Buku “The Naked Traveler” Republish

Buku “The Naked Traveler” Republish

#TNTrepublish

Kalau Anda memperhatikan toko buku atau timeline akun sosial media saya,terlihat empat buku dengan cover warna kuning berjudul “The Naked Traveler” 1 sampai 4. Apakah itu buku baru? Atau cuman ganti cover doang? Republish artinya apa sih?

Mengapa Republish?

Republish artinya “diterbitkan kembali”. Ngapain pake republish segala? Pertama, pertumbuhan jumlah toko buku di Indonesia yang kecil tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah buku yang pesat. Bayangkan, ada ratusan buku baru terbit setiap bulannya… mau ditaro di mana di rak toko buku? Kedua, jaringan toko buku terbesar di Indonesia itu mendominasi –  bahkan memonopoli industri, sehingga mereka yang kewalahan men-display buku membuat suatu kebijakan bahwa bila sebuah judul buku tidak laku sekian buah dalam jangka waktu tertentu maka akan ditarik dari display. Kebijakan itu menyulitkan pembaca untuk membeli buku-buku lama.

Memang saat ini toko buku online semakin banyak dan sebagian buku dijual dalam bentuk e-book yang bisa diunduh melalui mobile apps, namun sebagian besar masyarakat kita masih senang membeli buku langsung dari toko buku karena bisa disentuh.

Ingat buku The Naked Traveler 1? Ia diterbitkan pada tahun 2007. Beruntung sebagian toko masih menjualnya, namun tetap buku yang sudah lama terbit akan semakin sulit tersedia meski demand-nya masih ada. Oleh karena itu strategi penerbit buku (dalam hal ini Bentang Pustaka) adalah menerbitkan buku edisi republish, agar buku-buku lama kembali tersedia di toko buku dan pembaca dapat dengan mudah membelinya.

Apa perbedaan buku TNT lama dan TNT republish?

Perbedaan utamanya adalah dari segi tampilan. Dulu cover TNT 1-4 lama berwarna-warni ngejreng (biru, hijau, oranye, magenta), sedangkan TNT republish semua berwarna kuning dengan konsep barang-barang traveling kesayangan saya (kaca mata hitam, t-shirt, celana pendek, kamera saku) yang digantung pada seutas tali jemuran.

Selain cover-nya diganti, tampilan isinya pun diganti. Dulu halaman buku TNT hanya satu warna, sekarang TNT ada dua warna. Ilustrasi diubah menjadi lebih besar, clean, dan modern. Tulisan telah di-edit ulang, informasi telah di-update.

Sebagian tulisan yang dianggap tidak sesuai dengan zaman sekarang dihilangkan. Ingat TNT1 dan TNT3 pernah ditarik dari peredaran? Di TNT republish, tulisan yang dulu pernah di-ban dimunculkan kembali dengan editan baru! Yihaa!

Perbedaan lainnya adalah dari segi harga. TNT republish harganya lebih mahal daripada TNT lama. Maklum, kan ada inflasi sehingga harga produksi semakin naik. Persentasi royalti saya sih nggak naik kok. #curcol

Mengapa perlu membeli TNT republish?

Kalau Anda merasa rugi sudah beli TNT lama tapi muncul TNT republish yang lebih kece, plis jangan merasa begitu. Seharusnya Anda bangga karena Anda lebih dahulu mengenal TNT dibanding yang lain, bahkan ada yang grew up with the books sampai Anda terinspirasi sudah traveling sendiri ke mana-mana. Lagipula, bukankah bangga punya buku TNT yang edisi vintage? Hehe!

TNT republish utamanya ditujukan bagi pembeli pemula yang belum pernah membaca TNT sebelumnya. Namun bagi yang sudah punya, tidak ada salahnya membeli lagi sebagai collector’s items. Karena TNT sudah lama terbitnya, seringkali bukunya sudah hilang entah ke mana. Kalau kangen, kan sekarang bisa beli lagi. Kalau Anda merasa buku TNT telah merubah hidup Anda, ada baiknya Anda membelikan buku TNT untuk teman/saudara agar mereka mengikuti jejak Anda. Beli yang mana? Ya TNT republish dong! #teteppromosi

Author

Trinity is Indonesia’s leading travel writer and blogger. Author of 13 national best-selling books including “The Naked Traveler” series - which will become a movie in 2017.

20 comments

Leave a Reply