Travel

[Adv] Traveling ke Singapura nggak pake ribet

[Adv] Traveling ke Singapura nggak pake ribet

Ke Singapura nggak cukup sekali karena selalu aja ada atraksi dan program promosi yang baru. Meski udah beberapa kali ke sana, saya selalu nemuin cara baru, pergi ke tempat atraksi baru, makan dan menginap di tempat baru, dan sebagainya.

Kali ini saya mau sharing tips tentang menikmati Singapura dengan cara yang nggak pake ribet dan lebih hemat. Keluar dari bandara Changi setelah ambil bagasi dan melewati customs, di Terminal manapun, perhatikan deh konter Changi Recommends yang didominasi warna putih dan biru. Ia adalah anak perusahaan Changi Airport Group yang mengkhususkan diri pada layanan best deal setelah keluar dari bandara, seperti tiket atraksi, kartu MRT, SIM Card, WiFi router, booking hotel, asuransi, paket check up kesehatan, dan segala yang berhubungan dengan kenyamanan kita selama traveling di Singapura.

Lokasi konter Changi Recommends

Lokasi konter Changi Recommends

Saya sih sangat terbantu atas pelayanannya Changi Recommends, contohnya:

Sewa WiFi Router

Hari gini penting banget kita terkoneksi dengan internet, bahkan lebih penting daripada koneksi hape untuk layanan voice dan SMS. Bosan jadi “fakir WiFi”, biasanya ke luar negeri ya beli SIM Card lokal. Namun sekarang ada alternatif lain, yaitu sewa WiFi router. Kalau SIM Card dengan paket internet terbatas sekian Giga dibrandrol SGD 28, WiFi router ini biayanya SGD 10/hari dengan akses internet unlimited supercepat 4G – bisa dipake sampe 8 device pula, termasuk laptop. Kalau perginya barengan temen/keluarga, paket ini oke banget untuk patungan, sekalian sama-sama donlot film! :) Apalagi kalau pergi dalam rangka urusan bisnis bersama para kolega yang harus terus terhubung internet. Tenang aja, modem-nya kecil kok jadi enteng dibawa ke mana-mana, bahkan dimasukin ke saku.

Beli tiket atraksi lebih murah

Waktu itu saya beli tiket ke beberapa atraksi favorit saya di konter Changi Recommends, eh masing-masing dapat diskon SGD 3! Kelihatannya sedikit, tapi mayan loh SGD 3 itu bisa buat seporsi makanan enak di hawker food stall! Keuntungan lainnya kalau udah punya tiket duluan, kita nggak perlu antre panjang di depan loket atraksi sehingga hemat waktu dan tenaga.

Beberapa atraksi yang saya datangi adalah:

  • S.E.A. Aquarium –> Terletak di Resort World Sentosa, ia merupakan salah satu akuarium terbesar di dunia yang memiliki koleksi 100.000 hewan laut, termasuk koleksi Manta Ray terbanyak di dunia. Saya baru pertama kali ke sana dan senengnya minta ampun! Sebagai pencinta underwater, saya menganga-nganga melihat hewan laut yang unik dan aneh, bahkan yang hampir punah seperti Sea Dragon dan Guitarfish. Yang paling spektakuler adalah akuarium Shark Seas yang terdiri dari 200 ikan hiu berbagai spesies, termasuk hiu martil! Woww!
  • Gardens by the Bay –> Taman seluas 101 hektar ini sangat menyenangkan untuk dikunjungi. Flower Dome dan Cloud Forest yang bikin nambah pengetahuan, juga Supertree Grove yang keren banget untuk foto-foto. Tak lupa berjalan di OCBC Skyway – jembatan sepanjang 128 meter dan setinggi 22 meter yang oke banget pemandangannya dari situ. Datang lagi deh pada jam 19.45 dan 20.45 untuk nonton gratis Garden Rhapsody light and sound show yang spektakuler. Saat ini dekorasi bunga di Gardens by the Bay dibuat bertema Chinese New Year dengan kambing sebagai lambang tahunnya.
OCBC Skyway @ Gardens by the Bay

OCBC Skyway @ Gardens by the Bay

  • Sands SkyPark –> Hotel Marina Bay Sands yang terbesar di Singapura ini memiliki 3 tower, 2560 kamar, dan 55 lantai. Kita bisa ke lantai teratasnya pada ketinggian 200 meter yaitu di SkyPark Observation Deck yang bisa melihat pemandangan Singapura 360°. Foto lansekap maupun selfie dari sana dijamin keren parah! Sambil ngopi-ngopi cantik atau makan di salah satu restoran di sana juga bisa.

