The Naked Traveler: Journey Redefined

The Naked Traveler: Journey Redefined

Lihatlah judul blog ini di paling atas. Ada yang baru yaitu tagline “journey redefined”. Apakah artinya? Sejak kapan? Journey redefined artinya mendefinisikan kembali atau memberikan arti baru pada sebuah perjalanan – dalam hal ini perjalanan hidup saya. Dimulai dari badan saya yang melangsing dan rambut yang kembali cepak, selanjutnya diputuskanlah ulang tahun saya pada 11 Januari 2019 sebagai titik baliknya. *gong*

The Book

Seperti yang sudah diketahui, saya baru saja meluncurkan buku “The Naked Traveler 8: The Farewell” yang merupakan seri terakhir dari seri buku perjalanan “The Naked Traveler” selama 11 tahun belakangan ini. Mengapa diakhiri? Alasan eksternalnya adalah industri buku di Indonesia yang menurun akibat minat baca yang semakin rendah. Sedangkan alasan internalnya adalah saya sendiri ingin berkembang sebagai penulis. Saya sudah berada di tahap terlalu nyaman sehingga saya butuh melakukan sesuatu yang lebih menantang.

Tahun lalu saya memulainya dengan ikut kursus menulis fiksi oleh Mbak Leila S. Chudori di Tempo Institute. Ternyata memang susah sekali mengganti gaya tulisan dari non fiksi ke fiksi! Saya juga ikut Residensi Penulis ke Peru dan Bolivia agar dapat belajar menulis non travel. Well, sampai saat ini saya masih belajar dan terus belajar, meski belum ada hasil nyata. Niatnya tahun ini membaca lebih banyak buku sebagai referensi dan mengurangi penggunaan medsos.

Proyek buku yang sedang dikerjakan sekarang adalah menulis buku hasil Residensi di Peru dan Bolivia. Selanjutnya saya sendiri belum tahu bakal menulis apa. Bisa jadi novel fiksi, buku tentang kisah cinta (yang gagal melulu), atau mungkin buku tentang tips diet? Ha! Apapun itu, saya minta doanya agar saya berhasil menerbitkan karya yang juga bisa menginspirasi.

Yang jelas berakhirnya seri buku The Naked Traveler bukan berarti saya berhenti menulis. 
It’s NOT goodbye, but see you!

P.S. Buku terbaru ini bisa dibeli di trinitytraveler.id atau unduh e-book di Google Play Books. Buku sudah tersedia di sebagian toko buku seperti Gramedia dan Togamas di Jawa dan secara bertahap di pulau-pulau lain.

The Blog

Mengikuti semangat journey redefined, blog naked-traveler.com yang berusia 14 tahun ini pun berubah tampilannya. Berkat tangan ajaib Ary, sekarang blog ini menjadi lebih neat, simple, dan user-friendly. Warnanya yang didominasi putih dan biru muda jadi lebih fresh. Perubahan kali ini merupakan titik balik menjadi blog yang lebih dewasa (karena saya juga sudah tidak muda). Saat ini banyak media yang go younger, namun saya justru ingin meraih market yang lebih tua. Lebih sedikit tapi berkualitas. Jadi jangan khawatir, saya masih terus menulis blog ini karena merupakan legacy dan arsip kehidupan saya.

Wefie with NTers!

Sebagai blogger, belakangan saya tidak lagi menerima undangan fam trip atau review hotel/restoran/destinasi/tur yang tidak dibayar uang. Jadi travel blogger itu kelihatannya enak, bisa ke mana-mana gratis. Namun pekerjaan jalan-jalan sambil menulis dan posting di medsos itu sangat menyita waktu dan energi, bahkan seringnya tidak balik modal. Bayangkan blogger itu disuruh jalan dari jam 6 pagi sampai 11 malam dan jadwalnya begitu setiap hari selama fam trip. Pulang trip masih pula harus menulis atau mengedit foto. Blogger dapat apa dong? Umumnya memang fam trip ini sistem barter, tapi saat ini seharusnya kita memulai untuk mengajari perusahaan bahwa ada harga profesionalisme yang harus dibayar, minimal tidak nombok ongkos. Jujur masih ada pengecualian bagi saya, yaitu jika destinasinya memang saya suka banget atau yang mengundang adalah teman baik.

