RW & B1

Dog meat in Vietnam
Peringatan: sebagian orang mungkin merasa terganggu dengan tulisan dan gambar ini.
Anjing adalah sahabat manusia yang paling setia. Tapi nampaknya itu lebih dipercayai oleh budaya Barat dibanding Timur. Anjing dengan berbagai macam ras telah menjadi bagian dari keluarga, bahkan tak sedikit yang menganggap lebih baik memelihara anjing daripada punya pasangan atau punya anak. Karena memiliki tingkat intelegensia yang tinggi, anjing juga digunakan untuk membantu polisi dan orang cacat. Perlombaan ketangkasan anjing pun ramai diikuti para peserta, salah satunya jadi reality show di TV bertajuk “Greatest American Dog”. Industri anjing berkembang pesat, mulai dari makanan anjing, baju anjing, majalah anjing, sampai salon dan spa anjing. Artis Hollywood seperti Paris Hilton aja doyan bawa anjing (yang didandani setema dengan pemiliknya) ke pesta, bahkan ia membangun rumah anjing seharga Rp 3 milyar.
Kebalikannya, di Timur, anjing seringnya dipelihara untuk menjaga keamanan atau malah dimakan. Sebenarnya di Barat orang juga makan anjing. Di Siberia dan Alaska saja orang makan anjing untuk bertahan hidup. Bisa jadi karena konon daging anjing itu ‘panas’ sehingga dapat menghangatkan badan. Tapi itu dulu sekali. Sejak seratusan tahun yang lalu makan anjing adalah tabu secara sosial. Saat ini banyak negara yang sudah membuat hukum “anti pembunuhan anjing untuk dikonsumsi”. Belum lagi LSM yang mengkampanyekan “anti kekerasan terhadap binatang”.
Sementara negara pemakan anjing terbesar di dunia adalah Cina, Korea Selatan, dan Vietnam – semuanya di Timur. Memang jenis anjing yang dimakan bukan ras yang lucu-lucu seperti Chihuahua-nya Paris Hilton, melainkan anjing kampung yang diternakkan. Tapi tetep aja kesannya ‘mengerikan’. Di antara ketiga negara itu, yang paling keliatan banget ya di Vietnam. Meskipun saya nggak ngerti tulisannya, tapi plang restorannya aja ada gambar anjing. Tadinya saya kira pet shop, nggak taunya restoran, bo! Di warung pinggir jalan bahkan daging anjing utuh cuek aja digantung di etalase kaca, kayak bebek panggang aja gitu. Daging anjing yang sudah dipotong-potong juga cuek ditaro di piring dan dipajang di meja. Kepala anjing dengan mulut menganga, ada empat kaki anjing, buntutnya… Ih, jijay! Segitu doyannya kah orang Vietnam makan anjing? Ketika saya bertanya kepada teman Vietnam saya yang tinggal di Filipina tentang apa yang dikangeni dari negaranya, jawabannya, “Eating dog meat!”. Hiiiih! Itu kan sama seperti saya kangen makan sayur asem atau rendang sapi, tapi dia kangen makan daging anjing.
Daging anjing diharamkan oleh agama Yahudi dan Islam. Saking najisnya anjing, kata makian di kita aja menyebut, “Anjing lu!”. Coba bayangkan bila ada orang bule memaki bule lain, “You dog!” – yang dimaki rasanya tidak akan setersinggung seperti ketika ada orang yang memaki kita dengan kata “anjing” dalam bahasa Indonesia.
Di Indonesia sendiri, daging anjing diasosiasikan sebagai ‘makanan’ orang Manado atau Batak. Di Manado disebut RW (singkatan dari “Rintek Wuuk”, artinya “bulu halus” dalam bahasa Tombulu). Umumnya dimasak ala rica-rica. Sedangkan di Batak, daging anjing disebut B1, singkatan dari “biang” alias anjing. Biang kan huruf “b”-nya satu, maka disebut “B1”. Sedangkan B2 artinya “babi” yang memiliki dua huruf “b”. Jadi kalau ke Lapo (rumah makan tradisional Batak), memesannya pake kode B1 atau B2. Cuman sampe saat ini saya sih belum pernah lihat ada Lapo yang jualan B1.
Cara membunuh anjing pun mengerikan. Mereka percaya bahwa anjing tidak boleh dibunuh dengan cara membelek karena darahnya akan keluar. Bila darahnya keluar, rasanya akan ‘pahit’. Makanya anjing itu digetok kepalanya atau digebuki sampai mati, sehingga darahnya tidak keluar. Ada juga kepercayaan yang bilang bahwa anjing berwarna hitam rasanya lebih nikmat dan anjing berusia di bawah setahun adalah yang paling nikmat karena dagingnya empuk. Tapi pengasosiasian daging anjing dengan kedua suku itu, justru tidak terasa sama sekali ketika saya berada di Sulawesi Utara atau di Sumatra Utara (eh, sama-sama dari Utara ya?). Mungkin karena saya bukan penduduk lokal, tapi saya tidak pernah melihat daging anjing dijual di restoran manapun di sana. Katanya sih daging anjing hanya dimakan di rumah kalau ada perayaan.
Begitu saya ke Sumba, barulah kelihatan banget. Di pasar di Waingapu sebenarnya standar aja menjual sayuran, daging, bumbu, beras, dan lain lain. Yang membedakan adalah… mereka cuek menjual anjing hidup di pasar – bukan untuk dipelihara, tapi untuk dimakan! Puluhan anjing kampung berwarna hitam, putih, coklat – semuanya “kaing-kaing” – diikat pada tonggak bambu, dan orang cuek membeli anjing hidup kayak beli ayam aja. Sungguh saya tidak berani memandang tatapan mata anjing yang sepertinya tahu sebentar lagi mereka mau dimakan. Gilanya lagi, si supplier anjing ini datang menggunakan motor dengan rentetan anjing yang diikat di belakangnya sehingga susah payah berlari menyamakan kecepatan motor. Oh, tidaaak!
