The Naked Traveler

Best Getaways You’ll Love!

FYI, kutipan tulisan saya yang dimuat di Majalah SHAPE edisi Desember 2006…

Shape’s Best Getaways You’ll Love!

Apa rencana Anda untuk akhir tahun ini? Kebanyakan dari kita senang berkunjung ke Singapura atau Malaysia dan melewatkan pergantian tahun di sana. Kalau punya budget ekstra, Eropa atau Amerika akan jadi pilihan. Pepatah bilang, tak kenal maka tak sayang! Dengan budget yang lebih ekonomis, Anda bisa menikmati liburan tanpa harus melalui penerbangan selama belasan jam. Berikut ini adalah beberapa tempat liburan yang terbaik di dunia bagi Anda yang menyukai keindahan alam, tak bisa lepas dari pantai, peminat situs arkeologi, hobi berbelanja, bahkan maniak dugem!

The Best Scenery: Selandia Baru

Anda tentu masih ingat indahnya pemandangan alam di film Lord of The Rings, seperti dalam scene desa Hobbiton, Misty Mountains, Mount Doom, bukit Edoras, Mordor, Ford of Bruienen, dan Pillars of the Kings. Lokasi syuting film tersebut semuanya diambil di Selandia Baru. Bahkan, syuting film-film Bollywood pun sering mengambil lokasi di sana, meski orang tetap menyangka syutingnya di Swis karena ada latar belakang pegunungan saljunya. Negara yang sering dibilang lebih banyak jumlah domba daripada manusianya ini memang merupakan tempat yang cocok bagi mereka yang mencari ketenangan atau kedamaian.

How to enjoy your holiday: Cara terbaik menikmati keindahan negara ini adalah dengan berkendara mobil. Berbekal SIM Indonesia, Anda diperbolehkan menyewa mobil dengan berbagai tipe. Ajak dua-tiga teman agar biaya bisa ditanggung bersama dan acara jadi lebih fun. Ingin lebih seru? Sewa campervan (caravan), mobil sebesar minibus yang dilengkapi tempat tidur dan memasak berikut peralatannya. Dan, nikmati saja perjalanan yang penuh kejutan di setiap kelokannya. Hutan yang tiba-tiba lebat, pegunungan putih tertutup salju, pegunungan berwarna cokelat, pantai berpasir putih dengan air yang biru, serta beragam pemandangan menakjubkan lainnya. Tersedia juga scenic look out, yaitu tempat parkir mobil sehingga Anda bisa mengabadikan pemandangan spektakular ini.
Singkat kata, ada beragam aktivitas yang unik dapat dilakukan di Selandia Baru: bergaul di kota kosmopolitan di Auckland, berenang bersama lumba-lumba di Bay Islands, trekking di hutan Waipoua Kauri, melihat cacing menyala di gua Waitomo, menikmati budaya suku asli Maori dan melihat lumpur panas yang masih bergolak di Rotorua, kayaking di Abel Tasman National Park, menikmati kota bergaya Perancis di Akaora, berjalan di atas glacier (lelehan es yang turun bagaikan sungai dari atas gunung) di Franz Josef and Fox, menikmati pemadangan pegunungan bersalju abadi yang fantastis di Mount Cook, naik kapal di danau air tenang sambil menikmati pemandangan fiord dengan air terjun di Milfourd Sound, sampai mencoba keberanian untuk jet-boating di sungai Kawarau dan bungee jumping di Queenstown. Menarik, bukan?

Best time to Visit: Kebalikan dari Eropa, musim panas Selandia Baru jatuh di bulan November sampai April (suhunya 20-30ºC), musim dingin bulan Juni sampai Agustus (suhunya 10-15ºC) untuk bermain ski. Paling baik datang ke sana pada musim semi, di mana pemandangan menjadi tambah spektakular dengan dedaunan yang menguning.

Budget:
Pesawat dari Jakarta ke New Zealand (Auckland atau Christchurch) sekitar US$ 700 pulang-pergi.
Menginap per malam rata-rata NZ$ 20 (hostel), NZ$ 40-80 (hotel kelas menengah), NZ$ 100 (hotel kelas atas)
Makan mulai dari NZ$ 7
Menyewa mobil untuk 24 jam mulai dari NZ$ 45, bensin NZ$ 1,60 per liter.

The Best Beach: Maldives

Jelas sekali, pantai yang satu ini adalah pantai terbaik di dunia. Terletak di Maldives (dalam bahasa Indonesia Maladewa), negara kecil yang terletak di Samudera Hindia, persis di garis khatulistiwa arah selatan Sri Lanka ini memiliki 1.190 pulau yang tersebar menjadi 26 kepulauan atol besar. Untuk masalah visa, Anda tak perlu cemas karena ini bisa diperoleh upon arrival. Jadi, siapa pun bisa langsung datang ke sana dan diberi bebas visa selama 30 hari.

How to enjoy your holiday: Maldives dijuluki the last paradise on earth karena pulau-pulau tropisnya yang alami, bersih, indah, dengan lambaian daun pohon kelapa, warna air laut yang indah, serta pasirnya yang putih dan halus bagaikan icing sugar, belum lagi alam bawah lautnya yang indah. Berfoto di mana pun rasanya tidak pernah salah dengan latar belakang pemandangan indah seperti itu. Hebatnya lagi, air lautnya tenang karena terhalang atol, dan entah mengapa rasa air lautnya tidak begitu asin sehingga berenang pagi-siang-sore-malam pun tidak masalah. Bagi para scuba divers, Maldives merupakan tempat idaman – terdapat terumbu karang yang cantik, gua laut, wreck, ikan Napoleon, Manta Ray, Eagle Ray, penyu, White Tip dan Hammerhead Sharks yang tersebar di lebih dari 250 dive sites.
Penginapan di Maldives biasanya terletak di pulau-pulau yang tersebar. Satu Di dalam satu pulau bisa terdapat beberapa hotel. Ada juga pulau yang hanya memiliki satu resor. Sebagai alternatif, Anda bisa tinggal di kapal pesiar, atau jika Anda salah satu scuba divers, Anda bisa pilih live-aboard agar dapat menyelam di banyak spot. Intinya, ada harga, ada mutu. Untuk menikmati surga di Maldives, Anda sepertinya tak mungkin datang dengan budget ala backpackers. Tapi, fasilitas yang bisa Anda dapatkan di beberapa resor mewah, seperti Banyan Tree Maldives, Four Seasons Resort, Hilton Maldives Rangali, ataupun hotel bintang lima lainnya amatlah lengkap. Selain bisa fasilitas standar seperti kolam renang, restoran, diskotik, karaoke, lounge, toko, serta fasilitas olahraga, Anda bisa juga menikmati olahraga air. Mulai dari snorkeling, scuba dving, canoeing, banana boat, jet ski, hingga parasailing. Kalau Anda berminat, hotel juga bisa mengatur trip untuk memancing, seperti naik kapal selam, ke pulau-pulau sekitar yang tidak berpenghuni, ke desa nelayan, sampai dinner romantis di atas kapal. Yang jelas, sekali ke Maldives rasanya semua pantai lain menjadi biasa saja.

