Jakarta is beautiful!
Alda & Thi Met di busway
Menarik juga memperhatikan teman-teman saya dari luar negeri ketika berkunjung ke Jakarta, kota yang saya tinggali selama lebih dari setengah hidup saya. Saya pernah jadi tuan rumah bagi teman-teman saya asal Australia dan Eropa. Sebagian besar mereka tinggal beberapa bulan di Jakarta karena sedang magang di sebuah perusahaan. Karena mereka kerja dengan waktu terbatas, ya saya hanya mengajak berwisata Jakarta sesekali. Lebih sering jadi teman biasa yang nongkrong bareng bersama sahabat-sahabat saya. Kalau bosan di Jakarta, saya mengajak mereka ke Kepulauan Seribu, Anyer, atau ikut pulang kampung ke Sukabumi.
Teman-teman saya yang berasal dari negara maju yang mengunjungi Jakarta dalam beberapa hari menganggap bahwa Jakarta is just another big city. Tujuan ke Jakarta bukan berwisata, tapi hanya karena transit nunggu pesawat sekalian ketemu saya. Katanya Jakarta tidak punya identitas. Beda dengan Bali yang ketika berada di sana, mereka akan berasa ada di Bali karena arsitekturnya berciri khas. Komentar mereka tentang Jakarta: macet, tidak adanya trotoar yang bener, dan sarana transportasi umum yang membingungkan. Kalau tidak karena pengen ketemu saya, mereka ogah berkunjung ke Jakarta sendiri.

Wow, gede banget!
Ternyata pandangan orang dari teman-teman sesama negara Asia Tenggara jauh berbeda. Sekumpulan teman dari Filipina sempat mampir di Jakarta setelah liburan di Bali. Keinginan utamanya cuma satu, pengen foto di depan Monas. Saya baru sadar betapa landmark suatu kota itu penting bagi turis. Monas itu bagaikan Eiffel di Paris atau patung Liberty di New York. Bila tidak berfoto di depannya dianggap ‘belum sah’. Saya ketawa geli melihat mereka berpose macam-macam sampe jumpalitan di depan tugu. Malamnya saya mengajak mereka untuk ikutan nonton syuting talkshow di salah satu stasion TV. Wah, bukan kepalang bahagianya mereka. Di negaranya aja mereka nggak pernah masuk TV, tapi kali ini mereka jadi penonton VIP yang ikut diwawancarai oleh host-nya. Yang bahagia lagi, mereka bertemu Obama alias Ilham Anas. Di Filipina, Obama palsu ini jadi bintang iklan obat sakit perut bersama Imelda Marcos palsu. Geli juga melihat mereka sampe loncat-loncat kegirangan.
Beberapa bulan yang lalu, ex room mates di asrama sekolah AIM di Filipina sengaja ke Jakarta selama 4 hari untuk reunian. Mereka adalah Alda asal Filipina yang sekarang tinggal di UAE dan Thi Met asal Vietnam. Selain keliling-keliling Jakarta, saya mengajak berwisata ke Dufan, TMII, Snowbay, dan Kota Tua. Komentar mereka tentang Jakarta sangat positif. Kata mereka Jakarta itu bersih, hijau, teratur, dan modern – lebih bagus daripada Manila dan Hanoi. Alda sangat mengagumi patung-patung yang ada di tengah jalan Jakarta, seperti Patung Pemuda Membangun, Patung Pembebasan Irian Barat, dan Patung Arjuna Wijaya (kemungkinan Anda nggak ngeh patung mana yang dimaksud bukan?). “Hebat ya Jakarta punya patung-patung cantik kayak gini!”, katanya girang. Setiap lewat, ia membuka kaca jendela mobil dan sibuk memotret. Sementara Thi Met senang melihat Jakarta yang hijau dengan taman kecil di antara jalan yang tertata rapih. Ia juga menilai bahwa Jakarta relatif bersih karena orang-orangnya punya kesadaran tinggi membuang sampah. “Kok bisa ya kepikiran bikin taman cantik gitu di tengah jalan? Gimana sih ngajarin orang disiplin untuk membuang sampah di tempat sampah? Negara gue nggak kayak gitu!”, tanyanya.
Yvonne di Istiqlal
Terakhir teman saya asal Austria yang tinggal di Singapura, Yvonne, ke Jakarta pengennya ke Masjid Istiqlal karena merupakan masjid terbesar se-Asia Tenggara. Saya jadi malu, saya sering ke masjid-masjid ternama di penjuru dunia tapi belum pernah masuk ke Istiqlal. Jadilah saya mengantar si bule ke sana. Mungkin karena bule, tiba-tiba ada petugas yang menggiring kami ke kantor masjid. Dengan bahasa Inggris patah-patah, si bapak menyuruh kami memakai kimono batik. Jadilah kayak orang mau spa, kami keliling masjid sambil diterangkan. Saya baru tahu bahwa desain Istiqlal memiliki arti tersendiri, contohnya berlantai lima yang melambangkan 5 rukun Islam, pilarnya berjumlah 12 melambangkan tanggal lahir Nabi Muhammad. Susah payah saya menerjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Yvonne rupanya sudah riset duluan, di akhir tur dia berkata, “Yang tidak diterangkan adalah arsiteknya seorang Kristen.” Saya hanya tersenyum dan mengajak dia menyebrang jalan ke Cathederal. Yvonne lagi-lagi berkomentar, “Hebat ya, masjid terbesar bisa berdampingan dengan gereja Katholik terbesar di Indonesia.”
