Jambi gagap pariwisata
Candi Tinggi
Kalau ada istilah ‘gaptek’ alias ‘gagap teknologi’, maka saya bisa bilang bahwa Jambi adalah ‘gagap pariwisata’. Banyak situs pariwisata yang menarik di kota Jambi tapi informasi minim, penduduk yang tidak menganggap penting, dan pemerintah yang sepertinya kurang peduli. Saya ke Jambi dalam rangka mengunjungi keluarga abang saya yang tinggal di sana, sekalian berwisata ke Candi Muaro Jambi. Abang saya yang sudah 5 tahun tinggal di Jambi aja tidak pernah tahu ada candi itu, sampai dia tanya-tanya orang bagaimana caranya ke sana. Saya tahu candi itu justru dari teman saya yang orang Hongaria.
Memasuki kompleksnya saya sampai takjub, ada candi-candi yang terletak di halaman rumput yang hijau asri dan dikelilingi hutan lebat in the middle of nowhere. Kompleks percandian Muaro Jambi ternyata terluas di Indonesia, bahkan 2 kali lebih luas daripada kompleks candi Angkor Wat di Kamboja! Pertama kali ditemukan oleh perwira angkatan laut Inggris bernama S.C. Crooke pada tahun 1883. Selanjutnya para peneliti luar negeri mendatangi tempat itu, bahkan mereka lah yang menamai candi-candinya. Pemerintah kita baru tahun 1954 melakukan survey, tahun 1976 membersihkan, dan tahun 1981 meneliti. Konon terdapat 82 candi yang terkubur tapi sampai saat ini baru 11 yang dipugar, antara lain Candi Gampung, Candi Tinggi, Candi Gedong, dan Candi Kedaton.
Situs ini sebenarnya adalah kompleks candi Buddha pada abad ke 10-13 Masehi pada masa pemerintahan Kerajaan Melayu Kuno dam Sriwijaya. Disebut kompleks karena candi merupakan sebuah sistem yang terdiri dari bangunan induk dan beberapa bangunan pendamping, tembok dan parit yang mengelilinginya serta gapura. Candi di sana umumnya terbuat dari batu bata berukuran besar, maka tak heran mudah hancur. Diduga juga bekas kompleks pemukiman karena ditemukan keramik Cina zaman Dinasti Sung. Eh tapi selama berada di kompleks candi, saya mencium bau durian yang semerbak. Rupanya banyak pengunjung yang piknik sambil makan durian. Mereka berombongan gelar tikar memandang candi dari kejauhan, terutama di pinggir danau Telago Rajo. Sementara tak banyak orang yang saya temui di candi. Sekalinya ketemu, ada sekelompok anak muda yang duduk-duduk di atas candi. Mereka asyik berfoto, makan, merokok, dan membuang sampah sembarangan. Aww!
Arca Pradnyaparamita
Di situ juga ada Museum Situs berisi koleksi purbakala yang berasal dari candi, tapi sore hari sudah tutup. Saya sampai masuk ke belakang bangunan mencari petugas yang memegang kunci dan ketemu di toilet umum. Kata si bapak, “Oh, kakak mau masuk ke museum? Sengaja saya tutup, habis tidak ada orang yang tertarik masuk.” Ya ampun! Akhirnya saya menyelipkan uang agar pintu dibuka dan ia pun semangat menerangkan. Ada arca Pradnyaparamita tanpa kepala, arca Gajah-Singa, alas candi, koin, keramik, dll. Pengunjung lain pun jadi ikutan masuk. Saya sampai miris melihat mereka asyik memegang dan memeluk arca, bahkan mendudukinya untuk foto-foto!
Katanya sebagian koleksi situs ada di Museum Negeri Propinsi Jambi di Jl. Urip Sumoharjo. Tapi setiap lewat sana, museum selalu tutup. Saya pun ketok-ketok pintu dan keluarlah seorang pria yang mengatakan bahwa museum sedang direnovasi. Keponakan saya yang berumur 10 tahun menunjukkan jalan belakang yang tidak berpagar. Buset, arca yang sudah berusia ratusan tahun di-display berjejer di teras luar tanpa pengamanan!
