Search Results for:

Pasar Loak di Dubai

by: Hairun Fahrudin*

Suatu pagi di akhir pekan, saya ditemani Paolo, seorang kawan yang berkampung halaman di Filipina, mendatangi Safa Park tempat digelarnya pasar loak. Meski hanya pasar loak, nama resminya lumayan keren, yakni Dubai Flea Market. Itu adalah kali pertama saya mengunjunginya. Terus terang, saya tidak terlalu berminat membeli barang bekas. Namun, setelah mendengar cerita seru tentang kemeriahan pasar loak ini, saya jadi tertarik mengunjunginya.

Safa Park adalah semacam Central Park-nya Dubai. Lokasinya tepat berada di pusat kota Dubai yang sangat modern itu. Meskipun beriklim padang pasir, Dubai memiliki banyak taman-taman hijau nan ribun bak kebun raya. Taman-taman kota seperti Safa Park ini kerap digunakan warga untuk berpiknik sambil memanggang barberque, atau tempat menggelar event seperti Dubai Flea Market.

Waktu masih jam tujuh pagi, namun antrian di depan pintu masuk Safa park sudah mengular. Safa Park yang biasanya sepi mendadak meriah dengan kehadiran ratusan pengunjung. Suasananya benar-benar seperti miniatur dunia. Segala bangsa dan ras berkumpul di sana hanya untuk berburu barang loak! Para penjual yang sebenarnya pedagang kagetan itu nampak lalu lalang mengangkut barang dagangan dari bagasi mobil mereka ke lokasi pasar loak digelar. Meskipun hanya berdagang barang-barang bekas, tapi alamak, kendaraan yang dipakai mereka kebanyakan bermerek kelas atas. Koper dan tas berisi barang-barang bekas dikeluarkan dari bagasi mobil Jaguar, BMW, Mercedez Benz dan yang setaraf itu. Bahkan ada yang membawa mobil sport seperti Ferrari dan Porsche.

(more…)

Read more

[Adv] Cara hemat bermain di Sentosa

Pilihan seru wahana di Sentosa

Liburan sekolah ini rencana liburan ke mana kah? Ada yang rencana ke Singapura? Well, Singapura adalah negara tetangga terdekat dan termudah aksesnya dari Indonesia. Orang Indonesia pertama kali ke luar negeri pun sebagian besar ke Singapura dulu. Rasanya emang beda banget, disamain sama Jakarta juga beda. Singapura sangat teratur dan bersih dengan infrastruktur yang canggih sehingga akses ke mana-mana mudah.

Pusat wisata di Singapura terletak di Sentosa, sebuah pulau yang telah direklamasi sehingga menampung segala macam fasilitas hiburan untuk segala usia. Tak heran Sentosa mengklaim diri sebagai “Asia’s Favorite Playground”. Selain Resort World, Sentosa terbagi 3 area lain, yaitu: Imbiah Lookout, Beaches dan Siloso Point. Masing-masing terdapat berbagai macam wahana permainan yang seru. Ke sananya paling gampang naik MRT jalur ungu (North-East Line) sampai stasion MRT Harbour Front. Masuk ke Vivo City, naik ke lantai 3, lalu naik Sentosa Express.

(more…)

Read more

Bagian mana TNT3 yang direvisi?

Setelah mendapat kabar bahwa buku “The Naked Traveler 3” ditarik dari peredaran untuk direvisi, maka pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah: Bagian mana TNT3 yang direvisi?

Konon setelah ditimbang-timbang, akhirnya ‘hanya’ tulisan berjudul “Mandi Bugil Rame-Rame” yang direvisi.
Perbedaan TNT3 edisi ‘orihinal’ dan edisi ‘revisi’ sebagai berikut:
– Judul “Mandi Bugil Rame-Rame” di edisi original berubah menjadi “Onsen, Mandi Rame-Rame” di edisi revisi. *padahal mandi itu bugil, bukan?*
– Tulisan tersebut di edisi original ada di hal. 20-24, di edisi revisi ada di hal. 21-24. *ketauan ngejarangin spasi nih*
– Di edisi revisi bagian akhir tulisan dibabat sekitar 5 paragraf. *cerita tentang ‘onsen cewek-cowok’ dianggap terlalu vulgar*
– Pada paragraf ke-4 bagian akhir, kalimat “rambut kemaluannya gondrong-gondrong” diganti menjadi “malas bercukur”. *ih, malah tambah jijay!*
Kalimat terakhir “dan pastinya diserbu FPI!” dihapus. *padahal pasti beneran tuh*

Buku TNT3 yang saat ini beredar di toko-toko buku semuanya adalah versi revisi.
Tapi jangan khawatir… bagi yang sudah punya TNT3 edisi revisi dan masih penasaran tulisan versi awalnya kayak gimana, bisa klik di sini.

