Archive for the ‘Travel’ Category
ABG gegar budaya
Ini sedikit catatan kisah hidup saya pas masih ABG, dimana saya pertama kali merasakan apa yang disebut “gegar budaya” alias culture shock. Pada akhir tahun 1980an, saat saya berusia 16 tahun (ketauan deh tuwirnya saya sekarang!), saya ikut kursus bahasa Inggris di Amerika Serikat. Selain setiap hari bakal kursus di sekolah, saya akan homestay alias tinggal di rumah keluarga lokal selama sebulan.
Berbahagialah orang yang besar di zaman sekarang dimana informasi mudah sekali didapat. Dulu ponsel aja belum ada, apalagi internet. Buku impor jarang ada, apalagi buku tentang perjalanan. Waktu itu saya tinggal di Sumatra, jauh dari peradaban ibu kota. Ngomong sama bule aja nggak pernah. Tayangan TV hanya dari TVRI, itu pun tak banyak mengenai dunia luar. Parahnya lagi, pelajaran Bahasa Inggris dimulai baru pas SMP, itupun hanya 2 jam seminggu. Jadi dengan bahasa Inggris yang masih superbelepotan plus bayangan Amerika adalah negeri para koboy, pergi lah saya sendirian ke Amerika.
15 cara jalan-jalan GRATIS ke luar negeri

Nginep di Hotel Mercure Roxy Singapore gratis
Meski semakin banyak orang sudah paham bagaimana cara jalan-jalan murah ke luar negeri, tetap saja masih banyak juga yang penasaran gimana caranya bisa gratis jalan-jalan ke luar negeri. Ya, siapa sih yang nggak pengen gratisan? Kalau sekedar tiket gratis sih bisa menggunakan point dari frequent flyer, atau punya kenalan seperti Mr.X-nya saya. Tapi kalau yang benar-benar gratis tiket pesawat, akomodasi, konsumsi dan transportasi ke luar negeri, baca cara-caranya di bawah ini:
[1] Ikut undian atau lomba yang hadiahnya jalan-jalan ke luar negeri. Hanya orang yang sangat beruntung aja bisa menang. Bayangkan, teman saya bisa jalan-jalan ke Swiss karena membeli produk, menulis data diri di secarik kertas formulir, memasukkannya ke kotak undian, dan bum, menang! Sulit dipercaya tapi ternyata beneran ada. Kalau ikutan lomba, ya harus usaha dulu sesuai syaratnya plus berdoa yang kenceng supaya menang.
[2] Kalau Anda merasa cantik dan seksi (meski bahasa Inggris kurang lancar), ikutlah lomba Miss/Putri Indonesia dan jadi juara pertama. Abis itu kan tandingnya di luar negeri. Berharap aja agar Anda tidak lagi dihujat pemerintah sendiri karena tampil berbikini.
Sumber mata air bikin pingsan

