The Naked Traveler

Archive for the ‘Travel’ Category

The Naked Traveler jadi film layar lebar!

poster teaser #TNTmovie

Sering saya ditanya, kapan buku The Naked Traveler difilmkan? Saya cuman bisa ketawa. Siapa juga produser yang mau bayarin syuting di seluruh dunia? Lagian, buku saya kan adalah kumpulan cerpen yang isinya sangat random. Apa yang mau diceritakan dong? Ih, pasti ribet banget bikinnya! Sebenarnya sejak 3 tahun yang lalu saya sudah pernah dikontak oleh beberapa PH (Production House) yang tertarik memfilmkan TNT. Udah mitang-miting, tapi entah kenapa semua tidak ada ujungnya.

Barulah beberapa bulan yang lalu saya dikontak oleh sebuah PH baru bernama “Tujuh Bintang Sinema”. Meski orangnya sudah berpengalaman di bidangnya masing-masing, namun PH ini belum pernah memproduksi film apapun dan film TNT bakal jadi film pertamanya. Ada nada miring yang mengatakan bahwa ‘kok berani sih sama PH baru dan tidak terkenal’? Well, saya sih percaya chemistry. Dari semua orang PH yang miting sama saya, cuma mereka yang membaca buku TNT. Mereka sudah tahu apa yang mereka mau lakukan dengan step-step yang cukup detil. Saya pun sangat mengapresiasi segala sesuatu yang “pertama”.

Film #TNTmovie ini diadaptasi berdasarkan buku TNT1 dan TNT2. Meski masih bertema traveling, tapi akan ada tambahan drama, jadi bukan film dokumenter. Syutingnya di mana masih belum tahu. Saat ini skenario sedang dibuat. Dari situ lah baru akan ditunjuk sutradara dan para pemainnya. Jadi, siapa yang akan memerankan Trinity? Tentu bukan saya! Selain kegendutan dan ketuaan, saya kan bukan artis profesional :). Yang jelas, #TNTmovie rencana tayang di bioskop pada 2015.

Kalau mau update sama kabar tentang #TNTmovie, follow aja Twitter @TNT_TheMovie dan @TrinityTraveler ya!
Dan yang terpenting, saya mohon doa NT-ers agar proses pembuatan film ini lancar.
Amin.

 

[Adv] Kembali menyepi di Bandung

Yuk nyebur! (pic using Samsung Galaxy Camera)

Inget saya pernah nulis tentang menyepi di Bandung 2 tahun yang lalu? Dalam rangka nulis buku #TNT5, saya pun butuh menyepi lagi. Asal bukan pas weekend, Bandung masih tetap nyaman untuk melarikan diri sejenak dari sumpeknya Jakarta kok.

Saya sengaja menginap lagi di Sheraton Bandung Hotel & Towers karena katanya hotel itu baru saja direnovasi habis-habisan. Bener aja, baru nyampe di lobinya aja saya nggak mengenali sama sekali! Dulu kan tampak seperti hotel kuno, gelap, serba kayu, tradisional banget. Sekarang lobinya terang didominasi warna putih dengan aksen warna biru pastel, dekorasi lampunya pun keren! Resepsion sekarang model terbuka, bukan meja panjang yang kaku. Stafnya pun tetap ramah dan profesional. Kalau malam, di ujung lobi ada Samsara Lounge dengan live music diiringi piano.

(more…)

[Adv] Let’s #GetStranded in Indonesia for FREE!

#GetStranded

Indonesia emang nggak ada matinya dijelajahi! Tahu kan kalo menurut saya, dari segi alam dan budaya, Indonesia adalah yang terkeren di dunia?

