Search Results for:

[ADV] Cara mudah belanja liburan

Traveling lagi hits banget! Sejak ada budget airlines, orang jadi lebih mudah bepergian. Jaringan hotel internasional pun mulai buka hotel versi budget. Blog dan komunitas khusus jalan-jalan tumbuh subur. (Saya boleh berbangga) sejak ada buku The Naked Traveler, terbitlah buku-buku perjalanan lainnya. Meskipun demikian, masih banyak orang yang tidak tahu bagaimana merencanakan liburan, mulai dari booking pesawat, sampai mencari penginapan dan tur. Setiap hari saya menerima banyak e-mail yang bertanya “di sana nginepnya di mana ya?” atau “ngapain aja ya enaknya?”. Bagi sebagian orang, ada yang malas repot cari-cari hotel dan tur – maunya semua sudah terencana dengan baik.

26 Mei 2010 lalu, AirAsiaGo.com resmi diluncurkan. Ia adalah one-stop online travel portal, artinya situs online untuk pemesanan pesawat, hotel, tur, aktivitas, sampai antar-jemput dari-ke bandara. Sebenarnya 5 tahun yang lalu sudah ada dengan nama GoHoliday, tapi sekarang telah diperbaharui sehingga lebih lengkap dan user-friendly. Jumlah hotelnya aja lebih dari 70.000 dan bukan hanya di kota-kota yang dilayani Air Asia saja. Ditambah lagi 5.000 tur dan aktivitas yang bisa dipilih bersamaan dengan booking. Bila travel agent menawarkan paket-paket liburan yang sudah ditentukan oleh mereka, sekarang kita bisa bikin paket sendiri. Yah preferensi orang terhadap liburan kan beda-beda, apalagi budget-nya. Peluang itulah yang dimanfaatkan grup Air Asia. Setelah AirAsia.com dan TuneHotels.com sukses merubah cara orang berlibur, maka AirAsiaGo.com akan merubah pengalaman liburan. Tony Fernandes, CEO Air Asia, memang brilian!

(more…)

Read more

Duo Hippo Dinamis

Peluncuran graphic travelogue pertama di Indonesia
“Duo Hippo Dinamis | Tersesat di Byzantium” 

It’s more than just a comic, it’s a graphic travelogue!

Graphic travelogue pertama di Indonesia berjudul “Duo Hippo Dinamis: Tersesat di Byzantium” akan diluncurkan pada 22 Mei 2010 jam 16.00 WIB di Level One – East Mall, Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta. Terinspirasi dari buku bestseller “The Naked Traveler”, kali ini perjalanan seru Trinity bersama sahabatnya Erastiany di Turki tidak hanya dituliskan melalui kata-kata namun digambar dengan detail oleh Sheila Rooswitha.

Graphic travelogue adalah catatan perjalanan yang disajikan dalam bentuk cerita-gambar sehingga membuat pesan si penutur cerita mengenai esensi perjalanan yang dialaminya tersampaikan secara hidup dan ekspresif. “Dengan graphic travelogue, sensasi pembaca dalam mencicipi pengalaman tersebut memperoleh stimulasi lebih,” jelas Rony Amdani, CEO Curhat Anak Bangsa, yang merupakan produser Duo Hippo Dinamis.

Duo Hippo Dinamis adalah duet tokoh anti-hero, bernama KK dan DD. Mereka adalah dua perempuan gembul yang doyan berenang dan jalan-jalan. Di episode Tersesat di Byzantium ini, KK dan DD melakukan perjalanan impulsif ke Turki, yang penuh dengan berbagai insiden tak terduga, yang membutuhkan nyali petualang, semangat nekad dan humor yang tinggi untuk melaluinya. Menikmati bangunan bersejarah yang terawat baik, mencoba mandi ala Turki dan bermalam di kereta berkabin hanyalah segelintir peristiwa seru dari graphic travelogue ini. Perjalanan KK dan DD menjadi semakin tak tentu arah ketika terjadi pertemuan antara mereka dengan seorang pria lokal yang ganteng namun hidupnya seperti selalu di ambang kriminalitas.