Pamukkale, Turki
Jangan meremehkan sumber mata air karena bisa jadi merupakan andalan pariwisata setempat. Selama ini di benak saya sumber mata air itu hanyalah sumber mata air panas (hot spring). Saya sendiri sih tidak begitu ngefans sama jenis mata air ini. Di Indonesia yang terkenal adalah pemandian air panas Ciater dekat Bandung. Pertama kali saya ke sana saat berumur 5 tahun. Entah mengapa saya sukses pingsan, mungkin karena kelamaan berendam atau karena bau belerangnya yang menyengat. Sejak itu saya agak trauma ke hot spring sehingga nggak pernah menjadikannya sebagai tujuan wisata.
Ternyata udah gede pun kalau saya ke sauna rasanya mau pingsan. Pokoknya segala yang panas-panasan itu bikin saya keleyengan. Sampai beberapa tahun yang lalu ketika liburan di Bali, saya baru tau di hotel tempat saya menginap yang terletak di dekat Taman Nasional Bali Barat terdapat beberapa kolam renang yang airnya berasal dari sumber mata air panas. Keren dan cocok banget untuk berendam malam-malam sambil minum wine setelah seharian main di laut. Ditambah lagi kolam ini kolam privat yang isinya ya hanya saya dan teman-teman saja. Karena sudah tahu imbasnya, saya sih nggak berani berlama-lama berendam.
Sirik sama pariwisata Thailand
Beda banget sama gaya blogger yg pake kamera saku
Thailand mengklaim ada 15 juta turis asing per tahun yang berkunjung ke negaranya. Bandingkan dengan Indonesia yang hanya 6 juta. Setiap kali ke Thailand di bagian manapun, saya tak habis pikir bagaimana negara itu kok bisa rame banget sama turis. Padahal menurut saya, keindahan alam dan kebudayaan Indonesia tak kalah sama Thailand yang luasnya hanya seperempat dari luas Indonesia. Memang sih ada banyak faktor yang menyebabkan pariwisata kita kalah jauh, tapi tulisan ini adalah wacana baru yang menarik bagi kita semua.
Lagi heboh kerusuhan Bangkok pada akhir Maret 2010 lalu, saya malah dapat undangan dari Thailand Tourism Authority untuk menghadiri perayaan ke-50 ulang tahunnya. Bukan cuma saya, tapi juga 500 orang wartawan dan blogger dari seluruh dunia. FYI, saya aja tidak pernah diundang oleh Budpar Indonesia untuk kepentingan apapun. Kami dikumpulkan di ballroom hotel mewah untuk mendengarkan presentasi tentang pariwisata Thailand yang meng-cover berbagai macam segmen, termasuk niche-market. Acara dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Olah Raga Thailand, Mr. Chumphol Silpa-archa yang sangat bangga mengatakan bahwa pariwisata Thailand merupakan tulang punggung perkembangan sosial dan ekonomi negaranya. Selanjutnya ada presentasi bertopik “Today’s Trends, Tomorrow’s Tourism” (maksudnya apa saya nggak ngerti) selama seharian, tapi bikin saya tambah miris dengan pariwisata Indonesia.
RW & B1

Dog meat in Vietnam
Peringatan: sebagian orang mungkin merasa terganggu dengan tulisan dan gambar ini.
Anjing adalah sahabat manusia yang paling setia. Tapi nampaknya itu lebih dipercayai oleh budaya Barat dibanding Timur. Anjing dengan berbagai macam ras telah menjadi bagian dari keluarga, bahkan tak sedikit yang menganggap lebih baik memelihara anjing daripada punya pasangan atau punya anak. Karena memiliki tingkat intelegensia yang tinggi, anjing juga digunakan untuk membantu polisi dan orang cacat. Perlombaan ketangkasan anjing pun ramai diikuti para peserta, salah satunya jadi reality show di TV bertajuk “Greatest American Dog”. Industri anjing berkembang pesat, mulai dari makanan anjing, baju anjing, majalah anjing, sampai salon dan spa anjing. Artis Hollywood seperti Paris Hilton aja doyan bawa anjing (yang didandani setema dengan pemiliknya) ke pesta, bahkan ia membangun rumah anjing seharga Rp 3 milyar.
Kebalikannya, di Timur, anjing seringnya dipelihara untuk menjaga keamanan atau malah dimakan. Sebenarnya di Barat orang juga makan anjing. Di Siberia dan Alaska saja orang makan anjing untuk bertahan hidup. Bisa jadi karena konon daging anjing itu ‘panas’ sehingga dapat menghangatkan badan. Tapi itu dulu sekali. Sejak seratusan tahun yang lalu makan anjing adalah tabu secara sosial. Saat ini banyak negara yang sudah membuat hukum “anti pembunuhan anjing untuk dikonsumsi”. Belum lagi LSM yang mengkampanyekan “anti kekerasan terhadap binatang”.
You are currently browsing the archives for the Travel category.





