Travel

How to sleep in an economy class long-haul flight?

How to sleep in an economy class long-haul flight?

Sebagai tukang jalan-jalan, sialnya saya nggak bisa “pelor” (nempel langsung molor) alias nggak gampang bisa tidur. Saya baru bisa tidur beneran kalau posisi badan horizontal, suasana gelap, dan sunyi. Alangkah capeknya kalau pas terbang long haul, kan? Belum transit, belum kena jet lag, apalagi kalau begitu nyampe harus langsung beraktivitas. Hadeuh!

Penerbangan long haul di sini hitungannya di atas 6 jam. Contohnya, ke Jepang sekitar 7 jam, ke Eropa belasan jam, ke Amerika 20-an jam. Paling enak memang terbang di business class – ditanggung malah nggak mau bangun saking enaknya! Tapi saya kan bukan anggota DPR, eh bukan orang tajir.

Eniwei, saya kasih tau nih caranya supaya bisa tidur di kelas kambing ekonomi pada penerbangan long haul dengan asumsi naik pesawat full board (bukan budget);

  1. Bayar lebih untuk kursi kelas Premium Economy. Kelas ini berada di antara economy class dan business class. Tetap duduk di deretan kursi ekonomi, tapi ruang kaki lebih lega dan kursi lebih gede dikit dengan sandaran yang bisa lebih ngejeblak. Kalau Anda sebal dengan anak kecil cengeng di pesawat, duduk di kelas ini adalah investasi karena sebagian maskapai bikin zona sunyi di mana yang boleh duduk di situ hanya yang berusia 12 tahun ke atas. Nikmat, bukan?
  2. Pilih jam keberangkatan pas jam tidur. Enaknya sih di atas jam 10 malam.
  3. Sangat penting untuk online check-in! Rata-rata maskapai baru memperbolehkan check-in online 24-48 jam sebelum jam keberangkatan. Selain supaya mempercepat proses check-in di konter, yang lebih penting lagi adalah bisa pilih kursi.
  4. Posisi menentukan prestasi! Lebih enak tidur kalau duduk di jendela karena kepala bisa nyender ke samping dan tidak diganggu orang sebelah. Tapi kalau Anda beseran (sering pipis), pilih lah duduk di aisle (gang) jadi nggak gangguin orang di sebelah karena sering permisi. Kalau Anda kakinya panjang, pilih duduk di emergency exit. Pokoknya duduk di mana pun asal jangan duduk di tengah deh karena bakal digencet kanan kiri dan harus selalu permisi ke sebelah.
  5. Capek-capekin badan dulu sebelum terbang. Saya biasanya sih nge-gym dulu, atau berenang bolak-balik yang banyak. Olah raga berat itu bikin enak tidur setelahnya, minimal gampang ketiduran.
  6. Jangan lupa makan di pesawat karena lapar itu bikin nggak bisa tidur! Di sebagian maskapai bisa memesan makanan khusus saat membeli tiket, seperti makanan vegetarian, kosher, gluten free, diabetic. Keuntungannya, makanan akan diberikan duluan, jadi bisa tidur duluan! Tapi kalau Anda memang nggak mau makan, tempel lah sticker do not disturb jadi nggak bakal dibangunin pas makanan datang.
  7. Pakai lah baju senyaman mungkin. Malah saya kalau terbang jauh bajunya udah hampir kayak piyama: kaos kedodoran dan celana legging/celana training dengan bahan katun. Beha pun pake yang tidak berkawat. Gimana gayanya sih terserah Anda, yang penting tidak mengganggu tidur – misalnya pake rok mini atau baju yang terlalu ketat sampai duduk aja susah.
  8. Musuh saya di pesawat adalah AC yang super dingin. Meski disediakan selimut, saya tetap pake jaket, malah yang ada hoodie-nya. Kadang ditambah dengan selendang pashmina untuk diubet-ubet ke leher dan kepala. Saya juga pasti pake kaos kaki karena tidak semua maskapai memberikan amenities.
  9. Pas kita menunggu boarding, hitung lah jumlah penumpang dan bandingkan dengan kapasitas kursi pesawat. Kalau sedikit, usahakan duluan masuk. Tek barisan tengah. Duduk di situ dulu. Supaya apa? Supaya bisa tidur selonjoran dengan ngembat 3-4 kursi yang sejajar! Begitu ada penumpangnya, segera pindah ke barisan lain. Biasanya sih di barisan belakang lebih banyak kesempatan kosongnya. Kalau keliatannya barisan tengah sudah ditempati semua, carilah di pinggir. Tidur di 2 kursi sejajar masih jauh lebih baik daripada 1 kursi.
  10. Sebelum pesawat take-off, jangan lupa berdoa. Karena kekhawatiran itu bikin nggak bisa tidur! Ada baiknya minta ampun sekalian, siapa tahu pas lagi enak tidur pesawatnya jatuh jadi nggak sempat ngapa-ngapain!
  11. Minum obat tidur. Andalan saya sih Antimo aja. Logikanya, obat ini membuat kita jadi ngantuk. Karena tidur selama perjalanan pasti tidak jadi mabuk kan? Ada sih jenis obat lain khusus bikin tidur, tapi saya udah nyoba nggak ada yang mempan. Si Yasmin malah biasanya minum obat batuk.
  12. Kalau boleh, minum alkohol. Biasanya sih minum wine yang paling bikin ngantuk. Atau ada yang kebiasaannya minum susu dulu sebelum bobo, ya minta aja sama pramugarinya. Yang jelas jangan minum kopi karena kafeinnya bikin mata malah melek, kecuali yang udah biasa.
  13. Bawa bantal leher. Udah jelas kan untuk apa?
  14. Jeblakin senderan kursi paling pol. Pada bagian kepala biasanya ada semacam bantalan. Tekuklah di ujung kanan kirinya untuk senderan kepala.
  15. Pake penutup mata (eye mask), apalagi bagi yang tidurnya harus pitch dark.
  16. Pake sumpelan kuping (earplug) supaya tidak terganggu suara. Tapi kalau biasa tidur sambil denger musik ya pake headset dan pasang lagu yang bikin tidur.
  17. Pake minyak aromatherapy, biasanya yang lavender, bergamot, chamomile. Saya sih nggak pernah pake ginian, tapi beberapa teman saya bersumpah ini berhasil membantu.
  18. Pake seat belt terus dan ikatkan di atas selimut, biar nggak dibangunin kalau ada turbulence.
  19. Singkirin majalah dari kantong kursi depan, supaya nambah ruang untuk dengkul.
  20. Kalau semuanya belum mempan juga, ya cari kegiatan yang lama-lama bikin ngantuk, misalnya nonton film sampe bego, baca buku tebal, atau kerja di laptop.