Booking hotel

Saya menginap di Hotel Marina Mandarin di Raffles Boulevard, hasil booking dari Changi Recommends. Hotel berbintang lima milik grup Meritus ini terletak sangat strategis, diapit 2 mal yaitu Marina Square (bahkan nyambung pintu malnya ke lobi) dan Suntec City. Hotel bertingkat 21 ini masing-masing memiliki balkon yang langsung menghadap kota (sebagian menghadap Marina Bay), kamarnya luas dan nyaman, sarapan ala prasmanannya nikmat. Yang paling oke adalah kolam renangnya, karena airnya adalah air mineral yang dipurifikasi pake standar NASA – jadi nggak ada tuh kaporit yang bikin sakit mata.

Premier Room @ Marina Mandarin Hotel

Premier Room @ Marina Mandarin Hotel

Airport City Express Bus

Dari bandara Changi ke tengah kota emang gampang naik MRT, tapi kalo bawa barang banyak males juga turun-naik geret-geret koper. Nah, Changi Recommends mulai Februari 2015 akan menyediakan layanan shuttle bus. Tiketnya cuma SGD 5, udah termasuk tiket OCBC Skyway di Gardens by the Bay (padahal harga tiket Skyway itu SGD 5 sendiri lho!). Kabar gembiranya lagi, bus ini memiliki beberapa halte pemberhentian, termasuk Hotel Marina Mandarin, Gardens by the Bay, Raffles Hotel, dan lain-lain yang tinggal ngesot ke berbagai pusat atraksi. Karena ini adalah bus kecil berkapasitas 23 penumpang, jadi bisa masuk sampai ke lobi hotel. Dan… tiket ini berlaku 24 jam! Jadi kita bisa turun-naik sesukanya, sambil keliling Singapura dengan lebih hemat dan nggak pake ribet.

ACE Bus Route

Layanan keluar Singapura

Keluar dari Singapura, di bandara Changi area Departure sebelum check in counter maskapai penerbangan, ada juga konter Changi Recommends. Layanannya juga penting banget, seperti jasa kurir DHL (say no to bagasi overweight yang mahal), jasa plastic wrapping untuk koper, sewa WiFi router untuk 14 negara di luar negeri (khusus WN Singapura dan Permanent Resident), bahkan beli tiket pesawat last minute.

Oke banget kan layanan Changi Recommends? Traveling ke Singapura, yuk!

Note: Foto-foto traveling saya bisa dilihat di Instagram @trinitytraveler

Read more
Satu Dekade jadi Travel Blogger

Satu Dekade jadi Travel Blogger

Blog yang Anda baca ini usianya sudah 10 tahun pada 2015! Nggak nyangka udah lama juga saya jadi travel blogger. Dalam rangka ultah sedekade ini, saya ingin membuat kilas balik dan menjawab pertanyaan pembaca tentang travel blogging.

Fun Facts

  • Teman saya Togap yang pertama mengusulkan saya membuat blog pada 2005. Dia lah yang membuatkan template-nya, jadi saya tinggal isi tulisan aja. Waktu itu masih di blogspot.
  • Saya doyan traveling dan menulis sejak kecil, makanya pede bikin blog khusus tentang travel karena saya merasa kedua hal itu adalah kekuatan saya.
  • Saya sengaja pake nama “The Naked Traveler” supaya lebih eye-catching dan ear-catching. Nggak ada hubungannya dengan porno, itu cuma plesetan dari kata “nekad”. Secara filosofis artinya “tulisan tentang traveling yang apa adanya, tidak ada yang ditutup-tutupi”.
  • Saya memakai pen name Trinity supaya nggak ketahuan orang kantor menggunakan fasilitas kantor untuk ngeblog berhubung internet yang kenceng saat itu ya cuma di kantor.
  • Saya adalah seorang yang gaptek. Blog selalu dibikinin teman. Selama ini tampilan blog sudah ganti 3 kali, dibikinin Togap, Richoz, dan terakhir Ary.
  • Setelah suksesnya Raditya Dika yang membukukan blognya, saya pun ditawari beberapa penerbit buku. Akhirnya Bentang Pustaka menerbitkan buku pertama saya pada 2007 berdasarkan blog. Puji Tuhan sekarang sudah jadi 11 buku yang termasuk bestselling di Indonesia.

FAQ

Apa untungnya ngeblog?

