sebut saja si Mr.X. Obrolan kami tidak intens, tidak ada motif apa-apa, hanya ngobrol ngalor-ngidul tentang hal-hal yang tidak penting. Itupun jarang karena dia sangat sibuk dan karena perbedaan waktu kedua negara. Kami juga tidak pernah tahu dan tidak mau tahu personal life masing-masing, bahkan tidak pernah kirim-kiriman foto. Saya ingat hari Jumat tanggal 19 Oktober 2001, saya sedang chatting dengan Mr.X. Tiba-tiba dia mengajukan pertanyaan kepada saya, “If I
Read more

Percaya website = dideportasi

Saya melihat kalender Mei 2003, aha, minggu depan ada tanggal merah 3 hari dalam 1 minggu – lumayan dengan modal 2 hari cuti bisa dapat 9 hari http://viagracanadausa.com/ liburan! Saya pun berencana plesir ke luar negeri bersama ibu saya dan seorang teman berhubung kami bertiga sama-sama impulsif. Dari hasil nonton ‘Wild on E’ membuat kami tertarik pergi ke Cyprus, sebuah pulau kecil di Eropa dekat dengan Italia. Kami pun sibuk mencari informasi via internet. Sedap, bisa masuk tanpa visa. Lagipula saking kecilnya itu negara sampai tidak ada kedutaan besarnya di Indonesia. Kami pun terbang naik Emirates, Jakarta – Singapore –
Read more