Selamat bobo!
Yang punya tambahan cara lain, silakan ditulis di comment ya?

Read more
8 Tempat Menarik di Belanda Selain Amsterdam

8 Tempat Menarik di Belanda Selain Amsterdam

Cukup banyak orang Indonesia traveling ke Belanda, namun tampaknya sebagian besar mentok di Amsterdam. Kalau pun ada lanjutannya kebanyakan ke Volendam untuk foto pake baju khas Belanda dan “keliling” Belanda di Madurodam. Nggak apa-apa sih, tapi coba deh “melipir” ke banyak tempat lain di Belanda yang tak kalah menarik. Contohnya ini nih;

1. Keukenhof
Bunga tulip itu cantik banget, apalagi tamannya bunga tulip! Ada 7 juta bunga tulip dengan 800 variasi tersebar di taman seluas 32 hektar. Bunganya bukan hanya tulip, tapi ada juga hyacinth, crocus, sampai anggrek. Taman pun dibikin tema kayak cupid’s garden, hipster garden, dll. Sayangnya Keukenhof hanya buka 8 minggu dalam setahun pada musim semi (Maret-Mei) jadi kalau mau ke sini harus di-planning Supaya nggak ribet, nginepnya di kota Leiden deh. Trus bisa keliling di sekitar Lisse yang banyak padang bunga berwarna-warni.
Rekomendasi hotel: Steenhof Suites di Leiden. Hotel butik ini menempati bangunan berusia 400 tahunan dengan interior mewah.

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on


2. Kasteel de Haar
Tak banyak yang tahu bahwa istana de Haar ini adalah yang terbesar dan tercantik di Belanda. Aslinya dibangun pada 1391 namun direstorasi pada 1892 oleh arsitek Pierre Cuypers yang juga merancang Amsterdam Central Station dan Rijksmuseum. Interiornya berupa ornamen pahatan kayu yang mirip gereja Katolik Roma, ditambah lagi koleksi permadani, porselen, dan lukisan. Tamannya seluas 135 are, termasuk taman bunga mawar, tak kalah cantiknya. Pemiliknya telah menyerahkan istana ini ke sebuah institusi, namun sebulan dalam setahun mereka boleh tinggal di sana. Keluarga pemilik dari dulu memang sering mengadakan pesta. Tamu-tamunya antara lain Coco Chanel, Roger Moore, Yves Saint Laurent, dan Brigitte Bardot. Bahkan pesepakbola Marco van Basten aja pesta kawinnya di sana!

