Travel

Disabled Traveler

Disabled Traveler

Tak pernah menduga saya bisa menulis tentang pengalaman pribadi menjadi seorang yang disabled alias penyandang cacat. Istilah sopannya zaman sekarang disebut “difabel” yang berarti kelainan fisik dan/atau mental yang dapat mengganggu atau merupakan rintangan dan hambatan baginya untuk melakukan secara selayaknya. Nggak, saya nggak gila, tapi saya pernah cacat fisik selama lebih dari sebulan. Nggak parah, tapi lumayan mengganggu.

Pada Juni 2017, lutut kiri saya terasa ngilu luar biasa, terutama saat berjalan. Berhubung akan trip ke Kazakhstan, maka saya pergi ke dokter speasialis ortopedi. Setelah diperiksa, cek MRI dan X-Ray, hasilnya sungguh tidak menggembirakan: meniskus (bantalan antara sendi lutut) robek, terdapat cairan sehingga lutut bengkak, tulang memar, dan osteoartritis (pengapuran). Karena apa? Kombinasi antara cedera olah raga, overuse (kebanyakan dipake) dan obesitas! Dokter cuman kasih obat anti nyeri sementara. Cara penyembuhannya adalah istirahat, mengurangi pergerakan, dan menurunkan berat badan. Lha, gimana? Profesi saya kan tukang jalan-jalan! Saya pun disuruh berjalan pake tongkat agar mengurangi beban pada lutut kiri. Anjir, gue kayak nenek-nenek jompo!

Singkat cerita, berangkatlah saya ke Kazakhstan dengan muka meringis karena menahan ngilu. Saya baru sadar bahwa kecepatan jalan kaki saya dengan menggunakan tongkat melambat 50%. Saya frustasi sendiri karena saya yang biasanya aktif bet-bet-bet jadi selow banget. Pekerjaan saya literally and figuratively modal dengkul, namun dengkul saya menyerah. Aaaarrgh!

Kazakhstan ternyata bukan negara yang disabled friendly. Di Almaty, hampir semua hotel pasti bertangga untuk naik ke lobi. Saya memang sengaja bawa koper beroda supaya tidak tambah beban, tapi gimana bawanya kalau naik/turun tangga? Naik tangga adalah siksaan, tapi ternyata turun tangga lebih ngilu lagi. Di Metro (kereta bawah tanah) ada tangga jalan, tapi masuk ke dalam stasiun tetap ada tangga dan tidak ada ada lift. Jalan-jalan di kota masih mending, tapi begitu di alam fasilitas difabel tidak ada. Parahnya lagi, toilet umum di luar kota harus jongkok! Wadawww!

Saya extend ke Astana yang merupakan ibu kota modern, tapi tidak lebih baik. Saya meminta tolong teman orang Kazakh untuk menelepon hostel agar saya tidur pada lower bunk bed (ranjang bawah) jadi nggak harus manjat. Eh nggak taunya hostel terletak di lantai dua tanpa lift! Saya terpaksa hanya keluar hostel sekali, dari pagi pulang malam dan nggak keluar lagi.

Yang saya senang di Kazakhstan adalah malnya karena lift yang tersedia khusus untuk difabel. Kalau orang normal masuk, akan dipelototi orang. Namun di bandara saya dicurigai. Tongkat harus masuk X-Ray terpisah dan saya pun disuruh body check di dalam ruangan khusus. Untuk memastikan bahwa saya memang sakit kakinya, eh saya disuruh buka celana! Si mbak petugas malah mencet-mencet lutut saya. Aduh, mbak!

Pulang ke Jakarta, lutut saya belum sembuh jadi ke mana-mana masih pake tongkat. Saya baru memperhatikan bahwa permukaan jalan di Jakarta banyak yang tidak rata, bahkan di dalam rumah sekalipun. Ada anak tangga ada di hampir semua gedung, baik mal, kantor, restoran. Yang paling bahaya adalah ketika berada di keramaian. Jalan di tempat ramai, orang asyik aja mepet sampai tongkat saya jatuh. Lift mal dipenuhi oleh orang normal, padahal selalu ada escalator. Ketika saya naik bus umum, orang tidak memberikan tempat duduk. Keluar bus, ada gap besar antara lantai bus dan halte. Dan yang paling sulit adalah menyebrang jalan! Baru juga beberapa langkah, mobil dan motor tidak ada yang memperlambat kecepatan! Was-wus aja sampe saya stuck di tengah jalan dan ditolong tukang parkir.

