[ADV] Serunya Transformers The Ride!
Transformers The Ride
Sebagai penggemar berat theme park, apalagi yang ada wahana bikin adrenalin memuncak, saya pasti bersemangat nyobain naik. Saya nggak keberatan berkali-kali ke theme park asal ada mainan baru yang seru. Lagi-lagi saya harus bikin sirik kalian, karena saya diundang Resort World Sentosa untuk menghadiri peluncuran wahana baru bernama Transformers The Ride di Universal Studios Singapore! Hihi, padahal Dufan aja nggak pernah ngundang saya.
Sampai saat ini Universal Studios Theme Park ada 4 di dunia, di Hollywood, Orlando, Osaka dan Singapura. Untung juga sih buka di Singapura, jadi bisa lebih dekat dan murah mencapainya. Saya sendiri sudah 3 kali ke sana dan nyobain berbagai macam wahananya. Nah, sebagai undangan peluncuran Transformers the Ride, saya menjadi salah satu orang pertama yang nyobain. Bukannya kelinci percobaan sih, tapi kan seneng banget, apalagi bisa ketemu Michael Bay (sutradara film Transformers). Biar tambah sirik, saya jalan barengan 3 orang brondong eh blogger kondang, yaitu si Poconggg, Benakribo dan Shitlicious. Makanya kalau punya blog, seriusin deh bikinnya, siapa tahu dapat kesempatan asik seperti kami!
Nikmatnya jadi tamu kenegaraan
Backdrop seminar
Pada suatu sore yang biasa-biasa saja, saya menerima email dengan attachment berkop surat lambang Garuda Pancasila. Weh, ini surat serius banget dari pemerintah! Ternyata isi suratnya mengundang saya jadi pembicara tanggal 6 Juli 2011 di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Namibia! What? Namibia? Jauh amat! Kirain ini hoax, jadi saya googling. Eh ternyata bener lho! Langsung deh saya koprol! *lebay*
Besoknya saya ditelepon oleh staf KBRI Namibia dan dilanjutkan pengaturannya via email. Yang membuat saya bahagia adalah meski tidak ada fee, tapi transportasi, akomodasi, dan makan ditanggung. Wah, nggak apa-apa banget! Mariiii! Naluri traveler saya pun keluar, saya minta extend 2 hari di Namibia, plus tiket pulangnya minta via Cape Town untuk kembali ke Jakarta seminggu kemudian. Setelah disetujui, saya langsung apply visa South Africa di Jakarta dan sempat ribet cari orang yang tinggal di Cape Town untuk minta surat sponsor.
Safari di Namibia
Jerapah di waterhole Etosha
Wisata nonton satwa? Pilihannya ya ke kebun binatang. Tapi bonbin di Indonesia sepertinya cuma disukai anak kecil. Udah gede, saya nggak pernah lagi ke kebun binatang di Indonesia, kecuali di Jambi (namanya keren: Taman Aneka Rimba) karena gratis dan pas iseng nggak ada kerjaan. Pilihan lain ke Taman Safari karena lebih luas, jenisnya variatif, satwa yang lebih sehat dan nggak dikerangkeng sempit-sempit. Di Indonesia, saya sudah pernah mengunjungi semuanya, yaitu di Cisarua, Prigen dan Bali. Yang paling keren sih di Bali Safari & Marine Park. Meski kurang lebih sama, tapi di Bali mereka pintar create experience. Kelilingnya tidak boleh naik mobil pribadi, tapi harus naik mobil khusus dan ada guide yang menceritakan fakta-fakta ringkas yang lucu dan menarik dalam dua bahasa.
Sebenarnya sih saya kurang begitu suka wisata “nonton satwa”, kecuali memang satwa tersebut unik banget. Buktinya saya bela-belain ke Chengdu untuk nonton panda dan ke Pulau Komodo untuk nonton komodo – di habitatnya langsung. Ini pengecualian untuk satwa laut ya, karena saya kan emang doyan menyelam. Saya juga nggak masalah nonton satwa laut di aquarium, baik domestik maupun di luar negeri, seperti di Chiang Mai Aquarium (Thailand), Coex Mall Aquarium Seoul (KorSel), Toba Aquarium (Jepang), bahkan sampai ke SeaWorld San Diego (AS).
[ADV] Liburan di Bandung sama travel writers

Kamar di hotel The Papandayan
Apa jadinya kalo sesama travel writers liburan bareng? Sudah lama berteman dan merencanakan, tapi baru tanggal 11-13 November 2011 kemarin bisa diwujudkan. Nggak usah jauh-jauh ke luar negeri, cukup ke Bandung aja. Setelah woro-woro, berhasil lah saya ngajak Rini dan Ariy, serta Ditta dari Bentang Pustaka. Kalo udah ngumpul begini, si Ditta malah ‘memanfaatkan’ liburan kami dengan nyempilin acara Meet & Greet di Gramedia PVJ deh.
Kami semua berangkat sendiri-sendiri untuk berkumpul di Hotel The Papandayan yang terletak di Jl. Gatot Subroto 83, Bandung. Begitu saya bilang akan menginap di Hotel Papandayan, banyak yang komen, “Hah? Bukannya itu hotel lama gitu?” Nah, banyak yang belum tau bahwa Hotel Papandayan yang sudah berdiri 20an tahun itu telah direnovasi selama 2 tahun terakhir, dan April tahun ini resmi menjadi Hotel “The Papandayan” yang termasuk hotel bintang lima dengan 172 kamar.
Ngebut naik motor gede di jalan tol
Ngebut naik motor gede di jalan tol
Dulu orang tua saya melarang naik motor karena bahaya. Apalagi setelah kejadian pas saya masih di dalam perut ibu, dia pernah kecelakaan motor sampai tulang panggulnya patah dan bed rest di RS. Untungnya saya lahir baik-baik saja, meski agak “gila” udah gedenya (hehe!). Saya sendiri baru bisa (diam-diam) belajar naik motor pas saya SMA kelas 2 di Rumbai karena orang sana mayoritas pake motor. Keahlian naik motor dilancarkan pas saya kuliah di Semarang. Kembali ke Jakarta, saya nggak berani naek motor, maka naik ojek pun jadi makanan sehari-hari. Di mana pun saya tinggal, saya punya langganan supir ojek. Siapa yang kuat sama macet Jakarta?
Saat traveling, kadang motor pun jadi alat transportasi utama, bisa sewa atau naik ojek. Di Indonesia, terutama di pedalaman, saya cukup sering ngojek, bahkan sampai ke hutan dan gunung. Emang gila rasanya kalau naik motor menuruni lereng pegunungan, atau saat jalan tidak bisa dilalui sehingga harus menggendong motornya! Pengalaman yang tidak terlupakan: naik ojek di Taman Nasional Gunung Halimun di malam hari pas gerimis. Motor kami tergelincir, saya jatuh ke lumpur, ditimpa motornya, eh ditimpa si abang ojek segede gaban juga! Sial!




