Hemat ke Maldives

Hemat ke Maldives

Maldives (dalam bahasa Indonesia disebut “Maladewa”) akhir-akhir ini jadi destinasi liburan yang lagi hits. Sejak maskapai penerbangan berbiaya rendah terbang ke sana, liburan ke Maldives jadi makin murah (sedihnya, bisa lebih murah daripada liburan ke Papua). Maldives dulu memang identik dengan mahal karena harus menginap di resort yang terletak di pulau eksklusif. Namun sejak 2009, pemerintah Maldives membuka kebijakan baru yaitu memperbolehkan pulau yang dihuni oleh penduduk lokal membuka bisnis pariwisata untuk para wisatawan asing, antara lain di Male (ibu kota Maldives), Hulhule, Maafushi, dan Gulhi.

 

Saya sendiri sudah pernah ke Maldives 20 kg 15 tahun yang lalu, seperti yang diceritakan pada buku The Naked Traveler 1. Nah, Januari 2017 kemarin ini saya ke Maldives lagi ikutan trip @MaldivesHemat karena tertarik untuk merasakan Maldives dari sisi lain. Kalau tinggal di pulau lokal kan bisa gaul sama cowok orang lokal. Lagipula, harga paketnya terjangkau banget; Rp 8,7 juta all in selama 4 hari 3 malam termasuk tiket pesawat Jakarta-Male-Jakarta, airport transfer pp, makan ala prasmanan, menginap di hotel berbintang, dan aktivitas laut!

Perlu diketahui, Maldives adalah negara Islam yang cukup ketat peraturannya. Alkohol hanya tersedia di resort eksklusif, kalau bawa alkohol dari luar akan ditahan di bandara. Cewek tidak boleh berenang pakai bikini di pulau lokal. Untunglah kami menginap di Maafushi, sebuah pulau lokal yang paling tourist friendly yang terdekat dari bandara. Selain paling banyak pilihan hotel/restoran/kafe/toko, Maafushi punya “Bikini Beach” alias pantai khusus yang diperuntukkan untuk cewek berbikini. Kalau doyan berenang, jangan deh nginep di Male dan Hulhule (pulau tempat bandara) meski sedikit lebih murah.

Bikini Beach, Maafushi

Saya pikir hotel yang termasuk paket itu ecek-ecek, nggak taunya berbintang tiga, bagus, luas, bersih, ber-AC, air panas, dan ada free WiFi. Saya sih upgrade ke hotel bintang empat bernama Arena Beach Hotel yang lokasinya persis di pinggir Bikini Beach jadi tinggal nyebur. Mau main kano, pinjam sepeda, atau pinjam alat snorkeling juga sudah termasuk.

Sebagian besar orang yang ke Maldives adalah para honeymooners. Sebagai solo traveler, saya sih nggak sirik khawatir karena kalau ikutan open trip kemungkinan besar ada barengannnya. Dan kali ini saya pun otomatis bergabung dengan geng ciwi-ciwi (kurus jomblo). Hehe!

A photo posted by Trinity (@trinitytraveler) on

Hari pertama kami island hopping naik speed boat keren yang atapnya bisa untuk jemuran badan. Kami snorkeling di Banana Reef dan Biyadhoo Garden. Lumayan banyak ikan karangnya, terutama unicorn fish. Makan siang ala barbeku kami di Pulau Gulhi sambil piknik pake taplak kotak-kotak di pinggir pantai kece. Karena di sana tidak ada “bikini beach” jadi saya berenang pake rash guard. Lalu foto-foto di sandbank (pasir timbul), dan pulangnya sekalian dolphin cruise melihat lumba-lumba. Nah, kalau pergi sendiri, berapa biaya tuh yang harus dikeluarkan untuk sewa kapal?

A photo posted by Trinity (@trinitytraveler) on

Ke Maldives rasanya kurang afdol kalo nggak ke resort yang punya bungalow di atas air seperti gambaran klasik Maldives. Hebatnya @MaldivesHemat bisa bikin day trip ke resort sesuai dengan preferensi kita. Paket day trip (jam 9 pagi sampai jam 6 sore) ini termasuk antar-jemput naik speed boat, menggunakan fasilitas resort, makan siang ala prasmanan, termasuk free flow alkohol! Dengan biaya ekstra, saya pilih ke Centara Rash Fushi Resort karena anak kecil dilarang masuk (penting!). Eh nggak taunya barengan pula sama geng ciwi-ciwi. Jadilah kami bergembira ria berenang, foto-foto, dan mimi-mimi di bar kolam renang seharian! Sementara anggota rombongan lain ada yang ke resort-resort lain (yang boleh bawa anak kecil) atau berkeliling di Maafushi.

A photo posted by Trinity (@trinitytraveler) on

Malam terakhir, saya dan geng ciwi-ciwi pengen farewel party. Gimana caranya dugem tanpa ada club dan alkohol dong? Robert dan Fajar, dua cowok usia awal 20-an pemilik @MaldivesHemat emang anak gaul. Diajaklah kami dugem di tengah laut! Jadi karena dugem dilarang di pulau lokal di Maldives, dibuatlah diskotek di atas kapal yang parkir jauh dari daratan. Maka jam 11 malam kami pun naik kapal kecil ke kapal berlampu biru. Ternyata kapalnya besar, ada lantai dansa lengkap dengan DJ dan mirror ball, serta bar jual alkohol! Yeayy, kami pun berpesta sampai pagi – meski harus usaha ekstra karena kapal goyang kena ombak!

Hari terakhir kami bersantai di pantai depan hotel. Si @MaldivesHemat emang tau aja bikin foto yang Instagramable, maka disediakanlah floaties berbentuk flamingo untuk foto-foto cantik di pantai. Yep, mereka pula lah yang menyediakan jasa motretin! Sorenya kami city tour di Male, sekalian shopping dan beli oleh-oleh. Indonesia banget kan?

Abis itu saya nggak ikut pulang ke Jakarta karena extend sendiri. Saya menginap di Club Med Kani, resort keren tempat lokasi syuting film “Trinity, The Nekad Traveler”! FYI, kalau mau menginap di Club Med manapun di Maldives, bisa pesan di @MaldivesHemat karena mereka adalah agen resmi jadi bisa lebih murah.

Yuk ah liburan ke Maldives!

Author

Trinity is Indonesia’s leading travel writer and blogger. Author of 13 national best-selling books including “The Naked Traveler” series - which will become a movie in 2017.

35 comments

Leave a Reply