Dalam rangka perayaan Pasola di Waikabubak, saya diundang makan makanan khas Sumba di rumah seorang pejabat desa. Rupanya ia juga mengundang juga para kerabatnya dan jurnalis asing. Setelah beramah tamah, kami disuruh mengambil makanan di ruang makan karena sistemnya prasmanan. Makanan pun tersedia di meja. Ada nasi, sayur daun pepaya, babi rica, sop babi, dan ada sebuah mangkok berisi daging yang dipotong kecil-kecil dan berbumbu banyak sehingga tidak kelihatan bentuk dagingnya.
Maka saya pun bertanya kepada si bapak sambil menunjuk mangkok itu, “Yang ini daging apa ya, Pak?”.
Dengan santainya ia menjawab, “Oh itu daging anjing.”
HAH?! Saya langsung lemas… apalagi melihat 5 ekor anjing peliharannya sedang asyik tidur-tiduran di ruang makan sambil menggoyang-goyangkan buntutnya.
“Ini bukan anjing yang bapak pelihara kan?”, tanya saya cemas.
“Lho, anjing di Sumba itu dipelihara di rumah ya untuk dipotong dan dimakan, kak. Tenang saja, di belakang saya masih punya 20 anjing lagi kok. Tidak bakal habis untuk pesta ini.”
GUBRAK!
Jangan-jangan yang di mangkok itu adalah anjing yang kemarin main-main sama saya…
Belum habis shock saya di Sumba, seminggu kemudian saya ke Kupang dan menyempatkan diri untuk berkeliling kota. Eh, di sana juga cuek banget. Gerobak makanan kaki lima tulisannya “Nasi Ayam, Nasi Babi, Nasi RW”. Buset, saya sampai jengah membacanya!






June 24th, 2010 at 3:57 pm
OH EM JIIIII! *pengen nangis bacanya*
Gue separoh Flores, dan makan daging RW tuh udah membudaya banget kalau ada acara keluarga Flores… Di Jakarta ada yang jual ternyata (dan gue nggak mau tau). Gue juga diceritain cara bunuhnya (terus mewek), JAHAT GILA!
Makanya kalo acara keluarga gue suka nggak mau tau makanan apa yang ada di meja -_-
June 24th, 2010 at 3:58 pm
pengen nangis bacanya.. I know but it’s true..
padahal anjing tuh sahabat manusia paling setia..
June 24th, 2010 at 3:58 pm
aduhhh mba, aku emang ga segitu-gitu nya amat sama anjing.
tapi ya ampun….bacanya sampe ngernyit-ngeryit aku saking ngeri ngebayanginnya…kasian banget anjingnya hiks T.T
June 24th, 2010 at 4:02 pm
Tweets that mention RW & B1 » The Naked Traveler — Topsy.com says:[...] This post was mentioned on Twitter by yuska vonita, TrinityNakedTraveler. TrinityNakedTraveler said: Orang makan daging anjing? Baca http://bit.ly/cR7TJG [...]
June 24th, 2010 at 4:37 pm
saya gak suka anjing , saya cenderung takut anjing (takut digigit), tapi kok yha kasihan amat yha kl disiksa gitu T.T, gak tega bacanya…huhuhu
June 24th, 2010 at 4:50 pm
meskipun anjing adalah binatang berkaki empat yg paling bikin saya parno,,tp baca tulisan mba TNT,,rasanya kasian juga koq tega2nya manusia makan anjing,dan cara mematikannya enggak disembelih tp digetok sampe mati..benar2 tidak berperikehewanan..
June 24th, 2010 at 4:55 pm
pada ga tega tapi ayam tega haha
June 24th, 2010 at 5:01 pm
Jadi tau B1 maksudnya apa, krn sy lama tinggal di Manado taunya hanya RW dan B2 (walopun sy bukan pemakan keduanya)…Kalo di Jogja hati2 masuk warung tenda yg jual sate jamu, itu bukan sate utk kesehatan (jamu) tapi artinya sate anjing
)
June 24th, 2010 at 8:15 pm
Saya orang sulawesi, keluarga saya doyan juga makan RW itu. Tapi saya nggak pernah bisa memakannya. Nggak tahu, ga selera aja. Kebayang tersiksanya anjing itu pas sebelum diolah
June 24th, 2010 at 9:32 pm
“Lho, anjing di Sumba itu dipelihara di rumah ya untuk dipotong dan dimakan, kak. Tenang saja, di belakang saya masih punya 20 anjing lagi kok. Tidak bakal habis untuk pesta ini.”
TEGAAAAAAAA…!!!
June 24th, 2010 at 10:00 pm
hahahhaha mbank buat saya jadi malu…
jujur aku penikmat RW dan saksang (rwnya org batak) ampe sekarang..
benar mbak, anjing di gebukin dalam karung setelah mati baru bulunya di haluskan pakai alat LAS setelah itu diolah.. kebetulan orang di rumah bisa membuat makanan tersebut
buat pecinta anjing, maaf kan ^o^
June 24th, 2010 at 10:39 pm
Saya pernah denger, cara bunuh anjing untuk dimakan itu bukan disembelih. Tapi anjing dimasukin ke karung terus dipukulin sampe mati. Jahat plus sadis banget. Ngga abis pikir, ko ada sih yang tega makan hewan ’seloyal’ anjing. Ibarat ‘makan temen sendiri’ kan ya?
June 25th, 2010 at 12:18 am
slh 1 alasan ga mau makan daging anjing,…cara membunuhnya…KEJAM BINTI TEGA…keluarga tanteku yg suaminya org menado pasti bikin rw kl pas natalan…biar dipaksa makan,ogah gw….
June 25th, 2010 at 12:22 am
Ga tegaaaa
June 25th, 2010 at 12:27 am
nangis bacanya…hiks…hiks……. manusia bener2 omnivora sejati ternyata… T_T.. cara membunuhnya itu loh… :’(
June 25th, 2010 at 12:31 am
di solo juga ada sate anjing,, bnyak yg terkecoh karna sebelumnya namanya sate jamu, akhirnya ama pemkot solo pedagang2 sate jamu (sate anjing) disuruh ganti nama jadi sate anjing n diwajibkan untuk mencantumkan gambar anjing di warung tendanya, biar gak banyak yg terkecoh lagi.
June 25th, 2010 at 12:34 am
Saya doyan makan daging anjing. Tidak terlalu banyak lemak seperti daging babi. Dengan catatan bahwa daging yg saya makan bukan berasal dari anjing yang saya pelihara sendiri. Paling sering makan kalau ada keluarga besar yg datang bawain daging anjing yg sudah dimasak. Menurut saya daging yang paling enak nomor 2 di bumi setelah babi.