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

3. Utrecht
Setelah mengunjungi Kasteel de Haar yang terletak di Utrecht, mending sekalian menjelajah kota ini karena menarik dan bisa dijelajahi dengan berjalan kaki. Sejarahnya berawal dari zaman Romawi, sebagian peninggalannya masih dapat terlihat. Berbeda dengan Amsterdam, di pinggir kanal di sini terdapat dermaga yang sebagian telah diubah jadi kafe/bar. Pemandangan seluruh kota bisa dilihat dari puncak Dom Tower yang bisa dinaiki melalui 465 anak tangga. Mau ke museum, gereja, pasar, mal, infonya bisa dibaca di sini.
Rekomendasi hotel: Stayokay adalah hostel hipster yang sarapannya mewah, lokasinya strategis di depan alun-alun Neude.

4. Bataviastad
Yang doyan belanja barang bermerek, Bataviastad menawarkan harga diskon sampai 70%. Factory outlet ini gede banget, dibikin seperti desa abad ke-17. Ada lebih dari 250 brand internasional fashion dan lifestyle, mulai dari Michael Kors dan Hugo Boss sampai Adidas dan Columbia. Kalau udah belanja minimal 50 Euro, bisa minta tax refund langsung di konter Global Blue Tax Free di sana tanpa harus urus di bandara Schiphol. Ke sananya bisa naik shuttle bus setiap hari dari Amsterdam (di depan Park Plaza Victoria Hotel) jam 10 pagi dan kembali jam 4 sore dengan harga tiket cuma 2,5 Euro.

5. Giethoorn (dibaca: hithorn)
Desa ini menurut saya paling cantik di Belanda. Disebut sebagai “Little Venice” karena rumah-rumahnya yang beratap rumbia terletak di sepanjang kanal. Tidak ada kendaraan bermotor, semua pake perahu. Perahunya pun dioperasikan dengan tenaga listrik jadi nggak berisik dan nggak polusi. Mata pencaharian penduduknya adalah beternak dan berkebun, jadi macam desa yang damai banget. Aktivitas selain menyusuri kanal naik kapal, bisa ke museum batu-batuan, pembuatan keramik, dan pabrik keju dari sapi Jersey.
Rekomendasi hotel: De dames van de Jonge. Terletak persis di pinggir kanal, hotel ini sangat homey jadi berasa nginep di rumah nenek sendiri.

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

6. Efteling
Ini adalah salah satu theme park tertua di dunia. Orang Belanda banyak yang belum pernah ke tempat-tempat di atas, tapi pasti pernah ke Efteling – paling tidak sekali seumur hidupnya. Konon Disneyland aja dibuat setelah terinspirasi dari Efteling. Zona uniknya adalah Fairytale Forest di mana dongeng dunia macam Rapunzel, Pinokio, Putri Salju dibuat berbentuk interaktif. Kalau mau naik roller coaster, coba deh yang terbaru dan paling serem namanya Baron 1898. Kita dijatuhkan secara vertikal dari ketinggian 37,5 meter lalu muter-muter dengan kecepatan 90 km/jam! Asiiiik!

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

7. Kinderdijk (dibaca: kinderdeyk)
Belanda terkenal dengan kincir anginnya. Kalau mau lihat banyak kincir angin dalam satu tempat, pergi lah ke Kinderdijk. Ada 19 kincir angin yang terkonsentrasi dalam satu area di pinggir kanal. Termasuk UNESCO Heritage Site, kincir angin di sini dibangun pada abad 18 untuk memompa air. Ada 2 kincir yang dapat kita kunjungi, jadi bisa tau di dalam kincir angin ini isinya rumah bertingkat yang tengahnya terdapat motor penggerak kincir angin. Kamar tidurnya kayak lemari, ada pintu kayu yang bisa dibuka-ditutup. Kita bisa naik perahu atau sepeda untuk berkeliling.

