Travel

[Buku Baru] The Naked Traveler: 1 Year Round-the-World Trip

#TNTrtw

Segera terbit buku terbaru saya berjudul The Naked Traveler: 1 Year Round-the-World Trip (hashtag: #TNTrtw).
Buku ini adalah kumpulan cerita dari perjalanan saya keliling dunia ke 22 negara selama satu tahun penuh pada Oktober 2012-Oktober 2013.
Karena ceritanya panjang, maka buku ini akan terbagi dua; Part 1 dan Part 2, yang akan terbit sekaligus pada waktu yang sama. Bisa dikatakan ini adalah seri kelima dari buku The Naked Traveler yang sudah kita tunggu bersama.
Diterbitkan oleh Bentang Pustaka, harganya masing-masing Rp 69.000,- dan merupakan Special Edition karena isinya full color!

Buku #TNTrtw mulai dijual di toko buku pada pertengahan September 2014 mulai dari Jabodetabek, Pulau Jawa, dan seterusnya di luar Pulau Jawa secara bertahap. Jadi mohon bersabar ya?

Sinopsis

#TNTrtw Part 1: 
Kalau umumnya orang Indonesia jalan-jalan maksimum dua minggu, Trinity jalan-jalan selama satu tahun penuh! Ia telah mencapai lebih dari 144.577 km dan berkunjung ke 22 negara di dunia.
Apa saja sih yang harus dipersiapkan kalau mau jalan-jalan selama lebih dari 365 hari? Wuihh, pasti nggak kebayang deh. Mulai dari hal dasar seperti baju, bahan makanan, akomodasi, mengurus transportasi, sampai urus visa ke sana kemari.
Berbekal perencanaan matang dan tekad “gimana di sana lah ntar”, Trinity mantap melangkahkan kakinya dan bertualang mengitari bumi.
Di buku The Naked Traveler: 1 Year Round-the-World Trip Part 1 ini, kita akan diajak jalan-jalan keliling Eropa, Brasil, Cile, Peru, dan Ekuador. Mulai dari mengunjungi negara baru bernama Republik Uzupis, menangis di kamp konsentrasi Nazi di Auschwitz, menginap di penjara tua di Ljulbljana, mendaki kota Inca yang hilang di Machu Picchu, memancing ikan piranha di Sungai Amazon, hingga berenang bersama ratusan singa laut di Galapagos!

#TNTrtw Part 2:
Cerita setahun jalan-jalan keliling dunia Trinity belum berakhir serunya! Masih ada Kolombia, Kuba, Jamaika, Meksiko, Guatemala, dan lain-lain yang menanti.
Apa saja sih yang seru di The Naked Traveler: 1 Year Round-The-World Trip Part 2 ini? Bersiaplah untuk berdebar-debar menyusup ke pusat kartel Kolombia, nyekar ke makam Che Guevara di Kuba, bertamu ke rumah Bob Marley di Jamaika, diving di gua suku Maya di Meksiko, hingga meluncur di air terjun di Guatemala.
Selain petualangan Trinity ke tempat-tempat yang eksotis itu, kita juga akan disuguhi berbagai cerita yang mengharu biru. Dalam satu tahun, menginap di berbagai hostel dan naik bus dengan bermacam kondisi, dipaksa cepat beradaptasi dengan bahasa yang asing di telinga, dan mengatur menu makan sehemat mungkin, tentu bukan perkara yang mudah. Namun, bukan Trinity namanya kalau tak berhasil mengubah situasi sulit jadi penuh gelak tawa.

 

Read more
Jamaika = rambut rasta + cimeng?

Jamaika = rambut rasta + cimeng?

Apakah benar Jamaika itu isinya orang-orang berambut rasta dan tukang nyimeng semua? Itulah bayangan orang pada umumnya tentang Jamaika. Termasuk saya. Makanya saya seneng banget traveling, karena bisa membuktikan bahwa anggapan umum tentang sesuatu itu benar atau tidak. Indahnya traveling ya gitu, rasanya seperti ke sekolah tanpa ada guru yang meneror.

Berikut adalah beberapa mitos dan faktanya:

Semua orang berambut rasta

Sering orang menyebut rambut panjang gimbal itu sebagai “rambut rasta”. Padahal rasta itu adalah singkatan dari Rastafari dan itu adalah kepercayaan sebagian orang Jamaika. Dalam bahasa Inggris model rambut gimbal itu disebut dreadlock, bukan rasta.  Orang Jamaika menyebutnya dreadlock juga atau natty dread. Kenyataannya, di Jamaika yang berambut gimbal sedikit, bahkan kurang dari setengah dari penduduknya.

