Adrenaline Activities in New Zealand

Adrenaline Activities in New Zealand

Saya suka New Zealand! Selain alamnya yang luar biasa indah, negara itu cocok untuk saya yang adrenaline junkie alias doyan nyari aktivitas yang bikin jantung mau copot. 13 tahun yang lalu saya ke New Zealand dengan tekad pengen nyobain bungy jump di negara penciptanya. Dulu pusat aktivitas beradrenalin adanya di South Island, tapi saat ini di North Island juga banyak, terutama di Auckland dan Rotorua (3 jam naik bus dari Auckland). New Zealand memang pusat aktivitas beradrenalin. Safety-nya sudah tidak diragukan lagi. Pemerintahnya pun secara reguler mengkaji.

Berikut sebagian aktivitas berdasarkan tingkat deg-degan dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi;

Luge Riding di Skyline Rotorua
Operator: Luge Skyline

Luge adalah semacam papan beroda yang meluncur dari ketinggian. Luge komersial pertama di dunia diciptakan di sini lho! Ada 3 track yang bisa dipilih, saya meluncur downhill di Scenic Track sepanjang 2 km sambil balapan sama @marischkaprue. Yang bikin seru adalah belokan-belokannya dan turunan yang curam. Kita sendiri yang mengontrol kecepatan. Kalau banyak rem ya berarti makin lambat. Jadi saya tancap aja, dan menang balapan deh!

4WD Buggy Riding dan Clay Bird Shooting di Rotorua
Operator: Adventure Playground Rotorua

4WD Buggy Car

4WD Buggy Car

Naik mobil SUV yang 4-wheel drive mungkin sudah biasa, tapi ini naik 4WD buggy car terbuka dengan tingkat kemiringan yang tajam! Saya dibawa off road ke dalam hutan, belok-belok, naik bukit terjal berbatu-batu, meluncur turun sampe pemandangan menghadap bawah! Teriakan saya akhirnya berakhir di puncak Mount Ngongotaha pada ketinggian 2.000 kaki di atas permukaan laut. Pemandangannya spektakuler abis, menghadap Lake Rotorua, Mokoia Island, dan kota Rotorua.

Belum selesai sampai situ, saya dibawa sebuah bukit untuk Clay Bird Shooting. Saya diajarin menembak sasaran berupa clay (tanah liat) terbang dengan menggunakan senjata semi otomatis berlaras panjang! Begitu “jeder” aja bahu saya terpantul getaran tembakan dan suaranya sangat menggelegar! Duh, serem! Adrenalin saya benar-benar terpacu! Setelah percobaan ke-3, saya baru bisa menembak tepat sasaran.

Bridge Climbing di Auckland Harbour Bridge
Operator: AJ Hackett

Manjat jembatan? Iya, itu juga pertanyaan saya awalnya. Tapi jangan membayangkan jembatannya kecil, ini Auckland Harbour Bridge yang terbuat dari baja dengan panjang 1,02 km dan dibangun tahun 1954. Mulanya agak deg-degan sih karena berjalan di jembatan terbuka yang lantainya bolong-bolong di ketinggian 43,27 meter di atas permukaan air. Guide-nya menerangkan sejarah dan teknis jembatan, termasuk menunjukkan lokasi di mana 3 pekerja bangunannya tewas! Saya makin ndredeg ketika berjalan di atas puncak lengkungan tempat tiang bendera  – atau 64 meter (setinggi bangunan 21 lantai) di atas permukaan laut! Udah tinggi, lebar lantai cuma seukuran dua tapak kaki, kanan-kiri-atas kosong, angin kencang menerpa sehingga jembatan terasa agak bergoyang! Arrrggh!

Parasailing dan Jetboating di Lake Rotorua
Operator: Kawarau Jet

Apa bedanya dengan parasailing di Bali? Yang ini jauh lebih bikin jantung mau copot! Tingginya aja sampe 121 meter atau setinggi gedung 40 lantai! Aw, nyer-nyeran abis! Canggihnya lagi, kapal yang nariknya bukan speed boat biasa, tapi ini lebih besar dan lebih cepat karena kita naik dan turun dari deck kapal, jadi nggak basah kena air sama sekali. Tali yang menghubungkan parasut dan kapal sistemnya katrol otomatis, jadi tinggal dikerek aja kayak bendera. Ditambah lagi pemandangannya yang spektakuler, melihat danau, pegunungan dan kota. Foto di udara ada di paling atas tuh.