Meskipun dalam keluarga saya ada pantangan untuk tidak makan daging anjing krn status sosial dan penyakit sesudah memakan daging anjing, tp saya biasa aja krn yg penting gak berdampak buruk bagi tubuh saya.
June 25th, 2010 at 12:43 am
ya ampuunn, ga tega banget ngebacanya (apalagi ngeliat), sebenernya penasaran juga sih tapi pasti saya keburu ga nafsu makan kalo ngeliat anjing2 yang malang itu..
(
June 25th, 2010 at 1:12 am
gw melihara anjing,,,,,ga kebayang anjing gw digetok dalem karung,,,,
June 25th, 2010 at 1:32 am
Hi all, saya keturunan jawa-flores dan dulu waktu kecil saya suka sekali makan olahan daging anjing, karena memang enak
sampai suatu hari ketika ada perayaan di rumah saudara, anjing mereka yang sudah bertahun-tahun dipelihara akan dijadikan hidangan juga. Dan baru disitu saya tahu cara mengelola hidangan dari hidup sampai tersaji di meja. Jadi memang betul dimasukkan ke karung dan dipukul hingga pingsan dan dibakar. Saya mengangis meraung2 ketika itu, mengingat anjing tsb selalu menyambut saya datang bahkan ketika saya masih jauh dari rumah, dia loyal sekali.
Yang bikin saya mau pingsan dan akhirnya ilfil utk menyantap hidangan itu lg seumur hidup, karena ketika si anjing dibakar, dia bangun lagi dan berlari dgn nyala api di badannya. kemudian dia terjatuh setelah lari beberapa meter dan pingsan lagi. trus dibakar lg dan BANGUN lagi..saya sampai menangis tersedu-sedu, karena saya pikir, si anjing pun pasti bertanya2, kenapa manusia yang dia sayangi berbuat jahat ke dia. sejak saat itu, saya tidak sanggup lagi makan daging anjing.
June 25th, 2010 at 7:32 am
Sadis banget..
Walau saya tidak begitu suka dengan anjing tapi saya ikut prihatin dengan cara membunuh dan masaknya..
Wahai para anjing-anjing, semoga kalian dapat hidup yang lebih baik di alam sana..
June 25th, 2010 at 9:36 am
gag mau makan daging rw atao pun b1.. haram menurut agama saya…hehehe
June 25th, 2010 at 9:54 am
di Jogja sadis lagi sy lihat pagi2 pas lari, anjing itu dimasukan ke karung dan direndam di sungai sampai mati lemas. Tp itu dijualnya diam2. Kalo di Solo sering lihat sate jamu atau bumbu rica2. Saya pernah punya pengalaman pingin nyoba sate jamu. “Pak minta lima bungkus” Maaf mas ini daging aa,( kirain nggak dengar permintaan saya) ” Iya Pak minta 5, Mas, ini guk guk. Maaf Pak saya langsung ngacir
June 25th, 2010 at 10:01 am
sampe gw liat ada daging anjing di meja, gw obrak-abrik itu meja! biadab!
setuju sama merry go round, “Ibarat ‘makan temen sendiri’ kan ya?” ..
dari gw lahir, udah ada anjing di rumah sampe sekarang. dan mereka jelas lebih pinter dan baik hati dibanding orang-orang yg gw kenal..
please guys, dog is not a food. you should buy a dog food for them, instead!
June 25th, 2010 at 10:19 am
seperti ga ada makanan lain aja…
June 25th, 2010 at 10:55 am
Anjing saya hilang karena ditangkap tukang potong anjing.. huaaaa..
Di lapo di Stasiun Senen ada daging anjing..
nama menunya saksang..
June 25th, 2010 at 11:38 am
teman saya yang orang batak juga pernah cerita kalo dia paling suka makan daging anjing yang dimasak dengan darahnya,hahaha..jijik bgt dengernya
June 25th, 2010 at 3:50 pm
dulu gw pernah tinggal lama di Sumut. pas tinggal di daerah Medan..Belawan..gw emang gak pernah nemuin restoran yg jualan daging anjing..tp pas gw maen k daerah Brastagi, ow ow ow.. sepanjang jalan..ramai nian warung yg jualan B1, B2, B3..anjing, babi, kodok (yg terakhir gw ngarang nih, hehe.. kata tmn bokap gw sih B3 tu kodok, tp kata tmn gw yg org Batak.. B3 tu biang boru boru alias anjing betina.. hii..!!)
yg parah, pas ade gw skul di Kabanjahe (gak jauh dr Brastagi).. inget kan jaman2 SD dulu kita suka nulis biodata kita di diary temen.. nah pas gw baca biodata temen2 ade gw.. ada yg nulis makanan favoritnya anak anjing yg dimasak merah alias dimasak dgn darah.. hii,, jijay bgt dah!!
tp gak cuma di Sumut gw nemuin orang2 yg doyan makan anjing. di Salatiga (Jateng) ada angkringan yg jualan sate anjing!! tu angkringan Luariiiissss banget.. buka jam 7, jam 8 udah tutup.. yg beli antrine puoLL!! yg lucu, tu angkringan penerangannya remang2..bahkan bisa dibilang gelap.. mo tau alasannya?? katanya sih biar wajah pembelinya susah dikenali.. “isin mbak..!!” (nah loh, ternyata pada malu kalo ketauan makan anjing..)
June 25th, 2010 at 4:26 pm
hohoho…anjing bo…saya ga makan anjing karena muslim…tapi buat yang melarang makan anjing terutama karena kasian, saya ko jadi merasa ada ketidakadilan…kenapa ga kasian ke ayam dan sapi? saya pernah pelihara ayam. walo cuma ayam, saya merasa ada ikatan emosional antara ayam dengan saya…duh ko jadi aneh…hehe…
intinya jangan lah melarang orang makan anjing, kecuali orang itu muslim ato yahudi…karena kalo emang enak kenapa musti dilarang sih…selama bukan kanibal…hehe…
June 25th, 2010 at 4:45 pm
hueksss….mual euyyy….
