The Naked Traveler

Archive for the ‘Travel’ Category

My gadgets for #TNTrtw

Ultrabook Acer, Kamera Lumix, Hape S3, Camcorder Panasonic

Jalan-jalan setahun keliling dunia (#TNTrtw) wajib memikirkan masak-masak bawa gadget apa aja. Masalahnya, hidup literally di jalan dengan modal satu tas berarti nggak boleh bawa barang yang berat. Padahal masih harus bawa lagi charger, power bank, plug adaptor, colokan T.
Berikut gadget yang saya bawa:

[1] Tablet atau Laptop?
Awalnya sempat bimbang, mending bawa tablet atau laptop. Tablet memang sangat praktis dan ringan, tapi buat ngetik nggak nyaman. Kalau dipakein keyboard tambahan, ya sama aja tebelnya. Lalu saya pikir, selama #TNTrtw ini saya traveling sembari kerja menulis, baik untuk blog maupun jadi kontributor di majalah. Oleh karena itu fungsinya lebih banyak ke kerja, bukan untuk entertainment, maka saya memutuskan untuk bawa laptop. Saya bawa Ultrabook merk Acer Aspire S3 karena saat itu merupakan laptop tertipis (13.3 mm) dan ringan (kurang dari 1,4 kg) – penting banget supaya nggak pegel kalo dibawa-bawa setahun. Layar yang gedenya 13.3” dan keyboard-nya luas bikin mata dan jari-jari nyaman kalau kerja, seperti kondisi biasa di rumah.

(more…)

Reciprocal Visa

Lake Titicaca yang memisahkan Peru dan Bolivia (taken by Panasonic Lumix DMC-FT4)

Hari ke-140 #TNTrtw

Bila Anda menganggap apply visa Amerika Serikat atau Eropa itu sulit, tunggu sampai Anda apply visa ke negara Bolivia yang tidak memiliki kedutaan di Indonesia. Negara kecil yang hampir tidak terdengar di dunia ini “menggetok” syarat visa bagi WNI yang sungguh tidak masuk akal. Bayangkan, meski sudah berada di Puno, perbatasan Peru-Bolivia, saya tetap harus menyertakan tiket pesawat bolak-balik Indonesia-Bolivia dan reservasi hotel yang sudah dibayar. Harus memiliki surat keterangan kelakuan baik dari polisi Indonesia yang diterjemahkan ke dalam bahasa Spanyol tersumpah dan dilegalisir. Harus menyertakan surat keterangan dari dokter di Indonesia yang menyatakan sehat dan tidak membawa penyakit menular, disertakan dengan sertifikat suntik yellow fever – semuanya diterjemahkan dan dilegalisir. Kalau semua dokumen sudah lengkap, maka proses visa ini akan memakan waktu selama 2 bulan dengan membayar USD 135! Gila!

Bukankah dengan makin banyak turis masuk ke suatu negara maka makin baik? Rupanya tidak bagi Bolivia. Memang salah satu ketakutan negara adalah masuknya imigran gelap. Saya yakin cukup banyak (oknum) Warga Negara Indonesia yang tinggal secara ilegal di Eropa, Amerika Serikat, dan Australia. Mereka pula lah yang membuat turis biasa yang niat jalan-jalan menjadi lebih sulit dapat visa. Tapi ngapain kita kerja, apalagi ilegal, di Bolivia – negara yang lebih miskin daripada kita?

(more…)

Kepuasan jalan-jalan sesungguhnya*

Machu Picchu, tempat favorit kaburnya anggota DPR

Saya tertawa miris ketika membaca berita tentang rencana rombongan DPR yang akan studi banding ilmu santet ke Eropa dan menghabiskan anggaran Rp 6,5 milyar. Tidak menyangka saat di Peru saya mendengar kabar bahwa ada beberapa anggota DPR yang akan berkunjung ke Machu Picchu. Siapa yang tidak ingin bertemu wakil rakyat di negara nun jauh ini? Saya pun browsing. Ternyata ada 11 anggota DPR yang ikut sebuah meeting di Quito, Ekuador, 22-27 Maret 2013. Saya pun masuk ke situs acaranya, dan tambah terkejut karena selain 11 anggota DPR masih ditambah lagi 18 orang staf, mulai dari sekretaris sampai interpreter, sehingga menjadikan RI sebagai salah satu negara yang membawa delegasi terbanyak! Wah, berapa biaya yang dihabiskan untuk mengirim 29 orang ini ya? Segitu pentingnya kah? Saya tambah syok ketika tahu bahwa empat orang anggota DPR tersebut melipir ke Machu Picchu di Peru pada tanggal 24-27 Maret 2013! Salah seorang di antaranya adalah anak mantan presiden RI, seorang lagi adalah mantan jurnalis TV terkenal yang dapat banyak penghargaan! Mungkin mereka menggunakan uang pribadi (ehem), tapi mereka pergi pada saat meeting masih berlangsung!