Best time to visit:
Bulan Desember sampai April, karena matahari bersinar penuh dan visibility air yang sangat baik sehingga diminati para scuba divers. Namun saat itu adalah high season (terutama libur Natal dan Tahun Baru) sehingga harga hotel membumbung tinggi dan sering penuh.
Bulan Mei sampai November biasanya berawan, memiliki tingkat kelembaban yang tinggi dan kadang turun hujan. Keuntungannya, karena termasuk low season sehingga harga hotel lebih murah.

Budget:
Pesawat dari Jakarta ke Malé sekitar US$ 700 pulang-pergi.
Paket menginap full-board di island resort mulai dari US$ 150/orang/malam
Untuk lebih hemat, ambilah paket pesawat dan hotel Maldives dari travel agent di Colombo, jadi Anda bisa sekalian traveling di Sri Lanka.

The best temple: Kota Candi Angkor, Siem Reap, Cambodia

Kompleks candi Angkor yang termasuk dalam salah satu UNESCO World Heritage Site merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Khmer pada abad 9-13. Terletak di tengah hutan rimbun di utara danau Tonle Sap, dekat kota Siem Reap, Kamboja, nama Angkor Wat yang sering Anda dengar itu hanyalah salah satu candi di antara seratusan candi di area tersebut. Kebudayaan Khmer terkenal dengan kemahirannya mengukir batu, terbukti dari indahnya candi-candi di Angkor. Bahkan Angkor Wat sendiri disebut sebagai monumen paling besar dan paling spektakuler yang pernah dibuat manusia sepanjang sejarah. Candi-candi di sana dibangun untuk ritual religius, penyembahan terhadap Raja, dan literatur dari epik India yaitu Ramayana and Mahabharata yang terlihat pada relief dinding-dindingnya. Setelah lama “hilang”, pada tahun 1907-1970 Angkor direstorasi oleh tim arkeologi dari Perancis yang tergabung dalam École Française d’Extrême Orient (EFEO), sampai sekarang pun Angkor masih direstorasi oleh konsorsium beberapa negara luar.

How to enjoy your holiday: Beberapa candi yang wajib untuk dikunjungi adalah Angkor Thom. Di dalam kota kerajaan yang dibangun abad 12 terdapat The Bayon, pusat kerajaan pada abad 11-12. Terdapat relief sepanjang 1.200 meter dengan 11.000 buah figur, juga wajah Buddha di 54 buah puncak candi bertingkat tiga. Di tengahnya terdapat ukiran batu besar wajah Akalokitesvara yang tersenyum dingin, yang sering dijadikan gambar suvenir. The Baphuon, candi berbentuk piramid yang melambangkan Mount Meru, dibangun pada tahun 1050. Terdapat ukiran indah pada ambang pintu dan kolom-kolomnya yang berbentuk oktagonal, juga patung Budha sepanjang 40 meter. Lalu berturut-turut ke Terrace of of the Leper King, tempat kremasi anggota kerajaan setinggi 7 meter, Terrace of Elephants, tempat acara seremonial kerajaan sepanjang 350 meter, dan Ta Phrom, candi abad 12 yang telah terbelah oleh akar pohon yang besar. Di tempat inilah syuting film Tomb Raider dilakukan.
Candi utama Angkor Wat adalah kompleks candi yang merupakan masterpiece arsitektur Khmer yang dibangun oleh Suryavarman II pada tahun 1113 -1150. Di tengah kompleks candi terdapat candi yang terhubung dengan candi-candi lainnya yang bertingkat tiga. Di dinding luarnya terdapat relief sepanjang 800 meter dengan cerita epik Mahabrata yang luar biasa ukirannya. Jangan lupa nikmati matahari terbenam dari candi Phnom Bakeng yang terletak di atas bukit. Dari sana Anda dapat melihat Angkor Wat dari kejauhan dengan latar belakang matahari terbenam yang sinar kuningnya menyorot relief candi. Agar lengkap, kunjungi juga Roulos, candi yang dibangun pada awal kerajaan Khmer, Banteay Srei, candi yang disebut sebagai candi terindah se-Kamboja karena ukirannya yang terbaik dan dibuat dari batu pasir berwarna pink, serta Kbal Spien, relief yang diukir pada bebatuan kali di sepanjang aliran sungai, yang disebut sebagai river with a thousand lingas.

Best time to visit: Kamboja adalah negara tropis, jadi kapanpun bisa ke sana. Musim hujan (Juni sampai September) pun masih memungkinkan.

Budget:
Total biaya pesawat dari Jakarta ke Siem Reap sekitar US$ 500 pulang-pergi.
Rata-rata biaya menginap per malam US$ 5 – 10 (kelas losmen), US$ 30 – 40 (hotel kelas menengah), minimum US$ 50 (hotel kelas atas)
Makan mulai dari US$ 1
Untuk keliling kompleks Angkor, selain ikut tour, dapat menyewa ojek US$ 5 sehari atau sewa mobil berikut supir sekitar US$20 sehari.
Catatan: Meskipun Kamboja mempunyai mata uang Riel, tapi di tempat turis semuanya menggunakan mata uang dolar Amerika.

The Best Shopping Bargains: Chatuchak Weekend Market, Bangkok, Thailand

Jangan mengaku gila belanja bila belum pernah ke Pasar Chatuchak di Bangkok. Tempat yang satu ini adalah pasar akhir minggu terbesar di dunia karena luasnya yang mencapai 35 are dan terdapat 15.000 toko. Pasar ini mirip seperti Pasar Klewer di Solo atau Pasar Beringharjo di Yogyakarta, dengan jejerean los-los kecil dengan jalan yang sempit di antaranya. Yang dijual di sana sangat beragam, mulai dari aksesori, kerajinan tangan, keramik, barang antik, artifak religius, buku, pakaian, makanan, bunga, sampai furnitur dan binatang peliharaan. Jangan kuatir, di sana toko-tokonya sudah digolongkan per section sehingga tidak bercampur antara jualan baju dan bau asap makanan.