June 25th, 2010 at 4:48 pm
hiks hiks..
(
jadi inget anjing gw, waktu itu pelihara dalmation, banyak banget yang suka, salah satunya si “A”, anak kecil yang tinggal deket rumah, dia bilang anjing gw lucu banget, sering main bareng malah, suatu saat si A minta anjing gw, tapi gw tolak dengan halus, tapi karena keluguan dan kepolosan si A, akhirnya nyokap pun memberikan anjing gw ke dia, sekitar seminggu lebih kedengeran banget suaranya meraung2, kaya nyariin nyokap, soalnya yang ngurusin nyokap, jadi mungkin lebih apal sm nyokap, sampai seketika, suara dalmation gw ga terdengar dari dari rumah si A, nyokap pun akhirnya memberanikan diri menanyakan dmn keberadaan anjing gw, dan dengan polosnya si A bilang “ooo, si Chipy (nama anjingnya) uda di sate kemaren, enak lho tante, cuma uda abis sekarang, maap yah tante jadi ga kebagian” hwaaaaaa….. nyokap shock berat, gw yang diceritain nangis ga berenti2,, hiks hiks… tega banget, kalo kaya gitu caranya, gw ga bakal menyerahkan anjing gw..
June 26th, 2010 at 6:08 am
Jadi inget tulisan”All Meats Are Murders” .. tapi lupa dimana gitu.
Yg mengerikan mungkin proses “Eksekusinya” kalo makannya mungkin gak mikir(kepikir).Enaak.. enak kata orang.
Sapi gelonggong juga cukup sadis cara nyiksanya-hanya gara2 untuk naikin berat sapi.Dah ah ceritanya sereem..
June 26th, 2010 at 12:27 pm
saya paling suka kalo dibumbu rica2…tapi pernah juga coba di madiun ada rumah makan dg menu utama daging rw dibikin sate & bumbu ungkep…mak nyuss
June 26th, 2010 at 5:49 pm
jadi inget dulu pernah melihara anjing, anjingnya setia banget nemenin kemana2..
pas kita pindahan dikasih ke tetangga…
eh ternyata malah dibunuh dengan cara dikarungin trus dipukulin, katanya si mo dijual kerumah makan…
dari jauh kedengeran suara erangannya… n cuma bisa nangis ngedengernya….
sampe sekarang klo keinget suka sedih n menyesaaaaaaaaall…
T_T
June 26th, 2010 at 5:49 pm
heh rw lover gila lo ya sadis bgt blg enak di forum yg lg ngomongin kebiadaban mkn anjing,hiiiiy!!!
June 26th, 2010 at 5:50 pm
deket sekolah saya di tanjung duren (mungkin masih ada sekarang) ada lapo yang jual b1 sama b2, tapi di atasnya jualan baju pengantin…
June 26th, 2010 at 8:21 pm
anjing emang najis dan kharam buat muslim, tapi islam juga mengajarkan kasih sayang,sehingga ada riwayat seorang pelacur dapat masuk surga karena pernah memberi minum anjing, tanpa memandang agama sebaiknya bagi konsumen daging anjing tolonglah mbunuhnya sedikit berprikehewanan
June 26th, 2010 at 11:06 pm
Hahaha..bahasa B1. Saya kebetulan dari keluarga Batak yang pada doyan makan B1. Saya pribadi pernah memakanya sewaktu SD or SMP gitu deh, tapi sekarang udah enggak. BUkan karena kasihan melihat anjing (saya sih lebih kasihan lihat manusia soalnya), tapi emang bener makan b1 itu bikin badan jadi panas, mungkin itu juga yg jadi alasan orang Alaskan pada makan b1.
Oh ya mengenai Lapo di Jakarta, banyak loh yang nyediain daging b1, tapi memang lebih sering b1 itu untuk perayaan dirumah, seperti perayaan kalo ada yg tunangan, arisan, dll.
Saya suka bingung kenapa orang pada eneg n kesel mengenai memakan b1, yang katanya kejam lah cara bunuhnya, dll. Loh kalo bunuh ayam buat dimakan, bunuh bebek buat dimakan ? kenapa gak pada kasihan ? Toh sama-sama hewan.
June 27th, 2010 at 2:29 am
Vegetarian is the best!!
“You are what you eat!!”
Berarti yang makan anjing…???
June 27th, 2010 at 8:24 am
Iya g setuju tuh ama yg blg kok cuma teganya ama anjing binatang lain jg ada hak utk hidup loh.makanya g setuju bgt ama biksu2 yg vegetarian utk ngurangin pembunuhan thdp binatang. Liat aja tuh yg suka makan daging2 gt biasanya kena darah tinggi lah ga lama stroke,itu krn mkn daging selaen ikut berdosa krn biarpun ga lgs ngebunuh tp scr ga lgs ikut pny kontribusi membunuh mereka dan jg mkn daging ga bgs utk kesehatan. Makanya yg bilang ngerasa kasian ama anjing,kasianin jg donk makhluk2 lainnya yg loe org pd makan.bagaimanapun cara membunuhnya tetep aja ayam,ikan akhrnya dibunuh jg kan yg pastinya mereka jg mau hidup loh
June 27th, 2010 at 8:36 am
ikut nimbrung aja…
saya bukan pemakan daging itu. Hanya saja membaca komen2 yang mengatakan “kenapa klo ayam atau sapi pada tega”, sebetulnya agama sudah mengatur bagaimana cara mengeksekusi binatang yang akan kita santap. Semua hewan harus dieksekusi dengan mendoakan terlebih dahulu dan dieksekusi dengan cara yang baik agar binatangnya tidak merasakan kesakitan luar biasa. Jika akan menyembelih harus ditempat yang tepat sehingga ayam atau sapi tidak tersiksa.
June 27th, 2010 at 1:43 pm
ngerasa aneh sama yang komentar “kenapa klo ayam/sapi/kambing tega?” plis deh, mereka disembelih dengan cara yang layak dan tidak menyakitkan terlalu lama. beda dengan anjing yg dibunuh secara pelan2. itu lebih kejam menurut gw membiarkan makhluk hidup dibunuh dengan tersiksa pelan2. Agama gw ngelarang makan anjing. tapi seandainya boleh pun, gw juga nga minat. masih banyak makanan lain yang lebih enak.
