The Naked Traveler

Archive for the ‘Travel’ Category

LOB Raja Ampat (2): Main, pesta, dan nyebur!

Wayag

Jadi bagaimana menghabiskan waktu seminggu di atas kapal LOB (live on board)?

Paling penting (bagi saya) adalah makan. Kami pikir makanan yang disediakan di kapal bakal ikan melulu, maka kami semua membawa stok makanan masing-masing. Ternyata Ibu Surya, chef kapal, menyiapkan makanan yang super duper enak dengan menu komplit!  Tidak hanya ikan segar, tapi ada sup, salad, ayam, sapi, tahu, tempe, sayuran, kerupuk, buah-buahan – yang bawaannya pengen nambah berkali-kali  dan untungnya tanpa berantem karena stok banyak. Selain makan besar 3 kali sehari, di antaranya ada camilan hangat dan aneka jus buah, ditambah lagi unlimited kopi, teh, dan susu coklat. Ah, nikmaat!

(more…)

LOB Raja Ampat: Diving bersama bebek kena potas

Pose sama ikan (pic by Juni)

Pagi itu kami semua diantar ke kapal LOB (live on board) yang bernama MV Raja Ampat Explorer. Wah, ternyata kapalnya jauh lebih bagus dari ekspektasi saya! Masuk dari bagian belakang kapal phinisi ini, ada ruang peralatan diving. Jalan ke depan ada lounge ber-AC berisi meja makan, sofa, TV, meja kerja, kulkas, perpustakaan kecil. Bagian belakangnya ada dapur besar dan ruang ABK. Di lantai bawahnya berjajar 5 kamar yang masing-masing berisi 2 tempat tidur single, AC, meja, lemari, serta kamar mandi lengkap dengan shower air panas, wastafel, dan toilet. Di atas lounge, ada deck terbuka tempat leyeh-leyeh di kursi pantai. Di belakangnya ruang kemudi kapten dan 2 kamar suite jatah karom (kepala rombongan). Sekamar diisi Nina dan Yasmin, lalu di sebelahnya ditempati saya dan Eli. Yep, saya berhasil menggeret Eli jadi teman sekamar, daripada saya tidur sama cowok nggak kenal itu.

Acara pertama adalah perkenalan sesama peserta, meski saya sudah kenal hampir semua orang sebelumnya. Nina dan Yasmin mah sahabat saya puluhan tahun. Rini adalah teman sesama penulis di Bentang. Juni teman sekantornya Rini. Ezra sepupu saya. Ken teman SMA-nya Ezra. Eli adalah teman lama yang pernah bareng ke Israel, dan 4 orang lagi adalah teman-teman kantornya. Rupanya 2 orang cowok tak dikenal itu adalah Panda dan Tato’ yang merupakan diver paling serius sekaligus underwater photographer. Di kapal ini juga diperkenalkan 10 orang ABK, termasuk 2 orang DM (Dive Master) bernama Om Joni dan Kris. Wew, rasio tamu banding kru hampir satu banding satu – jadi berasa Onasis!

(more…)

Ribetnya persiapan ke Raja Ampat

Kapal LOB

Saya sudah lama tahu kalau Raja Ampat itu bagus, tapi kok ya jauh dan mahal. Masalahnya, supaya efektif dan efisien keliling di Raja Ampat, kudu naik kapal LOB (live on board alias “tinggal di dalam kapal”) sekaligus diving karena di sana konon merupakan tempat terbaik di dunia. Padahal saya adalah seorang diver yang biasa-biasa saja – meski jumlah log saya ratusan, tapi saya lebih suka disebut traveler daripada diver, sehingga pergi ke Raja Ampat selalu menjadi prioritas terakhir dari segala rencana perjalanan. Padahal bagi para diver serius, pergi ke Raja Ampat itu bagaikan “naik haji”, sama sakralnya seperti orang yang doyan naik gunung ke Everest.

Saya tetep nggak kebayang LOB seminggu kerjaannya cuman diving dan diving doang. Haduh, malasnya! Saya tuh diving hanya sebagai bonus dari traveling ke suatu tempat. Seumur hidup ikut dive trip bareng para diver (serius) cuma dua kali, itu pun dalam sehari pasti ada yang saya skip demi belain berenang doang di laut atau bahkan tidur di kapal. Sebenarnya dari dulu saya sudah beberapa kali diajak ke Raja Ampat, tapi selalu nggak merasa sreg dengan kumpulannya. Abisan yang ngajak kok ya hard core divers gitu? Kebayang pagi-pagi bangun trus diving, sarapan, diving, makan, diving, istirahat, diving lagi. Hiyy! Topik pembicaraan pas surface interval apalagi kalau bukan ngomongin ikan ini, ikan itu, gadget diving, atau bahas teknik diving yang harus begini begitu. Mana gosipnya?

(more…)

(Bukan) jalan-jalan ke gereja

Gereja saya di Manila

Banyak gereja yang merupakan situs pariwisata, mungkin karena dianggap memiliki nilai arsitektur bangunan atau historis yang tinggi. Gereja yang paling banyak dikunjungi wisatawan mancanegara antara lain St. Peter Basilica di Vatican, Notre Dame Cathedral di Paris, atau Westminster Abbey yang makin populer karena pernikahan Will and Kate. Di Indonesia, banyak yang berkunjung ke Katedral di Jakarta atau Gereja Blenduk di Semarang.

Kalau saya lagi traveling, mengunjungi gereja atau rumah ibadah tersohor di sebuah kota adalah wajib hukumnya. Pas hari Minggu, kalau lagi berada di luar kota atau luar negeri, saya juga usahakan ke gereja untuk menghadiri kebaktian. Kunci nyari gereja adalah bahasa pengantarnya. Dengan berbagai budaya di Indonesia, banyak gereja yang kebaktiannya dalam bahasa daerah. Kalau di kota besar di Indonesia, saya mencari gereja yang judulnya GKI atau GPIB karena biasanya ada kebaktian berbahasa Indonesia. Saya pun mendapat pengalaman yang mengesankan ke gereja di Indonesia..

(more…)

Wisata murah meriah di George Town

Beach Street

Penang adalah salah satu tempat favorit saya di Malaysia. Alasannya karena murah meriah! Murah harganya, meriah wisatanya, terutama untuk wisata budaya dan kuliner. Penang sebenarnya adalah semacam propinsi, tapi orang lebih mengenal sebagai Pulau Pinang meski wilayahnya juga termasuk Seberang Perai. Kali ini saya fokus main di George Town, ibu kota Penang yang terdaftar ke dalam UNESCO Heritage Site karena mereka berhasil melestarikan bangunan bersejarahnya yang merupakan perpaduan gaya kolonial Eropa dan budaya Asia.

Tempat Wisata Gratis

Enaknya di George Town, banyak tempat menarik yang gratisan. Modal jalan kaki doang, keliling-keliling liat bangunan tua dan mratiin orang menyenangkan sekali. Sebelum jalan, saya cari referensi di internet, salah satunya ini.

Beberapa tempat favorit saya adalah:

(more…)

You are currently browsing the archives for the Travel category.