How to enjoy your holiday: Namanya pasar, barang-barang di sana bisa ditawar. Jadi, pastikan ajak teman yang jago menawar sehingga bisa semakin puas! Kedua, agar Anda tahu patokan harga, sebelum ke sana ada baiknya Anda pergi ke shopping mall atau toko-toko suvenir di jalan Silom dan Sukhumvit. Kualitas barang-barang di sana baik, tinggal butuh ketelitian dan kesabaran untuk memilih dan menawar. Contohnya T-shirt keren dapat dibeli seharga B 70, 3 stel baju bola (kaos dan celana pendek) dengan kualitas bagus seharga B 250, kain Thai silk 4 meter seharga B 200. Dengan budaya orang Indonesia yang suka memberi oleh-oleh, sangat cocok kalau Anda berbelanja di Chatuchak. Barang andalannya adalah kerajinan tangan khas Thailand dan tak ketinggalan Thai Silk yang dijual meteran dengan warna beragam.
Sayangnya, pasar Chatuchak hanya buka pada hari Sabtu dan Minggu, mulai dari jam 9 pagi sampai jam 6 sore. Datanglah di pagi hari ketika tak begitu ramai orang, sehingga Anda bisa leluasa berkeliling dan cuaca pun tidak panas. Pastikan Anda mempunyai peta pasar yang membagi section berdasarkan barang yang dijual agar lebih efektif mencari barang. Apalagi keadaan pasar yang semuanya kelihatan sama sehingga mudah nyasar. Jangan lupa berhati-hati terhadap tukang copet, selalu membawa tas di badan depan Anda dan jangan memakai perhiasan berlebihan. Kalau merasa barang belanjaan Anda banyak dan susah ditenteng, tersedia pula penjual koper dan tas. Bawalah botol air mineral sendiri karena mungkin Anda tidak sempat lari ke section makanan dan minuman.

Best time
: Sama seperti Indonesia, Thailand adalah negara tropis, jadi kapanpun bisa ke sana.

Budget:
Pesawat dari Jakarta ke Bangkok sekitar US$ 400 pulang-pergi.
Menginap B 300-600 (bawah), B 1.000-3.000 (menengah), B 4.000-10.000 (atas)
Makan mulai dari B 30

The Best Nightlife: Filipina

Mereka yang menganggap Eropa sebagai tempat kehidupan malam terbaik akan mengerutkan kening bila dikatakan tempat terbaik ada di Filipina. Negara tetangga kita ini memang jarang jadi tujuan wisata orang Indonesia, mungkin karena letaknya agak jauh dan merupakan negara kepulauan sehingga dianggap sulit untuk traveling ke sana. Selain itu, di Filipina juga tidak ada kebudayaan setua negara Asia lainnya, tidak ada candi atau peninggalan sejarah yang unik, dan bangunan tertuanya pun dibangun pada abad 15. Tapi, mulai hari ini Anda perlu menyempatkan diri ke sana, karena alam Filipina begitu indah, dan dugem di sana pun amat seru!

How to enjoy your holiday: Yang membuat kehidupan malam di Filipina begitu asyik adalah karakter orang-orangnya (disebut Pinoy) yang memang santai, ramah, suka kumpul-kumpul, dan berpesta. They really know how to have fun! Baik di ibu kota maupun di kota kecil, semua orang sama-sama mahir bergoyang di lantai dansa. Dandanannya pun sangat trendy. Yang lebih memudahkan, penduduk sana bisa berbahasa Inggris sehingga Anda mudah untuk berkomunikasi. Nilai plus lagi, tempat dugem di sana relatif aman, sehingga perempuan bisa traveling solo tanpa perlu ragu.
Harga minuman alkohol di sana relatif murah. Sebagai ilustrasi, segelas liquor di bar termahal di daerah elit di Manila hanya Rp 20.000,-. Kalaupun ada entrance fee masuk klub yang paling hip di ibukota, Anda hanya perlu membayar sekitar Rp 35.000,- , itu sudah termasuk 2 gelas minuman. Di klub Cocomangas di Boracay bahkan ada “paket mabuk”. Anda hanya perlu bayar sekitar Rp 100.000 untuk dapat 15 gelas beraneka macam minuman. Bila Anda berhasil tidak mabuk, nama Anda ditulis khusus di “Hall of Fame” klub tersebut.
Sebagian besar tempat dugem punya live-music yang seru. Tempat gaul di sana rata-rata punya buka hingga jam 3 pagi di hari kerja dan sampai jam 5 di akhir minggu. Pilihan tempat gaul kosmopolitan di Manila ada di daerah Makati (Makati Commercial Center, Greenbelt Mall, The Fort, Jupiter Street dan J.P. Rizal Street), Malate (Remedios Circle, Mabini Street, Nakpil Street dan Roxas Boulevard), dan distrik Ermita. Petunjuk tempat yang sedang happening dapat dilihat di free magazine atau flyer yang terdapat di pusat keramaian. Di setiap daerah itu ada jejeran cafe, bar, klub, diskotik dengan pilihan musik yang beragam. Beberapa tempat yang paling favorit adalah Havana Bar di Remedios Circle, Hard Rock Cafe di Malate, V Bar di Makati, Absinthe di Greenbelt, dan untuk penggemar house music di Laser Planet di Roxas. Jika Anda ingin ke kasino, pergi saja ke Filipino Pavilion di Hotel Holiday Inn atau Casino Filipino Heritage di Hotel Heritage.

Best time to visit: Filipina adalah negara tropis, jadi kapanpun Anda bisa ke sana.

Budget:
Pesawat dari Jakarta ke Manila sekitar US$ 500 pulang-pergi.
Menginap P 500-600 (kelas bawah), P 700-1000 (hotel kelas menengah), P 1500-2000 (hotel kelas atas)
Makan mulai dari P 80
Biaya gaul P 150-300, itupun sudah minum ‘habis-habisan’

Pack your bag and head to the shore!

Ini tulisan lengkap saya di Majalah Shape edisi Nov 2006. Jangan kaget dengan gaya bahasanya yang beda ya, maklum di majalah kan kudu lebih formal :)

Selamat membaca dan semoga berguna!

*padahal ini excuse doang karena saya lagi ga ada waktu untuk posting, hehe!*
-T-

Pack Your Bag and Head to the Shore!

Lupakan dalih takut hitam karena liburan di pulau sangat menyenangkan, tinggal Anda pandai-pandai memilih tempatnya. Ini adalah salah satu keuntungan bagi kita karena tinggal di negara tropis. Jadi, nikmatilah semilir udara pantai!

