Search Results for:

[Buku baru] TraveLove – Dari Ransel Turun ke Hati

Front cover

Telah terbit buku baru berjudul: TraveLove – Dari Ransel Turun ke Hati!

Ditulis oleh 9 travel writer ngetop yang buku-bukunya telah diterbitkan Bentang Pustaka, yaitu: Andrei  Budiman, Ariyanto, Claudia Kaunang, Lalu Abdul Fatah, Rei Nina, Rini Raharjanti, Sari Musdar, Salman Faridi, dan Trinity a.k.a. saya 🙂

Sinopsis:
Ternyata, traveler tangguh pun tunduk pada cinta. Trinity misalnya, terpaksa menemani orang yang dicintainya ke Bromo, padahal malas setengah mati. Claudia Kaunang, Andrei Budiman, Rini Raharjanti, Sari Musdar, dkk. pun pernah tunduk pada cinta, dengan kisah berbeda-beda.
TraveLove adalah kisah-kisah traveling berbalut cinta, ditulis oleh para traveler dengan segala kejujurannya. Buku ini akan membuat pembaca bisa menemukan sisi lain para traveler. Jadi, jangan kaget kalau ternyata mereka punya sisi melankolis.
Tak hanya disuguhi kisah sedih, romantis, dan mengharukan, pembaca juga akan diajak jalan-jalan keliling dunia lewat buku ini. Menikmati indahnya Lombok, Laos, Jepang, hingga Eropa dengan bumbu kisah cinta tak biasa.

ISBN: 9786028864565
Jumlah halaman: 158
Harga: Rp 47.000,-
Tersedia mulai hari ini di toko-toko buku di Jabodetabek dan secara bertahap di daerah lain, atau pesan online di mizan.com

Serbuuuuu!

 

Read more

Raja Ampat adalah surga lantai ke-9!

Salah satu pantai di Misool

Turun dari kapal LOB (live on board) di Sorong, saya, Nina dan Yasmin rencananya mau jalan-jalan ke bagian lain di Papua karena masih punya 2 minggu liburan. Kami pun pergi ke bandara dan beberapa travel agent untuk nanya info pesawat dan kapal laut. Serasa ditampar, kami disadarkan bahwa Papua itu gedee banget! Naik pesawat bisa empat kali ganti, naik kapal bisa berhari-hari lagi. Setelah dihitung-hitung, harga dan waktu tidak sebanding untuk melanjutkan ke Biak, Nabire, apalagi ke Jayapura dan Wamena. Akhirnya kami memutuskan untuk balik lagi ke Raja Ampat – saking cintanya.

Tapi ke bagian mananya? Raja Ampat itu luasnya 46.000 km² atau hampir seluas provinsi Jawa Timur! Dengan lebih dari 1.500 pulau, sebagian besar dari wilahnya adalah laut. Berbekal informasi dari sana-sini, termasuk cari kenalan di Twitter, kami pergi ke Misool yang berada jauh di selatan Raja Ampat dan pas dapat tebengan speed boat milik TNC. Di distrik Misool hanya ada dua penginapan, yaitu resor milik bule seharga ribuan Euro di Babitim dan homestay lokal di Desa Harapan Jaya dengan harga ratusan ribu. Tentu kami pilih yang kedua meski masih termasuk mahal. Karena daerah kepulauan, kendaraan di sana ya kapal bermotor. Untungnya kami bertiga, jadi bisa patungan menyewa boat yang cukup mahal mengingat harga bensin di Papua itu tinggi dan ketersediaanya terbatas. Setiap hari kami menyewa speed boat untuk berkeliling dan tinggal menunjuk pulau mana yang akan disinggahi untuk berenang.

(more…)

Read more

Solo trip pertama kali!

By Pristi Gusmatahati*

Pose sama ikan buntal

Berbekal ilmu sebagai daydreamer, hobi ngiler tiap baca blog The Naked Traveler, pencerahan dari mbah Google dan milis indobackpacker yang saya ikuti, pengalaman pertama backpacking saya alami tahun 2009 ke Singapura bareng 2 teman. Tapi, sebenar-benarnya, saya ingin sekali pergi backpacking sen-di-ri-an, cuma belum ada keberanian. Pertama, karena saya perempuan berukuran kecil kaya balita padahal sudah tua, plus saya buta arah. Sampai akhirnya beberapa waktu yang lalu, saya memberanikan diri pergi ke Tanjung Lesung, sendiri. Yippiiiee!

Tanjung Lesung adalah sebuah pantai yang berada di kawasan Pandeglang, Banten. Disebut Tanjung Lesung karena lokasinya berupa daratan yang menjorok ke laut mirip ujung lesung (alat tradisional untuk menumbuk padi). Tempat ini terkenal dengan resort mewahnya serta Beach Club yang menyediakan fasilitas snorkeling, mancing, banana boat, jetski, dan lain-lain. Ada juga sailing trip ke anak gunung Krakatau, tapi buat saya harganya ngajak miskin banget. Lagipula, saya berencana untuk trip satu hari saja, berangkat pagi, pulang malam, karena esok harinya harus ngantor.

(more…)

Read more

The Power of Blog*

Tak terasa hampir 7 tahun saya punya blog naked-traveler.com. Kalau dulu saya nggak nge-blog, mungkin saya tidak bisa seperti saya sekarang ini yang berprofesi sebagai “tukang jalan-jalan sambil sesekali menulis”.

Gimana nggak nikmat, coba? Padahal dulu punya blog cuma iseng ingin mendokumentasikan perjalanan saya di tempat yang aman. Karena gaptek, blog saya dibuatkan oleh teman. Sampai sekarang pun saya masih gaptek, tapi intinya nge-blog bukan jago-jagoan bikin dengan program IT, tapi konsisten dalam menulis. If you can write, then you can blog!