Seminggu kemudian, saya diundang ke Inggris. Ada 10 orang media dari 10 negara yang ikut, dengan tema adventure yang membutuhkan banyak aktivitas fisik. Waktu saya konfimasi, saya pikir saya bakal normal kembali. Ternyata tidak. Saya merasa gagal merepresentasikan Indonesia! But the show must go on. Saya pun ke dokter gizi untuk konsultasi menurunkan berat badan dan ke dokter rehabilitasi medik untuk diajarkan cara berjalan agar mengurangi rasa sakit. Dengan tongkat keparat saya tetap berangkat. Untunglah saya masih dikasihani Tuhan. Dalam rombongan itu ternyata ada 4 orang tua, dan salah satunya juga sakit lutut! Jadilah itinerary dibuat 2 versi; aktivitas fisik untuk anak muda dan jalan-jalan untuk orang tua, contohnya yang muda surfing, yang tua ke kastil.

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

Inggris sebagai negara maju hampir selalu menyediakan fasilitas untuk difabel. Warganya pun sudah biasa memprioritaskan difabel, ada aja orang yang menolong saya. Setiap ada anak tangga, ada pilihan permukaan rata. Hotel kecil di pelosok sekalipun ada lift, tersedia kamar khusus difabel dengan kamar mandi yang banyak pegangan dan tidak harus memanjat bathtub. Hanya sekali saya naik-turun tangga, yaitu ketika saya extend ke Belfast dan naik pesawat berbiaya rendah. Dasar murah, tidak ada belalai dari pintu bandara ke pintu pesawat – ya, nasib!

Eh, ada satu hal lagi yang bikin down dengan ‘kecacatan’ saya. Ternyata saya jadi nggak pede gebet laki! *tutup muka*

Read more
Wales, the Epic Land! (2)

Wales, the Epic Land! (2)

Ini adalah bagian kedua tentang jalan-jalan di Wales, setelah sebelumnya dibahas di sini.

Epic Town

Caernarfon – kota kecil yang menawan karena dikelilingi oleh tembok kuno yang dibangun pada abad ke-13 dengan kastil yang dibangun oleh Raja Edward I yang besar menjulang. Kota dan kastil Caernarfon termasuk ke dalam situ warisan UNESCO karena masih terpelihara dengan baik seperti aslinya. Nongkrong sambil minum bir di pub samping Selat Menai sambil dengerin Welsh folk music serasa kembali ke zaman Robin Hood!

Portmeirion – terkenal karena merupakan tempat syuting film seri The Prisoner pada 1960an. Arsiteknya adalah Sir Clough Williams-Ellis, seorang yang cukup ‘gila’ untuk membuat desa bergaya Italia selama kurun waktu 50 tahun (1925-1975). Jadi ada kastil, berbagai bangunan Mediterania bercat pastel warna-warni, patung dan air mancur, sampai gereja berkubah. Terletak di pinggir Sungai Dwyryd dengan latar belakangan pegunungan Snowdonia, Portmeirion ini sebenarnya bukan desa karena tidak ada penduduknya, namun telah diubah menjadi resort bintang lima. Selebritas yang pernah tinggal di sana antara lain Ingrid Bergman dan Paul McCartney.

 

Llandudno – karena kota ini terletak di pinggir pantai, Llandudno jadi kota favorit saya. Tapi yang bikin bagus sih arsitektur bangunannya yang bergaya Victoria (abad ke-19) sehingga tampak elegan. Tak heran Llandudno terpilih sebagai the third best tourism destination in the UK by TripAdvisor, setelah London and Edinburgh. Kerennya lagi, kita bisa mengikuti jejak Alice in Wonderland di mana Alice aslinya (Alice Liddell) pernah tinggal di Llandudno pada 1860-an.

Epic Landscape

Menai Strait – selat ini memisahkan antara Pulau Anglesey dan Pulau Wales. Dengan naik speed boat keliling-keliling selat ini, kita disuguhkan pemandangan tebing-tebing Anglesey, desa-desa cantik, jembatan-jembatan berusia ratusan tahun, dan gereja tua. Pemandangan di daratnya pun indah; serba hijau dengan sapi-sapi gemuk makan rumput.