Tanyakan pada diri Anda sendiri, dari 17.000 pulau di Indonesia sudah berapa pulau yang Anda kunjungi? Liburan ke pulau sepertinya bukanlah pilihan tempat wisata utama orang Indonesia. Percaya atau tidak, banyak orang malas ke pantai atau ke pulau karena takut setelahnya kulitnya jadi gelap. Ah! Atau, mungkin karena kita tinggal di negara tropis, konsep liburan ideal dihubungkan dengan pergi ke tempat yang lebih dingin. Pegunungan dianggap lebih menarik daripada pantai, Puncak dianggap lebih seru dibanding Anyer. Padahal, ada banyak aktivitas yang bisa Anda lakukan di pulau. Selain berenang di pantai, Anda bisa berjemur, leyeh-leyeh sambil membaca buku, membangun istana pasir, snorkeling, scuba diving, makan seafood yang paling enak karena masih fresh, trekking, joging, melihat beragam binatang unik serta pemandangan sunset yang spektakuler. Bahkan, mau dugem juga bisa. Satu lagi hal yang tidak penting tapi menarik untuk dilakukan: jika biasanya Anda malu berbikini, di pulau Anda bebas berekspresi karena tidak ada yang peduli! Pun, prinsip semakin sulit pulau itu dijangkau maka semakin indah alamnya akan membuat perjalanan Anda sangat adventurous dan kadang bisa bikin adrenalin memuncak. Satu trip saja bisa mencakup perjalanan darat-udara-laut, sarana angkutan kota, sampai pesawat kecil berbaling-baling dan speed boat. Menantang sekali!
Bagaimana, tertarik berpetualang di pulau tapi belum yakin ingin ke mana? Berikut beberapa rekomendasi liburan sesuai dengan minat Anda. Yang jelas, semua tempat dilengkapi dengan pantai berpasir putih dan air laut yang bening. Dan, semua ini ada di Indonesia kita tercinta!

FOR SCUBA DIVING LOVERS
Taman Nasional Laut Bunaken
Sulawesi Utara

Taman laut yang sebenarnya merupakan gugusan lima pulau (Bunaken, Manado Tua, Siladen, Montehagen, dan Nain) ini adalah tempat menyelam terbagus dan termudah untuk diakses di Indonesia. Dengan luas sebesar 75.265 hektar dan tingkat visibility rata-rata 20 meter (kadang kalau sedang bagus bisa sampai 35 meter), para pencinta diving tinggal memilih saja beberapa dive spot untuk diselami. Yang paling favorit antara lain adalah Depan Kampung, Lekuan, Fukui Point, Mandolin Point, dan Bunaken Timur.

Agenda Utama: Terumbu karang di Bunaken adalah salah satu yang terbaik di dunia, dengan kekayaan lebih dari 2.000 jenis ikan. Yang paling menarik adalah tebing karang vertikal (wall) setinggi 25-50 meter, tempat berbagai jenis vertebrata dan invertebrata laut. Jenis-jenis ikan yang umum dijumpai antara lain wrase, dansel, trigger, sweetlip, unicorn, dan lain-lain. Salah satu keunikan Bunaken adalah lautnya yang dalam, hingga mencapai 1.000 meter. Di laut dalam ini kita bisa melihat beragam jenis ikan besar, seperti ikan tuna, marlin, hiu kepala palu, pari, layar, cekalang, barakuda, lumba-lumba, dan bahkan ikan paus. Arus air di Bunaken terkadang begitu kencang dan sulit diprediksi, jadi kurang cocok bagi penyelam pemula namun menantang bagi para scuba divers. Untuk akomodasi, Anda bisa menginap di Pulau Bunaken atau di sekitar Pantai Molas, Manado. Di kedua tempat tersebut terdapat dive operator yang dapat Anda pilih untuk ikut trip diving. Penginapan di Pulau Bunaken terdiri dari bungalow standar dan harganya termasuk paket makan. Tak ketinggalan, di sana juga ada beberapa tempat makan dan toko suvenir. Alternatif lain, Anda bisa menginap di Pulau Gangga yang sangat indah, terletak di Kepulauan Bangka. Tempatnya sekitar satu jam naik mobil dari Manado ke arah Bitung di utara dan 30 menit naik speed boat. Di sana terdapat resort dengan fasilitas lengkap, termasuk kolam renang dan spa.

Transportasi: Naik pesawat ke Manado (dari Jakarta kira-kira 3 jam), dari bandara Sam Ratulangi sekitar setengah jam ke Pantai Molas, lalu 45 menit ke Pulau Bunaken naik speed boat.

Anggaran: USD 10 per malam (fullboard) bila tinggal di Pulau Bunaken, mulai dari USD 64 per malam bila menginap di Molas.

FOR PARTY-GOERS
Pulau Gili Trawangan
Lombok, Nusa Tenggara Barat

Suka dugem? Nikmati suasana malam gemerlap di pulau dengan berkunjung ke Pulau Gili Trawangan (“gili” dalam bahasa Sasak artinya “pulau”). Bahkan para turis manca negara menyebut Trawangan sebagai “Party Island” karena kehidupan malamnya yang tidak pernah senyap. Jangan bayangkan tempat dugem ini sebesar yang ada di Jakarta. Tempatnya berbentuk semi outdoor, sehingga sebelum memutuskan masuk ke lantai dansa kita bisa memilih dulu jenis musik yang terdengar ingar-bingar dari luar, seperti reggae, lounge music, rave, sampai musik tarantuntung alias house music.

Agenda Utama: Selain kehidupan malam yang seru, pula dengan panjang 3 km dan lebar 2 km ini juga punya pantai indah. Pasirnya putih dan lembut bagaikan tepung, air lautnya pun berwarna biru bening dengan ikan-ikan kecil berwarna warni yang berseliweran. Jadi, luangkan waktu di siang hari untuk berenang atau snorkeling di pantai. Selain itu, keunikan Trawangan adalah sunset-nya yang sangat spektakular karena sinar matahari yang menyinari Gunung Agung dapat jelas terlihat dari pantai. Begitu juga sunrise-nya yang cantik karena sinar mataharinya menyembul dari Gunung Rinjani.
Tempat diving di saja juga bisa jadi tujuan utama Anda, terutama lokasi blue coral (karang yang berwarna biru) yang sangat unik. Tak jauh dari sana juga ada shark point, di mana Anda bisa melihat ikan hiu. Bagi yang belum bersertifikat scuba diver, Anda bisa mengambil lisensi di sana. Atau, jika kurang waktu ikut saja scuba introduction. Urusan perut, Anda bisa memilih beragam hidangan, mulai dari warung sampai fine dining di restoran. Bila bosan di Trawangan, Anda dapat pergi ke pulau tetangga, yaitu Gili Meno dan Gili Air.