Kantor Gubernur
Bangunan paling dahsyat di Jambi adalah Kantor Gubernur. Bangunan spektakuler ini mirip White House tapi berasitektur Melayu. Di depannya terdapat halaman rumput yang luas dan dikelilingi pepohonan rimbun. Hari Minggu kami cuek aja masuk dan foto-foto di depannya. Eh kami dikejar-kejar satpam dan melarang untuk memotret! Lha, kasian bener… bangunan seindah ini kok tertutup sekali. Saya bilang saja saya turis dari Jakarta dan pengen numpang foto-foto baru mereka memberi izin. Ck ck ck…
Masjid Seribu Tiang
Bangunan lain yang menarik adalah Masjid Agung Al Falah yang sering disebut sebagai Masjid Seribu Tiang yang berdiri anggun. Saking banyaknya tiang maka disebut seribu, padahal jumlah aslinya adalah 232 tiang (sepertinya ‘banyak’ itu dikatakan ’seribu’, kayak Kepulauan Seribu yang jumlah pulaunya ternyata hanya 105 buah). Masjid ini berkubah besar berwarna-warni dengan kaligrafi pada kacanya. Lampu hias besar bertengger di tengahnya. 40 tiangnya berlapis tembaga kuningan yang diukir indah. Masjid ini sisinya tidak berdinding sehingga tetap adem. Saat memotret, saya sampe diliatin orang-orang dengan pandangan, “Apa yang menarik motretin masjid?”.
Batik Jambi
Oleh-oleh khas Jambi salah satunya adalah Batik Jambi yang dijual di toko khusus. Karena selama ini saya cuma lihat batik Jawa, maka batik Jambi jadi unik banget. Bahannya katun yang lembut. Warnanya ngejreng: merah darah, pink fuchsia, ungu tua, oranye, biru dongker, biru toska, dll. Motifnya kapal, angsa, merak, delima, nanas, anggur, dan durian! Batik Jambi pun terkenal karena orang Belanda bernama T. Adam membawa batik itu untuk diteliti di Colonial Institute Amsterdam pada tahun 1928. Para pengrajin batik konon berlokasi di dekat Sungai Batang Hari, tapi tidak jelas di mana dan bagaimana ke sana. Padahal kalau bisa dibuat sebagai situs pariwisata seperti tenunan Desa Sukaraja di Lombok akan sangat menarik.
Malam tahun baru 2010 acara yang paling happening di Jambi adalah Gala Dinner di sebuah hotel berbintang termahal se-Jambi. Orang-orang datang dengan dandanan heboh, rambut disasak, baju kempling-kempling, pria berjas, anak-anak perempuan pake baju ala cinderella. Makanan disajikan secara prasmanan sampai berebutan. Sepanjang malam acara di panggung adalah… pertunjukkan banci a.k.a. bencong! Banci-banci itu memakai baju minim, menari-nari, jumpalitan, bahkan menyanyi sambil duduk di pangkuan penonton pria. Bagi orang Jambi mungkin itu yang menarik, buktinya ballroom penuh sesak dan semua orang hepi tertawa-tawa. Yang ‘lucu’ bagi saya adalah peramal bernama Miss Loreng (plesetannya Mama Laurent, tapi ini banci). Di panggung ia menawarkan siapa yang mau diramal, tentu saya tunjuk tangan. Ia melihat telapak tangan saya dan berkata, “Hati-hati ya bow sama perut yey, sering sakit tuh bakalan. Soal jodoh, eike nggak bisa bilang jauh bow, tapi juga nggak deket.” Dan dapatlah saya hadiah voucher makan
Anyway, meskipun gagap pariwisata, tapi Jambi tidak gagap teknologi. Buktinya di bandaranya terdapat Free WiFi – mengalahkan bandara internasional Soekarno Hatta!






February 5th, 2010 at 9:46 pm
mudah2an Jambi segera bebenah mengelola pariwisatanya..eh, aku dah baca TNT2.jadi merasa semakin kenal dengan Miss T,nih.sukses yaaa…
February 5th, 2010 at 9:51 pm
wow
keren tu batik na ..
^^
sukses ya mr.T
February 5th, 2010 at 9:53 pm
wow.batik indonesia emg paling keren..
hihihi..
February 5th, 2010 at 10:44 pm
Nahhhhhhhhh…. ketambahan lagggeee deh pengetahuannya nich..thx bgt ya sister “T” ..
.. always 4 thumbs up 4 u (geduBrakkkkk)…. T_T… hiksssss..
February 5th, 2010 at 11:19 pm
bangunan kantor gubernur yg di post di FB ya mbak T. klo emg itu, wah emng bgs bgt!