Tuh kan… Jakarta is not bad at all! Kita sebaiknya lebih menghargai Jakarta, carilah sisi positifnya – jangan komplen melulu. Buktinya ketika saya nge-twit komentar dari teman-teman saya itu, dibalasnya ngenyek banget, “Jakarta bersih dan cantik? Buta kali mereka!”. Duh, sedih deh. Makanya sering jalan-jalan deh ke luar negeri, niscaya kita akan semakin cinta negara sendiri. Komplen sama macet Jakarta? Pergilah ke Delhi. Komplen sama motor-motor yang sembarangan di Jakarta? Silakan ke Hanoi. Komplen sama toilet di Jakarta atau Indonesia? Coba aja ke Cina! Satu lagi, sesekali jadilah turis di Jakarta. Saya banyak mendapat pengetahuan baru tentang tempat-tempat wisata, sejarah, budaya, dll. Malu rasanya kalau saya lebih tau tentang kota atau negara lain, tapi tidak mengenal kota tempat tinggal saya sendiri.
Tips: Kalau punya teman dari luar nagri yang ingin berkunjung ke kotamu, nggak usah pusing-pusing ngajak ke mana. Saya sih selalu menyuruh mereka untuk riset dulu via internet ingin ke mana dan ngapain, karena selera orang kan berbeda-beda. Dari situ barulah saya kasih saran dengan menggambarkan tempatnya sehingga sesuai dengan ekspektasi mereka. Tak lupa juga ajak mereka berbelanja. Mall di Jakarta itu luar biasa bagusnya, bahkan lebih bagus dibanding mall di negara maju. Dan apapun asal negaranya, pasti mereka suka Factory Outlet!






June 2nd, 2010 at 5:53 am
iya jakarta akan lebih cantik lg klo sarana umum yg bagus,bersih,tertata bisa terwujud
June 2nd, 2010 at 5:55 am
iya jakarta akan lebih cantik lg klo sarana angkutan umum masal yg bagus,bersih,tertata bisa terwujud.entah itu MRT,monorail
June 2nd, 2010 at 8:20 am
Betul mba..saya setuju dengan kalimat Jakarta is not bad at all. Contohnya aza Ragunan itu klo menurut saya lebih bagus dari Zoo Negara (Malaysia).
June 2nd, 2010 at 8:48 am
Tweets that mention Jakarta is beautiful! » The Naked Traveler — Topsy.com says:[...] This post was mentioned on Twitter by Yulianty Amelia S, TrinityNakedTraveler. TrinityNakedTraveler said: Jakarta is beautiful! Ga percaya? Baca http://bit.ly/bsVrTP [...]
June 2nd, 2010 at 8:48 am
nice post mbak
June 2nd, 2010 at 9:02 am
setuju, jakarta tetep bisa dibanggain kok.
Menurutku kekurangannya adalah masalah transportasi, limited english speaker dan makanan (kering) oleh-oleh khas jakarta. Iya siy ada gado2, ketoprak, asinan dll, tapi rada susah kan klo mau dibawa jd oleh2 balik ke negara mereka? *jadi iri ama kota lain di indonesia yg punya banyak oleh2 kuliner*
Thanks for sharing
June 2nd, 2010 at 9:13 am
setuju, katedral n istiqlal itu patut dibanggakan..
soale klo lg paskah atau natal, pasti parkiran istiqlal diberdayakan, begitu pula sebaliknya waktu lebaran, parkiran katedral yang diberdayakan
June 2nd, 2010 at 9:31 am
Untuk kebersihan agak kurang setuju deh masih terlalu banyak yang sembarangan buang sampah kok, kalau jalur hijau sih saya akui lumayan banyak deh sekarang, mudah-mudahan tetap terjaga seterusnya. Mall 100% cucok bahwa mall indonesia itu termasuk yang ter… di dunia.
Setuju banget dengan ajakannya Trinity, siapa lagi yang mau membanggakan kota/negara sendiri, apalagi kalau kita lebih peduli lagi dengan kebersihannya.
Nice post
June 2nd, 2010 at 10:46 am
Memang kita yang seumur hidup tinggal di jakarta suka gak ngeh sama keunggulan2 Jakarta. Tapi pas ngeliat dari sudut pandang turis, Jakarta itu hebat!! Taman Mini Indonesia Indah, biar tua tapi banyak cerita2 daerah yg dulu diajarin pas SD yg bisa kita share ke turis2 asing…
Makasih buat ide2 tempat lain ya, mbak!!!
Caiyo Jakarta!
June 2nd, 2010 at 10:59 am
Semoga Pemkot Jakarta baca artikel ini, supaya mereka makin semangat membuat Jakarta lebih baguuuuusss lagiii
June 2nd, 2010 at 12:47 pm
setuju….
Jakarta that never die city
June 2nd, 2010 at 1:02 pm
wooow…. thanks banget mba atas ceritanya
*jadi kepingin foto lagi di depan monas… dulu udah pernah waktu masih SD hehehe…
June 2nd, 2010 at 1:57 pm
Maaf, saya termasuk yg ngga tahu Patung Arjuna Wijaya yg di mana ya? *jadi malu*
Saya juga baru mau ikut tur keliling Istana Negara nih Sabtu ini. Dari dulu belum pernah masuk. *malu lagi*
Kalo Monas, sampe skrg saya blm pernah naik sampe puncaknya, baru sampe cawannya aja. Desember lalu mencoba peruntungan utk naik ke puncaknya, ternyata gagal lagi. Antrean gak nahan. Mesti dateng di wikdey nih kayaknya.