Catatan: Di tempat ini tak ada kendaraan bermotor. Untuk berkeliling pulau Anda harus berjalan kaki atau naik cidomo, delman khas Lombok. Selain itu, ada baiknya Anda mencari penginapan yang jauh dari tempat dugem agar tidak terterpa keberisikan sepanjang malam.

Transportasi: Naik pesawat ke arah Ampenan, Lombok. Lalu, dari bandara Anda menuju ke Bangsal yang berjarak 30 menit, bisa naik taksi atau angkot. Dari Bangsal ke Gili Trawangan memakan waktu sekitar 45 menit naik speed boat.

Anggaran: Dengan beragam jenis penginapan yang tersedia di sana, kisaran harga dimulai dari Rp 50.000/malam (pas untuk para backpacker) hingga USD 80/malam di bungalow di resort.

FOR TREKKING AND CAMPING MANIACS
Pulau Sempu
Jawa Timur

Masih ingat film The Beach-nya Leonardo di Caprio? Indonesia ternyata juga punya pantai yang serupa. Letaknya pun masih di Pulau Jawa, tepatnya di Pulau Sempu. Yang menarik dari pulau yang satu ini adalah lagunnya yang indah, yang bernama Segara Anakan. Terletak di ujung pulau, air yang masuk ke dalam kolam raksasa ini berasal dari ombak yang menghantam secara periodik melalui karang bolong, dari Samudera Hindia yang terkenal ganas. Sementara itu, di sisinya adalah hamparan pasir putih yang lembut. Air lagun tersebut sangat jernih dengan warna yang bergradasi, mulai dari hijau tua, hijau muda, sampai biru muda, plus aman untuk direnangi karena pinggirnya yang dangkal dan airnya tidak berombak sama sekali. Dikelilingi tebing batu karang dan hutan lebat, Anda akan disuguhi pemandangan yang luar biasa indah setelah lelah berjalan kaki. Nikmati saja deburan ombak Samudera Hindia dan ramai suara bermacam burung. Bak di surga!

Agenda Utama: Pulau Sempu merupakan cagar alam yang masuk daftar Convention o­n International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES). Konon, hutannya memiliki 80 jenis burung, bahkan ada beberapa yang sudah hampir punah. Di samping itu juga masih ada babi hutan, muncak, kancil, dan lutung jawa. Bahkan kabarnya jika beruntung Anda bisa menemui jejak macan tutul.
Jangan tertawakan kegiatan camping ala Pramuka, karena Anda harus mencobanya di sana, berhubung tak ada fasilitas menginap di tempat ini, kecuali di Sendang Biru atau Anda bisa langsung kembali ke Malang. Bila menginap di Sempu jadi pilihan, jangan lupa bawa peralatan kemping. Atau, kalau tak mau repot Anda bisa menyewa porter. Dan, lalui waktu tidur di alam terbuka sambil memandang ribuan bintang. Atau, berenanglah di laut kala malam datang. Pastinya hal ini jarang Anda lakukan sehari-hari, bukan?

Transportasi: Dari kota Malang, Anda harus mengarungi perjalanan mobil selama 1,5 jam menuju selatan. Dari desa Sendang Biru, menyeberanglah naik perahu selama 15 menit, lalu arungi jalur trekking ke lagun selama 1,5 jam (tergantung kecepatan berjalan Anda).

Anggaran: Tergantung perbekalan.

FOR ALL-OUT ADVENTURE SEEKERS
Kepulauan Derawan
Kalimantan Timur

Tempat yang satu ini sangat unik untuk berlibur. Anda bisa berenang di pantai dan bertemu penyu, berenang di laut dan bertemu ikan pari raksasa, berenang di danau bertemu ubur-ubur– semuanya di satu tempat. Pulau ini adalah salah satu dari 6 gugusan Kepulauan Derawan, yaitu Pulau Derawan, Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban, Pulau Maratua, Pulau Panjang, Pulau Samama, serta beberapa pulau kecil dan gugusan karang lainnya. Menginaplah di losmen apung atau resort yang terpusat di Pulau Derawan. Dari sana, Anda bisa menyewa speed boat untuk berkelana ke pulau lainnya yang unik.

Agenda Utama: Habiskan siang hari dengan berenang di pantai berpasir putih dan berair bening dan nikmati keindahan laut yang biru. Di malam hari, jangan lewatkan kesempatan menonton penyu bertelur. Kalau Anda pergi ke Pulau Sangalaki (dijuluki juga Capital of Manta – ikan pari), Anda akan “dikepung” oleh begitu banyak ikan pari raksasa dengan lebar rata-rata 3,5 meter dan berperut putih serta bermulut amat lebar. Ada juga pari besar nan hitam dengan lebar jangkauan “sayap” sepanjang 6 meter, seperti Darth Vaders! Kala diving di perairan sekitar Pulau Maratua, nama lainnya Big Fish Country, Anda akan bertemu dengan ikan-ikan besar. Jangan lupa juga berkunjung ke Pulau Kakaban dan melihat Danau Kakaban, danau zaman prasejarah yang terbentuk sejak 2 juta tahun lalu. Danau serupa di dunia ini terdapat juga di Palau, Mikronesia. Uniknya, di danau tersebut terdapat ubur-ubur yang kehilangan kemampuannya untuk menyengat akibat berevolusi. Berenang di danau ini serasa seperti sedang berada di planet lain!
Kalau Anda ingin terlepas sepenuhnya dari dunia luar, tempat ini memang pas. Pasalnya, di sini Anda boleh mematikan ponsel Anda karena tak ada sinyal yang bisa ditangkap.

Transportasi: Naik pesawat menuju Balikpapan, lalu pindahlah ke pesawat jenis baling-baling (jenis ATR 42) dengan lama perjalanan satu jam ke Berau (pastikan bagasi Anda tak lebih dari 10kg/orang. Kemudian, arungi perjalanan laut selama 3 jam naik speed boat.

Anggaran: Menginap di losmen kira-kira Rp.50.000,00 per kamar, per malam. Atau, tidurlah di resor dengan tarif USD 40/malam. Keduanya belum termasuk biaya transportasi dan diving. Untuk makan, Anda tinggal pilih: makan “habis-habisan” di warung dengan budget Rp.20.000,00 per orang atau di resort dengan merogoh dompet USD 10.

FOR LAID-BACK PEOPLE
Pulau Cubadak
Sumatera Barat

Sering menghabiskan liburan dengan tak melakukan apa-apa? Boleh saja, tapi sesekali, pindahkan lokasinya dari rumah Anda ke pantai Pulau Cubadak, Sumatera Barat. Menginaplah di resort Cubadak Paradiso Village, yang rasanya—sesuai arti namanya—seperti berada si surga. Di belakang Anda terhampar hutan dan tebing, sedang di depannya adalah pantai berpasir putih yang dikelilingi pegunungan. Anda tak akan merasa seperti berada di laut, melainkan di danau. Plus, puaskan diri dengan memandangi air lautnya yang berwarna emerald green dan sangat tenang karena dilindungi oleh terumbu karang.

