The Naked Traveler

Makan Hemat dan Nekad (1)

Sebagai backpacker, atau istilah lebih kerennya budget traveler, faktor makan adalah hal yang terpenting karena merupakan faktor yang dapat kita kontrol pengeluarannya sebab biaya transportasi dan tiket masuk sight seeing adalah pengeluaran yang wajib dan tidak dapat ditawar. Apalagi jika traveling di negaranya bule, dimana 1 main course saja sekitar 7 – 12 Euro atau setaranya dalam Dolar, belum termasuk minum dan pajak. Lupakan appetizer dan dessert. Bukannya saya pelit, saya bisa makan dengan harga segitu di restoran di Jakarta. Tapi ini kan dalam rangka traveling di luar negeri dimana harga tiket pesawatnya saja sudah mahal, bawa duit juga terbatas,
Read more

Jutawan yang Menyamar Jadi ‘Backpacker’

Kalau saya traveling, saya paling anti memberitahu banyak orang tentang rencana kepergian saya. Soalnya pasti mereka akan bilang, “Oleh-oleh ya?”. Tidak tahu dari mana budaya oleh-oleh di Indonesia itu berasal, maksudnya sih sebagai kenang-kenangan tapi kok terasa menyusahkan orang yang pergi. Padahal saya jalan a la gembel, dengan duit terbatas, membawa ransel pula. Oleh-oleh itu harganya mahal tau’, barang-barang suvenir termurah seperti magnet kulkas dan gantungan kunci saja harganya sekitar 2 – 7 Euro atau setaranya dalam Dolar. Apalagi T-Shirt yang rata-rata harganya 2 digit. Belum lagi kalau ada yang bilang, “Titip ya?”. Males banget! Saya sih bukan seperti teman
Read more

Kelas Bisnis Pakai Piring

Saya baru saja terbang dari Jakarta ke Vienna (Austria), naik Emirates Airlines. Pesawat milik negara UAE ini merupakan airlines favorit saya karena alasan sederhana, harganya relatif lebih murah dan pramugaranya ganteng-ganteng. Saat check in saya bela-belain datang duluan supaya dapat request duduk di paling depan sesudah wall karena cuman di deretan kursi kelas ekonomi itulah lumayan membuat nyaman kaki dalam perjalanan panjang berhubung memiliki ruang yang sedikit lebih lega untuk dengkul saya. Sejujurnya sih, sebenarnya saya menghindari duduk di belakang karena suka malu melihat kelakuan para TKI. Di Singapura, kami transit selama setengah jam untuk terbang ke Colombo dulu. Saya
Read more

Bugil di Danau Es

Finlandia, akhir Oktober 2005 Banyak orang di Indonesia, terutama di Jakarta karena saya tinggal di sana, berasumsi salah mengenai sauna. Mereka pikir (mungkin Anda juga) sauna itu berfungsi untuk menguruskan badan sehingga makin menjamur pula tempat sauna di Jakarta, terutama di pusat kebugaran sebagai bagian dari fasilitas untuk ´menguruskan´. Bahkan saya sering menemui orang yang khusus datang ke pusat kebugaran hanya untuk sauna, tanpa berolah raga sama sekali. Dengan keringetan, mereka pikir badannya akan otomatis kurus. Henna, teman saya yang orang asli Finlandia menganggap kebiasaan sauna orang Indonesia ini sangat lucu, sampai-sampai saya diundang khusus untuk merasakan sauna di negara
Read more

Kejarlah Daku dan Tangkaplah Bagasimu

Bicara tentang ukuran kecanggihan airport, menurut saya hal itu tergantung dari sistem bagasi di area baggage claim. Airport yang bagus dan canggih harus mempunyai conveyor belt – ban berjalan tempat kita menunggu bagasi dipindahkan dari pesawat ke ruang pengambilan bagasi. Kategori bagasi pesawat bisa berupa koper, ransel, tas tenteng, papan surfing, tas golf, sampai ke dus. Percaya deh, saya cuman melihat banyak dus di bagasi pesawat kalau yang punya orang asal Asia Tenggara! Airport internasional di Amerika atau Eropa adalah contoh airport yang canggih, convetor belt-nya banyak dan berjejer sesuai dengan banyaknya pesawat yang lepas landas dari airport tersebut yang
Read more