Ini ada 4 contoh tempat keren di Indonesia yang bisa kamu datangi:
1. Bukittinggi, Sumatra Barat – kota berhawa sejuk ini terkenal dengan Jam Gadang, Ngarai Sianok, Lubang Japang dan benteng Fort de Kock. Belum lagi kuliner lokalnya yang lezat, termasuk Keripik Sanjai!
2. Bukit Bangkirai, Kalimantan Timur – kawasan wisata hutan hujan tropis terletak 1,5 jam dari Balikpapan. Kita bisa berjalan di atas Canopy Bridge yang menghubungkan antar pepohonan setinggi 30 meter!
3. Rammang-Ramang, Sulawesi Selatan – kawasan batu karst yang terbentuk sejak ribuan tahun yang lalu ini sangat spektakuler, membentang seluas 4.750 hektar dan dikelilingi oleh sawah dan perbukitan.
4. Pantai Ora, Maluku – pantai terpencil di Pulau Seram ini memiliki pantai yang indah dan dikelilingi perbukitan hijau. Bisa trekking di hutannya dan snorkeling di antara terumbu karang lautnya yang keren!

Kabar gembiranya, kamu bisa mengunjungi tempat-tempat tersebut dengan GRATIS! Tiket pesawat, akomodasi dan makan termasuk lho!

(more…)

Panduan berobat ke Penang

Penang Adventist Hospital

Pulang dari #TNTrtw, ibu saya sakit parah. Sudah berobat ke tiga RS terkenal di Jakarta, bahkan sampai diopname 2 minggu, namun ibu saya tidak juga sembuh. Atas rekomendasi saudara dan teman, akhirnya kami pergi ke Penang, Malaysia, untuk check up. Penang dipilih karena memang terkenal sebagai medical tourism-nya. Selain kota yang tidak begitu besar, biaya hidupnya pun terjangkau, juga lokasinya tidak terlalu jauh dari Jakarta. Dibanding berobat ke Singapura, Malaysia masih lebih murah.

Singkat cerita, hari pertama bertemu dokter dan dites, ternyata ibu saya divonis kanker lambung stadium empat. Keesokan harinya langsung dioperasi, dan setiap tiga minggu kami ke Penang untuk chemo therapy. Oleh karena itu saya minta maaf karena proses menulis buku #TNT5 jadi terbengkalai. Puji Tuhan, 7 Mei 2014 kemarin ibu saya dinyatakan selesai chemo-nya karena perkembangan kesembuhannya semakin baik. Paling tidak, ibu saya mendapatkan better quality of life.

Karena banyak yang bertanya kepada saya soal pengobatan ke Penang, saya ingin berbagi informasi kepada Anda yang mengalami hal yang sama: pasien yang sama-sama merasa tidak lebih baik meski telah berobat di RS di Indonesia. Bahkan saya sempat bertemu dengan beberapa pembaca saya di Penang atas anjuran saya dan orang tua mereka pun sembuh. Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada para dokter dan RS di Indonesia, berikut panduannya. Perlu diketahui, sama sekali saya tidak dibayar untuk mempromosikan ini, jadi tolong jangan curiga.

(more…)

Gadget freak in Cuba

Plaza Vieja, Old Havana, Cuba

Saya pikir saya gadget freak, mengalami ketergantungan terhadap gadget. Tiada hari tanpa “main” smart phone, laptop/ tablet, internet/wifi. Kecuali tidur, setiap menit mesti terkoneksi dengan segala macam akun social media seperti Twitter, Facebook, Foursquare, YouTube.

Namun sebulan di Kuba membuka mata saya. Kuba adalah salah satu negara paham komunis bersistem sosialis yang masih tersisa di dunia. Ia juga negara yang bertahan tanpa hubungan dengan Amerika Serikat, meski bertetangga. Tinggal di Kuba bagaikan kembali ke tahun 1960an dimana semuanya tampak jadul. Mobil tua, rumah tua, hotel tua. Jarang ada bangunan baru, apalagi gedung bertingkat tinggi. Pemerintah Kuba menguasai hampir segala yang ada, mulai dari tanah, perusahaan, sampai media massa.

(more…)

You are currently browsing the archives for the Travel category.