Agenda Utama: Beristirahatlah dalam kedamaian di “desa” yang memiliki sepuluh bungalow terbuat dari kayu dan atap rumbia, plus balkon langsung menghadap pantai. Kamar tidurnya yang berkelambu terletak di mezanin, di bawahnya adalah ruang tamu dan kamar mandi. Di depan restoran yang sekaligus juga perpustakaan, terdapat jetty yang terhubung sampai di atas laut, tempat para tamu leyeh-leyeh. Saking murninya, air dari keran pun bisa langsung diminum. Di siang hari, kala Anda bosan berbaring saja, berenanglah di pantai, trekking ke hutan, atau berpikniklah di pulau lain. Saat malam datang, bergabunglah dengan tamu lainnya di restoran dan resapi suara alam yang hanya ditengarai oleh suara burung.

Transportasi: Naiklah pesawat menuju Padang, kemudian lanjutkan dengan perjalanan mobil selama 2,5 jam menuju Desa Corocok, lalu lakukan perjalanan air dengan speed boat selama 10 menit.

Anggaran: US$ 75/orang/malam fullboard, termasuk airport transfer

Cakar-cakaran langit

Berada di ketinggian ternyata merupakan salah satu aktivitas favorit saya. Nggak ngapa-ngapain sih, cuma senang aja melihat pemandangan dari ketinggian, apalagi di malam hari dimana saya bisa melihat lampu-lampu kota. Dulu saya bahkan senang nongkrong eh nangkring di bibir jendela kantor lama saya di lantai 16. Ada blok pas seukuran pantat yang memanjang sepanjang jendela gedung, di situlah pantat saya nempel sambil memandang Jalan Sudirman di malam hari dengan kaki saya yang bergelayutan. Saya baru sadar, ternyata ada satu hal yang selalu saya lakukan bila saya ke suatu tempat wisata, yaitu mencari tempat tertinggi.

Saya juga senang memandang kota di malam hari dari ketinggian. Di Indonesia tempat favorit saya adalah kawasan Dago Pakar dengan outdoor cafe-nya yang bisa memandang kota Bandung, atau di kawasan Gombel tempat memandang lampu kota Semarang. Di luar contohnya seperti di Mount Victoria di Auckland, Kahlenberg di Vienna, dan Tibidado di Barcelona. Kalau mau melihat pemandangan kota dari tempat tertinggi di kota tersebut, paling gampang cari saja cable car (kadang disebut gondola) di peta, biasanya menuju bukit tertinggi di kota tersebut, contohnya Festung Hohensalzburg di Salzburg, Bob’s Peak di Queenstown, Bukit Bendera di Penang, Doi Suthep di Chiang Mai, bahkan bisa sampai ke puncak Mount Pilatus di Lucerne. Pemandangan dari situ luar biasa!

Dulu saya bercita-cita ke New York karena sangat tertarik dengan gedung-gedung pencakar langitnya yang saya sering lihat di fim-film Amerika. Pertama kali menjejakkan kaki di sana, saya langsung menuju Empire State Building (381 m). Mungkin karena terpengaruh film A love affair-nya Warren Beaty dan Anette Bening atau Sleepless in Seattle-nya Tom Hanks dan Meg Ryan, suasana di situ jadi romantis. Saya juga ke Twin Towers-nya World Trade Center (417 m) yang dulunya merupakan bangunan tertinggi di dunia sebelum adanya Petronas. Siapa sangka World Trade Center yang kokoh itu hancur kena serangan teroris di tahun 2001. Makanya saya merasa beruntung sempat foto-foto di depan gedung tersebut, rasanya saya menjadi bagian dari sejarah.

Untuk berada di tempat tertinggi di suatu tempat tujuan wisata, pastilah dikutip bayaran. Biasanya ada observation deck yang dapat memandang 360°, ada teropong yang kalau mau lihat harus bayar pakai koin, kadang ada restoran yang bisa sambil mimi-mimi melihat pemandangan. Contohnya waktu saya ke menara Eiffel (300 m) di Paris. Untuk naik ke menara tersebut, terdapat antrian yang sangat panjang. Tunggu punya tunggu, tiba-tiba saya melihat ada antrian lain yang lebih pendek sehingga saya pindah jalur. Begitu saya sampai di depan pintu…ternyata antrian itu adalah antrian naik menara dengan menggunakan tangga! Oalah, pantesan! Antrian panjang satunya tentu dengan menggunakan lift. Lumayan gempor kan kalau disuruh naik tangga berulir begitu, apalagi sambil diterpa angin dingin. Berbekal pengalaman lucu tersebut, saya benar-benar mencari informasi apakah naik pakai tangga atau pakai lift. Seperti waktu saya ke Sagrada Familia di Barcelona, gereja yang dibangun oleh arsitek terkenal bernama Gaudi. Saya memilih membayar ekstra 2 Euro demi naik ke puncak pakai lift. Sialnya, sampai lift terbuka, kita masih harus naik tangga lagi untuk sampai ke puncak.

Saya juga menyempatkan diri ke Rialto Tower (251 m) di Melbourne dan Sky Tower (328 m) di Auckland – keduanya sama-sama mengklaim diri sebagai bangunan tertinggi di southern hemisphere. Tapi ternyata saya boleh berbangga sebagai orang Indonesia saat saya ke Helsinki dimana saya diajak ngopi di restoran tertinggi di negara Finlandia. Halah, gedung yang disebut Hotel Torni itu cuman 70 meter tingginya. Beda tipis dengan bangunan tertinggi di negara Andora yaitu Caldea Spa (80 m) – yep, bangunan tertingginya merupakan tempat spa terbesar di Eropa, itupun bentuknya kerucut dimana lantai paling atasnya adalah bar dengan 4 meja saja. Di Dubai saya juga ke Burj al Arab Hotel, hotel tertinggi di dunia dengan ketinggian 321 meter. Boro-boro mau ngeteh di Skyview Bar-nya di lantai 60, untuk masuk ke sana saja dikutip bayaran yang mahal – jadinya saya hanya foto di depan pagar. Kasian deh saya!