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

Snowdonia – daerah pegunungan ini dinamai demikian mengikuti nama gunung tertinggi di Wales, Mount Snowdon, dengan ketinggian 1.085 mdpl. Saking cantiknya, Snowdonia adalah lokasi syuting film King Arthur: Legend of the Sword! Biasanya orang ke sana untuk hiking, tapi ada cara yang jauh lebih gampang dan nggak pake ngos-ngosan, yaitu naik kereta Ffestiniog dari Porthmadog ke Caernarfon. Ffestiniog adalah perusahaan rel kereta tertua di dunia yang berdiri sejak 1832. Uniknya lagi, kereta ini adalah kereta uap tua, jadi melintasi pegunungan hijau di sana jadi berasa pergi ke Hogwarts!

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on


Epic Language

Di Wales, bahasa resminya ada dua, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Welsh. Jadi rambu lalu lintas, menu, dan informasi apapun dalam dua bahasa. Orang Welsh yang berbahasa Welsh kebanyakan di utara Wales. Bahasa Welsh beda banget dengan bahasa Inggris! Misalnya, “Good afternoon! How are you? Good bye!” bahasa Welsh-nya adalah “Prynhawn da! Sut ydych chi? Hwyl fawr! Bila Anda merasa bahasa Welsh kebanyakan huruf konsonan daripada vokal, itu karena huruf ‘w’ dan ‘y’ dianggap huruf vokal.

Epic-nya adalah saya mengunjungi sebuah kota bernama Llanfairpwllgwyngyllgogerychwyrndrobwllllantysiliogogogoch. Buset! Nama satu kata dengan 58 huruf ini merupakan nama tempat terpanjang kedua di dunia (yang pertama ada di Selandia Baru dengan 92 huruf dalam bahasa Maori). Artinya dalam bahasa Inggris adalah, “Saint Mary’s Church in the Hollow of the White Hazel near a Rapid Whirlpool and the Church of St. Tysilio near the Red Cave“. Begitu memasuki kotanya, ada sebuah toko dealer mobil mewah, eh sepanjang tembok bangunannya adalah nama kota itu. Supaya gampang foto-foto selfie, saya ke stasiun keretanya. Eh bener lho, namanya sepanjang bangunan! Buset, ngabis-ngabisin dana percetakan ya? Hehe! Ada fakta menarik lagi, aktris Naomi Watts masa kecilnya pernah tinggal di sana.

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

Also Epic

Smallest house in Britain – terletak di kota Conwy, rumah terkecil se-Inggris ini ukuran lantainya 3,05 x 1,8 meter dengan dua lantai, yang bawah untuk ruang tamu dan perapian, yang atas untuk tempat tidur. Dibangun pada abad ke-16, rumah ini dihuni oleh seorang nelayan dengan 6 orang anggota keluarga. Pada abad ke-19, pemerintah setempat menutup rumah ini karena dianggap tidak manusiawi untuk dihuni sehingga akhirnya dijadikan destinasi wisata. Eng, bukannya banyak ya rumah kecil di Indonesia? *tutup muka*

World’s Best Beach Bar – namanya Ty Coch Inn, letaknya di desa Porthdinllaen di pantai pasir putih yang cantik. Bar ini terpilih menjadi salah satu dari 10 beach bar terbaik di dunia berdasarkan survei. Apa dong istimewanya? Ia terletak di pantai yang tidak bisa dilalui kendaraan, jadi pengunjung harus parkir di atas tebing lalu jalan kaki sekitar 20 menit untuk sampai ke bar yang hanya ada satu-satunya di pantai itu. Minumannya adalah bir Welsh Ale. Ah, segar!

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

Epic Tips

  • Untuk traveling di utara Wales, paling efektif terbang dari Jakarta (CGK) ke Manchester (MAN) via Dubai (DXB). Dari Manchester ke Llandudno di Wales hanya ditempuh sekitar 1,5 jam berkendara.
  • Visa UK bikinnya di VFS. Syaratnya gampang, cuman ikutin 3 langkah ini. Jangan khawatir, paspor Indonesia itu termasuk tinggi tingkat keberhasilan dapat visa UK lho!
    Karena waktu itu butuh buru-buru, saya ambil jasa Priority Visa yang ternyata 2 hari kerja udah kelar. Saya juga ambil jasa VIP Premium Lounge di VFS Kuningan City biar nggak pake ngantri, bisa nunggu sambil ngopi, dan ada yang bantuin, termasuk jasa SMS untuk mengetahui status.