Duo Hippo Dinamis diterbitkan bersama oleh B-First (PT Bentang Pustaka) dan CAB (Curhat Anak Bangsa). Tentang penerbitan graphic travelogue ini, Salman Faridi, CEO Bentang Pustaka, menjelaskan, “Bukan lagi wacana bahwa komik lokal bertanding dengan komik impor. Teknik menggambar adalah masalah selera, tapi dengan cara penyampaian dan content yang bagus maka itulah kunci kesuksesan buku cerita bergambar. Dengan maraknya buku perjalanan di Indonesia, Duo Hippo Dinamis merupakan sebuah terobosan yang memenuhi kriteria tersebut.” Selain episode bertajuk Tersesat di Byzantium, rencananya Duo Hippo Dinamis akan diterbitkan dalam beberapa episode.

Tentang Penulis

Trinity – Profesinya adalah fulltime traveler & freelance writer. Bergelar Sarjana Komunikasi dari Universitas Diponegoro dan Master in Management dari Asian Institute of Management di Filipina. Kesuksesan blog naked-traveler.com dan buku “The Naked Traveler 1 & 2” membuatnya menjadi orang yang paling bikin sirik sejuta umat akibat perjalanannya menjelajah dunia.
Erastiany – Profesinya pekerja serabutan tapi apapun bisa dia lakukan dan selalu beres – dapat bayaran adalah bonus. Bergelar Sarjana Sastra dari Universitas Indonesia dan pernah sekolah tinggi lainnya di Amerika.
Sheila Rooswita  – Memulai karirnya sebagai ilustrator dan storyboard artist, saat ini profesi utama adalah ibu rumah tangga beranak satu. Lulusan FSRD Universitas Trisakti ini telah menerbitkan buku komik “Lovely Luna” dan graphic diary laris berjudul “Cerita si Lala”.

Informasi Buku

Judul: Duo Hippo Dinamis: Tersesat di Byzantium
Penulis: Trinity, Erastiany, dan Sheila Rooswitha
Penyunting: Ikhdah Henny
ISBN: 978-602-8864-01-5
Penerbit: B-First (PT Bentang Pustaka)
Jumlah halaman: vi + 130
Harga: Rp 39.000,-

Buku dapat dibeli pada saat launching dengan jumlah terbatas. Jadi buruan datang yaa?
Tersedia di toko-toko buku seluruh Indonesia secara bertahap mulai Juni 2010.
Masih penasaran kayak apa bentuk buku ini? Klik aja ini.
FYI, ini bukan buku “The Naked Traveler 3″.

Read more

Ke(tidak)rajinan tangan khas Swedia

by Sara Respati*

Kerajinan tangan Swedia seharga hampir Rp 1,5 juta!

Di sela-sela kesibukan saya sebagai mahasiswa di kota kecil bernama Norrköping di Swedia (yang tahun ini punya winter maha dasyat, sempat minus 30°C!), saya sempatkan untuk mengikuti acara yang diadakan oleh AIV (Association of International Visitor). AIV adalah sebuah organisasi untuk para mahasiswa internasional agar bisa lebih mengenal Swedia. Saya dan teman membeli tiket untuk event Swedish Handricaft, harga tiketnya 30 SEK atau Rp 39.000. Event itu diselenggarakan di sebuah kota bernama Linköping, kira-kira satu jam dari tempat saya tinggal.

Dengan tiket harga segitu, termasuk gratis mengikuti pelatihan membuat kerajinan khas Swedia yang bisa dibawa pulang setelah jadi. Asik nih, dapat pengetahuan baru. Setelah memasuki ruangan dan berkumpul dengan para exchange student yang lain, saya terkejut melihat meja kerja utama. Lah, kok cuma ada kayu dan kawat doang? Ternyata yang disebut kerajinan khas Swedia adalah membuat love dari kayu dan kawat yang diplintir-plintir terus dikasih manik-manik! Yaelah, gitu doang! Saya dan teman langsung misuh-misuh dalam bahasa Indonesia, mumpung tidak ada yang ngerti. Kalau dibandingin pas jaman saya SD di Samarinda, saya sudah membuat baju dari manik-manik yang jadi baju adat Kalimantan Timur atau bikin kotak pensil yang jauh lebih rumit dari sekedar kawat-kawat yang gitu doang. Walaupun saya bukan seniman, tapi saya juga bukan orang yang ”gagap seni”. Terpaksalah kami menjalani acara memotong kayu dan memlintir kawat itu. Langsung dong saya kelar pertama kali! Orang Indonesia gitu loh!