Menarik bila memperhatikan bagaimana orang berlomba membangun gedung tertinggi di dunia. Kalau dulu didominasi oleh negara barat namun sekarang beralih ke Asia. Dari 30 besar dari ranking tingginya bangunan (tidak termasuk antena) di dunia, Cina sendiri punya 12. Bagaimana dengan negara kita sendiri? Top of mind orang pasti merujuk kepada Monas yang tingginya ternyata ‘hanya’ 137 meter saja. Bangunan tertinggi di Indonesia saat ini dimenangkan oleh Wisma BNI 46 dengan tinggi 250 meter – kebayang kalau ada kebakaran, bisa ‘ndredeg’ tu dengkul turun pakai tangga dari lantai 50! Biar bagaimanapun, saya sangat berharap Jakarta Tower di Kemayoran jadi dibangun. Konon akan selesai tahun 2009 dengan ketinggian 558 meter mengalahkan CN Tower di Toronto! Yiiihaaaa!

Visa doesn’t take you anywhere

Sialnya jadi orang Indonesia yang mempunyai paspor hijau bergambar Garuda, mau ke luar negeri itu susah dan ribet banget. Apalagi kalau bukan karena urusan visa! Bayangkan, kita disuruh isi formulir berlembar-lembar, bawa dokumen ini-itu, bawa foto yang ada ukuran khusus, mengantri panjang, diwawancara, bahkan disuruh bayar hampir sejuta rupiah, tunggu seminggu, tapi tanpa kepastian – dan kalau visa ditolak uang tidak bisa kembali! Mengurus visa memang bikin deg-degan, terutama menunggu hasilnya.

Tidak heran paspor orang Indonesia isinya kebanyakan cap-capan imigrasi Singapura dan Malaysia karena kedua negara tersebut menjadi negara yang disinggahi orang Indonesia jika ke luar negeri pertama kali dan tidak perlu visa. Tapi tahukah Anda bahwa dengan paspor Indonesia, kita bisa ke 11 negara-negara berikut tanpa apply visa? Thailand, Malaysia, Singapore, Brunei Darussalam, Filipina, Hong Kong, Macao, Chile, Moroko, Peru, dan Vietnam. Lumayan juga ada 11 negara yang percaya kepada warga negara Indonesia untuk main ke negaranya tanpa syarat apa-apa kecuali boleh tinggal di negara tersebut maksimal sebulan. Well, sebenarnya sih peraturan ini bisa berlaku karena ada sistem reciprocal, paspor ke-11 negara tersebut juga dapat masuk Indonesia tanpa apply visa juga. Di luar 11 negara tersebut, kita harus mengurusnya di Kedutaan Besar negara yang ingin kita tuju di Indonesia, kecuali bagi warga Indonesia yang tinggal di luar negeri. Bukti visanya berupa sticker yang ditempel di paspor. Tapi kalau kita pengen pergi ke negara-negara yang tidak punya Kedutaan di Indonesia menimbulkan masalah lain, biasanya kita harus apply di Kedutaan negara yang menjajahnya. Nah, ribet bukan?

Ironisnya, orang luar masuk ke Indonesia gampang banget. Mereka hanya bermodalkan paspor yang berlaku saja. Makanya saya setuju banget dengan kebijakan pemerintah yang baru berlaku beberapa tahun belakangan ini untuk mengutip bayaran untuk visa Indonesia. Harga visa-on-arrival Indonesia, US$ 10 untuk 3 hari atau US$ 25 untuk 30 hari. Meskipun murah, paling tidak pemerintah Indonesia harus cool sedikit lah, atau bagi saya pribadi sih sebagai ‘balas dendam’ saja. Hehe! Untuk turis yang ingin tinggal di Indonesia lebih dari batas waktu itu harus mengurus di Kedutaan Besar Indonesia di luar negeri. Sticker visa Indonesia bentuknya keren juga, berwarna biru dengan gambar latar kepulauan Indonesia. Lebih keren daripada visa negara Eropa yang plain saja.

Peraturan visa rasanya setiap tahun berbeda-beda, tergantung keadaan politiknya. Yang jelas, makin lama makin ribet urusannya. Dulu sih kebanyakan bisa diurus oleh travel agent, tinggal lengkapi dokumen dan bayar. Ada juga yang bisa diurus travel agent tapi pada saat wawancara kita tetap harus datang sendiri ke Kedutaan. Dapat atau tidaknya visa sungguh saya tidak tahu apa penyebabnya. Ada yang bilang kalau duit di rekening banyak, tapi sepupu saya yang tajir pernah ditolak visa Australianya. Ada yang bilang kalau sudah banyak visa di paspor akan semakin mudah, tapi teman saya ditolak visa Amerikanya. Sepertinya faktor keberuntungan jadi salah satu penentunya.

Katanya visa Amerika Serikat paling susah didapat, tapi untungnya saya sudah pernah punya 2 kali, terakhir urus tahun 1997. Sudah siap dengan dokumen setumpuk di tangan dan antrian yang panjang, saya menjadi deg-degan juga mengingat orang-orang di depan saya kok pada lama-lama ditanya, malah ada yang sekeluarga yang satu boleh yang lain tidak dapat visa, pake nangis-nangis segala lagi. Akhirnya giliran saya diwawancara oleh petugasnya. Dia cuman nanya dengan juteknya ngapain ke Amerika, saya menjawab untuk training karena mau buka franchise pertama dari Amerika di Indonesia. Begitu tahu nama perusahaannya, si bapak langsung matanya membelalak, “Really? That headquarter is in my hometown! I’m really glad you open that in Indonesia!”. Dan cap-cap-cap, keluarlah visa Amerika saya, multiple 5 tahun pula. Wah, ikatan primordial berlaku juga ternyata.

Terakhir saya mengurus visa Schengen di Kedutaan Besar Austria. Syaratnya harus bawa bukti booking-an tiket pesawat pulang pergi, booking-an hotel, slip gaji, bukti keuangan dari bank 3 bulan terakhir, asuransi perjalanan yang menjamin minimal 30.000 Euro, foto (berwarna, ukuran 3,5 x 4,5 cm, berlatar belakang terang), isi formulir, dan bayar 35 Euro. Tiga minggu sebelum keberangkatan, saya memasukkan visa application saya ke Kedutaan. Minggu kedua tanpa ada hasil, saya jadi blingsatan. Duh, tiket pesawat yang harganya tidak murah dan tidak bisa refund itu sudah di tangan tapi visa tak kunjung tiba. Mau tahu kapan keluarnya visa tersebut? 6 jam sebelum pesawat saya terbang ke Vienna! Halah!

Alasan ketatnya peraturan visa di negara maju memang sangat bisa dimengerti. Mereka tidak mau dibebani dengan para imigran gelap yang katanya dapat meningkatkan pengangguran, kriminalitas, dan bla bla bla. Sialnya paspor Indonesia sering disamakan perlakuannya dengan negara-negara Afrika yang ga jelas gitu. Inilah akibat nila setitik jadi rusak susu sebelahnya eh sebelanga. Kasian kan orang Indonesia yang memang niatnya pengen jalan-jalan doang seperti saya?