Eniwei, I LOVE JAKARTA!
June 2nd, 2010 at 2:28 pm
Di banding India jakarta jauuhh lebih baik dibanding kota di afrika jakarta jauuhh lebih baiiikk…I love jakarta. I love the mall in jakarta. thats why I wear T-shirt with word : “I love Jakarta” hahaha sampe segitunya yah. well, seperti slogan2 yg ada di jalan : kalau bukan kite yang bangga sama kota kite sapa lagi hahaha… (ya diselewengkan dikitlah sebenernya ga gt kata2 di slogan hahaha)
June 2nd, 2010 at 3:24 pm
Setujuuu bangettt! I love Jakarta too!


Saya sebagai anak daerah tapi yg dah lumayan sering traveling ke luar negeri teteup aja feel excited klo ke Jakarta kok
Selain mal2 Jkt yg besar2 & bagus2, penduduknya pun ramah2 & very helpful. Bandingin aja dgn HK & Sgpore yg org2-nya relatif ketus & judes2, langsung kangen Indo bget dah klo pas diketusin gitu, hehehe…
Toh tiap2 kota metropolis punya kelebihan & kekurangan masing2 kok. Emang Jkt agak kurang di public transportation-nya, tp klo kebersihan dah agak lumayan bersih & rapi dibanding dulu kok
I still consider Jakarta is one of the best city in the world
June 2nd, 2010 at 3:41 pm
I love Jakarta .. (kecuali kalau maceeett gara2 si komo lewat). Wah harusnya kita kumpul rame2 ya tour keliling JKT, patung2 tadi atau musium atau kota tua itu koq aku jarang banget lihat.. padahal pengen luangkan waktu untuk itu..cuma ga efisien pergi sendiri
June 2nd, 2010 at 4:38 pm
Baru2 ini dpt kenalan baru, anak Indonesia tp stgh hidupnya di Singapura. Dia benci banget ama Jakarta, polusinya lah (bener memang), tp di Singapura, mana bisa kalau tengah malem laper nongkrong depan pager nungguin mie tek-tek? Pas terik matahari, minum teh botol? Dan bisa kenyang makan kurang dari rp. 5000?
June 2nd, 2010 at 4:57 pm
Kata orang-orang tua jaman dulu : “rumput di taman tetangga lebih hijau daripada rumput di taman sendiri”
June 2nd, 2010 at 6:01 pm
hahahaha guru bule di tempat les english saya juga saya saranin ke jakarta aja, daripada jauh2 ke bandung. Jakarta lengkap menurut saya (setelah saya menyebut Jakarta sbg salah satu tempat wisata favorit saya, temen2 les pada ga setuju hehehe
) )
June 2nd, 2010 at 9:11 pm
Sebagai anak Medan,Bagi aku jKt lumayan bagus, semua ada. Yang penting kita tau aja dimana “spot”-nya.
June 2nd, 2010 at 10:48 pm
Jakarta akan jauh lebih menyenangkan lagi apabila semua orang saling melempar senyum, canda tawa, tegur sapa ke semua orang yang dijumpainya mulai dari kalangan bawah, bawahnya bawah hingga orang penting dan pejabat.
June 3rd, 2010 at 9:23 am
Heuu!!
Bener banget nihh..
Tergantung gimana kita mo ngeliatnya aja.
Banyak banget tempat asik di Jakarta yang emang kita ga tau aja.
June 3rd, 2010 at 11:15 am
wooooowww….
bacanya jadi bikin gw terharu niy, T! suer…
krn seumur hidup gw , gw di jakarta.
bener juga knapa kita selalu komplen ini itu ttg jakarta , padahal klo aja kita mo ‘buka mata’ sedikit , kita bisa koq liat ’sisi unik’ nya jakarta… bahkan bisa bikin gw geli sendiri , krn begitu ‘beragam’ nya orang2 yang tinggal di jkt.. terus, klo bnyk org komplen ttg transportasi jkt yg semraut…bisa koq kita merasa ‘nyaman’ naek angkot / bis di jkt…asal… tau trik2 nya aja! percaya dee.. anyway, bagi gw jkt tetep KOTA TERCINTA gw…….i love jkt!!!