June 27th, 2010 at 4:27 pm
ak mmg bisa makan RW tp gak doyan.pernah di rumah ada perayaan, pas plg dr kuliah, ada anjing diikat di pohon samping rumah..kasian banget ngliat tatapan matanya, ktnya anjing itu mo dibikin rw, akhirnya ak kasian, ak bilangin aja gak usah dimakan, ak byr aja. usahaku gak berhasil, akhirny anjing itu digetok jg..ak gak tega dgar teriakan’kaing2nya’.
di perayaan itu, tak satupun ak nyntuh yg ad daging anjingnya. mulai saat itu ak mikir2 dl mkn rw kl di perayaan, ngebayangin sadisnya itu..trus jgn2 punya org yg dimaling sama “doger”(di daerah mdo ..istilah org yg suka nyulik anjing)dan bisa aja org yg punya anjing itu pada nangis2 kehilangan anjingnya, sdgkan yg laen dng santai aja makan daging anjing yg ditangisin yg punya krn dicuri.
hati2 miara anjing di daerah sulut, krn kita udah susah2 kasih mkn, yg panen org lain/doger.
June 27th, 2010 at 7:51 pm
Hai mba, Dulu waktu kecil SD aku makan anjing, dikasih sama org tua sih…itu daging anjing. Rasanya juga miriplah dgn B2. Tapi skrg sudah ga mau lagi. Karenanya, aku pernah pelihara anjing dari kecil sampai sudah besar (jaman SD dulu)
Pulang sekolah, ehh anjingku sudah ga ada, katanya sudah dipotong. Nih dagingnnya…kata mama waktu itu.
Akhirnya aku ga makan itu anjing sampai skrg…Hiks
B2 sih ga, sampai skrg masih makan..hehehe
Keep writing yo mba. GBU
June 28th, 2010 at 12:54 am
Sukses nangis baca postingan kali ini…. Tega beneerrr ya cara ngebunuhnya itu lho. Hiks, semoga B1 lovers jadi mikirrrr ya abis baca cerita kali ini.
June 28th, 2010 at 3:03 am
yang bandingin cara pembunuhan antara ayam,sapi,kambing dengan anjing itu sepertinya kalo menurut saya ga bisa dibandingin secara langsung, soalnya untuk keseluruhan wilayah indonesia, mengkonsumsi daging B1 itu jarang (mungkin biasa di sejumlah daerah) makanya jadi kasian kalo tau cara mbunuhnya seperti itu..
tapi seperti kata mbak T kalo di vietnam mereka jualnya secara blak-blakan,saya kira mereka ga akan kasian liat cara manusia membunuh anjingnya seperti apa,soalnya uda biasa,kayak bunuh ayam aja kali dipikiran mereka..
jadi inget juga dulu punya guguk tapi dibunuh tetangga karena dikiranya guguk punya saya bunuhin kambingnya dia,eh setelah guguk saya dibunuh masih aja ada kambingnya yang mati,kasiannya gugukku jadi korban salah tangkap…
)
(btw,apa hubungannya ama makan anjing yaaa..
June 28th, 2010 at 6:22 am
koq pada hobi makan daging anjing hiiiiyyy….
June 28th, 2010 at 9:01 am
Ayam dan sapi biarpun dibunuhnya katanya ga kejam..tetep aja kali dibunuh..jadi manusia kok pilih kasih gt..G kutip dr atas nih :
“beda dengan anjing yg dibunuh secara pelan2. itu lebih kejam menurut gw membiarkan makhluk hidup dibunuh dengan tersiksa pelan2″
Mnrt g kalo bunuh anjing LEBIH KEJAM berarti bunuh sapi dan ayam KEJAM juga donk..huahahaha…sami mawon sama2 kejem kaleee…
June 28th, 2010 at 10:02 am
Mbak T sy pernah denger lagi kuliner yg lbh sadis yaitu makan otak kera hidup2. cara membunuhnya lbh sadis lagi kera itu dibekam dgn menggunakan spt tabung slinder yg ats bawah nya bolong truss bagian kepalanya langsung kita belah dan otaknya harus cepat dimakan selagi kera itu sekarat jd dlm keadaan hidup otaknya itu msh berdenyut-denyut dan dimakan dgn sendok kecil. klo mbk T tau tepatnya di aderah mana ya ? klo yg saya dengar juga di daerah sulut. tp tepatnya atau kebenaranya blom tau pasti.
June 28th, 2010 at 3:26 pm
Ampuuuuunnn!!! Ampuuuuuunnnn!!! Ampuuuunnn!!! mungkin itu kata si Anjing waktu digetokin kale ya. Gelo!
June 28th, 2010 at 4:43 pm
OMG..
gilaa,sadiiiiiissss,,ckckckckckckcckck
cara membunuhnya itu lohhhh,buseet tegaaa banget..
haram makan daging anjing aja
June 29th, 2010 at 1:04 pm
Lucky me.. I am a vegan ^_^
June 29th, 2010 at 2:57 pm
Dulu waktu saya masih SMP saya punya anjing namanya ” Yellow ” kebetulan warna bulunya kuning…hampir 7 tahun dia hidup bersama keluarga kami…si Yellow sungguh anjing yang pinter..dan selalu menjaga keluarga kami….TAPI tiba saat naas itu…1 minggu dia hilang entah kemana tak kelihatan, kami sekeluarga terus mencari keberadaannya…dan setelah 2 hari trus kami cari…rupanya dia sudah jadi bangkai di parit kurang lebih 1 km dari rumah…hikhikhik….aku jadi menangis kalo mengingatnya kembali..SELAMAT JALAN “YELLOW”..kami akan selalu mengenangmu…
June 29th, 2010 at 8:20 pm
kalo gue baca dari komen2 diatas, ternyata banyak penyayang anjing tidak bisa menyelamatkan nasib anjing peliharaannya menjadi korban buat santapan keluarga ato tetangga.
kalau memang sayang sama peliharaannya dan ngakunya punya ikatan emosional, masa gak bisa mencegah sampai anjingnya dijadikan santapan?
even kalau untuk bertahan hidup pun orang harusnya mikir2 untuk menjadikan binatang peliharaannya sebagai penganjal perut.