(more…)

Read more

Wartawan Norak Pertama Kali ke Luar Negeri

by Mayawati Nurhalim*

Rosamund Kwan & Andy Lau

Tahun 1994, saya pertama kali ke luar negeri ke Singapura (tentu saja!). Bahkan pertama kali naik pesawat terbang. Saat itu saya bekerja sebagai wartawan di salah satu tabloid hiburan di Jakarta. Saking kepengennya ke luar negeri, tanpa ada penugasan dari kantor, dengan uang sendiri tentunya, saya dan seorang sejawat berangkat ke Singapura untuk meliput konser Andy Lau. Maklum, lagi semangat-semangatnya (kalau tidak mau dibilang lagi norak-noraknya) melakoni kerja sebagai jurnalis yang belum genap setahun. Apalagi Andy Lau kala itu adalah aktor dan penyanyi Hong Kong paling ngetop. Wajah ganteng, suara merdu, dan akting yahud di film bikin cewek klepek-klepek. Serialnya yang paling booming di Indonesia tahun 90-an adalah The Return of The Condor Heroes. Dia berperan sebagai Yoko.

Tiba di Bandara Changi yang megah dan modern, kami bak orang kampung yang baru masuk kota. Terkagum-kagum berat. Tentu saja kami tak mau melewatkan kesempatan untuk berkeliling mengeksplor sudut bandara dan berfoto-ria. Usai melakukan tur singkat di bandara, dengan menggeret koper, kami pun ke luar buat menyetop taksi. Kok ya beberapa kali melambai pada taksi yang lewat, dicuekin, padahal jelas-jelas lampu di atap taksi menyala yang menandakan taksi kosong. Apa yang salah ya? Akhirnya ada satu taksi yang mau juga berhenti. Di dalam taksi, si supir buka suara. “Kok aneh ya kalian baru datang, dengan koper, tapi nyetop taksinya di terminal keberangkatan?”. Sialan, ketauan deh kami kampungan!

(more…)

Read more

Penumpang Haram

by TJ*

Sebagian orang cukup kreatif menyiasati agar bisa mengirit biaya perjalanan. Kreatifitas itu bisa jadi melanggar hukum seperti menjadi penumpang haram yang tidak bayar tiket, layaknya pengalaman saya. Jangan ditiru ya?

Transportasi paling mak nyus di negeri ini adalah nebeng pesawat Herkules TNI. Penerbangan gratis, kita cuma bayar airport tax Bandara Militer Halim PK sebesar sepuluh ribu rupiah saja. Tidak ada pungli, seratus persen halal, tapi memang tidak semua orang bisa menikmatinya karena secara prosedur resmi pesawat dinas hanya diperuntukkan bagi anggota TNI dan keluarganya. Kebetulan saya punya sepupu Kapten Pilot TNI AU yang bisa menguruskan surat ijin kalau saya mau nebeng. Sayang sekali rentetan kecelakaan pesawat militer yang terjadi akhir-akhir ini membuat TNI menetapkan aturan ketat: hanya anggota TNI yang ditugaskan yang bisa masuk ke pesawat.

Menjadi penumpang haram yang paling mudah adalah di bus malam. Di tempat tertentu ada pengawas yang bertugas menghitung daftar penumpang, kalau semua cocok maka beres. Penumpang haram biasanya naik setelah bus melewati pos pemeriksaan. Tempat duduknya? Kalau ada kursi kosong sih tidak masalah, tapi kalau bus penuh maka penumpang haram harus rela duduk di pojok dekat toilet, atau di mana saja yang berstatus kelas kambing.

(more…)

Read more