Search Results for:

TNT3 is banned!

Kabar sangat buruk!
Buku “The Naked Traveler 3” resmi dibredel (ditarik dari peredaran)!!!

Arrggghhh!!!

Setelah kejadian TNT1, ternyata masih juga TNT3 ikutan kena dibredel, padahal baru launching tanggal 7 Mei!
Alasannya masih sama: isinya terlalu vulgar!

Informasi yang bisa saya berikan saat ini sbb:
– Saya mendapat kabar pembredelan ini Rabu malam, 18 Mei 2011, dari pihak penerbit. Tentu saya marah dan sedih! :(
– TNT3 sampai saat ini baru dijual di toko buku di Jabodetabek tapi akan ditarik secara bertahap. Beberapa toko buku kabarnya masih ada yang jual, tapi sooner or later ya TNT3 akan ditarik juga.
– Setelah TNT3 ditarik dari peredaran, maka akan terbit “edisi revisi” dimana sebagian isi akan berbeda dengan “edisi original“.
– Lama pengerjaan revisi dan proses cetak diperkirakan sekitar 2 minggu, baru didistribusikan ke toko-toko buku seluruh Indonesia secara bertahap.
– TNT3 di kota-kota lain belum terdistribusi, jadi “edisi revisi” akan terjadi keterlambatan masuk di toko buku (terlambat 2 minggu dari jadwal awal yang telah dikabarkan sebelumnya).
– Namun, untuk meet & greet di Semarang dan Yogyakarta 22-23 Mei 2011 (info acara ada di blog ini di bagian atas kanan “Meet the Author”) akan diusahakan menjual TNT3 versi original.
– TNT3 edisi original tidak dijual di blog ini, maupun di mana pun.
– Sungguh ini bukan “strategi marketing” karena ribuan buku TNT3 edisi original sudah dicetak.
– Kalau masih ada yang ingin bertanya, silakan langsung menghubungi PT BENTANG PUSTAKA Jl. Pandega Padma No. 19 Yogyakarta 55284, Indonesia, Tel: +62-274-517373.

Terima kasih dan mohon maaf.

Sincerely,

/Trinity
(Korban Keledai yang jatuh ke lubang yang sama kedua kali)

Read more

FAQ “The Naked Traveler 3” (TNT3)

Kapan TNT3 beredar di toko buku?
Pertama dijual saat launching TNT3 pada 7 Mei 2011, lalu bisa didapatkan di Gramedia Grand Indonesia. Secara bertahap, beredar di toko-toko buku di Jabodetabek mulai minggu ke-2 Mei, di Pulau Jawa (Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dll) mulai minggu ke-3 Mei, di luar Pulau Jawa (Bali, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, dll) mulai minggu ke-4 Mei. Penjualan online sudah ada di bukukita.com, sedangkan di blog TNT mulai minggu ke-2 Mei.

Berapakah harga TNT3? Ada berapa halaman?
Rp 54.000. Ada 324+ halaman (lebih tebal daripada TNT1, lebih tipis daripada TNT2).

TNT3 jenis kertasnya seperti apa? Apakah sama seperti kertas TNT1 dan TNT2?
Jenis kertas TNT3 berbeda dengan TNT1 yang putih dan TNT2 yang kertas koran. Yang jelas, jenis kertasnya nyaman di mata dan bukunya ringan.

Mengapa cover TNT3 warnanya oranye?
Setelah TNT1 warna biru, TNT2 warna hijau, maka TNT3 jadi oranye setelah voting pembaca melalui Twitter dan Facebook. Nanti warna cover TNT4 juga begitu mekanismenya.
FYI, 500 pcs cetakan TNT3 pertama memang diburu-buru nyetaknya untuk dibawa pas launching, jadi warna cover oranyenya “turun”.  Selebihnya warna oranye itu akan lebih “ngejreng”.  Jadi, kalau Anda punya TNT3 yang warna oranye di cover-nya agak muda, berarti Anda boleh bangga karena menjadi pemilik pertama edisi orisinil! :)

(more…)

Read more

Launching buku “The Naked Traveler 3”

Cover TNT3

Setelah cialis canadian pharmacy kedua buku travel stories laris karangan Trinity berjudul “The Naked Traveler” yang berwarna biru (sekarang cetakan ke-17) dan “The Naked Traveler 2” yang berwarna hijau (sekarang cetakan ke-7), maka buku sekuel ketiganya berjudul “The Naked Traveler 3” (disingkat: TNT3) akan segera terbit!