February 5th, 2010 at 11:59 pm
Wah belom pernah ke Jambi, thanks postingannya, jadi tau harus kemana kalo saya ke Jambi suatu saat
February 6th, 2010 at 12:00 am
bahaya juga yah kalo arca disimpan sembarangan gitu. wah bisa terjadi kasus pencurian arca lagi tuh
February 6th, 2010 at 8:28 am
wah sayang banget tuh.. pdahal byk tempat wisata bagus ya..
semoga jambi segera berbenah aja. ato nggak tulisan ini dikirim ke gubernur jambi ajah.. jgn2 gubernurnya juga gak ngeh ama candinya? hihih
February 6th, 2010 at 9:57 am
kereeeeeennn batik ma masjidnyaaaaaa,,,wow
February 6th, 2010 at 10:46 am
nah ini ok ada gambarnya walau kecil gpp..;)
February 6th, 2010 at 11:12 am
Bandara Soeta Terminal 3 ada tuh wifi :p
February 6th, 2010 at 12:38 pm
Keren…..,baca tulisan miss T bikin makin bangga jd orang indonesia
February 6th, 2010 at 12:58 pm
Mengenaskan sekali ya, kompleks candi yang jauh lebih besar dari Angkor Wat, tapi tidak dipromosikan dengan maksimal…
February 6th, 2010 at 1:35 pm
tertarik sm batiknya, bagus bgt! gambarnya unique. beda sm batik-batik indonesia yg sudah ada. warna-warna nya jg ke-anak muda-an..
February 6th, 2010 at 2:23 pm
Sama..di Medan juga, museum dan situs sejarah tidak terawat dan mengenaskan…sedih..padahal keren!!!
February 6th, 2010 at 4:29 pm
Cinta cinta cinta Indonesia
February 6th, 2010 at 6:01 pm
Gw sbg org jmbi jadi malu skaligus bngga.
February 6th, 2010 at 10:41 pm
saia jd pgn ke jambi nih, mbak….
February 7th, 2010 at 6:28 am
semoga pejabat terkait di jambi baca cerita ini juga..
February 7th, 2010 at 11:48 am
emang keren mba.
waktu itu juga dah pernah diliput pas Dorce show.
gak nyangka banget kalo tuh Candi lebih guede dari
Angkor Watt..
hehe..tulisan yg oke bgt. thx y mba.ilmuku jadi nambah banget.
February 7th, 2010 at 6:34 pm
waaah…. Indonesia memang kaya akan budaya, sayang pelestariannya minim. BTW Bandara Soekarno Hatta ada Wi fi loh, tapi Terminal 3. Terminal baru yang menurut gw keren dan masih bersih, Belom terkontaminasi:)
February 7th, 2010 at 10:03 pm
wah ternyata batik jambi bagus yah ungu begitu warnanya, beda skali dengan batik jawa..
mb trinity,, jalan2 ke solo donk, trus nge-post lg..
soalnya saya pengen tau gimana pandangan mb trinity tentang pariwisata kota solo..
February 7th, 2010 at 11:07 pm
jadi pengen kesana beli batik jambi hahaha….
February 8th, 2010 at 10:17 am
Saya juga pernah kesana mba,dan memang tidak dirawat dengan baik. Saya sendiri cukup kagum dengan kompleks candi tsb.
Yah..moga2 pemerintah setempat semakin peduli ya.
February 8th, 2010 at 11:19 am
Komplek candi ini beberapa waktu lalu di bahas di kompas, memang yahuuud kalau liat hasil fotonya….
February 8th, 2010 at 11:34 am
hihihih.. sebagai org jambi sedihhhh banget tp bangga juga ada yg promosiin wisata jambi
krna jujur gw sbgai org jambi mrsa t42 itu emg keknya biasa dan kurang terawat, makanya klo ada temen yg ngajak jalan2 ke jambi gw bingung
tapiii
buat yg mo wisata alam yg indahh silahkan ke kerinci
ada gunung kerinci dg kebun tehnya yg terluas se asia tenggara
air terjun telun berasap yg cantikk banget
sumber air panas
danau gunung tujuh yg keren
dan pastinya danau kerinci dg festival danau kerinci yg jadi agenda wisata nasional setiap tahunnya
dan dikerinci juga ada atraksi budaya yg unik, cewek2 nari diatas bara api…
sebenarnya ada arena arung jeram yg jeramnya jauh lebih oke dripada yg di sukabumi tp kesananya susah namanya dikawasan batang asai, jauhh dan transportasinya susah
belom lagi pulau berhala yg pantai pasir putihnya cantiikk banget dan ada pantai karangnya juga tp akses kesananya susah dan belom ada penginapan..
hikssss hikss
February 8th, 2010 at 11:38 am
Baca tulisan Mbak mengenai Jambi,memori saya seperti diputar kembali (saya pernah tinggal 2 thn lbh disana)..orang Jambi memang suka warna2 yg “jreng”,makanya ga heran kalau batiknya jg “gonjrang ganjring”. warnanya..jangan pakai warna MERAH,ORANGE,atau KUNING kalau tidak mau jadi ‘kembar’ sama orang lain pada saat kita hangout ataupun ke pesta..oh ya,’sumber batiknya’ ada di tempat yg namanya jambi seberang.kesananya gampang tinggal naik perahu dari depan rumah kediaman gubernur jambi (angso duo)..