VIP Premium Lounge di VFS Kuningan City

Read more
Wales, the Epic Land!

Wales, the Epic Land!

Bulan lalu saya keliling Wales bagian utara. Lumayan untuk menamatkan jejak kaki saya di empat ‘negara’ dalam United Kingdom yang terdiri dari England, Scotland, Wales, dan Northern Ireland. Dibanding keempatnya, Wales memang tidak terlalu populer. Namun menurut saya, Wales justru yang terunik dan terindah! Epic banget deh!

Whispering Sand Beach

Wales yang menempati area hampir seluas propinsi Bengkulu ini terletak di barat Britania Raya yang berbatasan dengan Laut Irlandia. Penduduknya 3 juta orang (sekitar 5% dari total penduduk United Kingdom) dengan 9 juta domba. Iya, serius! 78% wilayah Wales diperuntukan untuk agrikultur jadi memang serbahijau dan cocok untuk beternak. Lansekapnya pun didominasi oleh pegunungan, terutama di utaranya sehingga lebih dramatis.

Epic-nya Wales saya bagi ke dalam beberapa kategori begini;

Epic Castles

Terdapat 641 castle (istana) di Wales atau paling banyak per mil persegi di dunia. Ada di gunung, di pantai, ada yang dijadikan museum atau hotel, ada yang katanya berhantu, ada juga yang kosong begitu saja. Saya masuk ke tiga di antaranya;

Conwy Castle – Termasuk ke dalam UNESCO World Heritage Site, istana yang dibangun oleh Raja Edward I pada abad ke-13 ini disebut sebagai arsitektur militer terbaik di Eropa. Berbentuk persegi panjang, istana ini terbagi dua yaitu bangsal luar dan bangsal dalam, dengan delapan menara pengintai. Selain berfungsi sebagai benteng pertahanan, di dalamnya juga terdapat tempat tinggal keluarga raja dan stafnya.

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

Criccieth Castle – istana ini dibangun oleh Llywelyn the Great pada abad ke-13 yang dimodifikasi oleh Raja Edward I. Pada abad ke-15, istana ini direbut kembali dari Kerajaan Inggris yang merupakan pemberontakan terakhir bangsa Welsh. Terletak di atas bukit di antara dua pantai Gwynedd dan Tremadog Bay membuat istana ini tempat keren untuk nongkrong sambil memandang kota Criccieth dari ketinggian.

Kota Criccieth

Penrhyn Castle – aslinya rumah seorang bangsawan kaya bernama Ednyfed Fychan di Llandygai pada abad ke-13 yang telah direnovasi berkali-kali sampai terakhir pada abad ke-19 oleh arsitektur Thomas Hopper. Di dalamnya masih tersimpan dengan baik barang perabotannya beserta koleksi lukisan berharga. Di sisi lain terdapat taman dan museum kereta api. Terletak di atas bukit, istana ini menghadap pegunungan Snowdonia, jadi bangunan dan pemandangannya sama-sama spektakuler!

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

Epic Coastline

Dengan garis pesisir sepanjang 2.700 km, Wales diberkahi dengan pantai-pantai yang kece. Pada musim panas, Wales jadi tempat berlibur orang Inggris karena cuacanya lebih hangat dan kering. Tak hanya untuk berenang, tapi pesisirnya bisa untuk hiking dan bersepeda. Ini beberapa di antaranya;

South Stack – terkenal dengan mercu suarnya yang cantik dan merupakan sebagian dari walking trail di pesisir Pulau Anglesey. Emang nyaman banget berjalan kaki di jalur khusus pejalan kaki dengan pemandangan indah begini! Selain bisa berkunjung ke mercu suar setinggi 41 meter dengan ratusan anak tangga, di tebingnya kita bisa bird watching melihat ribuan burung liar, seperti Puffin, Razorbill dan Guillemot.