The Social Media

Saat ini profesi penulis itu kerjanya tidak hanya menulis saja. Ia harus juga mengelola aneka akun medsos, harus bisa public speaking karena tampil di mana-mana, harus mengerti kontrak, pajak, balas email, dan sebagainya. Saya ingat dulu promosi buku The Naked Traveler 1 dimulai dengan cara manual yaitu membagikan brosur kertas di mal-mal, lalu ada Friendster, lalu Facebook, Twitter, dan Instagram yang memudahkan promosi namun juga menyita waktu. Tak dipungkiri saya juga ikut menikmati penghasilan tambahan dari medsos. Meski tidak banyak seperti travel influencer kekinian, tapi saya akan terus menjunjung tinggi integritas.

Belakangan saya terima job sebagai konsultan digital marketing, termasuk mengorganisir fam trip khusus blogger/influencer (yang saya pastikan pesertanya dibayar, minimal uang saku). Tahun ini saya akan mencoba lebih serius mengerjakannya.

Banyak yang mengusulkan agar saya merambah jadi vlogger. Sebenarnya saya sudah punya YouTube channel bernama TheNakedTraveler sejak 2011. Meski isinya kurang banyak, namun lumayan aktif. Penginnya sih mengembangkannya tapi saya belum menemukan formula yang tepat. Core business saya adalah menulis. Memindahkannya menjadi visual adalah belajar dari 0 lagi karena merupakan spesies yang berbeda. Saya yang tidak suka selfie merasa berat memvideokan muka sendiri sambil berkata sok asyik, “Hi, guys! Gue lagi di sini nih! Ayo masuk!” Ewwww! Satu lagi, saya sering dapat undangan jalan-jalan tapi minta sekalian dibuatkan vlog. Ini saya kasih tahu ke pengundang: kalau mau dibikinkan vlog, kalian harus juga membayari crew dan ada charge. Saya sadar saya jadi susah bersaing dengan anak zaman sekarang yang memang memulainya dari visual duluan. Mungkin suatu saat saya akan buat, tapi tetap untuk market yang lebih mature.

The Talk

Banyak yang belum tahu bahwa saya cukup sering diundang menjadi speaker (pembicara) di berbagai acara, baik talk show, seminar, maupun workshop. Temanya bervariasi, mulai dari penulisan, blogging, pariwisata, sampai passion. Tahun ini saya mau lebih serius, kalau bisa bikin sendiri pelatihan.

The Travel

Saya bisa ganti travel writer jadi writer aja, tapi mana bisa memberhentikan travel itu sendiri? Semoga dengan mengubah haluan hidup ini, saya masih diberkahi rezeki dan kesehatan agar tetap bisa traveling. Saya tetap bertekad mengunjungi minimal satu negara baru setiap tahun dan tetap menjelajah Indonesia.

 

 

 
 
 
View this post on Instagram
 

 

 

 
 

 
 

 

 

 

 

A post shared by Trinity #TNT8 (@trinitytraveler) on

The Travel Business

Sebagian travel blogger dan socmed influencer Indonesia telah merambah ke bisnis tour & travel. Saya pun masih sering diminta untuk bikin trip tapi saya selalu berkata tidak. Terus terang alasannya karena saya malas mengurusi orang – karena hidup saya aja messy.

Setelah dipikir-pikir, mulai tahun ini saya akan coba merambah bisnis ini! Tapi ini bukan trip bareng-bareng macam open trip atau kayak tour operator yang sudah ada tanggal dan destinasinya. Bukan pula trip murah meriah dan bukan ke destinasi yang mainstream untuk belanja. Ini adalah trip personal yang tailor-made (disesuaikan dengan keinginan klien). Trip bisa sendiri, berdua, atau segrup eksklusif sama teman-teman atau keluarga sendiri. Bisa sama saya atau tidak sama saya.