February 8th, 2010 at 11:48 am
Saya kerja di Jambi..saya setuju dgn mbk Trinity mengenai hampir semua hal yang di tulisan mengenai Jambi but mbk T mungkin lupa menyampaikan sisi lain dari Bandara Sulthan Thaha di Jambi yg (menurut saya)lebih terlihat seperti terminal ber Wifi dibanding sebuah Airport ( saya pernah jadi saksi dari kegiatan Makan Nasi bungkus bersama di Ruang tunggu..ya aroma..ya sampah..ya remah..) dan mengenai Bangunan Kantor Gubernur memang Indah, malah terlalu indah shingga kontras dengan keadaan kota (mereka bilang itu Kota) disekelilingnya.infrastruktur yg benar2 ketinggalan (pdhal Propinsi ini terletak di antara 2 Propinsi maju di sumatra Sumsel-Riau),pembangunan yg sangat lamban (g tau kenapa)bagaimana Pariwisata mereka bsa di Benahi sdgkan hal yg lebih penting dari sektor tsb juga blom beres.Hal yg paling saya ‘Cintai’ dari kota jambi adalah budaya di jln Raya masyarakat di sana.Texting while driving,calling while driving,chating while driving ( mungkin update status di Fb or ngetWitt..atw jawab tlp n sms dari presiden mpe harus dilakukan sambil berkendara)dan yg paling biasa adalah nerobos lampu merah.Ruarr byasa..so my advise bgi anda yg ‘katanya’ ingin ke Jambi you had better to put that plan away..unless Anda pnya alasan lain seperti Mbk T yg emang pnya Sodara disana.hav a nice day
February 8th, 2010 at 11:53 am
mokasih nian samo abang yg nulis artikel ni, mudah2an ado pemda jambi yg jingok tulisan ini trus jd lebih peduli
February 8th, 2010 at 11:55 am
saya kurang setuju dg pendapat bhascom mengenai budaya chatting dan telp sambil nyetir… klo itu siyh menurut sy ga cuma dijambi, bahkan dikota lain juga banyak.. klo dibilang infrastrukutur dibilang bener2 ketinggalan enggak juga, krna sy juga sering jalan2 ke kota lain dan infrastrukturnya g jauh beda ma jambi ( ini bukan krn sy org jambi makanya sy ngebela )….
February 8th, 2010 at 12:01 pm
buayo makan cempedak, entah iyo entah idak.
sapo bilang jambi identik dengan sms, nelpon, chat sambil berkendara. Idak bang ! sayo lah dari lahir di jambi, dak kek gt nian lah. paling2 bang bhascom cuma nengok sekali duo kali tapi begitu di resapi jd nyo nganggap itu budayo jambi, idak bang!
February 8th, 2010 at 12:47 pm
@Baschom:tambah satu lagi,mereka suka sekali kalo naik motor ngobrol di jalan dengan laju kendaraan yang sangat2 pelan (mungkin mereka pikir tidak perlu terburu2 krn tidak ada macet ky jkt,kalee)..oh ya kalo ada acara disuatu tempat dan terjadi kemacetan yang rrruuuuuaaarrr biasa,mereka sepertinya justru ’sangat’ menikmati kemacetan itu (kapan lagi jambi biso macet kek gini,kaleee??? iyo idak??)…wwwwkkkkakkkakkakk….
February 8th, 2010 at 4:46 pm
@ mbak Trinity,
Thanks banget udah promosiin jambi lewat tulisannya. Too bad gak bisa ketemu (pengeeennn !! haha).
Aku lahir dan tinggal di Jambi, kerja pun di Jambi. Orang tua asli Jambi-Seberang dan Ibu dari Kerinci.
Sebenarnya banyak banget tujuan wisata di Jambi. Cuma ya itu, pemerintah masih cuek soal pariwisata serta prasarana pendukungnya (jalan masih jelek, hotel yang standardnya biasa dan harga yang ruarr biasa).
Kalau dibilang orang Jambi cuek… sebenarnya gak juga. Saya masih ingat bokap ngomong kalau, walau kemanapun kamu pergi, kamu mesti ingat kamu cewek melayu (ciee) anyway bokap sering ngajak ke festival melayu yang dulu kayaknya sering di adakan-sekali yang saya gak bakalan pernah lupa di adakan di candi muara jambi, mungkin waktu itu saya masih sd ! sangat membekas ! hehe
Sayang mbak gak ke Jambi Seberang buat liat pembuatan batik atau ke daerah seperti Kerinci atau kabupaten lainnya.