Newborough Beach – untuk mencapai pantainya, saya berjalan kaki dulu di antara hutan pinus selama 50 menit. Bila di negara tropis pantainya berisi pohon kelapa, di sini pohon pinus! Dari pantai berair tenang ini, lanjut berjalan kaki ke Pulau Llanddwyn, rumah Saint Dwynwen. Bila di dunia merayakan Hari Valentine, di Wales orang merayakan Hari Dwynwen. Legenda mengatakan karena cinta dilarang oleh orang tua, Dwynwen bersumpah untuk tidak menikah.

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

Aberdaron – adalah desa nelayan di ujung Llyn Peninsula sehingga disebut “Land’s End of Wales”. Desa cantik di pinggir pantai ini dikelilingi perbukitan yang langsung ‘jatuh’ ke laut, pantai-pantai berpasir warna emas, dan menghadap pegunungan Snowdonia. Favorit saya adalah Whispering Sand, pantai yang pasirnya menimbulkan suara siulan, dan sunset di Pantai Aberdaron dengan langit yang berwarna pink!

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

Epic Adventure

Kalau Anda penggemar aktivitas pemicu adrenalin, Wales adalah pusatnya. Mau coba?

Surf Snowdonia Adventure Parc – surfing di Wales? Bisa! Surf Snowdonia adalah danau tempat surfing di pertama di dunia. Danau sepanjang 300 meter ini terdapat ombak buatan sehingga pengunjung bisa surfing sepanjang tahun. Ada kelas surfing untuk pemula sampai level 2, termasuk wet suit dan papan. Yang nggak mau surfing bisa ikut permainan kayak seri di TV, Wipe Out.

Coasteering – pelopor coasteering di dunia adalah di Wales. Coasteering dari kata coast (pesisir) merupakan aktivitas air campuran antara rock-hopping, shore-scrambling, swell-riding, cave-exploring dan cliff-jumping. Peserta dipinjami wet suit dan helm, dan dipandu oleh instruktur. Karena kondisi lutut, saya nggak bisa ikutan. Tapi katanya sih seru banget!

Llandudno Ski and Snowboard Centre – tempat main ski dan snowboard setiap hari sepanjang tahun. Dengan teknologi khusus, pengunjung dapat meluncur di ski slope. Tersedia kursus ski mulai dari kelas Taster sampai Level 7. Yang nggak doyan main ski, bisa main toboggan (semacam papan seluncur yang diduduki dan meluncur sepanjang 750 meter dari ketinggian – jalur terpanjang di Inggris!) atau main sno-tubing (meluncur di atas ban besar).

Zip World Velocityzip line tercepat di dunia dan terpanjang di Eropa! Ini highlight trip saya di Wales. Ternyata kita nggak meluncur dalam posisi duduk tapi posisi tengkurap dengan badan dan kaki terkait ke wire. Turun pun dua kali, pertama di wire yang pendek untuk penyesuaian, lalu kedua dibawa naik truk ke atas bukit setinggi 1.500 meter dan turun dari sana. Mulai dari situ deg-degan karena terasa ketinggiannya. Begitu meluncur, rasanya kayak terbang aja karena kecepatannya mencapai 160 km/jam! Whoaaa!!

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on


(Bersambung)
Masih banyak hal epic lainnya di Wales yang saya kunjungi, termasuk ke kota bernama Llanfairpwllgwyngyllgogerychwyrndrobwllllantysiliogogogoch (saya nggak salah ketik!) dan naik kereta uap ke Hogwarts. Atau, pengin tau juga gimana gampangnya bikin visa? Tunggu di blog post selanjutnya!

Read more
Gimana caranya ke Kazakhstan?

Gimana caranya ke Kazakhstan?

Di postingan sebelumnya, saya sudah menulis tentang destinasi-destinasi menarik di sekitar Almaty. Kali ini saya mau menjelaskan informasi yang dibutuhkan untuk pergi ke Kazakhstan.

Visa

Bagi pemegang paspor Indonesia, visa bisa apply di Kedutaan Besar Kazakhstan, Jl. Denpasar Raya, Blok A/12, Kav.1, Mega Kuningan, Jakarta 12950, Telepon: (021) 29440388, 29440386, E-mail: jakarta.kazemb@yahoo.com. Submit visa hanya dilakukan setiap hari kerja kecuali Rabu pada jam 09.00-11.00. Kalau dokumen sudah lengkap, proses visa memakan waktu minimal 5 hari kerja. Ambil visa setiap hari kerja kecuali Rabu pada jam 13.00-15.00.