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

8. Rotterdam
Ini kota favorit saya se-Belanda karena merupakan perpaduan kota lama dan kota baru. Dulu pada Perang Dunia II pernah dibom, sehingga saat ini bangunan berusia ratusan tahun dan bangunan pencakar langit berdiri berdampingan. Desain arsitekturnya pun modern. Yang paling keren adalah The Cube House – rumah kuning berbentuk kubus yang tampak melayang, dan The Markthal – pasar indoor paling keren sedunia. Mau lebih instagrammable lagi, jalan kaki di jembatan kayu Luchtsingel dan makan siang sehat di rooftop farm terbesar di Eropa bernama Op het Dak. Makan malamnya di Bazar, resto makanan Timur Tengah yang trendy.
Rekomendasi hotel: Inntel Hotels Rotterdam City Center. Terletak di pusat kota dengan kamar yang menghadap pemandangan kota yang cantik.

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

Tips:

  • Ke Belanda paling nyaman naik KLM karena ada penerbangan langsung Jakarta-Amsterdam setiap hari dengan jam yang wajar. Pesawatnya jenis 777-300 ER, interiornya serba biru, makanan bisa pesan menu a la carte. Seleb Farah Quinn jadi chef-nya lho!
  • Bandara Schiphol gampang banget terhubung dengan kota-kota di Belanda maupun di Eropa lainnya dengan menggunakan transportasi umum.
  • Download app KLM supaya bisa bikin mobile boarding pass, info peta Schiphol, baca majalah gratis, bahkan bisa booking tur dan aktivitas di seluruh dunia.
Read more
Diving sama hiu di Maldives

Diving sama hiu di Maldives

Trip “Maldives with Trinity” pada 23-26 Maret 2018 by @MaldivesHemat akhirnya “terjaring” 20 orang. Itinerary masih sama dengan yang saya tulis di sini. Bedanya, ya orang-orangnya. Banyak yang datang sendiri sebagai solo traveler, bahkan sebagian baru pertama kali. Modal nekad katanya. Tapi akhirnya everybody’s happy karena bertemu dengan teman-teman baru – yang sampai sekarang masih rame di grup WhatsApp karena pada susah move on. ?

Yang perlu saya highlight adalah island hopping naik private boat mewah bak horang kayah. Kali ini lokasi snorkeling dan sandbank-nya beda. Sandbank (pasir timbul) yang ini bentuknya panjang banget jadi gampang cari spot kosong untuk foto-foto. @MaldivesHemat pun kemajuan udah punya drone, jadilah angle foto-foto makin menggila. Trus, pas acara free time, hampir semuanya kompak milih day trip ke satu resor jadilah seharian kami main bareng, tanding polo air melawan bule-bule, belajar berenang gratis by Coach Trinity, sampai belajar signature pose saya yang gaya kaki di atas. Malam terakhir pun kami dugem di atas kapal di tengah laut karena di darat alkohol dilarang.

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

Setelah rombongan cabut, saya pun extend untuk menikmati Maldives dengan cara lain karena udah dua kali ke Maafushi. Selain jalan-jalan keliling Maafushi, tujuan utamanya adalah diving. Bagusnya @MaldivesHemat baru bikin paket diving bekerja sama dengan Arena Dive Club yang terletak di hotel yang sama tempat rombongan biasa menginap. Saya salut dengan bagaimana Rudi dan Pajay, pemilik @MaldivesHemat, menangani open trip. Semua paket sudah dicoba dulu berkali-kali untuk memastikan pelayanannya, bahkan mereka sampai ambil license diving dulu di sana!

Seperti biasa sebelum diving, saya ke kantornya untuk sewa alat dan ukur-ukur peralatan. Arena Dive Club ini baru aja buka Juli 2017, jadi peralatannya serba baru dengan merk ngetop. Roberto, bos dive center ini asal Italia yang sudah pernah punya bisnis dive operator di Sharm El Sheikh, Mesir. Dive Guide dan instrukturnya multinasional; ada Veronica asal Rusia, Jean asal Taiwan, Ahmed asal Mesir, dan Isa asal Maldives. Yang saya senang lagi, karena udah kurusan, sekarang saya muat sewa wetsuit ukuran orang normal! Ih, bangganya! Hehehe!

Hebatnya lagi – dan ini yang bikin kita kalah adalah kalau mau diving nggak perlu nunggu minimal jumlah orang. Mau sendiri juga tetap berangkat dengan harga per orang sama. Kapal mereka juga gede banget! Kapal dengan bentuk kapal tradisional Maldives ini bisa muat 20an orang bersama tangki-tangkinya yang dikali dua tanpa bersesakkan. Di depan dan atapnya ada deck untuk duduk-duduk atau berjemur, ada shower air tawar untuk bilas, ada toilet. Stafnya pun baik-baik banget, sampai megangin tangan pas jalan ke pinggir kapal untuk nyebur gaya giant step.

