#Escapers15, bertanding melawan 8 negara

#Escapers15, bertanding melawan 8 negara

Dapat undangan jalan-jalan ke Singapura dan Australia sudah biasa, tapi pada 28 Februari – 4 Maret 2015 ini dalam rangka tanding antar tim dari negara-negara Asia Pasifik dengan hashtag #Escapers15. Awalnya males banget ikutan, secara udah kena “faktor U”. Ini masa kudu lari-lari segala ala Amazing Race? Panitianya dari #ThisIsQueensland, #AccorHotels, dan #FlyScoot meyakinkan bahwa tantangannya nggak ekstrim. Senegara diwakilkan oleh 2 orang dan saya akan dipasangkan dengan @amrazing. Selain udah kenal Alex, saya okein karena pengen kenal juga para travel blogger dari negara lain.

H-1

Malam hari kami semua berkumpul di Hotel Ibis Bencoleen untuk acara perkenalan. Pesertanya ada 9 tim masing-masing 2 orang travel blogger/jurnalis dari 9 negara, yaitu: Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Jepang, India, China, dan Australia. Rata-rata masih anak muda dan sehat, kecuali saya dan tim ibu-ibu Australia. Tim Jepang dan Australia pernah ikut #EscapersHK tahun sebelumnya. Lucunya, sebagian peserta bahasa Inggrisnya belepotan, bahkan ada yang sama sekali nggak bisa bahasa Inggris.

The #Escapers15 from 9 countries (pic by TEQ)

The #Escapers15 from 9 countries (pic by TEQ)

Malam itu kami diberi kertas challenge berupa clue tempat yang harus kami datangi besok. Di kamar, jawaban dibantu follower, terutama follower Alex yang hampir 500K. Masing-masing peserta dipinjami handy phone dari hotel yang bisa unlimited 3G dan telepon.

Hari ke-1, Singapura

Seharian saya dan Alex keliling Singapura melakukan challenge di 5 lokasi dari jam 09.00-17.00 dengan hanya naik transportasi umum. Semua peserta pake sepatu lari, sementara saya dan Alex pake sendal jepit aja. Tempat pertama ternyata di puncak Mount Faber yang bikin gempor naik tangga! Udah mo mati, eh peserta lain ada yang santai naik cable car! 4 tempat lain susah payah nyarinya karena ternyata kami berdua sama-sama tukang nyasar. Akhirnya dari lokasi ke-5 kami pulang naik taksi demi mengejar waktu.. yang akhirnya karena ngaku, point kami dikurangi.

Dari situ saya sadar betapa pemalasnya saya motret dan main socmed. Alex sambil lari pun sempet motret dan ngetwit! Lebih gila lagi peserta negara lain. Mereka masing-masing bawa smartphone, kamera SLR dengan beberapa jenis lensa, kamera mirrorless, tripod/tongsis, bahkan ada yang bawa kamera 360° – ditambah lagi kecanggihan mereka ngedit/posting foto/video dalam waktu cepat! Kreatifitas mereka pun patut diacungin jempol. Contohnya aja nih, kita harus foto di depan patung Merlion. Saya berpose air muncratan Merlion masuk ke dada dan Alex bergaya keramas, eh peserta lain pake gaya air masuk botol, gaya bawa payung supaya nggak basah, ada yang buka baju mandi beneran, dan ada yang bikin video slow motion bergaya silat! Wow!

Tim pemenang dari challenge hari itu yang juga disponsori oleh #yoursingapore adalah China, disusul oleh tim Malaysia dan Australia. Ya pantes aja sih, mereka memang sangat kreatif dan efisien. Tim Korea yang paling buntut karena cuman ke 4 lokasi. Ah, masih ada yang lebih lelet daripada kami.

Malamnya kami terbang naik Scoot dengan rute Singapura-Gold Coast. Mulai dari check in, nunggu di SATS lounge, terbang, sampai mendarat ada 5 challenge. Secara hape saya pasti mati sebelum masuk pesawat ditambah bodi udah remuk, saya cuek aja langsung tidur ngejoprak. Rencananya saya akan RT aja dari twit Alex.

Hari ke-2, Brisbane

Mulai di Australia, sistem pertandingan sedikit berbeda. Kami akan dinilai secara individual, namun masuk sebagai penilaian per tim senegara. Bila memenangkan challenge, maka kami akan diberi badge. Ada juga badge bila menang wild card, yaitu challenge harian seperti posting terbaik di socmed.

Mendarat di Gold Coast Airport, kami naik bus ke Brisbane dan check in di Hotel Ibis dan Mercure. Amplop challenge dibagikan. Salah satunya adalah foto relaxing di kamar. Saya cuma foto selfie di cermin kamar mandi, eh peserta lain heboh banget posenya. Sebagian besar bawa tripod/tongsis foto diri tidur di ranjang yang keliatan sekamar-kamarnya dengan gaya artistik. Waduh!

