Search Results for:

Banyak bertanya tetap sesat di jalan

by Aan Wulandari Usman*

Nagatami Dam

Sebuah gambar cantik menarik perhatian saya dan suami. Gambar itu ada di peta wisata yang diambil di kantor kecamatan Fukuoka, Kyushu, Jepang. Jembatan merah melintang di atas sebuah danau dikelilingi rerimbunan pepohonan nan hijau. Nagatami Dam, itulah namanya. Selain tempatnya oke, jaraknya di peta kelihatan dekat banget. Terjangkau pula dengan naik sepeda sehingga tak perlu modal untuk ke sana selain otot kaki. Ya, saat itu baru menginjakan bulan kedua kami di Jepang. Acara wisata kami pun masih terbatas yang dekat-dekat.

Akhirnya saat akhir pekan, bersiaplah kami ke sana. Tapi, ternyata oh ternyata, menuju ke sana dengan naik sepeda tak semudah menjalankan jari di peta. Baru beberapa menit jalan, sudah lost! Nggak tahu dimana posisi kami. Akhirnya asal blusak blusuk sesuai feeling aja. Dan hasilnya adalah semakin bingung!

(more…)

Read more

Parnonya newbie backpacker

by Ariessita*

Belitong

Saya tuh pada dasarnya hobi jalan-jalan, tapi parno alias takuut banget untuk jalan sendiri karena takut diculik. Gara-garanya saya pernah nonton film tentang orang yang diculik, terus diambil ginjalnya, lalu korbannya terbangun di bathtub penuh dengan sayatan di pinggang kiri. Hiih! Tapi karena ‘kemakan’ sama buku Laskar Pelangi, saya menetapkan Belitong sebagai tujuan pertama sebagai backpacker newbie. Saya berhasil meracuni 2 orang teman, tapi mereka berangkat dari Palembang – artinya saya pergi sendiri dari Jakarta. Haduh.

Karena keparnoan saya lagi, saya ogah naik maskapai abal-abal karena tidak mau berakhir di rumah sakit, atau yang lebih parah, ke akhirat. Maka saya bela-belain naek Garuda berangkat dari Jakarta ke Bangka lalu naik kapal laut selama 4 jam ke Belitong. Sialnya, Garuda berangkatnya jam 6 pagi supaya bisa mengejar kapal yang brangkat jam 2 siang. Duh, berada di bandara jam 4 pagi sungguh tidak berperikemanusiaan karena saya harus bangun lebih pagi dari ayam.

(more…)

Read more

Jilbab Traveler

by Nelda Afriany*

Nelda (tengah) bersama teman2

Sebagai wanita Indonesia berjilbab, banyak yang bertanya kepada saya apakah saya pernah mendapatkan masalah selama berada atau bepergian di luar negeri. Beberapa bahkan bertanya apakah saya masih pake jilbab, disangka saya rela melepaskannya demi cari aman. Sulit juga menjawabnya, sebab saya punya pengalaman yang berbeda-beda yang tidak bisa digeneralisasikan.

Dari awal mula mengirim aplikasi untuk pekerjaan di Norwegia, saya ingat saat itu setelah hebohnya peristiwa 9/11. Syukur Alhamdulillah, sampai diterima dan bekerja, kantor saya tidak pernah mempermasalahkan keislaman dan jilbab saya meskipun kantor itu adalah komunitas berbasis Kristen. Salah satu teman kerja yang berasal dari Kanada pernah berkomentar, “Awalnya saya memang nggak biasa melihat kamu dengan penutup kepala seperti itu. Tapi lama-lama ya jadi biasa saja.” Ada juga rekan kerja dari Amerika yang bertanya, “Bagaimana pesta pernikahan di budaya saya sebagai muslim?”. Mungkin dia bingung bagaimana bentuk baju pengantin wanitanya. Beberapa hari kemudian, dia bertanya lagi, “Bagaimana dengan budaya pemakaman orang yang meninggal?”. Rasanya saya jadi duta besar Muslim saat menerangkan hal-hal seperti ini kepada mereka.