Sistem visa mirip dengan cara Rusia. Syaratnya: paspor asli, isi formulir dalam huruf besar, letter of invitation (bisa dari pengundang atau travel agent di Kazakhstan) yang menyebut Visa Support No. yang diperoleh dari Department of Consular Service, Ministry of Foreign Affairs Republic of Kazakhstan di kota Astana atau Almaty, surat keterangan kerja, dan pas foto berwarna ukuran 3,5 x 4,5 cm. Meskipun akhirnya tidak diminta, tapi siapkan juga bank statement, kartu keluarga, paspor lama. Biayanya USD 60 ditransfer ke Bank Mandiri.

Bila Anda tinggal di Kazakhstan lebih dari 5 hari, maka wajib lapor ke kantor imigrasi setempat di Kazakhstan. Kalau tidak, Anda akan ditahan oleh imigrasi bandara. Tapi kalau tidak mau repot, bisa minta tolong travel agent/hotel untuk menguruskannya dengan biaya.

Begitu Anda mendarat, pihak imigrasi akan memberikan Migration Card berwarna putih. Isi lah, simpan dan jangan sampai hilang, karena akan diminta kembali saat Anda keluar dari Kazakhstan.

Transportation

Get in: Rute paling efektif ke Kazakhkstan adalah terbang dari Kuala Lumpur (KUL) atau Bangkok (BKK) direct ke Almaty (ALA) menggunakan maskapai Air Astana. Pesawatnya baru, servisnya oke, makanannya enak kok.

Get around: antarkota di Kazakhstan bisa naik bus, kereta, atau pesawat terbang. Harap diingat bahwa Kazakhstan adalah negara yang sangat luas, jadi Almaty ke Astana aja bisa memakan waktu 20 jam naik kereta. Alternatif maskapai domestik selain Air Astana adalah Scat atau Bek Air. Sedangkan transportasi umum di dalam kota, bisa naik bus atau Metro (hanya ada di Almaty) dengan harga tiket yang murah; bus 90 Tenge dan Metro 80 Tenge.

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

Yang unik adalah taksi. Sebenarnya ada Uber, tapi masalahnya dia akan telepon ke nomor kita yang terdaftar (international roaming), lalu masalah bahasa pun muncul. Jadi mending pake taksi ilegal. Caranya: berdiri aja di pinggir jalan sambil melambai-lambaikan tangan, maka siapapun dengan mobil apapun akan berhenti. Kasih alamat (yang sudah ditulis dengan aksara Rusia/Kazakh), tawar-tawaran harga (pake bahasa Tarzan), lalu naik. Beres, nggak usah pake ngomong, nyampe di depan pintu. Awalnya saya agak takut, tapi terbukti aman dan efektif. Tarif tergantung jauh-dekatnya, tapi berkisar di antara 500-1000 Tenge.

Tidak semua destinasi wisata, terutama di luar kota, yang ada transportasi umum. Kalau malas ribet dan mau pake paket tur, rekomendasi saya adalah City Tour KZ dengan guide berbahasa Inggris bagus, profesional, dan baik hati.

Accommodation

Penginapan sangat variatif, mulai dari hostel dengan harga USD 10/bed/malam sampai hotel berbintang lima jaringan internasional seharga USD 250/kamar/malam.

Meals

Orang Kazakhstan adalah carnivora sejati. Daging sapi, domba, dan kuda (iya, kuda!) adalah santapannya sehari-hari. Biasanya dipanggang dengan minim bumbu dan dimakan dengan roti. Jangan kuatir soal halal, mayoritas penduduknya penganut Islam jadi mereka bukan lah pemakan babi (cuman minum vodka. Hehe!). Jangan lupa coba Kumis, minuman yang terbuat dari susu kuda yang difermentasi.

Di sana nggak ada warung atau kaki lima, jadi makan kudu ke restoran. Pilihan yang paling aman adalah di food court mal, sekali makan sekitar 750-1300 Tenge udah kenyang. Makan di restoran biasanya habis sekitar 3000 Tenge.