Trip yang saya urus ini adalah adventure luxury trip! Artinya, saya hanya mengambil segmen kelas atas yang suka traveling ala adventure dengan cara luxury. Contohnya, Anda seorang crazy rich person yang ingin safari di Bostwana naik private jet dan menginap di villa super mewah di Rwanda, atau mau ekspedisi privat di Antartica dan berlayar dengan kapal mewah keliling Galapagos, maka sayalah orang yang tepat untuk mengatur segalanya. Tertarik? Email me!

Kalau ada usulan atau feedback, silakan tulis di komen ya?

41 Comments

  • revenaugustian
    January 18, 2019 1:01 am

    Hahaha?, yg part vlogger, “hai guys, gw uda di sini nih, ayo masuk! Ewwww”. Ini juga gw banget. Tetap semangat mbak! Didoakan rezeki nya semoga selalu lancar. GBU! Pengen lihat juga model fiksi ala mbak T kyk apa, bisa dipost di blog dulu lah.

  • Zaleha R
    January 18, 2019 3:54 am

    Semoga selalu sukses ke depannya ya Mbak

  • Endi
    January 18, 2019 9:29 am

    hai Kak, untuk vlogger, mungkin gak mesti selfie dan rekam wajah sendiri. kayaknya suasana negara kunjungan yang menarik, tetap keren dijadiin content di vlognya, salam.

    • Trinity
      January 18, 2019 11:51 am

      Sama kayak Instagram. Kalo ga ada orangnya, engagement jadi sedikit. 🙁

  • FlowerAsafin
    January 18, 2019 3:28 pm

    Wah kakak jadi panutan baru deh buat penulis baru kayak saya. Selama ini yang saya pelajari kalau kita ngak inovatif kita bakalan kalah sama jaman, tapi kalau kita juga ngak jaga integritas kita, kita juga ngak akan kuat bertahan. Tetap semangat kak nulisnya semangat juga bisnisnya, semoga nantinya saya bisa ikut luxury trip kakak kekeke

  • Bella
    January 18, 2019 8:08 pm

    Kak sukses ya! I’m your big fans since 2012! Dari dulu emang sukanya yang blog mature seperti ini,lebih adem aja bacanya haha well anyway take ur time and enjoy every moment! That’s the important things when u feel like life is so flat atm ?cheers!

  • Dyah
    January 18, 2019 10:47 pm

    Wah, blognya tambah keren. Iya, Mbak. Sekarang sudah jamannya diversifikasi bisnis (iya, itu istilahnya) atau tidak menyimpan telur di satu keranjang saja. Mbak Trinity ini selalu jadi panutan soal menulis. Semoga sukses ya.

  • Dinilint
    January 19, 2019 10:02 am

    I am happy to read this post.
    Apa pun pilihanmu,, tetep menginspirasi mbak.
    Sejauh ini buku Naked Traveler bikin aku berani jalan-jalan sendirian on budget. Dan akhirnya kecanduan jalan-jalan.
    Keep the good works!

  • Rika Melati
    January 20, 2019 11:51 am

    Usah baca buku Trinity dari sejak kuliah sampai skrg sdh beranak 2.

    Aku jg pny blog sejak kuliah. Mau pindah vlog, problem nya sama. Saya suka nulis, males selfie, apalagi bikin video. Lagian gk semua orang jg harus jadi vlogger. Sementara msh setia nge blog aja.

    Sukses ya kak T utk bisnis, buku fiksi, blog, etc!

  • intanrawit
    January 20, 2019 12:23 pm

    Hai mb T, terima kasih sudah menjadi inspirasiku untuk traveling maupun untuk menuliskannya dalam sebuah buku. Aq belajar banyak daru the naked traveler. Semoga next bakal lahir adik2 TNT yang g kalah seru.