June 29th, 2010 at 8:25 pm
Im really enjoy read your post.Kalau setiap orang berpikir kasian akan hewan peliharaannya yang dipotong.. maka ngak akan ada hewan yg dipotong donk. Kalo Ayam jago si B dipotong dan dimasak rica pasti si C akan makan dengan lahapnya….asalkan baik untuk kesehatan dimakan aja kalo kolesterol tinggi hindari daging he..he..he. Kalo pembunuh hewan bukan hobby aku tapi kalo makan daging hewan hobbi aku.
June 30th, 2010 at 4:25 pm
di UKI ada mb, warung makanan yang jualan B1
July 2nd, 2010 at 11:54 am
@kei: klo baca cerita kamu ttg anjingmu yg dipukulin trus dibakar, tnyt msh hidup trus dibakar lg, ga bs dipercaya kamu emang sayang sama anjing itu. cara kamu cerita ttg proses ‘pembantaian’ itu, kesannya kamu justru ‘enjoy’ saat anjing itu meregang nyawa. bener kata gueaja, klo kamu emang sayang sama peliharaanmu, masa kamu ga bisa cegah spy dia ga jd santapan keluarga??
July 2nd, 2010 at 10:37 pm
dulu waktu masih kecil, tetanggaku juga suka banget masak daging anjing. paling ga tahan denger suaranya pas disiksa itu… huhuhu…
cuma bisa pasrah sambil nutup kuping pake bantal aja…
pilu banget…
July 3rd, 2010 at 1:22 am
@ star: bukan anjing gw bo; anjing sodara, tp dia kenal gw coz gw sering main ke rumah sodara gw. masalah gw enjoy ceritanya, kayaknya ga deh, salah baca kali lo ya? trus kejadian itu gw masih SD, apa coba yg bisa gw lakukan? yg ada, skrg di masa dewasa gw, gw mencoba memilah makanan yang masuk ke perut gw, githu loh…
July 3rd, 2010 at 1:33 pm
Makasih yaa trinity udah sharing. Gw selama ini makan B1 dan B2 cuma gak tahu yang mana anjing yang mana babi. Karena enak, gw juga sengaja gak nanya, itu daging apaan. Kebetulan, B1 dan B2 yang gw makan biasanya beli, bukan masak sendiri. Tapi begitu baca post elo inii MAKJANG!!! OGAH GW MAKAN B1 LAGI!! seumur idup gw!! kejam banget!! dan soal klo ayam gimana. Gw di rumah juga pelihara ayam. Tapi klo nyokap gw potong ayam peliharaan itu, gw ogah makan. Orang gw kenal siapa aja itu ayam. Karena perasaan emosional sih. Kan pernah jadi piaraan gw, jadi yah gak kebayang deh makannya..
July 4th, 2010 at 10:24 pm
pernah denger si jangankan di sumba ato kupang di pedalaman yogya juga ada anjing dipiara trus dimakan (waktu itu temen yang makan ceritanya pas live-in ke daerah pedalaman)untung gue enggak fiuhh…
walaupun gue bukan penggemar anjing tapi gak sampe hati makanin dagingnya, tapi kalo daging ayam, sapi ato kambing gak kenapa-kenapa.
memang kedengarannya pilih kasih tapi kita kan harus tahu kalo doggie itu punya kelebihan sendiri dibanding binatang lain, jangan disamainlah sama ayam, sapi ato kambing. kalo mereka memang sudah sepatutnya untuk dimakan lagian juga cara motongnya kan ada aturannya ckckck…..
July 5th, 2010 at 9:49 am
gw sich ga makan daging anjing dan belum pernah, tapi sebagian keluarga besar gw makan dan enak katanya lebih enak dari daging manapun iiiiiiiihhhhh, ya karena kami dari sumba. ini agak2 sadis nich, gw ingat banget sepupu gw pas habis kerusuhan di sumba (kalau ga salah tahun 98/99) dia ngomong ke gw, mo berburu dulu ah, gw tanya mau berburu apa? anjing untuk RW katanya kan abis kerusuhan gini anjing gemuk2 (gemuk2=abis makan daging manusia korban kerusuhan), bebas berkeliaran jiiiiiaaaaaaaahhhhhhh gw ngamuk2 ke sepuou gw. gw langsung merinding, gw tonjokin tuch sepupu gw, gw bilang sadis amat! maka pergilah dia dan teman2nya berburu
(
July 5th, 2010 at 7:36 pm
Gue pecinta binatang dan sempat jadi vegetarian meskipun sekarang lagi di stop karna suatu alasan. Nyokap gue orang manado dan keluarga besar gue juga pada doyan bgt sama RW, meskipun orang-orang rumah gue sendiri sangat mengharamkan yg namanya makan RW! Gue melihara 3 ekor anjing di rumah, salah satunya bahkan udah 8 tahun jadi sahabat setia gue dari gue masih kelas 5 SD. Menurut gue makan anjing haram bgt, lebih haram daripada makan babi bagi kaum Muslim dan Yahudi. Makan RW itu sama aja kanibalisme karena itu artinya lo makan sahabat lo sendiri. Anjing itu setia banget melebihi manusia yg kadang-kadang aja bisa berkhianat. Tapi tentu aja sih yg setuju sama gue pastinya yg ngerti bgt lah soal anjing dan pernah ngerasain kesetiaan hewan lucu ini.
Ga peduli mau anjing ras kek, mau anjing kampung kek, semua sama setianya. Dan sehabis baca ini gue bener-bener jadi pusing… Ternyata masih banyak yang tega membunuh bahkan memakan hewan paling setia yang ada di jagat raya ini…
July 7th, 2010 at 5:21 pm
sebenarnya kalo memotong hewan itu ada aturannya,kalo dalam agama itu berdoa dulu menyebut nama tuhan;,trus disembelih dengan memutus saluran makan dan saluran nafas..