June 3rd, 2010 at 11:18 am
iya kadang sering bgt denger org2 komplen ini itu di jkt, ngebandingin sama luar negri trs. pdhal ga semua yg diluar negri lebih wah dr jkt atau indonesia. td baca komen diatas ada yg tur istana negara ya, gmn caranya tuh? gw blm pernah masuk gd.putih nya indonesia *norak mode on
June 3rd, 2010 at 11:40 am
Waktu ke Singapore, banyak banget yg recommend saya ke Sentosa Island, which is yang katanya adalah Dufan versi Singapore. Ekspektasi saya karena itu adalah di Singapore, mereka memiliki permainan yg jauh lebih keren dan bagus. Eh ternyata setelah kesana kesan yg saya dapat adalah Dufan is much better. Pertama dari segi tata ruangnya, Dufan lebih rapi dan bener2 berasa seperti di dunia hiburan. Sementara di Singapore saya ga merasakan hal itu. Pilihan permainan juga terbatas. Ujung2nya cuma coba kereta gantung sama foto2 di Patung Merlion. Permainannya juga tidak lebih canggih daripada di Dufan. Saya jadi bangga karena Jakarta punya Dufan
June 3rd, 2010 at 1:39 pm
saudara saya yg dr Belanda bilang “Jakarta is the one of the most unique city in the world”,mslh mall?banyak dan lbih bagus dr negara barat yg udh maju,lapar tengah malam?tunggu aja tukang jualan lewat,mau belanja?bnyk mall,mau cari baju?tinggal ke bandung (jkt jg punya FO),mslh harga?sangat murah untuk ukuran mereka,suasana jadul?ke kota tua deh,mau brenang?bnyk waterpark!mau main golf?bnyk lapangan golf,mau ke theme park?ada dufan,mau menikmati keindahan alam?ke kep.seribu,pokoknya lengkap deh!kekuranganya:polusi,macet,trotoar yg ga terawat,sm fasilitas umum
June 3rd, 2010 at 4:00 pm
Kalo cantikan kotanya, Surabaya boleh diacungi jempol. Walau tak semegah Jakarta, tapi Surabaya kerenlah. Saya bangga dg Surabaya, taman2 ada dimana, kalo Jakarta khan cuma di Jalan utama. Kalau angkutan umum sama buruknya antara Jakarta & Surabaya.
June 3rd, 2010 at 5:39 pm
Sepakat! Jakarta (n Indonesia) is not bad at all! Walau sy ttp hrs komplen dg macet n sistem transportnya,mememang kadang kt kudu ngeliat kota (n negara) kt dr sudut pandang luar br bs lebih menghargai…
June 3rd, 2010 at 8:56 pm
Wah saya cinta sekali sama Jakarta, walaupun sekarang tinggal di negara lain yg sebenernya kualitas hidup lebih enak, tetep aja selalu kangen Jakarta, terutama makanan Dan mall2nya, ngga Ada yg bisa ngalahin deh. Ko masalah macet itu khan emang resiko tingga di kota besar, khususny Jakarta, jadi sebisa mungkin saya ngga pernah complaint sama macet. Yg ngga nahan sih emang udaranya yg panas Dan kotor, transportasi umum yg kurang nyaman Dan kurang sedap dipandang Mata Dan airportnya yg kurang updated. Tapi selebihnya, jakarta oke2 aja koq, sudah cukup modern Dan bisa disejajarkan sama kota2 besar di dunia lainnya Dan sebisa mungkin saya promosiin ke temen2 yg non-Indonesian. In my opinion, Jakarta is not that beautiful, but it’s AWESOME!
Saran: Jakarta should have well-made souvenirs like monas miniature, fridge magnets, thimbles, keyrings, t-shirts Dan suvenir2 lainnya yg bisa dijadiin oleh2 turis ke negara asalnya.seperti di negara2 lain yg toko2 suvenirnya bertebaran dimana2 Dan tiap objek wisata sudah seharusnya punya proper souvenir shops.
June 3rd, 2010 at 9:52 pm
Setuju bangeeeettt…. Di hari pertama saya di Singapura aja saya udah kangen sama Jakarta. Pemandangan malam Jakarta itu jaauuuuhhh lebih cantik dibanding Singapur. Pokoknya,semakin banyak kita travel ke LN, kita akan semakin mencintai dan menghargai negara sendiri.
Great post mba T
June 4th, 2010 at 6:20 am
Saya dan satu temen suka banget explore Jakarta, dan ternyata banyak kok tempat-tempat menarik yang bisa dikunjungi.. Salah satunya kalau tertarik bisa ngikuti rute green map Jakarta. Enjoy Jakarta!!
June 4th, 2010 at 10:28 am
Betul, sebenarnya Jakarta not bad kok, cuma blm terkenal seperti Bali aja, akhir2 ini udh mulai banyak film Amrik yang nyebut2 Jakarta, siapa tau nanti ada produser Amrik yg tertarik bikin film di Jakarta, biar jadi lebih terkenal
June 4th, 2010 at 11:09 am
setuju…utk ukuran asia tenggara, jakarta hanya kalah di tata ruang kota dan kebersihannya dengan singapore..malaysia msh buruk jg ko pelayanan publiknya.
Apalagi sejak saya menjadi ‘civil servant’ di balai kota dki dan menatap monas dr jendela kantor tiap harinya..saya jadi makin cinta jakarta!!
June 4th, 2010 at 8:53 pm
hebat kak!! ada juga si2 positif jakarta ^_^
June 5th, 2010 at 10:30 am
saya link di faceboo ya mbak post yang ini! great one
June 5th, 2010 at 10:31 am
facebook, rather :p
June 5th, 2010 at 11:10 am
betul juga, ya. ga nyangka klo ada yg tahu masjid ini, pdhl aq sendiri ga tahu.
June 5th, 2010 at 2:32 pm
hahahaha…keren tuh gambar monasnya
)
June 6th, 2010 at 10:18 am
Bener banget mbak….
“Makanya sering jalan-jalan deh ke luar negeri, niscaya kita akan semakin cinta negara sendiri. Komplen sama macet Jakarta? Pergilah ke Delhi. Komplen sama motor-motor yang sembarangan di Jakarta? Silakan ke Hanoi. Komplen sama toilet di Jakarta atau Indonesia? Coba aja ke Cina!”