  • Nychken Gilang Bedy S
    January 20, 2019 3:05 pm

    sukses selalu Mbak. ditunggu buku kerennya

  • Halim Santoso
    January 23, 2019 9:20 am

    Akhirnya terjawab rasa penasaran apa arti di balik “redefined”. Meskipun TNT series tamat, daku akan tetap menunggu karya mbak Trinity selanjutnya. Ehmm berharap juga sih nama panggungnya diganti nama asli untuk karya novel atau apalah yang tidak lagi tentang non-fiksi traveling. Hihihi.

  • Antin Apriantia
    January 24, 2019 4:54 pm

    Ayo kak bikin sendiri pelatihan, aku menantinya nih.
    Sukses untuk buku barunya, aku lagi baca bukunya loh hehe

  • Mirza Maulana
    January 25, 2019 10:17 pm

    Tertarik jadi tim nya Mbak T untuk Adventure luxury trip! hahaha

  • Pojok Seni
    January 26, 2019 2:30 am

    Petualangannya mantab, tulisannya pun mantab. Benar-benar referensi untuk setiap blogger dan penulis. Sukses terus mbak Nekad eh, naked traveler.

  • Achmad Furqon
    January 26, 2019 9:08 pm

    Good luck, Tante Trinity!
    I am rooting for you!
    I know you will win this new chapter in your life…
    Thank you for your endless efforts to inspire us.

    Huge Love,

  • Anindita Ayu
    January 27, 2019 9:47 pm

    Can’ wait for your next book, kak. Btw, suka banget sama theme baru ini, lebih fresh. Kerasa adem banget pas baca blognya.. ^^

  • Anindita Ayu
    January 27, 2019 9:48 pm

    Can’t wait for your next book, kak. Btw, suka banget sama theme baru ini, lebih fresh. Kerasa adem banget pas baca blognya.. ^^

  • Misu Pinku
    January 27, 2019 9:50 pm

    Yes, akhirnya. Bakalan tetep bisa baca bukunya kak Trinity lagi. Setelah buku ke-8 dari Naked Traveler series ini. Tetap semangat menulis ya kak.

  • Tiaratia
    January 27, 2019 9:53 pm

    Ah, aku suka biru di theme barunya kak. Bikin betah lama-lama baca tulisan-tulisan di sini.. Terima kasih sudah mau terus menulis kak, kak Trinity sudah jadi inspirasiku untuk jalan-jalan..

  • Ibadah Mimpi
    January 29, 2019 4:27 pm

    Mbak, saya selalu nungguin cerita-cerita perjalanan baru mbak. Saya berharap mbak masih tetap bugar buat ngubrak abrik dunia ini. hahahaha

  • Didy
    January 30, 2019 5:53 am

    Waaah Mbak T suka banget baca ini, tampilan blognya juga super kecee… Sekalinya mampir blog udah menawan Gini ?

  • Murni
    January 30, 2019 2:05 pm

    The design of your new blog is fresh, but doubtfully mature, which really doesn’t matter. I have mixed feelings about parting with The Naked Traveler but one must move on and adapt, I guess. I’m always looking forward to what you do next, and in any chance you need a hand, you know where to find me. Online! Muahahaha…
    Congrats in the new adventures, can’t wait to keep on reading your stories.

  • Lisa
    February 2, 2019 5:32 pm

    Hiks kenapa buku TNT hrs tamat..pdhl walau menunggu bbrp tahun utk TNT 9 kami akan setia menunggu hehe..ga bisa berpisah dgn kisah2 kelucuan dan keseruan mb T di berbagai negara..apalagi mb T masih terus travelling kan ?

  • firafirdaus
    February 4, 2019 12:57 pm

    Selain mbak sebagai penulis, pembaca juga sebenarnya juga sudah nyaman sekali dengan tulisan mbak T yang bergenre non-fiksi travel. Tapi kalau memang mbak mau coba ya kami tetap tunggu 😀

    Terima kasih sudah mau menerbitkan buku selama ini mbak, meskipun seri TNT berakhir, saya senang mbak masih mau terus menulis di blog-padahal travel blogger sekelas mbak T rasanya kelasnya udah diatas sekali, memang sudah cocok jadi konsultan dan penyedia trip mewah. Saya akan terus tunggu terus tulisan terbarunya mbak. Semangat!!! 🙂