July 8th, 2010 at 12:49 pm
Kyak ga ada mkanan/daging lainnya aja sih kok bisa2-nya sampe tega mkan anjing? Alasan enak jg ga masuk akal bget deh, karena justru yg ‘enak’ itulah yg tidak menyehatkan bget kok! Sperti kepiting, udang, cumi & kerang yg tinggi bget kadar kolesterolnya. Lalu kambing & sapi jg termasuk daging merah yg tinggi kadar lemaknya, B2 pun juga lemaknya bnyak bget gitu bikin jijik aja mkannya meskipun gw & agama gw ga ada pantangan utk mkan apapun. Bnyak ahli kesehatan yg bilang klo bisa hindarilah mkan hewan berkaki empat karena kadar lemak yg tinggi di hewan2 tersebut. Kenapa sih kita ga bisa mengubah pola mkan kita demi kesehatan badan kita sendiri?
Klo yang bikin sehat itu justru makan ikan, knapa tidak pilih ikan saja sebagai pilihan yg paling aman?
July 8th, 2010 at 2:04 pm
Saya muslim, jadi tidak makan anjing dan babi. Tapi kalau disuruh membunuh kayak gitu, saya tidak akan tega.
July 9th, 2010 at 6:48 pm
dulu jaman tahun 90an, pas SMA di jogja aku kadang makan di depan bioskop mataram. Namany sengsu = tongseng asu. Makan mah makan aja, gak perlu mikir jauh2 hehehehee ….
July 9th, 2010 at 7:18 pm
Sebenarmya semua binatang juga sama saja, jadi sekarang apa mestinya pemerintah sana memaksa para peternak anjing untuk mengolah dengan cara yang lebih pantas ya?
July 10th, 2010 at 8:07 pm
Bukan cuman anjing looh.. gw jg dulu nangis waktu ayam piaraan saya di potong & dimasak ama nyokap
July 11th, 2010 at 11:40 am
Wahahaha…. makan daging anjing. Gmn rasanya TNT?
July 11th, 2010 at 2:57 pm
mau disembelih mau dipukul, sama-sama ga enak buat mereka
mereka ga punya akal memang ma hati nurani. tapi mereka tau yang namanya sakit.
kalo lo disuruh pilih mati dipukulin atau disembeleh??
Tumbuhan juga mahluk hidup, cuman ga punya mulut aja buat teriak.
ga ada yang lebih baik makan daging rw nggak makan rw ato jadi vegetarian.
Dari sd juga di ajarin ada namanya rantai makanan.
Mau makan apa tergantung oangnya masing-masing. gmana kata hati masing2 baik ato nggak
toh hidup masing-masing kan??
no offense.
ps: im not a dog eater
July 11th, 2010 at 3:01 pm
saya pernah sekali pergi ke papua, di kampung dekat sentani jayapura tepatnya dirumah salah satu warga asal toraja dan saya melihat hal yang baru, tiga ekor anjing kecli lucu dan seekor yang lebih tua dimasukkan ke dalam karung. Sejenak saya berpikir anjing-anjing tadi mau dibuang, tetapi tak lama ternyata dipukuli dari luarnya dg menggunakan tongkat kayu. Bunyi kaing-kang terdengar keras awalnya diikuti rontaan dari dalam karung hingga lama kelamaan jadi pelan dan diam. Saya menyaksikan tidak percaya.
July 11th, 2010 at 6:47 pm
Dulu waktu masih kecil keluarga kami memelihara anjing… beberapakali….
Ajing datang dan pergi silih berganti.
Ada yang hilang… ada yang mati karena sudah tua… ada yang mati ditembak oleh bokap.
Yang ditembak karena Pa melihat kondisi si anjing yang terlihat mulai temperament karena diyakini baru digigit anjing gila.
Papa memang penyayang hewan…. tapi beliau merasa harus lebih bertanggung jawab terhadap keselamatan manusia… keluarganya dan orang-orang sekitar.
Waktu beliau memasukkan anjing ke karung, memasukkannya ke kamar kosong, lalu menembaknya sampai mati, aku merasa sangat sedih…
Jadi ingat cerita “Little House on the prairie” dulu saat pa ingals hampir saja menembak mati anjing kesayangan keluarganya karena mengira si anjing sudah tertular rabies…
July 15th, 2010 at 1:53 pm
huwaaaa sediiiih bacanya…i love dog and dont eat dog selain karena haram juga krn gak bakalan tega makannya
July 16th, 2010 at 7:52 pm
saya orang batak juga, tapi belum pernah mkn anjing. gak tega, soalnya saya nggak pernah sampe berhenti memelihara. kayaknya saya tipe orang yang gak tega makan peliharaan, krn ayam dan ikan yang saya pelihara, saya nggak sanggup juga makannya. balik ke anjing.. jangan sampe deh. ngomong2, banyak kok mbak t, lapo yang jual b1.
July 18th, 2010 at 10:33 am
AFGAN !!!!!
July 18th, 2010 at 11:54 pm
Masalahnya, anjing slma hdupnya mkan apa aja kan kita gak tau, bisa aja makan tikus tikus got, mkan sisa sisa mknan basi ditong sampah, errr.. Najis.
July 22nd, 2010 at 8:46 pm
Saya nyesel baca ini…
July 23rd, 2010 at 9:36 am
ah.. saya akan ke vietnam dalam waktu dekat ini.
trims mbak infonya. bakal lebih hati2 nih!
kalo liat kepala ngegantung langsung kabuuur..:P
July 24th, 2010 at 3:49 pm
Bisa dibuat “hotdog” tuh kayaknya hehe (peace cuma becanda)
July 25th, 2010 at 10:07 pm
Jadi ingat beberapa tahun lalu, bokap kasih salah satu anjing kami ke lapo, gara2 nya anjing tersebut sering berantem dg anjing kami yg satunya lagi, padahal belum sempat mengucapkan perpisahan, pas pulang mopy sudah tidak ada hikssss.
