The Naked Traveler

[Adv] Serunya main di Legoland Malaysia!

Legoland Hotel

Waktu masih kecil, saya suka main Lego. Sebenarnya sih punya abang saya, tapi kan suka ikut-ikutan main. Itu semacam batu bata pipih terbuat dari plastik kecil berjendol yang dibangun untuk membentuk sesuatu, seperti rumah, mobil, robot, dan lain lain. Tau nggak, mainan edukatif yang mendunia ini berasal dari Denmark sejak 1949! Setelah setua gini dan udah nggak main Lego, saya baru tahu bahwa ada Legoland Malaysia Resort yang dekat, yaitu di Johor Bahru, Malaysia – hanya 2 jam terbang direct naik Air Asia dari Jakarta! Harus saya akui, Malaysia memang oke banget bisa buka Legoland pertama di Asia, setelah ada di Denmark, AS, Inggris, dan Jerman.

Read the rest of this entry »

Indonesia di mata orang Amerika Selatan

Ini prekuel dari blogpost sebelumnya.

Setiap saya traveling ke luar negeri, saya selalu penasaran apakah orang tahu tentang Indonesia. Negara-negara yang letaknya dekat dengan Indonesia pasti tahu, terutama sesama Asia dan orang asal Australia. Orang dari negara-negara Eropa paling tahu tentang Indonesia, karena budaya travel di sana memang mendarah daging sehingga tidak sedikit dari mereka yang sudah pernah ke Indonesia.

Sepanjang pengalaman saya, orang dari Amerika Utara sedikit yang tahu Indonesia, bahkan pengertiannya sering ngaco. “Indonesia yang dekat sama Bali!” atau “Saya tahu Indonesia, itu dekat Maladewa kan?” atau “Oh, saya pernah ke Jepang. Dekat kan?” Itu baru soal lokasi. Belum lagi cap yang ditempel sebagai “negara teroris” yang sungguh sangat mengganggu.

Bagaimana dengan orang dari benua Afrika dan Amerika Selatan? Karena letak kedua benua ini paling jauh dari Indonesia, rupanya satu sama lain merasa tidak penting. Ketika saya berada di Namibia atau di Ekuador dan mengatakan saya berasal dari Indonesia, sebagian orang sana akan mengernyitkan dahi sambil berkata (atau dengan nada bertanya), “Huh? Indonesia?”. Reaksinya mungkin akan sama seperti saya ketika bertemu orang yang berasal dari Angola atau Guyana. Selanjutnya akan berkomentar, “Wah, jauh banget!” – karena cuma itu yang mereka tahu. Jauh. Entah di mana.

Read the rest of this entry »

Where are you from?

Indonesia in the world map (newbali.info)

“Where are you from?” is such a common question when you travel. It is also my favorite question to ask fellow travelers just to prove my guess is right by observing their languages or physical features. But when it comes to asking where I’m from, it becomes a lot more exciting.

Most Indonesians don’t travel. Most Indonesians who travel do so in tour groups. Most Indonesians who travel in a tour group will almost always go to Asia, Australia, USA or Europe. What about an Indonesian woman traveling in Latin America? 99% of the people I met said, “Wow, you are the first Indonesian I met in my whole life!” This is said not only by the locals, but also by the fellow travelers – mostly Europeans.

Read the rest of this entry »

My 1 year RTW trip in 1 minute video

Kalau umumnya orang Indonesia jalan-jalan selama seminggu, Trinity jalan-jalan selama satu tahun penuh! Ia telah mencapai lebih dari 144.577 km dan berkunjung ke 22 negara di dunia. Bermula dari Rusia, naik kereta api ke negara-negara di Nordik dan Eropa Timur, lalu terbang ke Brazil dan naik bus umum keliling benua Amerika Selatan sampai Kolombia, lanjut ke negara-negara di Kepulauan Karibia, sampai ke Amerika Serikat.

Ia mengunjungi Red Square di Moskow, naik kapal laut penuh pemabuk dari Swedia ke Estonia, ngopi di negara baru bernama Republik Uzupis, menangis di kamp konsentrasi Nazi di Auschwitz, menginap di penjara tua di Ljulbljana. Juga mendaki kota Inca yang hilang di Machu Picchu, berjemur bersama ratusan singa laut di pantai Galapagos, berenang bersama ikan piranha di Sungai Amazon, naik kapal feri menyusuri fjords di Patagonia, menyusup ke pusat kartel narkoba di Medellin, menonton pertandingan sepak bola di Sao Paolo, keliling Kuba naik mobil kuno buatan tahun 1950an, menapaki jejak Bob Marley dan musik reggae-nya di Jamaika, sampai menyelam di gua anker peninggalan suku Maya.

Selama setahun itu, Trinity memvideokan perjalanannya. Stok videonya masih banyak! Semua dalam kualitas HD, di-shoot dengan menggunakan camcorder, berkonsep unscripted - bakal keren untuk dijadikan tayangan acara travel.
Jika ada perusahaan yang berminat, silakan menghubungi: naked at traveler at gmail dot com.

 

My gadgets for #TNTrtw

Ultrabook Acer, Kamera Lumix, Hape S3, Camcorder Panasonic

Jalan-jalan setahun keliling dunia (#TNTrtw) wajib memikirkan masak-masak bawa gadget apa aja. Masalahnya, hidup literally di jalan dengan modal satu tas berarti nggak boleh bawa barang yang berat. Padahal masih harus bawa lagi charger, power bank, plug adaptor, colokan T.
Berikut gadget yang saya bawa:

[1] Tablet atau Laptop?
Awalnya sempat bimbang, mending bawa tablet atau laptop. Tablet memang sangat praktis dan ringan, tapi buat ngetik nggak nyaman. Kalau dipakein keyboard tambahan, ya sama aja tebelnya. Lalu saya pikir, selama #TNTrtw ini saya traveling sembari kerja menulis, baik untuk blog maupun jadi kontributor di majalah. Oleh karena itu fungsinya lebih banyak ke kerja, bukan untuk entertainment, maka saya memutuskan untuk bawa laptop. Saya bawa Ultrabook merk Acer Aspire S3 karena saat itu merupakan laptop tertipis (13.3 mm) dan ringan (kurang dari 1,4 kg) – penting banget supaya nggak pegel kalo dibawa-bawa setahun. Layar yang gedenya 13.3” dan keyboard-nya luas bikin mata dan jari-jari nyaman kalau kerja, seperti kondisi biasa di rumah.

Read the rest of this entry »