Yang berambut gimbal pun umumnya cowok. Rambut gimbal ini milik segala umur, namun tidak semua rambut bisa gimbal. Hanya yang pure dan memiliki rambut kasar dan ngembang yang bisa digimbal. Martin, satpam hostel di Negril, bilang waktu kecil rambutnya berdiri dan besar, makanya rajin dipilin sehingga membentuk dreadlock. Tanpa jenis rambut begitu, seseorang memerlukan wax untuk membentuknya dan setengah mati bikinnya. Kalau Martin sih didiemin aja rambutnya akan begitu terus, rambut yang tumbuh langsung otomatis ikut terpilin. Topi rajut yang besar itu kadang digunakan untuk menutup kepala beserta pilinan rambut yang kalo diuwel-uwel kayak ular. Lucunya, ada tetangga hostel seorang kakek-kakek yang rambutnya putih semua… tapi gimbal! Jadi, dreadlock uban itu eksis, saudara-saudara! Hahaha!

(more…)

Read more

There’s Nothing Like Australia (2)


Kelar di New South Wales, saya dan @vjdaniel jalan-jalan lagi ke state lain yaitu Queensland – tepatnya di daerah Gold Coast. Dari Sydney kami terbang dulu naik pesawat ke Brisbane selama 1,5 jam, and the adventure continues…

Dreamworld

Dreamworld adalah theme park terbesar di Australia dengan luas 85 hektar atau 9 kali lipat lebih luas daripada Dufan. Selain terdapat 40 wahana, ternyata ada juga museum budaya Aborigin dan kebun binatang. Cukup gempor mengunjungi seluruhnya, maka sebagai penggemar extreme rides, saya langsung fokus naik roller coaster yang paling serem aja. Dimulai dari naik Mc Doohan’s Motocoaster (naik replika motor 500 cc lalu ngebut muter-muter pada kecepatan 72 km/jam), Tower of Terror II (kecepatan 161 km/jam yang berjalan mundur vertikal 100 m dan jatuh lagi!), Giant Drop (World’s Tallest Vertical Drop Ride yang dijatuhkan dari menara setinggi 119 m!) dan terakhir BuzzSaw (roller coaster dengan track berbentuk hati setinggi 46,2 m dan berjalan maju-mundur-berputar!). Gila, jantung rasanya mau copot!

(more…)

Read more

There’s Nothing Like Australia

Sunset from Sydney Tower (taken by Acer Liquid E3)

Pernah kah mengulang traveling ke suatu tempat? Saya sih sering, dan biasanya kunjungan selanjutnya harus melakukan hal baru. Seperti bulan lalu ke Australia. Sebenarnya saya sudah pernah ke sana, tapi saat diajak traveling bareng Dwidaya Tour dan Tourism Australia saya bikin persyaratan: tempat-tempat dan aktivitasnya harus baru. Tambah serunya lagi, si ganteng @vjdaniel ikutan jalan bareng! Asiiiik!

Ini dia tempat-tempat dan aktivitas serunya di New South Wales (NSW), state di pantai Timur Australia:

(more…)

Read more

The Naked Traveler jadi film layar lebar!

poster teaser #TNTmovie

Sering saya ditanya, kapan buku The Naked Traveler difilmkan? Saya cuman bisa ketawa. Siapa juga produser yang mau bayarin syuting di seluruh dunia? Lagian, buku saya kan adalah kumpulan cerpen yang isinya sangat random. Apa yang mau diceritakan dong? Ih, pasti ribet banget bikinnya! Sebenarnya sejak 3 tahun yang lalu saya sudah pernah dikontak oleh beberapa PH (Production House) yang tertarik memfilmkan TNT. Udah mitang-miting, tapi entah kenapa semua tidak ada ujungnya.

Barulah beberapa bulan yang lalu saya dikontak oleh sebuah PH baru bernama “Tujuh Bintang Sinema”. Meski orangnya sudah berpengalaman di bidangnya masing-masing, namun PH ini belum pernah memproduksi film apapun dan film TNT bakal jadi film pertamanya. Ada nada miring yang mengatakan bahwa ‘kok berani sih sama PH baru dan tidak terkenal’? Well, saya sih percaya chemistry. Dari semua orang PH yang miting sama saya, cuma mereka yang membaca buku TNT. Mereka sudah tahu apa yang mereka mau lakukan dengan step-step yang cukup detil. Saya pun sangat mengapresiasi segala sesuatu yang “pertama”.

Film #TNTmovie ini diadaptasi berdasarkan buku TNT1 dan TNT2. Meski masih bertema traveling, tapi akan ada tambahan drama, jadi bukan film dokumenter. Syutingnya di mana masih belum tahu. Saat ini skenario sedang dibuat. Dari situ lah baru akan ditunjuk sutradara dan para pemainnya. Jadi, siapa yang akan memerankan Trinity? Tentu bukan saya! Selain kegendutan dan ketuaan, saya kan bukan artis profesional :). Yang jelas, #TNTmovie rencana tayang di bioskop pada 2015.

Kalau mau update sama kabar tentang #TNTmovie, follow aja Twitter @TNT_TheMovie dan @TrinityTraveler ya!
Dan yang terpenting, saya mohon doa NT-ers agar proses pembuatan film ini lancar.
Amin.

 

Read more