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

Tips

  • SIM Card Kazakhstan belinya gampang dan murah, internetnya juga cepat. Untuk mengaktifkannya harus mengirim SMS yang instruksinya ada di kartu dalam Bahasa Rusia.
  • Orang Kazakhstan berbahasa Kazakhstan dan/atau Rusia, mereka umumnya tidak bisa berbahasa Inggris. Minta lah alamat hotel yang ditulis dalam kedua bahasa tersebut. Saya survive dengan punya mobile apps penerjemah bahasa Rusia.
  • Kalau mau beli oleh-oleh, saran saya beli lah coklat Kazakhstan yang ternyata enak dan murah – 1 bar coklat harganya 300 Tenge aja. Yang enak dan murah juga adalah vodka Kazakhstan. Ada bebeberapa macam merk, hanya saja saya juga nggak ngerti bacanya. Pergi aja ke Supermarket dan tanya orang lokal yang mana yang buatan Kazakhstan, harganya cuman sekitar 1000 Tenge sebotol.
Read more
What to see and do in Almaty, Kazakhstan?

What to see and do in Almaty, Kazakhstan?

Kazakhstan? Hah? Di mana tuh? Ketemu Borat nggak? Ya, begitulah reaksi orang ketika saya bilang mau ke Kazakhstan. Negara yang merdeka dari Uni Soviet pada 1991 ini terletak di Asia Tengah, berbatasan dengan Rusia, Tiongkok, Kyrgyzstan, Uzbekistan, dan Turkmenistan. Ia merupakan negara nomor sembilan terluas sedunia, sekitar 1,4 kali lebih luas daripada daratan Indonesia. Sedangkan Borat adalah film fiksi banget yang syutingnya pun bukan di Kazakhstan.

Untuk menikmatinya, mulai lah dari Almaty yang merupakan kota terbesar di Kazakhstan. Almaty pernah menjadi ibu kota negara sampai 1997 yang akhirnya pindah ke Astana. Sebagai pusat bisnis dan budaya, pariwisata Almaty paling siap. International flights pun sebagian besar mendarat di Almaty. Tapi tahukah apa arti kata “Almaty”? Kota apel! Ya, karena banyaknya pohon apel dan menurut penelitian apel telah tumbuh di sana sejak 1000 tahun yang lalu.

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

Karena destinasi ini masih awam, maka saya akan menulis dengan gaya travel guide karena saya yakin pasti berguna karena jarang ada informasi yang mumpuni. Dimulai dari info: ke mana dan ngapain aja di Almaty?

City

Almaty adalah kota yang maju, mirip kota di Eropa. Dijuluki sebagai “garden city” karena seluruh kota dipenuhi oleh pepohonan rindang. Kerennnya lagi, kota ini terletak di kaki pegunungan Trans-Ili Alatau yang memiliki salju abadi di puncaknya. Wajib datang ke tempat berikut;

Republic Square adalah alun-alun pusat yang merupakan landmark Almaty. Terdapat monumen Golden Warrior setinggi 28 meter, air mancur, dinding diorama sejarah Kazakhstan. Di seberangnya terdapat gedung walikota yang dulunya bekas istana presiden.

Panfilov Park of 28 Guardsmen adalah taman paru-paru kota seluas 18 hektar yang rimbun, tempat favorit penduduk lokal untuk jalan-jalan dan pacaran. Terdapat 28 monumen untuk memperingati jasa 28 orang pahlawan yang mati dalam perang melawan Nazi Jerman. Panfilov sendiri adalah nama jenderal yang memimpinnya.

Saint Ascension Cathedral merupakan gereja Rusia Orthodox yang disebut juga dengan nama arsiteknya, Zenkov. Terletak di tengah Panfilov Park, gereja cantik yang dibangun pada 1906 ini bercat warna-warni kayak permen.

 

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

First President’s Park adalah taman urban yang menghadap pegunungan bersalju. Presidennya menanam sendiri pohon oak di situ.

Museum

Untuk mengenal lebih dekat budaya dan sejarah suatu negara dalam waktu singkat, silakan ke museum berikut;

Central State Museum of Almaty adalah museum terbesar di Almaty yang berisi artefak sejarah, arkeologi, budaya, dan politik Kazakhstan.

Almaty Museum mengkhususkan diri dengan sejarah kota Almaty mulai dari zaman pra sejarah, Uni Soviet, sampai modern.