(more…)

Read more

Cara cari buku “Duo Hippo Dinamis”

Buku saya ke-3 berjudul “Duo Hippo Dinamis: Tersesat di Byzantium” sudah diluncurkan pada 22 Mei 2010. Sudah dapat dibeli di toko-toko buku terdekat juga. Tapi masih ada yang bilang buku ini “nggak nemu di toko buku”.

Berikut tips mencari buku ini:
[1] Ada jutaan buku yang ada di toko buku, maka agak sulit menemukan buku yang dicari dengan hanya melihat saja. Sebagian toko menaruh DHD di bagian “buku baru” atau “buku laris”, sebagian di rak “komik”, “pariwisata”, bahkan di rak “buku anak-anak”.
[2] DHD memang tidak masuk ke kategori buku ”novel” melainkan “komik”, jadi kemungkinan besar ada di rak “komik”.
[3] Sayangnya sangat jarang ada toko buku yang punya rak “komik dewasa” sehingga ada kemungkinan digabung dengan komik anak-anak.
[4] Paling gampang, begitu masuk toko buku sih tanya ke petugasnya – biar mereka yang menunjukkan di mana buku DHD.
[5] Di toko buku Gramedia, tersedia komputer untuk mencari. Search berdasarkan judul “DHD: Tersesat di Byzantium“. Jika mencari dengan keyword “Duo Hippo”, maka tidak akan keluar di data base-nya. Lebih gampang lagi search berdasarkan nama pengarang, masukkan keyword “Trinity” maka pasti ketemu.
[6] Kalau masih belum nemu juga meski langkah 1-5 sudah dilakukan, mohon memberi info kepada saya di email duohippodinamis@gmail.com 

Kalau malas atau nggak ada waktu ke toko buku, bisa pesan online melalui http://naked-traveler.com/merchandise/. Tinggal duduk manis di rumah/kantor, dan tunggu buku sampai di depan pintu.

Happy hippos hunting!

Read more

Orang kita di Hongkong dan Macau

by Ellen Eliawaty*

Hotel di Macau

Karena digoda iklan pariwisata yang hampir setiap hari muncul di koran, kami pun berketetapan hati untuk berangkat ke Hongkong dan Macau pada akhir Desember 2009 lalu. Dalam pesawat Garuda yang membawa kami dari Jakarta, semua kursi penuh-nuh-nuh, tidak ada satu pun yang kosong. Hebatnya, hanya kurang dari 10 orang saja yang bukan orang Indonesia. Nyaris semua orang Indonesia, orang kita, alias Wong Kito Galo (“orang kita semua” dalam bahasa Palembang). Dalam hati saya bergumam sendiri, ternyata bukan kami saja yang termakan iklan, banyak juga yang lain. Tak terasa penerbangan sekitar 5 jam kami lalui dengan aman dan sentosa serta bahagia. Terutama bagi saya pribadi karena merasa rotinya kali ini enak sekali, lebih lembut dan harum – satu awal yang baik bagi Garuda yang katanya sedang berbenah diri.

Sesampainya di Bandara Hongkong, seru sekali melihat orang-orang yang begitu bersemangat mempersiapkan diri dengan jaket tebal, bahkan topi dan sarung tangan wol, bagaikan hendak berseluncur di pegunungan Alpen, padahal kami semua masih berada di dalam gedung bandara. Terlihatlah bendera-bendera biro perjalanan yang selama ini memasang iklan di koran menghiasi langit-langit Bandara. Rupanya saat ini mereka sedang panen. Saya yang semula santai jadi ikut-ikutan bersemangat. Ciaaa…youu…! (artinya “bersemangat “dalam bahasa Mandarin, walaupun secara harafiah berarti “tambah minyak”).

(more…)

Read more