The Naked Traveler

Panduan berobat ke Penang

Penang Adventist Hospital

Pulang dari #TNTrtw, ibu saya sakit parah. Sudah berobat ke tiga RS terkenal di Jakarta, bahkan sampai diopname 2 minggu, namun ibu saya tidak juga sembuh. Atas rekomendasi saudara dan teman, akhirnya kami pergi ke Penang, Malaysia, untuk check up. Penang dipilih karena memang terkenal sebagai medical tourism-nya. Selain kota yang tidak begitu besar, biaya hidupnya pun terjangkau, juga lokasinya tidak terlalu jauh dari Jakarta. Dibanding berobat ke Singapura, Malaysia masih lebih murah.

Singkat cerita, hari pertama bertemu dokter dan dites, ternyata ibu saya divonis kanker lambung stadium empat. Keesokan harinya langsung dioperasi, dan setiap tiga minggu kami ke Penang untuk chemo therapy. Oleh karena itu saya minta maaf karena proses menulis buku #TNT5 jadi terbengkalai. Puji Tuhan, 7 Mei 2014 kemarin ibu saya dinyatakan selesai chemo-nya karena perkembangan kesembuhannya semakin baik. Paling tidak, ibu saya mendapatkan better quality of life.

Karena banyak yang bertanya kepada saya soal pengobatan ke Penang, saya ingin berbagi informasi kepada Anda yang mengalami hal yang sama: pasien yang sama-sama merasa tidak lebih baik meski telah berobat di RS di Indonesia. Bahkan saya sempat bertemu dengan beberapa pembaca saya di Penang atas anjuran saya dan orang tua mereka pun sembuh. Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada para dokter dan RS di Indonesia, berikut panduannya. Perlu diketahui, sama sekali saya tidak dibayar untuk mempromosikan ini, jadi tolong jangan curiga.

(more…)

Read more

[Adv] Serunya main di Legoland Malaysia!

Legoland Hotel

Waktu masih kecil, saya suka main Lego. Sebenarnya sih punya abang saya, tapi kan suka ikut-ikutan main. Itu semacam batu bata pipih terbuat dari plastik kecil berjendol yang dibangun untuk membentuk sesuatu, seperti rumah, mobil, robot, dan lain lain. Tau nggak, mainan edukatif yang mendunia ini berasal dari Denmark sejak 1949! Setelah setua gini dan udah nggak main Lego, saya baru tahu bahwa ada Legoland Malaysia Resort yang dekat, yaitu di Johor Bahru, Malaysia – hanya 2 jam terbang direct naik Air Asia dari Jakarta! Harus saya akui, Malaysia memang oke banget bisa buka Legoland pertama di Asia, setelah ada di Denmark, AS, Inggris, dan Jerman.

(more…)

Read more

Where are you from?

Indonesia in the world map (newbali.info)

“Where are you from?” is such a common question when you travel. It is also my favorite question to ask fellow travelers just to prove my guess is right by observing their languages or physical features. But when it comes to asking where I’m from, it becomes a lot more exciting.

Most Indonesians don’t travel. Most Indonesians who travel do so in tour groups. Most Indonesians who travel in a tour group will almost always go to Asia, Australia, USA or Europe. What about an Indonesian woman traveling in Latin America? 99% of the people I met said, “Wow, you are the first Indonesian I met in my whole life!” This is said not only by the locals, but also by the fellow travelers – mostly Europeans.

(more…)

Read more

My 1 year RTW trip in 1 minute video

Kalau umumnya orang Indonesia jalan-jalan selama seminggu, Trinity jalan-jalan selama satu tahun penuh! Ia telah mencapai lebih dari 144.577 km dan berkunjung ke 22 negara di dunia. Bermula dari Rusia, naik kereta api ke negara-negara di Nordik dan Eropa Timur, lalu terbang ke Brazil dan naik bus umum keliling benua Amerika Selatan sampai Kolombia, lanjut ke negara-negara di Kepulauan Karibia, sampai ke Amerika Serikat.

Ia mengunjungi Red Square di Moskow, naik kapal laut penuh pemabuk dari Swedia ke Estonia, ngopi di negara baru bernama Republik Uzupis, menangis di kamp konsentrasi Nazi di Auschwitz, menginap di penjara tua di Ljulbljana. Juga mendaki kota Inca yang hilang di Machu Picchu, berjemur bersama ratusan singa laut di pantai Galapagos, berenang bersama ikan piranha di Sungai Amazon, naik kapal feri menyusuri fjords di Patagonia, menyusup ke pusat kartel narkoba di Medellin, menonton pertandingan sepak bola di Sao Paolo, keliling Kuba naik mobil kuno buatan tahun 1950an, menapaki jejak Bob Marley dan musik reggae-nya di Jamaika, sampai menyelam di gua anker peninggalan suku Maya.

Selama setahun itu, Trinity memvideokan perjalanannya. Stok videonya masih banyak! Semua dalam kualitas HD, di-shoot dengan menggunakan camcorder, berkonsep unscripted - bakal keren untuk dijadikan tayangan acara travel.
Jika ada perusahaan yang berminat, silakan menghubungi: naked at traveler at gmail dot com.

 

Read more

My gadgets for #TNTrtw

Ultrabook Acer, Kamera Lumix, Hape S3, Camcorder Panasonic

Jalan-jalan setahun keliling dunia (#TNTrtw) wajib memikirkan masak-masak bawa gadget apa aja. Masalahnya, hidup literally di jalan dengan modal satu tas berarti nggak boleh bawa barang yang berat. Padahal masih harus bawa lagi charger, power bank, plug adaptor, colokan T.
Berikut gadget yang saya bawa:

[1] Tablet atau Laptop?
Awalnya sempat bimbang, mending bawa tablet atau laptop. Tablet memang sangat praktis dan ringan, tapi buat ngetik nggak nyaman. Kalau dipakein keyboard tambahan, ya sama aja tebelnya. Lalu saya pikir, selama #TNTrtw ini saya traveling sembari kerja menulis, baik untuk blog maupun jadi kontributor di majalah. Oleh karena itu fungsinya lebih banyak ke kerja, bukan untuk entertainment, maka saya memutuskan untuk bawa laptop. Saya bawa Ultrabook merk Acer Aspire S3 karena saat itu merupakan laptop tertipis (13.3 mm) dan ringan (kurang dari 1,4 kg) – penting banget supaya nggak pegel kalo dibawa-bawa setahun. Layar yang gedenya 13.3” dan keyboard-nya luas bikin mata dan jari-jari nyaman kalau kerja, seperti kondisi biasa di rumah.

(more…)

Read more