Saya merasa bangga banget waktu ke India, negara kita jauh lebih sangat bagus dibadingkan negara nya…. rasanya mungkin itu pertamakali saya bener bener bangga punya indonesia dengan konteks tata kota dan kerapian kota dibandingan dengan negara lain…
June 6th, 2010 at 12:34 pm
mantaph postnya nih. Saya juga merasa klo Jakarta kota yang gak ada habisnya. Banyak banget pilihan untuk main
Soal souvenir, bener banget! Kita gak punya souvenir khas Jakarta yang kualitasnya bagus. Sekitar monas ada pkl yang jual kaos2 tapi kualitasnya jelek. Gak bisa buat dijadikan oleh-oleh. Itu kali yak yang juga penting buat promosi Jakarta ke nagri
Soal macet?? Udah deh.. yang itu gw nyerah!!
June 6th, 2010 at 1:28 pm
kalau temennya cowok, dan hobi fotografi, diajak hunting model di studio. pasti suka … hahaha
secara orang malaisie dan spore saja sering ke jkt buat hunting model
June 6th, 2010 at 10:33 pm
setujuu… saya cinta Jakarta, lahir & gede disini, belum pernah bosen sampe sekarang.. Selalu ada hal baru untuk di explore. ^^
June 7th, 2010 at 4:26 am
Saya dari Samarinda, baru 2 kali ke Jakarta. Dan tentu saja bagi orang daerah, Jakarta itu sudah wah banget. Secara bisa ngelihat langsung gedung2 pencakar langit yang kayanya langka ditemukan di daerah (ada sih, cuma 4 atau 5 aja). Hmm…saya terkesan ketika melintas di kawasan kota tua. Wah, terasa sekali atmospere jaman eropanya. Benar2 sebuah warisan yang patut untuk terus di eksplore agar semakin menarik untuk dikunjungi. Saya juga berkesempatan mengunjungi monas, ancol, tmii, dan kebun binatang ragunan. Pokoknya mengesankan deh. Apalagi barang2nya di pusat perbelanjaan lumayan murah, membuat pengen borong borong dan borong lagi
June 7th, 2010 at 10:49 am
jakarta itu.. benci tapi rindu. semua ada di jakarta, dari yang nyenengin sampe nyebelin. kalo kena macet emang rasanya pgn ngamuk, tp kalo inget semua ada di jakarta, bikin betah. hehe..
June 7th, 2010 at 2:53 pm
Jakarta = J-Town (Istilah temen gw) keren kan:D.
. Udah gitu filmnya suka lama nongol di banding kita.
seru kan. I love Jakarta.
I love Jakarta, setelah tinggal di negeri orang baru sadar betapa cintanya saya dengan si J-Town ini (walau sebelumnya juga dah cinta). Midnight sale…, Ancol, Kota tua, nasi goreng kambing tengah malem. Belanja sayuran tengah malem, nyari ikan seger tengah malem, makan kue cucur subuh subuh, Cafe-cafe 24/7 wuuiihh, kangen gw. Hareeee gini di europe, kalo libur-mall nya libur:S, buka jam 11 sampe jam 5 sore, Minggu juga tutup :s (*whaaaatt*). Bioskop aji gile, udah bayarnya mahal, teaternya, jelek
Macet mah biasa, cuma BT aja kalo lagi ngantri di tol tiba-tiba sirine, kirain ambulan, ngalah deh… eee,… pejabat, si kaya yang jayus berlagak ‘Time is Money’ kagak liat penderitaan rekan sejawat yang dah ngantri :s.
Masalah transportasi, buat turis yang ke Jakarta, Taxi kita lumayan oke loh murah, apalagi kalo ramean, kan bisa patungan. Akibat badai, keretanya terlambat terpaksa naik Taxi mo ngejar pesawat, jarak jakarta bogor hampir Eur 200, nggak ngejer juga:(. Nambah dikit bisa buat liburan lagi kan, mahal banget. Bis bukan pilihan, hampir tiap halte berhenti, geger deh. Jadi inget Ojek, damri, bis, metromini yang bisa ngepot sini sana
June 7th, 2010 at 11:12 pm
love this writing so much
memang benar, jakarta itu indah.
sayangnya orang jakarta suka melupakan apa yg tersedia di ibu kota selain mall dan mall dan…hyper mall.
sebut saja taman-taman kota (meskipun dikit bgt), museum-museum,kota tua, kepulauan seribu,pasar tradisional dan tempat-tempat lain yg jarang sekali di nikmati.
Jakarta punya segalanya.
good advice from trinity…. sekali-kali, jadilah turis di kota jakarta.
June 8th, 2010 at 11:21 am
well, semua tempat menurut saya indah… bukan cuma d Jkt ^^!
as long as we live with the ones we love… semua akan terasa indah 0_0 hehehe
salam kenal & semoga sukses selalu
June 8th, 2010 at 12:32 pm
Boleh saya kutip untuk tulisan artikel saya mengenai HUT kota Jakarta?
Saya wartawan dari beritajakarta.com.
Terima kasih
June 8th, 2010 at 8:06 pm
@Lenny: silakan dikutip asal sebutkan sumbernya.