Silakan berkomentar, bagaimana menurut Anda?

Read more

TNT3 is banned!

Kabar sangat buruk!
Buku “The Naked Traveler 3” resmi dibredel (ditarik dari peredaran)!!!

Arrggghhh!!!

Setelah kejadian TNT1, ternyata masih juga TNT3 ikutan kena dibredel, padahal baru launching tanggal 7 Mei!
Alasannya masih sama: isinya terlalu vulgar!

Informasi yang bisa saya berikan saat ini sbb:
– Saya mendapat kabar pembredelan ini Rabu malam, 18 Mei 2011, dari pihak penerbit. Tentu saya marah dan sedih! 🙁
– TNT3 sampai saat ini baru dijual di toko buku di Jabodetabek tapi akan ditarik secara bertahap. Beberapa toko buku kabarnya masih ada yang jual, tapi sooner or later ya TNT3 akan ditarik juga.
– Setelah TNT3 ditarik dari peredaran, maka akan terbit “edisi revisi” dimana sebagian isi akan berbeda dengan “edisi original“.
– Lama pengerjaan revisi dan proses cetak diperkirakan sekitar 2 minggu, baru didistribusikan ke toko-toko buku seluruh Indonesia secara bertahap.
– TNT3 di kota-kota lain belum terdistribusi, jadi “edisi revisi” akan terjadi keterlambatan masuk di toko buku (terlambat 2 minggu dari jadwal awal yang telah dikabarkan sebelumnya).
– Namun, untuk meet & greet di Semarang dan Yogyakarta 22-23 Mei 2011 (info acara ada di blog ini di bagian atas kanan “Meet the Author”) akan diusahakan menjual TNT3 versi original.
– TNT3 edisi original tidak dijual di blog ini, maupun di mana pun.
– Sungguh ini bukan “strategi marketing” karena ribuan buku TNT3 edisi original sudah dicetak.
– Kalau masih ada yang ingin bertanya, silakan langsung menghubungi PT BENTANG PUSTAKA Jl. Pandega Padma No. 19 Yogyakarta 55284, Indonesia, Tel: +62-274-517373.

Terima kasih dan mohon maaf.

Sincerely,

/Trinity
(Korban Keledai yang jatuh ke lubang yang sama kedua kali)

Read more

FAQ “The Naked Traveler 3” (TNT3)

Kapan TNT3 beredar di toko buku?
Pertama dijual saat launching TNT3 pada 7 Mei 2011, lalu bisa didapatkan di Gramedia Grand Indonesia. Secara bertahap, beredar di toko-toko buku di Jabodetabek mulai minggu ke-2 Mei, di Pulau Jawa (Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dll) mulai minggu ke-3 Mei, di luar Pulau Jawa (Bali, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, dll) mulai minggu ke-4 Mei. Penjualan online sudah ada di bukukita.com, sedangkan di blog TNT mulai minggu ke-2 Mei.

Berapakah harga TNT3? Ada berapa halaman?
Rp 54.000. Ada 324+ halaman (lebih tebal daripada TNT1, lebih tipis daripada TNT2).

TNT3 jenis kertasnya seperti apa? Apakah sama seperti kertas TNT1 dan TNT2?
Jenis kertas TNT3 berbeda dengan TNT1 yang putih dan TNT2 yang kertas koran. Yang jelas, jenis kertasnya nyaman di mata dan bukunya ringan.

Mengapa cover TNT3 warnanya oranye?
Setelah TNT1 warna biru, TNT2 warna hijau, maka TNT3 jadi oranye setelah voting pembaca melalui Twitter dan Facebook. Nanti warna cover TNT4 juga begitu mekanismenya.
FYI, 500 pcs cetakan TNT3 pertama memang diburu-buru nyetaknya untuk dibawa pas launching, jadi warna cover oranyenya “turun”.  Selebihnya warna oranye itu akan lebih “ngejreng”.  Jadi, kalau Anda punya TNT3 yang warna oranye di cover-nya agak muda, berarti Anda boleh bangga karena menjadi pemilik pertama edisi orisinil! 🙂

(more…)

Read more