    Semoga saya bisa bertemu Mbak T di kemudian hari. Saya tinggal di kota kecil di Provinsi Bengkulu. Kalau mbak mau jalan-jalan ke Pulau Enggano, mungkin bisa hubungi saya 😉

  • Hendi Setiyanto
    February 5, 2019 5:49 pm

    memang seiring tren dan perkembangan zaman terkadang dituntut juga misal bikin vlog tapi balik lagi dengan karakter masing2 orang. kan ga lucu kalau gayanya dibuat2 seperti seorang vlogger sementara hati berontak karena ga pede dll. tetap menulis dan tetap menginspirasi mbak Trinity. bagaimanapun juga mbak ini kan piooner travel blogger di Indonesia hehehe

  • Fr
    February 6, 2019 3:41 pm

    Semangat terus motivator

  • MomJJ
    February 18, 2019 4:48 pm

    I’m sorry baru mampir lagi and senangnya uda ada bbrp new stories… all the best ka and cant wait for your next book

  • Martha
    February 28, 2019 1:05 pm

    Nulis buku komedi aja, mbak. Kan gaya bercerita Mbak kocak-kocak ringan. aku jadi sedih pas mbak nulis It’s not goodbye

  • Taryono
    March 5, 2019 9:02 pm

    Teruslah menginspirasi mbak Trinity

  • Hafid Zulrizal
    March 8, 2019 3:30 am

    Semoga mbak Trinity membuka hati untuk mengikuti pesan Yesus Alaihisalam yang termaktub dalam kitab suci, untuk mengikuti ajaran penerus nya, Ahmad SAW. Aamiin

  • Teddy
    March 8, 2019 8:43 pm

    Mbak Trinity, Dimana saya bisa membaca buku the naked traveller mulai dari buku pertama? apakah tersedia semua di Play Store?

  • cindai2006
    March 12, 2019 12:37 pm

    Mba T, kalau gak mau vlogging, mungkin bisa pertimbangkan untuk bikin podcast, sekarang mulai in banget, bahkan kata garyvee, podcast bakalan rame ke depannya. So isinya tetap non fiksi, cerita pengalaman, berikut tips2nya, sambil mempromosikan adventure luxury trip nya mba T, pasti seru banget. Saya termasuk sering dengerin podcast di spotify kalau lagi di jalan atau kalau lagi nyetir sendirian di mobil. Sukses terus, GBU

  • shaditravelling
    March 24, 2019 5:14 pm

    Geli ngebayangin jadi vloger…. like kaka, subscribe kaka :p

  • Gogo Mangunsong
    April 15, 2019 10:17 pm

    Blognya makin fresh yang mbak…
    Aku suka bagian bagaimana cara mengajari perusahaan agar lebih menghargai blogger, jangan cuma mau barteran aja… Hehhee, tetap sukses mbak. Btw, kapan jalan-jalan lagi ke Medan?

  • Toko Ku
    April 20, 2019 2:51 pm

    mbak T cantik sekali pakai baju gitu dan dandan, sering-sering hehe.
    btw mbak T pernah ziarah camino de santiago belum yah, saya belum baca buku ke8 apa ada di buku ke8? atau memang belum?

  • Ilmi Mufita
    April 25, 2019 10:27 am

    Mbak T sudah pernah ke Antartica? mana ceritanya mba? omg pasti seru tuuuhhh

  • MOM
    May 25, 2019 11:18 am

    Blocknya keren kk,,semoga sukse selaluh kedepannya

    kebutuhan Produk organik kunjungi web kami
    http://www.miniorganicmart.com

  • Herry
    June 15, 2019 5:07 pm

    If you wanto to go far, go together. Take more people, make more crew, start with one. Make a company

  • Anonymous
    June 23, 2019 1:29 pm

    Tetap semangat kakak ?

  • Anonymous
    June 23, 2019 1:30 pm

    Tetap semangat kakak ?

Leave a Reply

Leave a Reply to MomJJ Cancel reply