Tiga hari saya diving, dua kali di pagi hari mulai jam 8.00 dan satu kali di sore hari jam 14.30. Karena base-nya di Pulau Maafushi, maka lokasi diving di sekitar Kaafu Atol yang naik kapal maksimum 20 menit aja. Spot yang dekat bisa liat terumbu karang dan ikan-ikan karang, ada gua, ada shipwreck. Entah kenapa biota laut di sana ukurannya kok lebih gede gitu. Nudi branch segede tikus, surgeonfish dan anglefish aja lebih gede dari telapak tangan, mooray eel super gemuk dan berenang (bukan ngumpet), bahkan puffer fish ampe segede kepala!

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

Spot yang jauh, terutama area antar pulau di Guraidoo Corner dan Kandooma Thila, ini yang bikin sedap. Diving di kedalaman sampai 35 meter, arusnya super kenceng, di situ lah ikan pelagis berada! Hiunya banyak banget (di pantai Maafushi aja banyak baby sharks, rupanya di sinilah ortu-ortunya berasal), ada grey reef shark, black tip shark, white tip shark. Saking arus kenceng, di satu spot kami terpaksa harus mengaitkan hook ke karang dan membiarkan gerombolan hiu lewat. Selain itu ada banyak penyu, barakuda, bumphead fish, dogtooth tuna, giant trevally, eagle ray, stingray. Ahh, gilaaaa mantapnyaa!! Satu lagi temuan, setelah kurusan ternyata napas saya jadi irit. Setiap kelar diving, masih ada sisa 100 bar oksigen! Sampai rombongan diver bule komen, “Are you a fish?” #bangga

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

Saya masih punya seharian untuk dihabiskan sebelum terbang pulang jam 9 malam. @MaldivesHemat menyarankan untuk ikut excursion snorkeling trip ke Shark Bay atau liat whaleshark. Karena pernah liat whaleshark, saya memutuskan untuk ke Shark Bay. Mereka pernah ikutan dan katanya banyak banget nurse sharks. Tapi namanya juga alam, sialnya saya nggak ketemu satupun hiu. Yang ada adalah gerombolan ikan giant trevally segede bayi! Serius! Ntar deh kalau videonya jadi, saya share di YouTube TheNakedTraveler. Abis itu kami lunch di Pulau Fulidhoo yang bagusnya kebangetan sampai mau nangis. Lalu berenang bersama lumba-lumba di lagoon – yang ternyata susah bener mendekat. Meski saya jago berenang, tetep kalah. #yaiyalah

Fulidhoo Island

Sorenya kami ke Male. Diajak ke toko suvenir termurah se-Male, namanya My Friends. Ternyata sebagian peserta ada yang nitip beliin oleh-oleh lagi. Lalu diajak keliling kota, ke alun-alun, ke Friday Mosque, minaret Munnaaru, ke rumah presiden Maldives yang masih gedean rumah di Pondok Indah, ke pasar, dan terakhir ke pelabuhan untuk melihat stingray banyak banget!

Seminggu di Maldives lewat begitu aja. Ya begitulah kalo kita sangat menikmati liburan. Kalau Anda mau ikut paket liburan hemat di Maldives atau mau diving, kontak aja maldives-hemat.com ya? Very recommended!

Read more
5 situs diving favorit di Indonesia

5 situs diving favorit di Indonesia

Indonesia dengan lebih dari 17.000 pulau adalah surga bagi pecinta pantai dan menyelam. Lokasi Indonesia yang termasuk ke dalam “Coral Triangle” merupakan pusat keanekaragaman hayati (biodiversity) laut dunia. Artinya, jumlah terbanyak dari segala macam spesies laut sedunia berada.

Namun bagi saya, menyelami alam bawah laut akan lebih menyenangkan jika aktivitasnya tidak hanya menyelam saja. Alam daratannya dengan pemandangan yang bagus merupakan nilai tambah, juga sejarah, akses, bahkan kulinernya. Berdasarkan itu, saya punya 5 situs menyelam di Indonesia yang merupakan favorit saya:

  1. Kepulauan Raja Ampat

Tidak ada yang menyangsikan lagi keindahan Raja Ampat yang merupakan sebuah kabupaten yang terletak di propinsi Papua Barat. Luasnya yang nyaris sebesar propinsi Jawa Timur ini memiliki 600 pulau. Sebagian besar wisatawan hanya menjelajahi bagian utara terutama sekitar bukit Wayag yang seperti sering kita lihat fotonya, padahal bagian selatannya di sekitar Misool jauh lebih bagus meski susah payah mencapainya. Letaknya yang terpencil dan jarang penduduk membuat alamnya masih alami. Perbukitan karst, gua laut, air terjun, hutan lebat, pantai pasir putih, menawarkan pemandangan spektakuler. Bagi penggemar bird watching, burung cendrawasih beraneka jenis terdapat di sana.