Untuk WiFi di tempat lain selain airport juga ada. Yang saya tau ada di dua tempat perbelanjaan besar di Jambi dan yang satunya lagi di warung tenda yang jual serabi (hmmm), dan satu lagi ada di daerah lapangan Kantor Gubernur (sinyal gak kuaatt). Mungkin masih banyak lagi yang saya gak tau ya…
Tapi untuk masalah technologi… Jambi gak kalah jauh sekalee…
@ Bhascom
Di Thailand sama Malaysia juga ada tuh orang sms sambil nyetir motor, atau nerabas lampu merah. Not a good habit~bukan kebiasaan yang bagus buat di tiru, tapi ini bukan cuma masalah kota “kecil” kayak jambi.
http://backpacker-girls.blogspot.com
February 8th, 2010 at 4:52 pm
Mungkin ttg sms,telp,or chat sambil berkendara tidak se ekstrim yg dibilang bung bhascom.tp kalo soal nerobos lampu merah,ya saya akui memang parah.
Soal infrastruktur jg tidak separah itu.tp jg bisa dibilang ketinggalan dibandingin propinsi tetangga sumsel.
Kalo soal ‘gagap pariwisata’ emang benar.tp itu lebih kepada karena memang tidak adanya tempat wisata alam yg bagus di jambi.seperti palembang yg kotanya besar tp minim tempat wisata alam.
February 8th, 2010 at 7:12 pm
sayang banget yah, padahal di Jambi banyak banget tempat pariwisatanya. semoga pemerintah setempat lebih memerhatikan situs situs pariwisata..
February 8th, 2010 at 8:42 pm
Mba T, miris baca ceritanya.. semoga ada pihak yg berkepentingan yang baca dan segera take action membenahi pariwisata Jambi.. btw, itu ponaan mba T (aless ya?) kok bisa ngerti jalan belakang-nya? last thing, desa tenun di Lombok, namanya SUKARARE bukan sukaraja.. greetings from Jogja (OOT dikit, kmrn tgl 6 ga dtg launching buku MJ ya mba? padahal berharap mba dateng..pengen kenalan langsung)
February 9th, 2010 at 12:55 pm
Salam kenal ja ya mba T,smoga pariwisata indonesia makin terkenal.suxes selalu..
February 9th, 2010 at 3:07 pm
Hehehe,, saya orang Jambi (sampai saat ini masih KTP Jambi walopun sedang sibuk di Jogja) dan cinta sekali dgn kampung halaman saya itu. Kayaknya gak segitunya juga, objek wisata di sana sebenarnya cukup populer di masyarakat lokal. Ya mungkin kurang gaul aja jadi walopun si abang udah bertahun2 di sana tp blm tau candi Muaro Jambi di mana,,
).
Tapi saya setuju juga satu hal, pariwisatanya kurang tergali. Rata2 itulah penyakitnya industri pariwisata di Sumatera.
Btw, batik Jambi itu gak kalah ‘heboh’-nya dengan batik2 lainnya lho, calon mertua saya yang orang Jawa aja senangnya bukan main pas dihadiahkan batik jambi (mpe dipake ke mana2
@fk: Satu lagi yg ada WiFi-nya, Kedai Kopi dekat rumah saya. Hehehe… Salam kenal,,
February 9th, 2010 at 4:55 pm
I LOVE JAMBI SO MUCH….
and PROUDLY PRESENT and make some ppl amaze…
Miss Jinjing orang Jambi…
February 10th, 2010 at 1:46 pm
kak trinity, saya dulu pernah ke jambi tapi belum pernah ke candi muaro jambi. kalo boleh tau gimana akses lokasi dari kota jambi ke candi muaro jambi gimana ? naik apa ?
please …
tq …
February 11th, 2010 at 2:14 pm
Saya juga pernah ke Jambi, tapi belum tau tempat itu sebelumnya, Dan selama 3 bulan saya disana, nggak aad satau pun orang lokal yang merekomendasikan tempat tersebut. Ya ya… kita sebagai WNI harus bisa mencoba untuk mengeksplorasi dan menghargai apa yang ada di negara sendiri/
Btw, TNT2 bagussss
February 11th, 2010 at 7:32 pm
gemes banget sama anak muda yang ga menghargai kesenian sendiri..uurgh..
February 11th, 2010 at 8:10 pm
ternyata jambi menyimpan pesona wisata yang mengagumkan
sayang belum dikelola dengan baik ya..
semoga setelah dibenahi, semoga ada ksempatan berkunjung kesana
February 12th, 2010 at 11:10 am
jambi…
salah satu bandara dg airport tax termurah…cuma 6000
February 12th, 2010 at 11:31 am
@ariz:skrg dah 8rb Mas…
February 12th, 2010 at 5:25 pm
selain pariwisata, kalo ke ambi juga enak wisata makan tuuuh..wuidih waktu gw kesana berat badan langsung naek! secara sehari-hari makan mie celor, burgo, mie ayamnya yang muantba banget, pempek, da masih banyaaaaak lagiii….