Jadilah yang pertama pembaca buku TNT3 pada acara launching buku TNT3 yang akan diadakan;
Hari/Tanggal: Sabtu, 7 Mei 2011
Jam: 14.00 – 16.00 WIB
Tempat: Level One – East Mall, Grand Indonesia Shopping Town, Jl. MH. Thamrin, Jakarta
MC: Riyanni Djangkaru (presenter “Jejak Petualang” TV Trans7)
Acara: tanya-jawab, quiz berhadiah, book signing, foto bareng… Gratis!

Penjualan buku TNT3 (dengan jumlah terbatas) hanya dilakukan pada saat acara tersebut – belum tersedia di toko buku manapun. Jadi, siapa cepat, dia dapat + diskon 10%.

Keuntungan lain bila datang pas acara tersebut, bisa ketemu Trinity langsung, dapat tanda tangan, dan foto bareng loh! :) Di sana juga bisa beli buku “The Naked Traveler”, “The Naked Traveler 2”, graphic travelogueDuo Hippo Dinamis: Tersesat di Byzantium”, berlangganan majalah “Venture”, atau beli merchandise TNT.
Distribusi TNT3 akan meliputi seluruh toko buku di Indonesia secara bertahap. Jabodetabek pada minggu ke-2 Mei 2011, Jawa minggu ke-3, luar Jawa minggu ke-4, dst.

Penasaran? Datang langsung!

(more…)

Read more

I love you, Ninja!

Mas Ninja

Banyak yang salah kaprah terhadap ninja. Dulu saya tahu ninja dari film berjudul Teenage Mutant Ninja Turtles atau dibahasa-Indonesiakan menjadi Kura-Kura Ninja, disingkat KKN. Ada juga yang bilang ninja semacam gaya berantem dari Jepang, tokoh superhero, bahkan disangka kelompok pembunuh bayaran. Sepertinya gambaran tentang ninja banyak terpengaruh film-film Hollywood dan komik yang kebenarannya nggak jelas. Ninja digambarkan bisa terbang seperti Superman, berjalan di atas air, menyelinap di barisan musuh lalu membunuh jenderal.

Manfaat traveling salah satunya adalah menambah wawasan. Karena saya pergi ke Iga-Ryu Ninja Museum di Kota Iga, Mie Prefecture, Jepang, saya baru tahu kalau ninja itu sebenarnya adalah mata-mata (spionase) yang di-hire oleh kaum bangsawan di Jepang sejak abad ke-4. Jadi mereka semacam James Bond gitu. Ninja mengumpulkan intelijen, menganalisis kekuatan militernya, memikirkan cara untuk mengalahkan musuh, tapi justru tidak melawan musuh secara langsung. Mereka menurunkan kemampuan musuh untuk melawan. Adapun senjata mereka digunakan hanya untuk bela diri. Seni perang itulah yang disebut dengan ninjutsu. Orang yang praktek ninjutsu disebut dengan ninja. Jadi, ninja dan pedang itu hanyalah gambaran di film dan komik.

(more…)

Read more

Nikmatnya Perjalanan Dinas

by TJ*

Plengkung bersama Maya dkk

Kadang-kadang kita merasa iri terhadap orang seperti Trinity yang kerjanya jalan-jalan melulu. Pertanyaan yang muncul di dalam pikiran kita biasanya “Kok bisa ya? Kok punya duit ya?”. Jawaban yang paling mendasar tentunya karena setiap orang punya rejeki masing-masing.

Kalau memang rejeki, kita bisa bekerja sebagai orang yang memang profesinya sering harus melakukan perjalanan bisnis, misalnya marketing, auditor, atau wartawan. Tapi kembali lagi pada rejeki masing-masing, walaupun kita ditugaskan pergi ke luar kota, bisa jadi tenggat penyelesaian pekerjaan sangat ketat sehingga kita tidak sempat kemana-mana. Ada juga tuan rumah yang mengawal ketat tamu-tamunya, pagi dijemput, selesai kerja harus ramah-tamah basa-basi sampai malam, lalu diantar pulang ke hotel… lah, kapan jalan-jalannya coba? Selain itu tentu terkait dengan kepribadian kita, karena ada saja orang kurang berani jalan sendiri, bahkan bertugas ke luar negeri tapi yang diketahuinya cuma hotel dan lokasi kerja, ditambah convinience store di samping hotel tempat membeli makanan instant.

(more…)

Read more