July 28th, 2010 at 1:32 am
PARAAHHH!! SUPERR PARAHH! *mata saya uda berkaca-kaca pas baca
apalagi pas tau anjing2 itu diseret naek motor yg uda pasti ga bakal bisa lah anjing ikuting kecepatan motor!
duhh,,kok bisa ya ada yang setega itu..walau anjing kampung tapi anjing tetaplah anjing..hati dan kesetiaannya sama dengan yang lain..hiks :’(
July 28th, 2010 at 1:46 am
@kei: denger crita lw yg atas2 (tentang anjing yg bangun lagi pas dibakar), sumpahh..air mata gw netesss! hikssss tegaaaa bangett sumpahh
July 29th, 2010 at 1:48 am
Guys sebenernya bukan masalah cara ngebunuhnya tapi lebih ke arah intelektualnya dan interaksi ke manusia .. jadi kalau di ajaran prana itu setiap hewan itu ada level karma nya, semakin intelektual hewan yg kita makan itu tinggi maka karma yang diterima akan tinggi, jadi seperti penyakit yg bakal di dapatkan nanti, atau keburukan2 yg akan terjadi nanti nya.
ga cuman anjing sih tapi hewan2 lain juga, tapi anjing itu mendudukin karma lumayan tinggi karena dari segi intelektual dia. :
contoh hewan level intelektual tinggi :
Monyet, anjing, harimau, gajah, lumba2, anjing laut dll.
contoh hewan level sedang :
sapi, kambing, kerbau, babi, kelinci, kijang, domba, dll.
contoh hewan level bawah :
unggas, burung2 tertentu, dll
contoh hewan level terakhir :
ikan, kepiting, dll kecuali gurita
dari semua itu interaksi ke manusia paling rendah ikan, jadi untuk ukuran karma mereka paling rendah, karena ikan tidak berpikir atau bertanya mereka akan diapakan.
sedangkan anjing, monyet dll, mereka memiliki insting dan mereka akan ketakutan menghadapi segala yg akan terjadi.
jadi untuk ajaran prana, karma untuk orang yg mengkonsumsi ikan itu jauh lebih kecil dr karma pemakan anjing, monyet dll.
dan itu adalah roda hidup, ada hewan yg untuk level konsumsi dan ada yg bukan. dari situ kalau kita melewati batas tentu hukum alam lah yang akan berbicara.
jadi mau makan anjing silahkan, tp yah percaya ga percaya tanggung sendiri karma anda. ini no offense tapi cuma informasi
July 30th, 2010 at 3:21 pm
kalau kasian sama anjingnya, mending gak usah makan daging anjing sama sekali, bereskan
, karena saya muslim
1. Karena haram
2. Ya sama spt yg lain kasihan lah ngliat anjing digetok2 ampe mampus @_@
August 1st, 2010 at 12:36 pm
@Kei… ya ampunnn sedihnya membaca pengalaman pribadimu…sy pecinta anjing sejati.. sy gak sanggup ngebayangin anjing di meja makan tersaji.. T_T .. asli tegaaaaaaaaa bangett…
August 3rd, 2010 at 6:37 pm
saya setuju dg mel, “You Are What you Eat”
jadi yg makan itu anjing sma najisnya.
ga hanya anjing yang dibantai dan di makan tapi ada juga kucing, monyet, kalong, dll. Pernah ada liputannya di Tv.
Terus bagi yang mempermasalahkan ‘kenapa ayam, sapi, or kambing tega?’ karena dalam Islam, hewan2 tsb memang diperbolehkan untuk disembelih dan dimakan, ingat DISEMBELIH. ada tata cara menyemblih hewannya sehingga hewan tsb tidk menderita terlalu lama dan mati dg cepat. beda halnya dengan anjing, selain haram hukumnya, mereka DIBUNUH N DIBANTAI sebelum dikonsumsi. Apakah itu tidak kejam???
Makhluk Yang paling kejam di dunia ini hanya satu, MANUSIA.
Pembunuh nomor satu MANUSIA
Perusak nomor satu MANUSIA
August 4th, 2010 at 4:44 pm
yang miara anjing.. trus d komsumsi, itu org benar 2 tegaa.. !! Kasarnya pe.n.g.k.h.i.a.n.a.t.
Teganya teganya teganyaaa..
August 5th, 2010 at 4:39 pm
Daging anjing? paling cocok untuk naikin trombosit.
makanya kalo lagi sakit demam berdarah, kasih tuh sop B1, yakin trombosit pasti cepat naik. (untuk sebagian orang) mau ini kenyataan. sodara saya yang cuci darah 2x seminggu tidak pernah transfusi darah. teman2nya yg lain pada transfusi darah dia gak pernah. Teman2nya pada nanya dia kenapa tdk pernah transfusi darah, dia cuma bilang ‘karena ketahanan tubuh saja, soalnya dia gak enak hati mau bicara sejujurnya.
soal cara motong? bagi orang batak cara motongnya biasa2 aja. tidak pake disiksa dulu…
August 16th, 2010 at 8:11 am
Di agama gw sih nggak dilarang
Jadi gw tetep penasaran pengen makan
Menurut gw kalau makan daging anjing dari restoran gitu ya nggak apa2 lah
Kecuali makan anjing peliharaan sendiri, nah itu mah udah parah
Tapi kalau cerita di atas sih, no wonder, secara yang pelihara kan tujuannya emang buat dimakan
Gw kurang begitu paham sih, soalnya nggak pernah miara anjing
August 16th, 2010 at 8:52 am
Kalo ngomongin anjing jadi inget dulu waktu kuliah di jogja pernah punya temen kos yang emang Batak tulen.
Dan dia pernah cerita.. Mereka punya anjing, dan anjing itu ngegigit salah satu anak tetangga. Akhirnya tuh anjing digebukin sampe mati terus dimakan rame2 sekampung.. Bener2 cara penyelesaian masalah yang menarik, “gigit” dibalas dengan “gigit”..
August 24th, 2010 at 2:27 am
Dulu waktu teman saya ngajak pesta daging monyet , nyantap dagingnya wuiiihhh enak tenan . Habis makan baru cerita cara “memotong” monyet dengan cara dimasukkan dalam karung dan di “celup” ke air mendidih – sejak itu enggak mau lagi ahhhh.
Juga makan daging kura kura enggak mau , soalnya lihat cara “potong” kura kura nya dibalik dan di seset pinggirnya hiiiiii
Dulu waktu SD , keluarga saya punya ikan arwana dipelihara dalam aquariun . Suatu pagi ikan nya berenang miring . Kata ibu saya ikan nya sakit. Sorenya , saya pulang sekolah , ikan sudah “pindah” ke meja makan jadi ikan goreng . wuuueekkkk , enggak bisa makan sehariannya .
Saudara saya jadi vegetarian gara gara lihat ayam di potong .
Ada yang tahu cara memotong kelinci yg lucu ????
August 31st, 2010 at 9:16 am
disgusting..