February 14th, 2010 at 3:56 am
Wow tulisan yg menarik menggelitik. Pembenahan tempat2 wisata Jambi tentu sedang dilakukan khususnya Candi Muaro Jambi sebagai salah satu destinasi andalan tdk saja bagi Jambi tapi Indonesia. Namun tentu saja tdk bersifat instant krn pembangunan pariwisata tdk dpt berdiri sendiri. Ketergantungan thd kontribusi sektor lain merupakan faktor kunci dan ini yg sedang mengalami proses. Resepnya Pemda & masy perlu kompak untuk berubah.
February 14th, 2010 at 2:42 pm
sayang sekali, mungkin mbak Trinity datang di waktu yang kurang tepat.
halaman kantor gubernur biasanya terbuka untuk umum pada hari libur.
lapangannya sering digunakan untuk kegiatan olahraga bersama keluarga.
@Bhascom
very well said. jelas sekali bahwa Anda tidak banyak melihat-lihat kota lain selain Jambi.
cobalah sekali-kali berkendara di kota P, di sebelah utara Jambi.
menerobos lampu merah adalah hal yang biasa di sana, not to mention that the traffic lights are often out of service.
dan kalau kebetulan Anda ditabrak, atau diserempet kendaraan lain, Anda tidak berhak marah. si penabraklah yang akan memaki-maki Anda.
satu lagi, Jambi tidak membutuhkan dan tidak pula memaksa Anda untuk tinggal, so why don’t you just leave?
(oh ya, tentu saja karena Anda harus mencari nafkah, DI Jambi)
February 17th, 2010 at 2:05 pm
Jambi tu yg mantap duriannya…
Ada tempat ikan bakar kiloan tu yg ke arah bandara deket Polda.
Tempat nongkrong anak mudanya di pinggiran sungai Batanghari, saban malam minggu rame bgt yg pacaran.
Ada juga tu danau Sipin (gue kalau baca Si Ipin, saudaranya upin, hehehe)
February 17th, 2010 at 7:56 pm
klo masalah g tertib wktu nyupir kyknya hmpir di smua daerah sm aja, trmasuk kota-kota besar.
smua org ngrasa klo mreka tuh dah sperti maikel sumaker, nyetirnya dah hbat, jd g prlu liat jalan buat nyupir gr2 sbuk smsan.
seringkali org tu g sabaran wktu nyetir, jdnya y nglanggar traffic light.
katanya bangsa yg brbudaya, kok tata trtib lalu lintas msh dilanggar?
February 17th, 2010 at 11:19 pm
iya neh mbak, baru nyadar kalo bandara jambi free WiFi, padahal sering bolak-baik jambi-jkt karena istri orang BAngko- Jambi… kakakakkakak
February 18th, 2010 at 2:29 pm
Kak T, ternyata batik Jambi sama ngejrengnya dengan batik Bengkulu
February 19th, 2010 at 10:55 am
Senengnya ada yg nulis liputan ttg Jambi..thanks Mbak T..
memang banyak situs2 pariwisata di Jambi yg msh terbengkalai..pemerintahnya krng aware..tp mdh2 pemerintah yg baru nanti bisa lbh perhatian..Mbak T klo mo ke tempat pembuatan batik jambi tinggal nyebrang pake perahu dr ancol/pinggir sungai batanghari (dpn rumah gubernur)
oh y jgn lupa wisata kuliner di Jambi, apa yg dibilang Sarah bener bgt..@Sarah: jgn lupa martabak India yg di kebon Handil..wuihh mantap kan…
@jambinese: like u’r comment!!
February 19th, 2010 at 2:04 pm
@jambinese:benar sekali,bukan saja halaman kantor Gubernur yg dimamfaatkan oleh ‘jambunese’ bwt olah raga,jln menuju kantor nya pun juga bwt olah raga (balap Liar..puol dhasyat.)