Kami berjalan kaki ke City dipandu guide dari Brisbane Greeters dan langsung dikasih challenge, antara lain foto sama baju berlabel asli Queensland dan cari CD musikus asal Brisbane. Sorenya kami dibagi 4 grup yang melakukan challenge berbeda. Saya yang seharusnya manjat Story Bridge memilih tukeran sama Alex yang seharusnya tur jalan kaki keliling kota. Bodi nggak fit gini malas banget suruh manjat jembatan! Ternyata challenge saya pun tidak mudah. Bukan hanya jalan kaki jauh banget, tapi juga naik sepeda menanjak sampe ngos-ngosan! Untungnya peserta grup saya baik-baik dan saling kasih contekan.

Abis makan malam, masih ada challenge, yaitu nebak bahan 3 desert dengan mata tertutup! Yang menang tim Australia dan Malaysia. Juga diumumkan pemenang foto terbaik, yaitu tim Singapura. Yah, kalah lagi deh! Saya dan Alex berbisik-bisik, “Ya udah lah ya, bo. Emang dasar kita selow. Yang penting have fun!”

Hari ke-3, Sunshine Coast

Kami ke Australia Zoo dengan challenge antara lain ngasih makan kanguru dan ngelingkarin ular piton ke leher! Astaganaga, saya jiji’an sama hewan apapun, ini disuruh ular pula! Mananya yang nggak ekstrim?

Lalu grup dibagi 2, saya ke Noosa Beach dan Alex ke Mooloolaba Beach. Challenge kali ini kami disuruh ganti baju ketat dan topi renang berwarna pink ala Life Guard lalu 9 orang peserta adu lomba lari memperebutkan 5 bendera. Meski saya larinya termasuk paling lambat, tapi cukup cerdik – saya pun mendapatkan badge! Eh ternyata Alex di grup satunya juga menang nomor satu. Untung setelah itu challenge-nya menyenangkan: kami jet boating mengarungi laut.

Foto Alex dengan saya sebagai model :)

Foto Alex dengan saya sebagai model 🙂

Sorenya kami check in di Novotel Twin Waters Resort. Melihat kolam renang bagus, saya langsung nyebur aja sambil difoto Alex. Malamnya BBQ party di pinggir pantai plus ada challenge tertulis. Diumumkan juga bahwa pemenang foto terbaik adalah Alex. Hore, tim Indonesia!

Hari ke-4, Gold Coast

Jam 8 pagi grup dibagi 2, yaitu wet challenge atau dry challenge. Karena saya jago berenang dan Alex jago lari, maka saya lah yang ikutan wet challenge. Ternyata challenge grup saya adalah lomba kayaking dan lomba sailing. Saya dapat badge lagi karena menang!

Siang hari kami pindah Gold Coast. Grup dibagi 4, challenge saya adalah belajar surfing dan Alex ke Movie World. Sirik banget karena challenge Alex adalah naik roller coaster – hobi saya yang ditakuti Alex. Saya sendiri sudah pernah belajar surfing, tapi nggak pernah berhasil. Untungnya kami sama-sama berhasil mengatasi ketakutan itu.

#TeamIndonesia

#TeamIndonesia

Sorenya kami check in di Hotel Sofitel Broadbeach. Malamnya ada acara Awards Dinner. Pengumuman tim terbaik pun tiba. Sebelumnya ada 4 pemenang individu untuk posting terlucu, terkreatif, dan lain-lain yang banyak dimenangkan oleh tim China. Lalu diumumkanlah juara ke-3, yaitu tim Malaysia. Saya dan Alex bisik-bisik, “Yah, alamat kita nggak kebagian deh. Malaysia yang rajin gitu aja juara 3.” And the runner up goes to… team Indonesia! Saya dan Alex sampe melongo beberapa detik. “Yes, you!” kata MC. Kami pun ke depan menerima hadiah sampe sumringah karena masih nggak percaya. Bayangin, lebih dari 30 challenge dari 9 negara, kami juara 2! Sementara juara pertamanya dengan beda 1 point adalah tim Australia.

Kami dapat apa hadiahnya? Bukan dalam bentuk uang kok, tapi voucher menginap di Hotel Pullman di mana pun di Asia dan paket produk khas Queensland. Hadiahnya sih nggak seberapa, tapi membawa harum nama bangsa itu yang membanggakan kami!

H+1

Sebagian besar peserta pulang ke negaranya masing-masing, tapi saya extend sendiri ke Brisbane dengan menginap beberapa hari di apartemen teman. Ketika diajak jalan, saya jawab, “I don’t wanna do anything except sleeping!” #EdisiAmbruk

Author

Trinity is Indonesia’s leading travel writer and blogger. Author of 13 national best-selling books including “The Naked Traveler” series - which will become a movie in 2017.

43 comments

Leave a Reply