Museum in French House gampang dikenali karena di luar gedungnya terdapat miniatur menara Eiffel. Lebih dikenal sebagai toko parfum dan kosmetik, tapi di lantai bawahnya terdapat koleksi benda seni bersejarah milik pribadi, mulai dari pelana kuda sampai emas kuno.

Activities

Selain sightseeing, kita bisa melakukan aktivitas seru lainnya di tempat berikut;

Medeu adalah outdoor ice skating ring tertinggi di dunia pada ketinggian 1.691 mdpl. Dibangun pada 1949, stadion es yang berkapasitas 8500 orang ini sering dijadikan tempat lomba speed skating seperti 2011 Winter Asian Games.

Kok-Tobe artinya Blue Hill adalah titik tertinggi kota Almaty yaitu pada ketinggian 1.100 mdl. Di sana terdapat amusement park, ferris wheel, roller coaster, kebun binatang, dan TV Tower setinggi 372 meter. Kota Almaty terlihat jelas dari atas sana. Kita bisa naik cable car juga.

Sunkar Falcon Center adalah peternakan burung predator yang endemik di Kazakhstan, kebanyakan spesies falcon dan elang. Yang keren, setiap hari ada pertunjukan keahlian para burung raksasa yang terlatih oleh pawangnya.

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

Shopping

Belanja apa di Almaty? Apa aja ada! Beli aja di tempat berikut;

Mall ada banyak di Almaty, semuanya besar, modern, dan bagus. Segala macam brand global ada di mall, termasuk restoran fast food dan kafe franchise Amerika. Rekomendasi saya ke Dostyk Plaza, Mega Mall dan Esentai Mall.

Arbat adalah sebuah jalan tanpa kendaraan tempat para seniman menjual kerajinan dan benda seni khas lokal, juga ada kafe-kafe gaul. Di situ juga ada TSUM, department store era Uni Soviet yang mirip kayak ITC.

Green Market (Zelyony) adalah salah satu pasar terbesar di Almaty dan paling tourist-friendly. Saya pikir disebut hijau karena bangunannya bercat hijau, tapi maksudnya hijau sayuran alias ‘pasar basah’ kalau di kita. Pasar dua lantai ini menjual segala macam khas lokal, mulai dari keju, sayur, daging (termasuk daging kuda), sampai kain dan perabotan. Kalau mau foto, wajib untuk minta izin dulu.

Horse meat in Green Market

Nature

Menurut saya, highlight dari Almaty adalah justru day trip ke luar kotanya untuk melihat keindahan alam yang spektakuler. Sayangnya begitu ke luar kota, toilet umumnya sangat buruk. Meski bangunannya bagus, tapi dalamnya hanya berupa bolongan doang (bukan WC) tanpa air apalagi tisu, jadi kotoran dan baunya numplek! Namun worth it dengan pemandangan kece berikut;

Shymbulak adalah ski resort yang buka sepanjang tahun, terutama untuk main ski pada musim winter November – April. Hebatnya, pada musim summer pun tetap ada salju! Untuk mencapai Talgar Pass di ketinggian 3.200 mdpl, kita bisa naik cable car dari Medeu. Pemandangannya memang spektakuler dengan pegunungan berlapis-lapis dengan salju abadi.

Big Almaty Lake terletak di ketinggian 2.511 mdpl. Danau yang sangat cantik berair warna turquois ini berlatar belakang pegunungan Tien Shan yang memiliki salju abadi dengan tiga puncaknya sekitar 4000an mdpl. Melihatnya saja bawaannya pengin berenang, tapi ternyata dilarang karena danau ini merupakan reservoir alami yang merupakan sumber air minum penduduk Almaty.

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

Sharyn Canyon disebut sebagai “adiknya Grand Canyon di Amerika” karena memang mirip tapi skalanya lebih kecil. Berjarak 200 km dari Almaty dengan jalan off road, kita disuguhi pemandangan savana luas dengan langit tak berbatas. Dengan kedalaman ngarai 100 meter, kita bisa menuruni dan berjalan di antara Valley of Castles dengan formasi bebatuan yang unik.

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on


(Bersambung) Bagaimana mengurus visa Kazakhstan? Mahal nggak di sana? Aman nggak? Baca tulisan saya selanjutnya.

Read more