FYI:baru di Jambi ini saya melihat area pusat pemerintahan sebuah PROPINSI (ya propinsi)dijadiin arena BALAP LIAR dan tempat anak2 AGJ (anak gaul Jambi)nongkrong di bawah pohon gelap2an ( g tw gw apa yg dilakuin..i keep my finger crossed)mungkin di kota lain juga gitu but saya aja yg g tau karena saya blm pernah bekunjung ke kota yg standarnya lebih (maaf) kampung dari kota ini.
saya setuju sekali dgn pendapat anda untuk saya supaya go away dari daerah Jambi karena bekerja di kota anda adalah Prestasi terburuk dalam hidup saya.not to mention,pekerjaan saya sangat berpengaruh untuk kota Anda karena saya seorang pegawai dari sebuah institusi pemerintahan pusat yg bertugas mengumpulkan uang dari masyarakat untuk pembangunan daerah Anda ini.(Anda tidak perlu berterima kasih coz i’m doing it just to make this town better)
dan bwt masyarakat jambi yg baca post saya ini,saya minta maaf dgn kata2 saya yg mungkin anda kurang berkenan (menerima kenyataan) niat bukan mejelekan kota dmna saya bekerja (dan Les Bhasa Inggris) tpi lebih kepada keresahan hati salah satu citizen yg melihat hal2 yg saya sebutkan.perdon me and hav a nice day…
February 19th, 2010 at 4:41 pm
menurut saya tidak hanya jambi yang Gagap pariwisata. tapi indonesia pada umumnya gagap pariwisata.
karena di negara lain yang promosi objek pariwisatanya jor – joran padahal Biasa boanget.
berharap Indonesia dapat meningkatkan (menggali) objek pariwisata dan mempromosikan prawisata ke seluruh mancanegara, tentunya ditunjang dengan meningkatkan objek pendukung lainnya (sarana dan prasarana, kondisi negara dll)
February 21st, 2010 at 9:35 am
wow…nerobos lampu merah dah budaya kali ya disana? hehe…potensi daerah hanya bisa digali dan dikembangkan oleh orang daerah situ.jadi, pedulilah dengan daerah anda
February 21st, 2010 at 11:08 pm
Seandainya saya president,maka saya akan mengangkat mbak Trinity jadi menteri pariwisata deh ..
February 22nd, 2010 at 10:46 am
Wah, miris ya mbak bacanya. jadi inget penuturan mbak Trinity mengenai bagaimana Filipina mengelola pariwisatanya. Moga-moga Indonesia juga bisa begitu. secepatnya….
February 27th, 2010 at 10:29 am
iyh..mbak,, kapan2 main ke Batanghari juga yah.. provinsi muara Bulian. sejam dari Jambi.. Jambi emang gappar(gagap pariwisata) padahal di Kabupaten saya ada objek wisata juga lo.. salah satunya pntai olak city, sbenernya sih bukan pntai,, tpi, sungai. org2 stempat pada blg itu pntai.. memang mirip pntai bged,, ada psirnya, trus jga ada pmandian air panas.. saya sih sdh blg ke papa saya supaya air pnasnya di kmbangin kek, apa gituh , tpi, beliau blg dananya nggak ada.. ksenian dsini juga bguss.. smpe prnah mnang juara dua di malaysia tingkat se asia tnggara.. klo ke jambi lagi ,, mampir ke Batanghari yah mbaakk
February 27th, 2010 at 10:44 am
Ralat yg tadi.. provinsi Jambi,,, kabupaten Batanghari.. *promosi nniihh*
I am Jambi girl… i love Jambi… many people is Friendly in there .
dan kalo ngumpul sama org2 dari dusun2,, serasa udah kenal laammmmaaa ! try !
March 16th, 2010 at 2:12 pm
baru tau kalo di airport jambi ada wifi nya.. gimanapun keadaan jambi, gw tetep cinta jambi, aman dan tentram..
March 17th, 2010 at 1:54 pm
Hidup Jambiii…
March 24th, 2010 at 12:23 pm
Terima kasih telah sedikit mengangkat profil wisata Jambi ke khalayak ramai,,,
Jadi teringat waktu kelas 2 SMA tahun 2003/2004 yang lalu saya pernah menulis makalah tentang pengembangan dan pelestarian wisata serta potensinya sebagai pendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) di era otonomi daerah (desentralisasi),,, sayang belum ada yang sependapat dengan makalah saya,,,
padahal saya telah berusaha mengupas wisata alam berupa Pulau Berhala yang indah (sepertinya masih diperebutkan dengan Riau), Taman Nasional Kerinci Seblat (Gunung Kerinci, tertinggi di Sumatera dengan hutan rimbun yang mulai habis ditebangi, keberagaman floran dan fauna, mitos hantu tirau/urang pandak, dan juga hamparan hijau kebun teh Kajoe Aro yang menjadi teh kesukaan Ratu Elizabeth-Inggris dan Raja Beatrix-Belanda), Taman Nasional Bukit Duabelas yang menjadi mukim bagi kebanyakan Suku Anak Dalam (Suku Kubu/suku tradisonal Jambi), Taman Nasional Berbak yang sebagian besar berupa Hutan Bakau dengan Buaya Rawa dan Burung rawa (lupa namanya), beberapa gua dan air terjun yang tersebar di kabupaten merangin, gunung dan danau, dan objek wisata alam lainnya,,,,