Sudah bukan rahasia lagi bahwa menjadi anggota DPR itu sangat menggiurkan. Siapa yang tidak mau gaji Rp 50 juta/bulan, belum termasuk tunjangan? Bahkan kalau sudah pensiun, masih dapat Rp 2 juta/bulan. Tokoh-tokoh masyarakat yang tadinya vokal terhadap kebijakan pemerintah pun bisa berubah ideologi dengan menjadi anggota DPR. Dan yang paling “disiriki” rakyat adalah seringnya mereka jalan-jalan, eh kunjungan kerja, ke luar negeri. Apalagi fasilitasnya bukan main-main: pesawat kelas bisnis, hotel berbintang, plus uang saku – sehingga anggaran perjalanan dinas membengkak.

(more…)

Nikmatnya hiking di Taman Nasional*

Parque Nacional Torres del Paine (taken by Panasonic Lumix DMC-FT4)

Sudah sebulan lebih saya jalan-jalan di negara Chile. Negara itu mengandalkan alamnya sebagai destinasi wisata, terutama aktifitas hiking di Parque Nacional (taman nasional) yang menempati 20% dari luas negara. Sebagai manusia kota Jakarta yang malas jalan kaki, apalagi hiking atau kemping ke hutan, saya memilih untuk ikut trip harian supaya malamnya bisa kembali ke kota dan menginap di hostel. Sebalnya, mau hiking ataupun tidak, semua pengunjung diharuskan membayar park fee yang mahal, antara Rp 110.000 – Rp 360.000!

Setelah mengunjungi beberapa taman nasional di Chile, saya jadi rela membayar mahal karena memang sesuai dengan fasilitas dan layanan yang disediakan. Taman nasional di Chile selalu ada gerbang masuk dan bangunan berisi loket pembayaran park fee, pusat informasi, kafetaria serta toilet bersih lengkap dengan tissue. Tiket masuk selalu dibarengi dengan brosur berisi peta informatif, rules & regulations, dan kontak petugas. Peta sangat jelas, lengkap dengan pos-pos Ranger dan perkiraan waktu hiking dari satu titik ke titik lainnya.

(more…)

[New Release] The Naked Traveler, Across the Indonesian Archipelago (#TNTeng)

by Trinity

#TNTeng

Trinity is Indonesia’s leading travel blogger and writer. Four volumes of “The Naked Traveler” have been published to date, and have quickly become Indonesia’s best-selling travel book. Her books tell of her adventures around the world in compilations of thoughtful, entertaining and often hysterical short stories. Through her blog, books, and appearances, Trinity has inspired a young generation of Indonesians to expand their horizons through travel. For the first time in English, this compilation focuses on Trinity’s adventures in and around Indonesia, providing travelers to the region an indispensable insight into the culture and sights of this multi-faceted archipelago.

(preview from page 51-53)

From what you see of it on TV, the Komodo is truly terrifying – I will never erase the image of a goat being swallowed whole in a single huge gulp. For a whole month before we left, Yasmin, Jana and I (none of us spring chickens) were busy developing our komodo evasion techniques in case we were suddenly charged. Apparently, a komodo that is approximately three metres long and weighs 70kg (on an empty stomach) can run at 20km/h, climb trees, and swim underwater!

When the boat arrived in Komodo Island, a World Heritage Site, we were given a briefing by the guide. “There are 2,500 komodos in the park. Komodos like to eat meat, including human meat.”
One westerner was less than excited. “Can I just stay in the boat?”
But there was no backing out now. All the foreign tourists who had spent the boat ride wearing as little as possible were suddenly transformed into Indiana Jones attire, complete with hats, khaki shirts, pants and trekking boots. Of course, that left us three looking like total dorks. All we were worried about was making sure we had put on enough insect repellent.
And the dorkiness continued when the Komodo National Park ranger asked, “Who wants to go for a short trek?”
All three of us put our hands up at the same time.
“Medium trek?”
No response.
“Long trek?”
At this point the remaining 23 sets of hands shot up into the air. Damn westerners! It wasn’t all bad though as the three of us were given our own guide while the rest of the group shared the remaining two. Aside from not really wanting to go trekking, we were also glad we would not have to try to keep up with their long-legged strides.
… 

(more…)

You are currently browsing the archives for the Travel category.