Sandal Jepit Pejabat

Manila, 4 Desember 2004, jam 7 pagi.
Kami (saya dan 2 orang teman, Nina dan Jade) baru sampai di Centennial Airport, mau terbang dari Manila ke Puerto Princessa. Saat pemeriksaan paspor di pintu masuk, dari kejauhan tiba-tiba saya mendengar suara, “Aduh…aduhh…” – bahasa yang sangat familiar di tengah kerumunan orang yang berbahasa aneh. Buru-buru saya berlari ke sumber suara dan terlihat ada baju kotak-kotak di bawah troli dengan tumpukan kantong setinggi kulkas. Hah, Nina tertabrak troli dan jatuh tengkurap di lantai! Saya lalu membantunya berdiri, kakinya berdarah. Nina memberi kode bahwa yang menabraknya adalah seorang bapak-bapak muda yang berdiri di sebelahnya. Si bapak yang berdandan necis pakai jas itu membungkukan badan meminta-minta maaf.

Saya tetap tidak terima, lalu mengamuklah saya, “WHAT HAVE YOU DONE TO MY FRIEND?!” sambil menuding-nuding mukanya. Saat si bapak gelagapan menjawab, saya pun melihat tali sandal jepit Nina yang copot. Duh, kasihan dia, perjalanan masih panjang, masa dia nyeker? Saya lalu menyalak lagi, “WHAT ABOUT HER SANDALS?!”. Dengan takut-takut, si bapak itu membungkuk mengambil sandal jepit Nina. Saya pun pasang muka kencang dan berkacak pinggang, puluhan orang menonton kami dengan pandangan tegang juga. Si bapak berusaha membetulkan sandal Nina dengan memuntir-muntir tali sandal yang copot dan memasuk-masukkan ke lobangnya lagi. Setelah beres, bapak itu minta maaf lagi dan pergi.

Lalu kami mengantri lama sekali di counter check in, namun si bapak itu tiba-tiba bisa menyerobot antrian dengan diantar bapak-bapak lain juga yang memakai jas rapih. Hum, siapa dia ya? Kami mengopi dulu di dalam airport, saya dan Jade marah-marah ke Nina yang cuman pasrah diam tanpa menuntut apa-apa, “Belagak pincang kek, trus minta ganti rugi kek untuk sendal lu yang rusak, atau minta transpor gratis kek ke Sabang!”. Nina dengan santai menjawab, “Sudahlah, biarin aja. Lagian dia sudah minta maaf. Gua saking shock-nya sampe speechless, nggak bisa berbuat apa-apa selain nahan ketawa. Tapi gila juga lo tega nyuruh dia benerin sandal gua.” Kami semua tertawa, mentertawai tololnya kejadian tadi. “Gila, masa badan gua yang segede gini nggak keliatan sampe bisa ditabrak gitu!”, tambah Nina.

Jam 10.30 pagi mendaratlah kami di kota Puerto Princessa di pulau Palawan. Begitu turun dari pesawat, ada serombongan orang yang mengurubuti landasan, lengkap dengan kamera, blitz, kamera TV, dan mike. Ada apa ini? Rupanya para wartawan yang mengejar bapak-bapak yang menabrak Nina! Kami pun tambah bingung, siapa dia? Saya berinisiatif untuk bertanya kepada ke salah satu wartawan, ternyata dia adalah seorang CONGRESSMAN! Kalau di Indonesia, mungkin sejajar dengan anggota DPR yang terkenal, bisa jadi bak Adjie Massaid karena sama-sama ganteng dan muda. Dengan jahilnya, langsung saya melipir ke belakang si Congressman dan making face sambil memelet-meletkan lidah dan berteriak dalam bahasa Indonesia mumpung tidak ada yang ngerti, “Ah, bohong! Dobol! Huu!” sampai saya didorong body guard sebesar kulkas 3 pintu. Siapa dia punya banyak body guard?

Belum puas juga, saya mendekati salah satu wartawan, “Who’s this man?”
Baham Mitra, a famous congressman from Palawan,” jawab si wartawan.
Oh! You know what? This man hit my friend in Centennial airport. She fell down and bleed. Bla bla bla…”, saya ‘mengadu’ ke wartawan itu.
Really, Ma’am?” tanya dia sambil terheran-heran dan sibuk mencatat. Dia juga bertanya saya dari mana, kejadian rincinya bagaimana, dan seterusnya.
Sehabis itu, kami semua ngakak berguling-guling! Well, mengingat koran Filipina yang suka menulis hal yang tidak penting. Ada kemungkinan beritanya masuk dengan judul “Congressman hit Indonesian tourist in Centennial Airport”. Apalagi dia seorang wakil daerah yang sangat terkenal dan mungkin saja dimanfaatkan oleh lawan politiknya.

Dari airport kami naik tricycle ke stasion bis. Di sepanjang jalan kami melihat banyak billboard besar dengan muka close-up Baham Mitra, lengkap dengan kampanye-kampanyenya. Wah, orang ini terkenal sekali di sini. Besoknya saat kami membayar karcis kapal untuk ke Underground River, kami melihat poster-poster Baham Mitra lagi. Kata si petugas, Baham orang ngetop nomor 1 di Palawan, bahkan dia anaknya Senator yang terkenal di Filipina. Mungkin di Indonesia bagaikan keluarga Soekarno yang bapak dan anak sama-sama politikus. Waduh, this man is something! Di penginapan kami pun terdapat poster-posternya. Kata yang punya penginapan, Baham Mitra memang terkenal dan sangat dipuja masyarakat Palawan, dan kabar baiknya, dia berumur 34 tahun dan masih lajang.

Dari hasil browsing, Baham Mitra adalah seorang Congressman Filipina lulusan S2 Politik di UCLA, seorang pelopor gerakan ’delayed in marriage’ karena dianggap memperlambat pertumbuhan ekonomi di Filipina, dan juga seorang ketua klub anjing Labrador di Palawan. Pantesan dia masih jomblo dan membawa troli setinggi kulkas isinya berkantong-kantong makanan anjing yang banyak banget sampai menabrak Nina. Duh, jadi tambah merasa bersalah…masa seorang pejabat terkenal dan terhormat saya paksa memperbaiki sandal jepit jelek! Saya jadi membayangkan seandainya Adjie Massaid atau Guruh Soekarnoputra membungkuk-bungkuk memperbaiki sandal jepit seorang turis cewek Asia di bandara Soekarno-Hatta sambil dimarah-marahin…