Tak hanya itu, saya juga mengemukakan tentang wisata sejarah seperti Candi Muaro Jambi (situs sejarah dengan kawasan terluas di Bumi Pertiwi, mungkin jg Asia Tenggara or dunia), Prasasti Karang Birahi (batu bertukis peninggalan kerajaan Sriwijaya), Kawasan Pemumahan Kuno (Rumah Tua di daerah rantau panjang), dan beberapa hal lainnya,,,
dari segi kuliner pun saya angkat yang dimulai dari rambutan goreng, tempoyak patin, dodol kentang, gelamai perentak dan masih banyak lainnya,,,,
Insya Allah Sabtu ini (27 Maret 2010),
aku akan balik ke Jambi,
kota yang paling damai dan nyaman menurutku,,
karena aku telah mengunjungi beberapa tempat,
dan tak kutemukan tempat yang dapat menenangkan hati dan fikiranku,
sesejuk dan seindah Jambi,,,,,
bahkan Ibukota Negara (Jakarta) sekalipun yang telah kutempati selama 4,5 tahun lebih,
tak dapat mengusik kerinduanku pada kota kecilku,,,,,
Semoga pihak2 terkait lebih peduli,
dan tak terlalu sibuk dengan percaturan politik,
demi kepentingan pribadi atau golongan,,
HIDUP JAMBI,,,,,,,,,,,,,,!!!!!!!!!!
March 28th, 2010 at 7:13 am
wah, betul tuh candi muaro jambi kaya begitu, sayang bgt kan.. waktu ke sana jadi ingat Ayutthaya Thailand yg rame turis2 bule
March 29th, 2010 at 10:40 am
mbak trin,
saya pernah tugas di jambi tahun 1996, slm 9 bln, ternyata kondisinya tdk bnyk brbh ya. tapi coba mbak lht dari sisi lain, misalnya ke arah sarolangun bangko (sarko) atau kerinci, pemandangannya wow, terutama krinci. jalan-jalan dgn udara sejuk di pedesaan atau di perkebunan teh di kerinci, rasanya waktu berhenti sejenak. lht buah markisa bergelantungan, aduh seger. banyak makanan enak terutama dendeng batokok di sarko, maknyuss. coba deh mbk telusurin, walaupun perjalanan 9 jam, dan banyak tikungan mesranya.
March 31st, 2010 at 10:02 am
‘’semoga…jambiku gak hanya terkenal dengan perkebunannya”pariwisata n potensi2 yang laen dapat diangkat oleh pemda jambi kita………miss u jambi q
April 25th, 2010 at 9:48 pm
kapan pemda se indonesia sadar wisata. orang2 pemda musti baca buku2nya mbak T. Selokan air, pohon pisang, air terjun 2 meter dengan bangga dijual negara lain sebagai object wisata negaranya, pemda kita nggak terusik sama sekali dengan peninggalan sejarah yang spektakuler. Jadi pengen ke jambi
May 24th, 2010 at 4:56 pm
http://amdefi.wordpress.com/situs-purbakala-terluas-di-indonesia-percandian-muara-jambi/
silahkan kunjungi blog saya, di situ ad info lengkap ttg Candi Muara jambi.
May 26th, 2010 at 4:19 pm
jambi yah, emang begitu dari dulu..g ada perubahan, padahal dulu maen ksana karena penasaran sama candinya. saya dulu masih SMP tapi udh tau tentang berita2 candi itu, gimana mau bangga sama daerahnya sendiri nih
kecewa deh denger patungnya di dudukin gitu, dengernya miris…….
June 25th, 2010 at 10:55 am
Terimakasih atas kritik yang sangat membangun, sebagai kelompok insan peduli pariwisata Jambi kritikkan ini sangat bagus, Jambi Tourism Consortium mencoba selalu memberikan masukkan masalah pemprov ada di aparat yang silih berganti, usulan selalu menunggu anggaran setahun kedepan, Ganti Gubernur ganti Kadisnya dan cenderung tidak menguasai pariwisata. Bantu kami menyadarkan para petinggi Jambi.
Beberapa hal ini ide dari swadaya JTC photojambi.com : jambitourism.co.id ppi.jambitourism.co.id
June 25th, 2010 at 11:17 am
Mari kita berikan solusi dan ini ada link silakan baca masukkan dari Kadis Budpar Prop Jambi.
http://www.jambiekspres.co.id/index.php/opini/13809-peran-abg-dalam-menunjang-industri-wisata-jambi.html
July 16th, 2010 at 11:47 pm
salah satu testimonial untuk trip tour Candi Muaro jambi
http://ritasan.multiply.com/photos/album/187/that_night_at_muaro_jambi