Jetboat pertama kali didesain di New Zealand. Kapal bermesin jet ini kecepatannya mencapai 80 km/jam dan mudah bermanuver. Di atas air, saya dibawa ngebut sampe ajrut-ajrutan, tiba-tiba berhenti, tau-tau berputar kencang 360° sampe miring-miring! Seru banget!

Ziplining di Pulau Waikehe dan Rotorua
Operator: EcoZip Adventure dan Canopy Tours Rotorua

Di Indonesia disebut flying fox, tapi istilah itu ternyata untuk jarak pendek dan rendah alias untuk konsumsi anak-anak. Ziplining jaraknya panjang dan di atas ketinggian. Di Waiheke, zipline-nya ada tiga, masing-masing berkabel ganda yang berjarak 200 meter. Karena serba terbuka dan tidak begitu curam, jadi tidak begitu deg-degan tapi pasti teriak.

Yang lebih serem zipline di Rotorua. Ini kombinasi dengan canopy tour, jadi trekking di hutan perawan sambil diterangin soal konservasi alam, naik jembatan antar pohon, melewati jembatan gantung sempit bergoyang-goyang, dan meluncur di 6 zipline berjarak 40-220 meter dengan ketinggian sampai 22 meter! Meluncur nyempil di antara pepohonan supertinggi berusia ratusan tahun di hutan lebat emang bikin jantung mau copot! Saya nggak punya videonya, karena megang kamera aja susah bener karena lemez.

Skyswing di Skyline Rotorua
Operator: Skyswing

Ini semacam ayunan raksasa, tingginya saja 50 meter. Awalnya saya dan teman duduk di kursi terbuka. Pelan-pelan kursi dikerek ke atas sampai 90°. Nah, ini sih serem banget karena lama-lama badan saya yang tadinya posisi duduk tegak jadi menghadap ke bawah. Gilanya, kita sendiri harus menarik tali agar terlepas, lalu kursi jatuh dan berayun dengan kecepatan sampai 150 km/jam! *pegangin jantung*

Skyjump di Sky Tower Auckland
Operator: Skyjump

Sky Tower adalah bangunan tertinggi se-New Zealand, tingginya 328 meter. Di observation deck setinggi 192 meter terdapat patform untuk terjun! Duh, ngebayangin terjun dari gedung setinggi 64 lantai aja udah bikin sakit perut. Berbeda dengan bungy jump yang diikat kakinya, skyjump dikaitkan tali di punggung jadi jatuhnya dalam keadaan tengkurap – makanya disebut juga wired base jump. Delapan tahun yang lalu saya pernah bungy dari Macau Tower setinggi 233 meter, tapi tetep aja yang ini rasanya mau mati ketika berdiri di ujung platform! Pada percobaan ketiga, akhirnya, “AAAAAAAAAK…!!!” Saya teriak kenceng 11 detik sampai mendarat! *mungut jantung di lantai*

Masih ada lagi sih yang belum saya coba, seperti zorbing dan sky dive. Tapi itu adalah alasan saya agar bisa kembali lagi ke New Zealand. Nah, Anda pilih yang mana? Selamat mencoba deg-degan di Middle Earth!

—-
Tips

Saya terbang ke Auckland naik Singapore Airlines di Premium Economy Class. Ternyata nyaman banget; kursi dan jarak kaki lebih lebar, ada calf-rest, reclining seat lebih mundur, TV HD ukuran 13,3 inci, headset canggih, dan yang penting… makanan lebih banyak!
Nah, untuk mendapatkan tiket harga spesial ke New Zealand, saya dan @SingaporeAirID telah menciptakan kode unik untuk Anda. Caranya gampang! Ketik kode 436204795 pada kolom promo code di awal tahap pemesanan tiket online melalui situs www.singaporeair.com.

Author

Trinity is Indonesia’s leading travel writer and blogger. Author of 13 national best-selling books including “The Naked Traveler” series – which will become a movie in 2017.

34 comments

Leave a Reply