Dulu saya tidak pernah menyangka bahwa blog itu bisa menghasilkan uang, bahkan bisa jadi profesi. Nge-blog ternyata bisa membuka pintu-pintu lain. Saya tiba-tiba dilirik Editor dan menawarkan untuk jadi kontributor di majalahnya. Selanjutnya blog saya dilirik penerbit untuk diterbitkan jadi buku. Saya jadi sering diundang menjadi pembicara di seminar, workshop, talkshow di radio, TV, dan sebagainya, termasuk diwawancara media untuk ditanyakan pendapat tentang suatu isu ataupun dibuatkan profil. Dari blog pula, saya mendapat undangan untuk jalan-jalan gratis ke seluruh dunia!

Bukan karena saya spesifik di travel blog yang bisa begitu, tapi teman-teman blogger saya juga mendapatkan kesempatan yang sama. Ada teman yang punya blog bertema IT, bisnis, fashion, foto, kuliner, kedokteran  – semuanya juga sering diundang perusahaan untuk me-review produk, jadi pembicara, bahkan jadi presenter TV dan bintang iklan.

Selain alasan bisnis, blog itu berguna untuk mengekspresikan diri, menguatkan personal brand, menjadi ahli di bidangnya, ajang kita berlatih menulis, bahkan sesederhana agar nama kita eksis di google :) Dengan nge-blog kita bisa mengungkapkan sesuatu di depan publik dan tantangannya adalah orang bisa mempercayai pendapat kita!

Apakah dengan adanya Facebook dan Twitter itu mengalahkan keberadaan blog? Tidak. Saat ini promosi suatu produk/perusahaan mulai merambah ke digital dan mereka lebih menyukai endorser yang punya blog dan aktif di social media sekaligus. Banyak akun Twitter yang memiliki banyak follower, tapi belum tentu punya blog. Ada juga yang punya blog, tapi tidak aktif di Twitter. Dengan aktif di keduanya, maka Anda akan memiliki nilai lebih sehingga semakin mudah dilirik.

Nah, bagi Anda yang ingin nge-blog, berikut tipsnya:

Niche content  – Karena saat ini blog sudah banyak banget berseliweran di dunia maya, maka Anda perlu memikirkan tema yang spesifik dan unik. Contohnya blog tentang traveling, bisa dibikin lebih fokus lagi ke wisata kuliner, menyelam, atau wisata sejarah. Boleh saja blog Anda berisi diary tentang kehidupan sehari-hari, tapi kalau Anda menulisnya biasa saja (nggak lucu), siapa yang melirik kecuali teman-teman Anda sendiri? Ingat, pilihlah tema yang benar-benar Anda kuasai, sehingga Anda juga enak dalam menulis dan tidak bosan berbagi.

WIIFM – Ini singkatan dari “What’s In It For Me?”. Artinya, bikin blog jangan hanya untuk memuaskan diri sendiri, tapi juga harus menempatkan diri sebagai pembaca. Ngapain baca blog orang kalau isinya tidak ada gunanya bagi kita sebagai pembaca, bukan?

Nama domain yang eye catching dan ear catching – Kecuali nama keluarga Anda Onasis atau Hilton, sebaiknya saat ini jangan menggunakan nama pribadi sebagai alamat domain blog Anda. Pikirkan sesuatu nama yang mudah diingat dan enak didengar, yang lucu atau menarik, yang sesuai dengan tema yang akan diusung, tapi jangan kepanjangan sehingga susah diingat.

Tampilan memikat – Memikat bukan berarti canggih, tapi user friendly. Warna dasar jangan yang mencolok, apalagi menggunakan font yang warnanya tidak kontras dengan warna dasar. Duh, pusing bacanya! Sebaiknya tidak pakai flash atau musik, karena berat bukanya dan bikin kaget.

Konsisten – Segalanya harus konsisten, baik dalam gaya bahasa, font, warna, gambar, maupun jumlah kata. Yang paling berat adalah konsisten dalam mem-posting. Menulis blog terus menerus membutuhkan waktu dan tenaga khusus. Jangan sampai blog lama kosongnya, karena akan ditinggalkan pembaca. Pengalaman saya sih maksimal seminggu sekali.

Taut dengan akun social media – Taruhlah link akun social media Anda dan alamat email di blog agar pembaca dapat berhubungan dengan Anda. Sebaliknya, setiap Anda mem-posting blog, taruhlah link tersebut di akun social media Anda sehingga traffic blog akan semakin tinggi.


*Tulisan ini diambil dari http://www.acerid.com/2012/01/the-power-of-blog

Read more

Wisata murah meriah di George Town

Beach Street

Penang adalah salah satu tempat favorit saya di Malaysia. Alasannya karena murah meriah! Murah harganya, meriah wisatanya, terutama untuk wisata budaya dan kuliner. Penang sebenarnya adalah semacam propinsi, tapi orang lebih mengenal sebagai Pulau Pinang meski wilayahnya juga termasuk Seberang Perai. Kali ini saya fokus main di George Town, ibu kota Penang yang terdaftar ke dalam UNESCO Heritage Site karena mereka berhasil melestarikan bangunan bersejarahnya yang merupakan perpaduan gaya kolonial Eropa dan budaya Asia.

Tempat Wisata Gratis

Enaknya di George Town, banyak tempat menarik yang gratisan. Modal jalan kaki doang, keliling-keliling liat bangunan tua dan mratiin orang menyenangkan sekali. Sebelum jalan, saya cari referensi di internet, salah satunya ini.

Beberapa tempat favorit saya adalah:

(more…)

Read more