The Naked Traveler

There’s Nothing Like Australia (2)


Kelar di New South Wales, saya dan @vjdaniel jalan-jalan lagi ke state lain yaitu Queensland – tepatnya di daerah Gold Coast. Dari Sydney kami terbang dulu naik pesawat ke Brisbane selama 1,5 jam, and the adventure continues…

Dreamworld

Dreamworld adalah theme park terbesar di Australia dengan luas 85 hektar atau 9 kali lipat lebih luas daripada Dufan. Selain terdapat 40 wahana, ternyata ada juga museum budaya Aborigin dan kebun binatang. Cukup gempor mengunjungi seluruhnya, maka sebagai penggemar extreme rides, saya langsung fokus naik roller coaster yang paling serem aja. Dimulai dari naik Mc Doohan’s Motocoaster (naik replika motor 500 cc lalu ngebut muter-muter pada kecepatan 72 km/jam), Tower of Terror II (kecepatan 161 km/jam yang berjalan mundur vertikal 100 m dan jatuh lagi!), Giant Drop (World’s Tallest Vertical Drop Ride yang dijatuhkan dari menara setinggi 119 m!) dan terakhir BuzzSaw (roller coaster dengan track berbentuk hati setinggi 46,2 m dan berjalan maju-mundur-berputar!). Gila, jantung rasanya mau copot!

(more…)

Read more

There’s Nothing Like Australia

Sunset from Sydney Tower (taken by Acer Liquid E3)

Pernah kah mengulang traveling ke suatu tempat? Saya sih sering, dan biasanya kunjungan selanjutnya harus melakukan hal baru. Seperti bulan lalu ke Australia. Sebenarnya saya sudah pernah ke sana, tapi saat diajak traveling bareng Dwidaya Tour dan Tourism Australia saya bikin persyaratan: tempat-tempat dan aktivitasnya harus baru. Tambah serunya lagi, si ganteng @vjdaniel ikutan jalan bareng! Asiiiik!

Ini dia tempat-tempat dan aktivitas serunya di New South Wales (NSW), state di pantai Timur Australia:

(more…)

Read more

The Naked Traveler jadi film layar lebar!

poster teaser #TNTmovie

Sering saya ditanya, kapan buku The Naked Traveler difilmkan? Saya cuman bisa ketawa. Siapa juga produser yang mau bayarin syuting di seluruh dunia? Lagian, buku saya kan adalah kumpulan cerpen yang isinya sangat random. Apa yang mau diceritakan dong? Ih, pasti ribet banget bikinnya! Sebenarnya sejak 3 tahun yang lalu saya sudah pernah dikontak oleh beberapa PH (Production House) yang tertarik memfilmkan TNT. Udah mitang-miting, tapi entah kenapa semua tidak ada ujungnya.

Barulah beberapa bulan yang lalu saya dikontak oleh sebuah PH baru bernama “Tujuh Bintang Sinema”. Meski orangnya sudah berpengalaman di bidangnya masing-masing, namun PH ini belum pernah memproduksi film apapun dan film TNT bakal jadi film pertamanya. Ada nada miring yang mengatakan bahwa ‘kok berani sih sama PH baru dan tidak terkenal’? Well, saya sih percaya chemistry. Dari semua orang PH yang miting sama saya, cuma mereka yang membaca buku TNT. Mereka sudah tahu apa yang mereka mau lakukan dengan step-step yang cukup detil. Saya pun sangat mengapresiasi segala sesuatu yang “pertama”.

Film #TNTmovie ini diadaptasi berdasarkan buku TNT1 dan TNT2. Meski masih bertema traveling, tapi akan ada tambahan drama, jadi bukan film dokumenter. Syutingnya di mana masih belum tahu. Saat ini skenario sedang dibuat. Dari situ lah baru akan ditunjuk sutradara dan para pemainnya. Jadi, siapa yang akan memerankan Trinity? Tentu bukan saya! Selain kegendutan dan ketuaan, saya kan bukan artis profesional :). Yang jelas, #TNTmovie rencana tayang di bioskop pada 2015.

Kalau mau update sama kabar tentang #TNTmovie, follow aja Twitter @TNT_TheMovie dan @TrinityTraveler ya!
Dan yang terpenting, saya mohon doa NT-ers agar proses pembuatan film ini lancar.
Amin.

 

Read more

[Adv] Kembali menyepi di Bandung

Yuk nyebur! (pic using Samsung Galaxy Camera)

Inget saya pernah nulis tentang menyepi di Bandung 2 tahun yang lalu? Dalam rangka nulis buku #TNT5, saya pun butuh menyepi lagi. Asal bukan pas weekend, Bandung masih tetap nyaman untuk melarikan diri sejenak dari sumpeknya Jakarta kok.

Saya sengaja menginap lagi di Sheraton Bandung Hotel & Towers karena katanya hotel itu baru saja direnovasi habis-habisan. Bener aja, baru nyampe di lobinya aja saya nggak mengenali sama sekali! Dulu kan tampak seperti hotel kuno, gelap, serba kayu, tradisional banget. Sekarang lobinya terang didominasi warna putih dengan aksen warna biru pastel, dekorasi lampunya pun keren! Resepsion sekarang model terbuka, bukan meja panjang yang kaku. Stafnya pun tetap ramah dan profesional. Kalau malam, di ujung lobi ada Samsara Lounge dengan live music diiringi piano.

(more…)

Read more

Panduan berobat ke Penang

Penang Adventist Hospital

Pulang dari #TNTrtw, ibu saya sakit parah. Sudah berobat ke tiga RS terkenal di Jakarta, bahkan sampai diopname 2 minggu, namun ibu saya tidak juga sembuh. Atas rekomendasi saudara dan teman, akhirnya kami pergi ke Penang, Malaysia, untuk check up. Penang dipilih karena memang terkenal sebagai medical tourism-nya. Selain kota yang tidak begitu besar, biaya hidupnya pun terjangkau, juga lokasinya tidak terlalu jauh dari Jakarta. Dibanding berobat ke Singapura, Malaysia masih lebih murah.

Singkat cerita, hari pertama bertemu dokter dan dites, ternyata ibu saya divonis kanker lambung stadium empat. Keesokan harinya langsung dioperasi, dan setiap tiga minggu kami ke Penang untuk chemo therapy. Oleh karena itu saya minta maaf karena proses menulis buku #TNT5 jadi terbengkalai. Puji Tuhan, 7 Mei 2014 kemarin ibu saya dinyatakan selesai chemo-nya karena perkembangan kesembuhannya semakin baik. Paling tidak, ibu saya mendapatkan better quality of life.

Karena banyak yang bertanya kepada saya soal pengobatan ke Penang, saya ingin berbagi informasi kepada Anda yang mengalami hal yang sama: pasien yang sama-sama merasa tidak lebih baik meski telah berobat di RS di Indonesia. Bahkan saya sempat bertemu dengan beberapa pembaca saya di Penang atas anjuran saya dan orang tua mereka pun sembuh. Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada para dokter dan RS di Indonesia, berikut panduannya. Perlu diketahui, sama sekali saya tidak dibayar untuk mempromosikan ini, jadi tolong jangan curiga.

(more…)

Read more