June 9th, 2010 at 10:10 pm
Ah, nice post Mba T, dukung wisata domestik!!! ^^
June 10th, 2010 at 11:43 am
sebenarnya jakarta gak kalah sama kota kota lain di dunia, memang penataan transportasi harus terus diperbaiki, trima kasih kepada teman teman yg sudah berapresiasi positif tentang jakarta… enjoy jakarta
June 10th, 2010 at 12:48 pm
satujuh, kadang sedih kalo liat orang buang sampah sembarangan, sementara kita bela2in nyimpen plastik sampah ke tas nine west kita untuk dibuang dirumah atau dimana ada tmpat sampah… padahal mereka juga iri dengan kebersihan negara lain, tapi kok ya gak bisa jaga kebersihan dinegara sendiri, itu lah manusia ya… saya juga kadang kesel,sebel liat angkutan umum di JKT, tp menuju hal baik kan tidak semudah membalikan telapak tangan, at least ada busway, dan macam2 perda u/mengatur kenyamanan kita berkendaraan umum…
berdoa smoga anak2 kelak *klo bisa jgn nunggu ke-cucu* bisa menikmati bersihnya singapore di JKT.. tapi teteeeeppp.. Jangan Buang Sampah Sembarangan!!!!
June 11th, 2010 at 5:59 am
Setuju banget, mall di jakarta keren banget… Kalah mah mall mall negara lain. Di Melbourne sini, mall nya ga berasa… cuman seperti deretan toko toko doang :p
June 11th, 2010 at 11:50 am
iya setuju soal istiqla n katedral…gue bangga bgt kalo liwat sana, 2 agama bisa berdampingan, jarang bgt gue bisa nemu kyk gitu, n meskipun gue muslim, tp gue suka ama arsitekturnya katedral itu, keren abis, blm sempet juga masuk kesana, pengen dech bisa masuk kesana someday….;)
June 11th, 2010 at 9:05 pm
Setuju dengan pendapat mbak Tri! Jangan buru-buru men-judge jelek dulu negara/kota kita sebelum melihat yang di luar. Nggak usah ngomong Jakarta, kota saya aja, Pekanbaru, yang simple but dynamic, ternyata nggak kalah bersih, cantik, dan modernnya dari kota-kota setaraf di luar negeri sana, paling tidak dibanding Asia Tenggara, (pantes menang Adipura terus, he he ;p). Yah.., baik buruk itu pasti ada, cuman yang penting bagaimana kita bisa terus memperbaiki diri dan tetap punya rasa bangga. Kalau bukan kita sendiri siapa lagi..?
June 14th, 2010 at 4:33 pm
mantap!!!!
June 15th, 2010 at 2:31 pm
Stand suvenir Pemda DKI di PIM 2 yg di daerah eskalator menuju parkir itu jual suvenir2 yg kualitasnya OK lho. Saya bbrp kali beli di sana, terutama beli T-shirt “I Love Jakarta” dan “I Love Indonesia”. Miniatur ondel2 juga dijual.
Yg mau ikut tur Istana Merdeka dan Istana Negara, saya punya keterangannya di inbox saya dari temen yg mengkordinator acara tur itu. Japri aja: maya_maya2405@yahoo.com
June 15th, 2010 at 6:05 pm
Jakarta memang tempat yang cukup menyenangkan untuk segala aktivitasnya yang hampir 24 jam nonstop… tapi akan lebih bagus lagi kalo…di jalan nggak banyak preman-preman, pengamen-pengamen maksa yang mengiringi di sudut-sudut kota. Heran deh sama orang-orang ini udah 2010 masih aja suka gangguin orang-orang yang lagi jalan-jalan.
June 19th, 2010 at 1:40 am
saya setuju mbak. kadang2 kita suka melupakan betapa indahnya negara dan kota kita sendiri. iseng kemaren saya keliling kota jogja, kota saya sendiri, dan betapa senanganya saya menemukan sisi lain dari kota yang sudah saya tinggalli seumur hidup saya *baru 20 tahun sih hehehe*. intinya, coba deh jalan2 di kota sendiri. selama ini kan orang males jalan di kota sendiri karena merasa bosan. sekali-sekali coba dengan pandangan kita sebagai wisatawan dari luar kota. asyik juga ternyata
June 19th, 2010 at 3:32 pm
numpang cerita ya…tahun lalu pertama kali saya ke Amrik,menuju houston yang katanya kota no.4 terbesar disana.sebelumnya diceritain kalo kotanya keren,mallnya ….namanya galeria yang katanya (too much nya kayaknya)ciamik, hotelnya bagus….then the fact…kayaknya teman gw ini gak pernah kemana2…mal kayak begitu mah gak ada apa-apanya dengan MAL2 megah Jakarta,hotel…well terlalu mahal kalo nginap cuman service kayak begitu dan gymnya jelek kayak kelas ruko (di jakarta mah udah pake alat yang bagus dan gress),makanan…well jumbo size…tasteless!!!airport…gw gak berkesan…canggih gak,unik tidak….mediocre.gw tinggal di downtown yang kalo malam …serasa di film”I’m legend”…suepiiii!so…gw kangen jakarta jadinya dengan segalanya walo sering nyumpahin metromini cs,motoriders…tapi makannanya uenak,ya seperti teman2 bilang cafe 24/7,gak mahal-mahal amat,bioskop ok murah,orangnya banyak yang bening,ada kota tuanya,ada ancol,pulau seribu dan ttangganya yang juga bagus kayak tj.lesung,ujjung kulon,ujung genteng,puncak,bogor,…so untuk temanku..keliling jakarta donk,jangan ngendon di kos loe di benhil aje……………..to be honest,gw baru ngunjungin 10 negara di luar Indonesia…yang berkesan cuman Turkey!Singapore…bete deh liat muka orangnya yang sumpek dan tidak ramah,Malaysia…ya gitu deh,Thailand,..kalo loe bukan bule..silakan dicuekin,australia…uninspired,…AS….kesana lagi gara-gara sodari gw ngotot mau ketemu,Swiss…ingat fondue…Inggris…coba deh senyum,Belanda…buka-buka majalah porno,German…terima kasih but I’m fed up with castle (buat Inggris juga),hongkong…gw gak hobi belanja
June 21st, 2010 at 5:54 pm
Surabaya tetep paling bagus hihihi…
June 21st, 2010 at 10:48 pm
Home is where your heart is. Jakarta sudah seperti rumah buat saya. Tp perjalanan pulang ke rumah masa kecil selalu menciptakan perasaan melankolis. seperti kata penulis Sam Ewing,”When you finally go back to your old hometown, you find it wasn’t the old home you missed but your childhood.”