Awalnya sih sebagai dokumentasi perjalanan pribadi supaya terekam dengan baik, tidak pernah terpikir akan jadi “besar” seperti sekarang. Lama-lama merasa mendapatkan banyak manfaat, misalnya sebagai ajang latihan dalam menulis, bisa menginspirasi orang banyak, bisa ketemu orang-orang hebat, bisa traveling gratis, sampai bisa menghasilkan duit dan jadi profesi. Meski sejak adanya social media, blog itu seperti “ditinggalkan”, namun sampai saat ini blog lah yang paling bertahan dan paling (gampang) dicari di internet. Lagipula, “I’m a blogger” itu lebih dihargai di dunia daripada “I’m a selebtwit/artis instagram” bukan?  Intinya, dengan punya blog yang konsisten, kita akan dianggap expert dalam suatu bidang tertentu sehingga membuka pintu-pintu lain.

Gimana mempromosikan blog sendiri?

Dulu karena internet terbatas, saya sampe bikin bumper sticker dan dibagi-bagikan. Sering blog walking dan meninggalkan jejak URL supaya diklik. Masukin link blog di signature email. Setelah ada social media, semuanya jadi lebih mudah, tinggal share aja.

Dapet duitnya dari mana?

Terus terang blog saya belum menghasilkan duit secara langsung secara reguler, kecuali sesekali dapat fee dari tulisan advertorial mengenai suatu produk. Saya tidak pasang banner atau iklan baris, baru mau dipasang mulai 2015 karena ternyata cukup banyak perusahaan yang meminta.  Jadi selama ini penghasilan utama saya datang dari royalti buku – makanya beli buku-buku saya ya? :) Penghasilan lain ya dari fee nulis di media massa, jadi pembicara, jadi host di radio/TV, jadi buzzer di socmed, bahkan buku saya dibeli rights-nya untuk diadaptasi jadi film layar lebar.

Enak bener sih traveling gratisan mulu?

Entah kenapa belakangan ini saya sering dituduh traveling selalu gratisan. Padahal 99% traveling saya bayar sendiri. Secara saya dasarnya emang tukang jalan-jalan, jadi tanpa dibayarin pun cabut. Lagipula, traveling bagi saya adalah investasi. Memang kadang saya diundang traveling atas biaya sponsor, itu pun saya milih-milih dan bikin syarat boleh extend atas biaya sendiri. Perlu diketahui, traveling yang dibiayai sponsor itu nggak ada duitnya, karena umumnya sistem barter. Bagi saya, sponsored trip adalah business trip dimana ada kewajiban tertentu sehingga tidak bebas. Yang jelas kalau ada sponsor, saya bikin disclaimer [Adv] sebagai penanda bahwa tulisan blog saya atas “pesanan”.

Berapa modal punya blog?

Sejak ganti jadi naked-traveler.com, per tahun saya bayar hosting dan domain sekitar Rp 1,2 juta.

Kapan saya bisa jadi full time blogger?

Keep your daily job sampai Anda benar-benar yakin akan punya penghasilan yang minimal sama dengan gaji kantoran sekarang. Caranya jangan hanya dibayang-bayangkan doang, tapi ditulis/dihitung dengan bikin business plan 5 tahun ke depan terhadap diri sendiri. Saya belajar bahwa ketika kita fokus mengerjakan sesuatu, maka hasilnya pun akan lebih maksimal. Terbukti, penghasilan saya lebih banyak daripada gaji kantoran dulu – bonus bisa bangun siang, bebas cuti, dan nggak disuruh-suruh bos.

Apa pengalaman terburuk yang berhubungan dengan blogging?

Tulisan dijiplak tanpa penyebutan sumber itu sering. Blog pernah di-hack 3 kali.

Gimana caranya bertahan jadi travel blogger selama 10 tahun?

Karena passion! Passion saya adalah travel writing, jadi nggak berasa kerja meski nggak dibayar sekalipun. Memang kadang saya mengalami kebosanan nulis (traveling-nya sih nggak pernah bosan), tapi ya itu biasa terjadi, separah-parahnya posting jadi sebulan sekali. Masalah lainnya, tidak semua trip itu bisa ditulis karena saya menjaga kualitas.

Kenapa sih pelit ngasih detil rute dan biaya?

Saya orangnya sangat messy dan impulsif, makanya tulisan saya bukan model travel guide melainkan travelogue. Lagipula, hari gini apa sih nggak bisa digugling? :)

Kalau saya pengen ngeblog, bagi tipsnya dong!

Kalau Anda baru mau ngeblog, silakan baca tips saya di sini. Kalau mau konsisten jadi travel blogger, kuncinya adalah banyakin traveling-nya sehingga punya banyak bahan tulisan.