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

Sedangkan alam bawah lautnya pun tak kalah hebat. Ia memiliki keanekaragaman spesies terbanyak di dunia dengan 1.508 spesies ikan, 537 spesies karang dan 699 spesies moluska. Ikan khas Raja Ampat adalah wobbegong atau ikan hiu karpet dan ikan barakuda jenis yellowtail. Namun aneka hiu lainnya, manta ray, penyu, stingray pun sering terlihat. Arusnya yang kencang dan tingkat visibility yang cenderung rendah memang merupakan pusat hewan laut pelagic.

     2. Taman Nasional Komodo

Meski lebih terkenal karena hewan komodo yang merupakan biawak raksasa yang hanya ada di Indonesia, namun kepulauan Komodo memiliki alam bawah laut yang luar biasa. Terletak di propinsi Nusa Tenggara Timur, TN Komodo dicapai dengan menggunakan kapal dari kota Labuan Bajo. Terdiri dari 3 pulau besar yaitu Komodo, Rinca dan Padar, serta 26 pulau kecil, topografi daratannya berupa perbukitan yang sebagian besar berupa padang rumput dan hutan savana. Pulau-pulaunya berpasir putih dengan air laut yang tenang. Bahkan Pink Beach yang memiliki pasir berwarna jambon adalah salah satu pantai tercantik di dunia yang pernah saya kunjungi.

Dengan akses yang lebih mudah daripada Raja Ampat, bisa saya katakan menyelam di TN Komodo pun tidak kalah bagusnya. Selain terumbu karangnya yang variatif, di TN Komodo banyak terdapat hewan besar seperti aneka hiu, manta ray, eagle ray, penyu, dan bumphead parrotfish. Bahkan kalau beruntung bisa lihat ikan lumba-lumba dan dugong. Hewan kecil seperti nudibranch, kuda laut pygmy, dan pipefish juga sering terlihat. Ikan teri saja bisa membuat klaustrofobik saking banyaknya sampai menghalangi pandangan.

  1. Kepulauan Wakatobi

Wakatobi singkatan dari nama pulau terbesarnya, yaitu Wangi-Wangi, Kadelupa, Tomia, dan Binongko.  Terletak di Sulawesi Tenggara, ia terdiri dari 143 pulau yang juga dinamai Kepulauan Tukang Besi. Bapak selam dunia, Jacques Cousteau, mengklaim Wakatobi sebagai “underwater nirvana”. Ikan karangnya yang luar biasa banyaknya dan sekelompok barakuda terlihat berseliweran. Fakta yang hebat, alam bawah laut Wakatobi memiliki 750 spesies karang dari 850 spesies yang ada di dunia. Tingkat visibility-nya mencapai 30-80 meter. Semuanya membuat penyelaman yang sangat memanjakan mata. Tak heran Operation Wallacea, sebuah LSM asal Inggris yang fokus pada penelitian terumbu karang dan perikanan, setiap Juli-Agustus mendatangkan 600 peneliti.

Wakatobi yang memiliki moto “surga di atas, surga di bawah” memang tak hanya cantik alam bawah lautnya, tapi juga daratannya. Pulau-pulaunya berpasir putih dengan air laut bergradasi biru muda ke biru tua. Ia juga memiliki atol, bahkan Karang Kaledupa merupakan sebuah atol terpanjang di dunia sepanjang 48 km. Selain nikmat berenang, kita juga bisa mengunjungi perkampungan suku Bajau yang perumahannya dibangun di atas laut.