Selalu menyenangkan untuk mengujungi kembali kediaman masa lalu dan menuliskannya. beberapa waktu lalu saya melakukannya dan sempat menuliskannya di sini:
http://dustysneakers.wordpress.com/2010/06/21/a-walk-to-the-past/
So guys, visit your old home and say hi to the 7 years old you
June 22nd, 2010 at 8:33 am
good article mbak T…
jadi terharu, semoga saja artikel ini dibaca oleh para ‘Pengelola Kota Jakarta’
June 22nd, 2010 at 9:19 am
I do love Jakarta .. makin cinta lagi kalo tanpa macet, banjir dan hooligans
June 28th, 2010 at 11:25 am
setuju mbakkk…aku selalu cinta jakarta..dan menemukan a nice way to explore jakarta..naik kereta ekonomi ac ke jakarta kota..explore jakarta old city..nongkrong di batavia cafe yang muahallll bangett itu (cuma mampu beli minum) hehehe..
dan soal shopping gak kalo sama singapore dehhh…i love jakarta disamping kemacetannya itu..makanya aku selalu explore jakarta at weekend..
July 4th, 2010 at 12:14 pm
jakarta memang banyak sisi positifnya kalo mau dicari dengan telaten. saya pernah mengisi liburan saya bersama teman2 keliling jakarta naik transjakarta. menjelajahi berbagai museum yg walaupun seumur hidup saya tinggal di jakarta, blm pernah saya kunjungi. banyak banget hal2 yang ga diajarin di text book sekolahan yang bisa dipelajari. tapi memang pariwisata jakarta yang kaya akan museum musti dikelola dgn baik oleh pemda agar semakin lebih baik lagi
July 4th, 2010 at 7:06 pm
hahaha emang bener tuh mbak sarana transpotasi di jakarta membingungkan buat turis, saya kadang suka mikir kalo lagi merhatiin kendaraan umum, kadang penjelasan mau kemana gak jelas gimana mau ngerti tuh turis ya? haha. contoh yang paling gampang coba aja naik bus transjakarta, kadang gak ada penjelasannya ini halte mana dan papan penunjuk halte suka salah tulis, kalo gak biasa naik bus mah pasti bingung ini sampe dimana sebenernya
tapi yah begitulah kota jakarta selalu rameee hehehe…. =)
July 8th, 2010 at 5:41 pm
Saya termasuk manusia jakarata yang gk tau yang mana patung2 yang tadi disebutin..hehehee
Go Jakarta!
July 15th, 2010 at 2:29 pm
Setuju banget, aku juga bangga dengan Jakarta
July 15th, 2010 at 3:47 pm
jakarta kan keren….! yang suka nyela itu karena ga pernah jalan sampe sudut2 jakarta. yang ngeluh jakarta panas dan gersang karena maen ke mall mulu, ga pernah mencoba menyusuri peta hijau, banyak taman kota lho di jakarta. herannya lagi, yg suka nyumpahin macet itu adalah orang2 yg numpang mobil pribadi, sendirian pula di atas mobilnya itu! lha, gimana ga makin macet kalo satu orang satu mobil.
sebelum tinggal di jakarta sih, saya juga suka sebel. tapi setelah tinggal di sini, saya jadi cinta, karena udah kenal :p
July 16th, 2010 at 1:06 am
kekurangan Jakarta adalah:
1. Kurangnya kesadaran kebersihan penduduknya. Makanya siapin banyak2 tong sampah.
2. Banjir. Cepat2lah kelarin kanal2 itu.
3. Macet. Kurangi kendaraan pribadi, benahi angkutan umum, dan galakkan bike to work, to campus, and school.
4. Centang Perenang. Benahi pemukiman kumuh, terminal bayangan, kaki lima yang gak tertib.
5.Kurangnya kesadaran untuk menjaga fasilitas umum. Kalau demo jangan pake acara ngerusak dong and jangan suka corat-coret tembok ato nempelin selebaran sembarangan. Pemda musti nyiapin tempat buat ber-tempel2 ria dan kaLo mao coret2 bolehlah di tembok2 yang udah lusuh, jangan yang baru dicat. Coret2 lah yang bagus dan berkreasilah sepuasnya. Buat yang gak berbakat, ya tau dirilah karena eLo cuma bikin Jakarta makin tak sedap dipandang.