Sebagai penutup, ingat quote dari Seth Godin ini: “If you love writing or making music or blogging or any sort of performing art, then do it. Do it with everything you’ve got. Just don’t plan on using it as a shortcut to making a living.”

Terima kasih, para pembaca blog saya! Tanpa kalian, saya bukan siapa-siapa.

Read more
Running like crazy

Running like crazy

Your mom just left in peace.

Deg. Langit pun serasa runtuh menimpa kepala dan menghempas saya ke dalam jurang yang terbuka. Ibu saya baru saja meninggal dunia. Pesan itu disampaikan tante saya yang berada di sisi almarhumah sampai nafas terakhir.

Tante saya menelepon, “What do you want me to do?” Tanpa sempat meluapkan emosi, saya meminta dia untuk menelepon yayasan pengurus kedukaan, menelepon gereja, dan mengumumkan jam pemakaman yang jatuh pada keesokan harinya karena… saya masih berjarak ribuan kilometer dari rumah! Ya, pada saat ibu meregang nyawa, saya sedang berada di Pulau Mabul, sebuah pulau terpencil di Sabah, Malaysia! Ketakutan saya tidak bisa berada dekat keluarga saat dibutuhkan karena sedang traveling di tempat antah-berantah akhirnya terjadi juga. Ah!

Saya berlari ke kamar hotel memberitakan hal ini kepada teman saya, Anis. Saya menangis hanya semenit, dan langsung fokus gimana caranya bisa cepat pulang. Saya memberikan paspor dan kartu kredit saya, lalu meminta tolong Anis untuk membelikan tiket online. “Gue nggak peduli berapa harganya, yang penting cepat sampai!” pesan saya.

(more…)

Read more
Cara bikin e-paspor

Cara bikin e-paspor

Akhirnya drama gagal ke luar negeri gara-gara paspor saya sisa 5 bulan 28 hari telah terselesaikan. Saya pun langsung ambil ancang-ancang bikin paspor baru. Sebenernya sih bukan bikin paspor baru tapi perpanjang paspor karena habis masa berlakunya. Setelah browsing sana-sini, saya baru tau kalau sekarang ada jenis paspor baru yang lebih canggih, yaitu e-paspor.

E-paspor atau paspor elektronik ini memiliki chip yang dapat dibaca auto gate sebagian bandara sehingga kita nggak usah antri lagi di loket imigrasi bandara dan tidak perlu dicap sama petugasnya. Perlu diketahui, paspor lama bisa juga pake auto gate, tapi harus mendaftar dulu. Untuk saya sih ini sangat membantu karena dengan frekuensi perjalanan ke luar negeri yang cukup tinggi, cap imigrasi bikin halaman paspor cepat habis. Sebagian besar negara di dunia, terutama negara maju, sudah pakai sistem e-paspor sejak lama dengan tujuan untuk keamanan dan anti pemalsuan. Kabar baiknya lagi, katanya mulai 2015 visa ke Jepang bisa gratis asal punya e-paspor ini. Siapa tahu negara-negara lain juga memberlakukannya. Menarik bukan?

Berikut cara bikin e-paspor sendiri:

(more…)

Read more
Gagal ke Myanmar

Gagal ke Myanmar

Ingat September 2014 lalu Bentang Pustaka ngadain undian Free Trip bareng saya sambil nobar timnas sepak bola U-19 yang bertanding Piala AFF ke Myanmar? Syaratnya cuman ngumpulin struk pembelian buku-buku The Naked Traveler apapun. Pada 25 September 2014 pengundian dilakukan oleh saya pada saat launching buku #TNTrtw di Togamas, Yogyakarta. Pemenangnya adalah @FathurIrham dan @sisca_lustia. #TriniTrip ini juga akan ditemani oleh pihak promosi Bentang Pustaka, Ditta. Tentu saya hepi berat, karena saya lagi butuh “pelarian” setelah ibu saya meninggal dunia bulan yang lalu. Apalagi saya belum pernah ke Myanmar!

Penerbangan kami ke Yangon naik Malaysia Airlines (MH) jam 4.40 pada 10 Oktober 2014. Kami berempat berkumpul di Bandara Soekarno-Hatta jam 2.00 pagi. Saya sampe belum tidur karena takut bablas.

Saat check in di konter MH, tiba-tiba si mbak petugas mukanya berubah lalu berkata, “Mau ke Myanmar? Visanya mana?”

“Hah? Visa apaan, mbak? Kan WNI bebas visa ke sana!” jawab saya.

(more…)

Read more