  1. Kepulauan Banda

Banyak yang menyangka Banda itu ada di Aceh, padahal ia adalah sebuah kepulauan di Maluku, tepatnya di selatan Pulau Seram. Kepulauan Banda yang terdiri dari 10 pulau, sampai abad ke-19 merupakan satu-satunya tempat tumbuhnya pala di dunia sehingga jadi rebutan para penjajah asing. Hebatnya, pada abad ke-17 Pulau Run pernah ditukar dengan Manhattan di New York. Ibu kota kecamatannya bernama Banda Neira menyimpan peninggalan sejarah yang sangat kaya, mulai dari benteng-benteng Belanda sampai rumah tempat pembuangan sejumlah tokoh besar Indonesia, yaitu Tjipto Mangunkusumo, Iwa Kusuma Sumantri, Sutan Syahrir, dan Mohammad Hatta. Karena merupakan kepulauan vulkanis, tanah di Banda sangat subur.

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

Menyelami alam bawah lautnya terasa seperti berada di hutan lebat saking rapatnya tumbuhan dan karangnya. Di setiap situs, kita selalu bertemu gerombolan ikan fusiliers and redtooth tirggerfish. Sea fan terbesar di dunia yang pernah saya lihat dan lobster terbanyak yang pernah saya temui ada di Banda. Bagi penyelam yang sudah mahir, di kedalaman 40 meter dapat bertemu sekawanan ikan hiu martil. Tanpa harus bersusah payah, di pinggir dermaga Banda Naira pun kita dapat menonton mandarin fish yang berwarna menyolok menari-nari.

  1. Taman Nasional Bunaken

Bunaken yang terletak di Sulawesi Utara ini sepertinya telah ditinggalkan setelah situs-situs diving lainnya di Indonesia “lahir”. Pertama kali saya diving di sana pada tahun 1997, setelah berkali-kali dan terakhir pada 2015, saya masih menganggap Bunaken tetap cantik. Topografi alam bawah laut Bunaken sebagian besar berupa wall dalam dengan terumbu karang yang rapat dan bervariasi. Hiu, penyu, dan geromobolan ikan karang berwarna-warni merupakan pemandangan biasa. Airnya yang bening dan arus yang tidak terlalu kencang membuat penyelaman di Bunaken sangat menyenangkan.

Dengan hanya setengah jam naik speed boat dari kota Manado, akses ke Bunaken sangat mudah. Manado sendiri dapat ditempuh dengan banyak penerbangan dari Jakarta, Bali, dan Makassar sehingga tidak perlu susah payah mencapai situs diving kelas dunia dengan harga yang terjangkau. Tidak perlu ganti-ganti pesawat, pindah-pindah alat transportasi atau berjam-jam naik kapal – begitu mendarat bisa langsung nyebur. Nilai lebihnya lagi, kuliner Manado terkenal enaknya. Kalau ada trip diving yang makanannya paling enak, Bunaken lah tempatnya.


Catatan: Tulisan ini pernah dimuat di DestinAsian Indonesia, Juli 2015

Read more
[Adv] 5 Reasons Why You Should Stay in Club Med

[Adv] 5 Reasons Why You Should Stay in Club Med

Club Med adalah jaringan resor global yang berpusat di Prancis sejak 1950 dan sampai saat ini sudah ada 71 resor di seluruh dunia. Konsep Club Med adalah premium all-inclusive holiday alias liburan yang sudah termasuk semuanya. Uniknya, Club Med punya istilah khusus. Setiap satu resor di Club Med disebut “village”. Kalau di hotel pimpinan tertinggi disebut GM (General Manager), maka di Club Med ia disebut “Chef de Village”. Kita sebagai tamu disebut sebagai GM atau “Gentil Member” (kind guest). Sementara stafnya disebut GO atau “Gentil Organisateur” (kind organizer).

Pertama kali saya tinggal di Club Med Bali pas zaman kuliah dulu, sebelum ada ponsel dan internet. Waktu itu almarhumah ibu sedang ada conference, jadi saya diajak nginep bareng. Ibu kerja, saya main. Pengalaman pertama itu berkesan banget! Sebagai orang yang senang berolah raga dan kompetitif, saya sampe dapet medali lomba antar GM dalam berbagai cabang olah raga. Hehehe! Sampai saat ini saya telah menginap di 3 Club Med, yaitu Club Med Bali, Club Med Kani Maldives (tempat lokasi syuting film “Trinity, The Nekad Traveler”), dan terakhir Club Med Bintan Island. Masing-masing oke banget!

