The Naked Traveler

Paspor dulu dan sekarang

Terus terang baru kali ini saya ngurus paspor sendiri. Dulu paspor pertama saya pas SMA diurusin emak. Nggak usah tanya tahun berapa, ntar ketauan umur saya. Hehe! Yang jelas saya inget banget untuk cap jari, kesepuluh jari harus blepetan tinta untuk dicap-cap di selembar karton. Begitu jadi, foto paspornya masih hitam putih yang ditempel pake lem di paspor. Data identitasnya masih ditulis pake tinta rotring dengan huruf miring. Pada bagian jenis kelamin, ada bekas penghapus karena tadinya ditulis “male” karena foto saya tomboy abis jadi disangka laki. Lucunya, pada halaman selanjutnya ada tulisan “Paspor ini berlaku untuk seluruh negara kecuali Israel”.

Selanjutnya saya selalu mengurus paspor via travel agent karena dulu saya sama sekali nggak ngerti gimana cara ngurus paspor sendiri. Lagipula sebagai mbak-mbak kantoran, kabur sebentar ke Imigrasi aja susah bener. Taunya tinggal bayar sekitar Rp 750 ribu, paspor jadi 3 hari bahkan pernah jadi sehari. Saya cuma datang untuk foto. Itupun pake dianter sama si tukang urusnya nyelinep-nyelinep ke dalam ruang kantor Imigrasi. Saya masih lihat duit-duit sogokan bertebaran di setiap meja pengurusan. Kemajuannya, awalnya foto paspor berwarna tapi masih ditempel dan masih pake tulisan tangan, lama-lama tulisan dan foto sudah digital.

Read the rest of this entry »

Phi Phi setelah tsunami

Maya Bay (photo by TAT)

Maya Bay (photo by TAT)

Pertama kali saya ke Phi Phi Islands tahun 2002 atau dua tahun setelah nonton film The Beach yang dibintangi Leonardo DiCaprio. Sekedar info, film itu disutradai oleh Danny Boyle, pemenang Oscar untuk film Slumdog Millionare. Tak disangka tsunami turut menghancurkan Phi Phi di akhir tahun 2004. Lebih tak disangka lagi saya bisa ke sana untuk kedua kalinya di tahun 2010.

Phi Phi adalah kepulauan di Laut Andaman, selatan Thailand. Koh Phi Phi Don (koh = pulau) adalah pulau terbesarnya dimana terdapat perumahaan penduduk dan area komersial. Kalau mau menginap ya di sana. Tapi kalau mau ke Maya Bay – tempat lokasinya The Beach, harus naik kapal lagi ke pulau sebelahnya bernama Koh Phi Phi Leh yang tidak berpenghuni. Ada lagi Bida Nok, Bida Noi, Monkey Island yang biasanya dilewati ketika ambil trip ke Phi Phi Leh. Cara mencapainya, tinggal naik kapal dari Krabi atau Phuket selama sekitar 1,5 jam. Sekarang malah sudah ada direct flight Jakarta-Phuket.

Read the rest of this entry »

Jalan-jalan kok berantem?

Seumur hidup kalau saya jalan-jalan bareng teman-teman, tidak pernah berantem. Makanya saya heran ketika beberapa orang curhat kepada saya bahwa mereka berantem dengan teman-teman (dekat) sendiri saat jalan bareng. Ada yang sampai nangis-nangis, ngambek-ngambekan, malah jadi musuhan sampe tidak saling ngomong. Ih, ngeri banget sih? Makanya saya merasa perlu untuk menuliskan tips jalan bareng teman yang nggak pake berantem.

Pertama, baca dulu syarat mencari teman jalan di sini. Pemilihan teman jalan itu sangat penting. Jangan hanya karena malas jalan sendiri Anda jadi sembarangan cari teman jalan. Percayalah, teman jalan yang salah bisa bikin bete berkali lipat dibanding jalan sendiri. Saya aja hanya mau jalan dengan sahabat-sahabat jalan saya yang sudah saya kenal belasan tahun – yang kalau sahabat saya ‘kumat’, saya cuma ngetawain aja. Kalau pun dapat teman jalan, sadarilah bahwa tidak semua teman enak diajak jalan bareng. Dan tanamkan ini: karena jalan-jalan itu melelahkan, maka fisik dan mental jadi kacau sehingga mudah naik darah.

Read the rest of this entry »

Behind the Scene: Archipelago Metro TV

Betapa bahagianya saya ketika ditelepon Prita Laura, produser dan presenter acara jalan-jalan bertajuk Archipelago di Metro TV, yang pengen ngajak saya jadi bintang tamu. Surprise, ternyata mereka cuek menerima saya meski gendut dan jauh dari imej presenter TV yang formal dan selalu cantik. Sebenarnya undangan sudah lama saya terima, tapi karena kesibukan masing-masing pihak maka baru kesampaian awal Maret 2010 lalu. Yang bikin saya tambah semangat karena lokasi syutingnya adalah di Sumba. Kalau sudah pernah baca buku TNT1, saya pernah nyebut kalau saya pengen banget ke Sumba gara-gara filmnya Garin. Dan keinginan itu tercapai juga! Dibayarin full lagi! Yihaa!

Sebelum berangkat, saya meeting dulu dengan Prita dan tim produksi Archipelago di kantor Metro TV. Karena konsep Archipelago kali ini adalah Journey with Naked Traveler, makanya dibuat tanpa script dan berjalan apa adanya. Saya juga disuruh pake baju yang seperti biasa saya jalan aja, tapi nggak boleh pake pakaian dengan merk besar bertengger atau kaos sponsor apapun. Kalo ada adegan berenang, saya dilarang pake bikini. Hihihi! Saya juga di-brief tentang istilah-istilah syuting, seperti on cam (artinya muka menghadap kamera) dan camera rolling (kamera berputar begitu saja mengikuti kejadian yang berlangsung). Saya disuruh riset tentang Sumba supaya tahu mau ke mana aja. Sialnya, info tentang Sumba minim banget. Transportasi lokal, peta, harga, semua nggak ada infonya. Akhirnya kami cuma bermodal booking Hotel Monalisa di Waikabubak dan berharap dapat informasi dari Pak Hengki, pemiliknya. Masalah ntar di sananya ngapain, ya go show aja. Gue banget! :)

Read the rest of this entry »

[Adv] My Travel Gadget

Tiga tahun belakangan ini, saya semakin sering melihat para pelancong dunia yang membawa komputer sendiri. Maksudnya, laptop atau netbook. Dulu orang yang bawa-bawa komputer hanyalah para pelaku bisnis, sekarang backpacker pun bawa. Dulu hostel yang menyediakan warnet paling dicari orang, sekarang hostel yang memiliki free wifi paling diminati – apalagi kalau ada free wifi di tiap kamar. Di café atau restoran pun berlomba-lomba menyediakan free wifi.

Sebelum boarding di bandara luar negeri, sering para penumpang disuruh membuka tas dan memisahkan komputernya untuk di-scan di X-Ray. Sejak itulah rasa gengsi akan komputer timbul. Rasanya malu juga kalau punya laptop yang modelnya rikiplik, gede, tebel dan merk tidak terkenal. Rupanya perasaan itu juga dimiliki oleh penumpang lain karena saya suka nguping komentar mereka melihat komputer orang lain. Bahkan kalo ada model bagus yang jarang di pasaran, tak jarang ditanyai “What is your notebook?”.

Read the rest of this entry »