I Love Jakarta to death !!
July 20th, 2010 at 5:53 pm
cool site!!!
July 22nd, 2010 at 10:57 pm
I love Indonesia, tapi kalo dibilang Jakarta bersih…mereka nggak diajak lihat kali ciliwung cs, nggak diajak lewat pinggir rel, atau naik KRL Ekonomi sih…Menohok sekali rasanya dengar komentar orang Jakarta punya kesadaran tinggi buang sampah. Kalau bener gitu, tuh tukang sapu jalanan nggak perlu ada! Jalanan Jakarta relatif terlihat bersih karena ada mereka, toh? Buat orang berpunya, Jakarta dengan Mall2nya memang nyaman, tapi buat sebagian orang ya…apa boleh buat demi sesuap nasi…
July 25th, 2010 at 11:08 pm
well said!
waktu masih jadi commuter aku juga bete banget sama Jakarta, tinggal di Bekasi kerja di Jakarta, muacueeet…hidup habis di jalaaan… tp waktu sdh tinggal dan kerja di Bekasi, aku ke jakarta kalo mo jalan-jalan, jadi tujuan wisata, sejak itu aku jadi bisa mengapresiasi Jakarta lebih baik, namanya juga tujuan wisata, ya dinikmati aja, kelebihan dan kekurangannya tentunya
July 28th, 2010 at 12:22 am
hhahhaa..ga nyangka banget ternyata orang luar negri malah terbengong-bengong dengn situasi Jakarta yg sering banget qta hina-hina dan sepelekan..
Baru menyadari bahwa Jakarta juga ga kalah dan sama aja kayak kita berkunjung ke negara lain yg menurut qta ‘wah’.. ^^
August 11th, 2010 at 11:40 am
JAKARTA ??? TIDAK ADA APA2NYA DI BANDING SINGAPORE,DI SINGAPORE BARU WOW !! SINGAPORE SERBA HIDUP DI HDB FLAT, APARTEMEN, GEDUNG2 PENCAKAR LANGIT AMPE LANTAI 60 AN GITU DI MANA MANA, FASILITAS MODERN, TERTIB, BERSIH,TERATUR, .. TAK ADA RUMAH2 KUMUH N PEDAGANG KAKI LIMA .
TAK SEPERTI JAKARTA, GEDUNG2 TUA, RUMAH2 KUMUH, GEDUNG PENCAKAR LANGIT ADA NAMUN TAK TERATUR, N TAK MERATA, KALO DI SINGAPORE, GEDUNG PENCAKAR LANGIT MERATA DIMANA2, ..
TERUS SINGAPORE ” BERSIH, RAPI, TERATUR “, JAKARTA ” BERANTAKAN, MACET, KRIMINAL TINGGI, PREMAN2 , KOTOR ”
JAKARTA , KRIMINAL MELULU OI , HAHA .. PREMAN DI MANA – MANA . GEDUNG – GEDUNG TINGGI TAK TERAWAT N BERANTAKAN LOKASI DAN LINGKUNGANNYA .
August 11th, 2010 at 8:11 pm
Saya tinggal di Singapore and dont like it!! Ya Singapore memang bagus secara fisik, tapi orang orangnya??? beugh….sengak, jutek, dingin, sombong….kalo anda bukan bule/ang moh mana dianggap, cuma dianggap ngotor2in negaranya aja, walopun pajak yg dibayar pendatang lebih besar. HDB memang bagus dari luar! liat dong dalemnya yang jorok ya jorok aja, mana suka pada berantem pula. Tertib, ya iyalah wong kalo ga tertib bukan cuma denda tapi langsung penjara belum lagi hukum cambuk…hiii!! Jakarta, walo dihina dina sejuta umat dengan segala keruwetannya tetep ngangenin, selalu ingin pulang walau cuma karena pengen makan bakso langganan yang lewat depan rumah tiap sore…
August 15th, 2010 at 1:16 pm
aku share di facebook ku ya mba.. thanks ^^
August 15th, 2010 at 5:10 pm
yang bilang singapore lebih bagus mungkin cuma dilihat dari fisiknya aja.. aku penah kuliah and tinggal d singapore dan menurutku jakarta jauh lebih bagus kalo d lihat dari segala penjuru penilaian.. orang bisa bilang tempat lain lebih bagus karena dia gak pernah tinggal atau ngalamin hidup di dalamnya.. yg jelas,i love jakarta, i love indonesia.. cie cie…
August 26th, 2010 at 5:39 pm
Miris rasa na krn kebanyakan org Jkt gX tw keunikan kota na sendiri. Pdhl byk hal yg bs d gali d ibukota trcinta. Wisata kuliner na,wisata budaya na,wisata alam na,wisata shopping na,bahkan sampai wisata birahi & wisata mistik jg ad,ha3^
September 5th, 2010 at 1:48 pm
emang bener kok jakarta is beautiful. isinya jakarta melebihi 1negara kyk singapore. Mulai dari kawasan ancol yang super lengkap, tmii, ragunan. Ga cukup waktu sebulan untuk menjelajah sudut2 jakarta. Belum lagi museum2 n mall super mewah yang banyak dijakarta. Cuma kecenderungan warga jakarta(indonesia) yang ngerasa sesuatu atau apapun yang dari luar negeri lebih keren dibanding dalam negri.