Ini 5 alasan kenapa Anda wajib menginap di Club Med dan yang membedakan Club Med dengan hotel/resor lainnya:

  1. Friendly GOs

Konsep GO ini lah yang cuman ada di Club Med. Para GO kerjanya nemenin tamu main, makan, minum, ngobrol. Sebagian GO ada yang merupakan instruktur cabang olah raga tertentu, atau guru di Mini Club, atau stage performer, dan lain-lain. Dalam satu village, GO berasal dari puluhan negara sehingga bisa berbagai macam bahasa. Mereka orangnya asik-asik banget, cowok-cowoknya juga luthu-luthu. Saya sih seneng jadi selalu punya teman baru, mulai orang lokal sampai orang Rusia, South Afrika, dan Mauritius segala. Bener-bener “desa internasional”! Pulang-pulang jadi sedih karena berasa ninggalin keluarga sendiri.

The multicultural GOs @ Club Med Bintan

  1. All-Inclusive Holidays

Sistem di Club Med ini enaknya adalah all inclusive. Artinya, harga menginap termasuk kamar, makan sepuasnya 3 kali sehari, snack di antaranya, minum apapun termasuk free flow alkohol.  Penggunaan segala macam fasilitas, seperti gym, tennis, squash, bahkan termasuk laundry. Juga termasuk ikutan aktivitas apapun, mulai dari olah raga, permainan, dan menonton pertunjukan. Tenang aja, setiap GM akan diberikan gelang berwarna yang membedakan dewasa dan anak-anak karena urusannya sama pesan alkohol. Harga yang tidak termasuk paling untuk beli baju di butik atau spa, itu pun disediakan kartu khusus jadi nggak perlu bawa dompet dan pegang uang tunai.

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

  1. Perfect Location

Lokasinya pasti kece dan eksklusif, di sebuah destinasi liburan yang terkenal bagusnya. Bisa di pantai, atau di pegunungan bersalju. Resornya sendiri pasti luas dan pasti ada tempat menyendiri kok, misalnya di Club Med Bali ada kolam renang khusus dewasa, di Club Med Bintan ada bukit zen yang sepi. Lingkungan sekitarnya pun kece untuk dijelajahi, kayak di Club Med Kani yang sepulau bisa dikelilingi untuk pindah-pindah berenang dan foto-foto.

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

  1. Delicious Food & Unlimited Drink

Setiap makan sistemnya adalah prasmanan (buffet). Hebatnya, kualitas makanannya juara kelas! Ini bukan kayak prasmanan pesta kawinan, tapi restoran yang super luas ini terdiri dari konter-konter makanan yang ditata per piring, misalnya aneka salad dan roti, Indonesian food, Indian food, Chinese food, Italian food, Japanese, Korean, healthy food, sampai dessert. Tampilan dan rasanya enak-enak banget! Pokoknya tiap makan pasti bingung milihnya dan nggak bisa diet! Minumannya juga dikasih bir, wine, infuse water, aneka juice, teh, kopi. Eits, belum selesai. Di antara makan besar sampai supper, disediakan snack juga, seperti sandwich, samosa, donat, sate, mie, dan lain-lain. Mau minum segala macam cocktail, mocktail, alkohol juga ada! Puasnya kebangetan!

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

  1. Fun Activities

Setiap hari ada jadwal aktivitas yang dibuat per jam. Misalnya pagi hari ada kelas yoga, taichi, power walk, lalu siang-sore ada aquarobic, kelas memanah, belajar trapeze, belajar sailing, lomba voli pantai, snorkeling. Setiap malam pun ada stage performance oleh para GO dan disko bareng. Fitur khas Club Med yang terkenal adalah Mini Club, yaitu aktivitas seharian khusus untuk anak-anak, mulai dari olah raga sampai kesenian, yang dipimpin oleh para GO. Jadi para orang tua selalu punya “me time” sementara anak-anaknya punya kesibukan sendiri. Kalau saya punya anak, pasti saya ajak liburan ke Club Med deh biar nggak rempong! Hehe!

Dare to fly trapeze @ Club Med Bintan?

Meskipun aktivitas padat, tapi tidak harus ikut semua kok. Awalnya saya pikir ngapain 3 malam ngendon di hotel mulu, tapi selalu berakhir dengan tidak ke mana-mana, bahkan merasa selalu kekurangan waktu!

Tips:

  • Bawa pakaian olah raga, seperti baju yoga, sepatu lari, baju renang, yang disesuaikan dengan aktivitas yang ingin Anda ikuti.
  • Saat makan kenakan pakaian karena dilarang pake baju renang di dalam restoran.
  • Kenakan sunscreen karena akan banyak aktivitas luar ruangan.
  • Untuk info lebih lanjut atau mau booking, silakan langsung ke clubmed.co.id

Selamat berlibur!

Read more