The Naked Traveler

Sakau Sapi

Nasi campur ala India

Nasi campur ala India

Makan masakan India di negara India tidak pernah salah. Di warung, restoran, hotel – semuanya menyediakan makanan yang selalu ‘berani bumbu’ sehingga selalu berasa nikmat. Sambal sachet bawaan dari Indonesia langsung nggak kepake. Harganya pun murah, apalagi kalau dibandingkan restoran India di Jakarta. Tapi India adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Mereka tidak makan sapi, bahkan banyak yang vegetarian. Tempat makan yang non-vegetarian justru dianggap ‘aneh’ sehingga pada papan nama restorannya tertulis “Non-Veg Restaurant” (atau “Non-Veg Hotel” karena dalam bahasa sono ‘hotel’ = ‘restoran’). Kebalikan dari kita dan belahan lain di dunia dimana restoran vegetarian yang ditulis jelas.

Jangan berpikiran makanan vegetarian di India adalah sayur mayur, salad, atau tahu tempe. Di sana jarang sekali ada sayuran berdaun hijau seperti bayam dan kangkung, juga tidak ada tahu dan tempe. Kalaupun ada, cara masak bayamnya diblender jadi blenyek kayak tokai bayi bernama Palak. Makanan vegetarian di India artinya berbahan utama paneer (keju), kaju (kacang mete), aloo (kentang), yang dibumbui masala, curry, tikka, atau tandori. Bila di Indonesia seringnya masakan berbahan dasar santan kelapa, di India (utara) berbahan dasar susu atau yogurt. Nah, lauk ini dimakan bersama roti, capati, atau naan, yang berbahan dasar tepung. Itu pun masih ditambah nasi. Dessert-nya supermanis berbahan dasar gula dan susu, digoreng pula. Pantas saja teman-teman India saya yang vegetarian justru banyak yang gendut, malah berpenyakit kolesterol.

Perjalanan saya dimulai dari ibukota India, Delhi. Awalnya saya merasa biasa-biasa saja makan makanan vegetarian. Malah saya berpikir kalau saya harus jadi vegetarian, saya nggak masalah asal tinggal di India sebab makanan vegetariannya enak-enak. Kalau pengen makan ‘hewan’ paling banter makan ayam. Tinggal pergi ke daerah muslim dekat Jama Masjid atau ke KFC (paket KFC India isinya 2 ayam, nasi goreng sayuran, dan saus kari!). Tapi begitu saya berkeliling di propinsi Rajasthan, baru lah saya sengsara. Selama 2 minggu saya nggak ketemu daging ‘hewan’! Parahnya lagi, ketika saya tinggal di Pushkar yang merupakan salah satu kota tersuci agama Hindu. Peraturannya semakin ketat. Tidak ada telor. Tidak ada alkohol. Boro-boro sarapan telor ceplok dan sosis, adanya cuma corn flakes! Setiap malam saya sampe mimpi makan empal goreng, rendang, steak, burger…Duh, sakau abis!

Dari Pushkar, saya memutar rute untuk kembali ke Jaipur. Saya benar-benar sakau, pengen makan beef  burger di McDonald’s. Namanya juga restoran internasional di ibukota propinsi, boleh dong saya berharap McD sana jual beef burger seperti di McD Bali yang sama-sama mayoritas penduduknya beragama Hindu. Saya pun berangkat naik bajay menggeret cewek Amerika yang baru tiba di India. Begitu tau saya mau masuk McD, dia misuh-misuh, “What? That’s for kids! Even though I’m American but I never eat there!”. Saya jawab, “Wait until 3 weeks you travel in India, you’ll miss McDonald’s.” Maka kami pun bergegas masuk restoran ‘anak-anak’ itu. Saya pun membaca menunya… McVeggie, McAloo Tikki, Paneer Salsa Wrap! Hah, burgernya mayoritas vegetarian! Terpaksa saya memesan Chicken Maharaja Mac. Maksudnya Big Mac tapi dagingnya dada ayam bersaus kari. Rasanya sumpah ga enak! Huhuhuu… dapat salam dari empal!

Di kereta api, saya berkenalan dengan seorang anak perempuan berumur 9 tahun dan mengaku vegetarian. Reaksi saya otomatis bertanya, “So you never eat burger?”. Dia jawab, “I do. Vegetarian burger.” Sampai di Mumbai baru lah saya sadar apa yang dimaksud dengan burger vegetarian. Rotinya ya roti burger yang bulat, tapi ‘daging’ di dalamnya adalah kentang. Bikin nggak selera aja, masa makan roti pake perkedel? Maka saya memilih untuk makan roti bakar di pinggir jalan yang super rame sambil membayangkan roti bakar kornet keju. Saya memesan dari daftar menu (dalam bahasa Hindi) yang tertera paling atas karena paling mahal. Si mas pun membuatkan roti 3 lapis yang diolesi butter, mint chutney, ditaburi lada, dikasih potongan bawang bombai, tomat dan kentang, baru ditaburi keju serut. Sial, dapat salam lagi dari kornet! Saya jadi teringat seorang teman India yang pernah saya tanya, “Kalau kamu bisa makan sapi, pengen makan sapi yang dimasak apa?”. Jawabannya adalah, “Kornet goreng.”  Sesederhana itu! Padahal kornet di kita kan makanan kemping.

Esoknya saya tambah sakau. Bukannya sakau narkoba tapi sakau makan daging sapi! Tapi semua teman saya di Mumbai adalah Hindu yang tidak makan sapi, bahkan teman yang Islam di India pun tidak makan sapi. Berhubung saya tidak tinggal di pusat kota Mumbai sehingga sulit mendapatkan restoran untuk turis, maka saya harus mengajak seseorang. Saya memutar memori kembali ke zaman sekolah di Filipina dan mengingat-ingat siapakah di antara teman India saya yang cuek makan sapi. Bingo! Dialah Ravi. Dengan takut-takut saya memintanya untuk mengantar saya ke restoran yang menjual beef steak. Dia bilang gini kalau diterjemahkan, “Baru aja aku mau ajak kamu makan sapi. Aku juga kangen banget!”. Klop. Lalu dia membawa saya ke sebuah restoran di daerah Kristen dimana penduduk sekitarnya pemakan sapi. Singkat kata, saya sampe merem-melek saking terpuaskan makan sapi! Dan Ravi pun bercerita, “Di Filipina setiap hari kita kan makan daging apapun. Aku syok juga begitu kembali ke India karena setiap hari di rumah makan vegetarian. Jangan bilang istriku ya kalau kita makan di sini“. Aduh, saya bingung… haruskah saya senang atau kasihan atau merasa bersalah telah menjerumuskan seseorang ke dalam dosa?

46 Responses to “Sakau Sapi”

  1. January 16th, 2010 at 4:47 am

    Dhisti says:

    Really nice info in India,
    Kenapa ya restoran sekelas McD atau KFC gak ada menu yang pasti ada di seluruh belahan dunia minimal Big Mac gitu hehehe

    Oya selamat atas peluncuran buku keduanya, semoga berlanjut ke TNT 3, 4, dst

  2. January 16th, 2010 at 8:46 am

    rizki says:

    “dapat salam dari empal” & “dapat salam lagi dari kornet”!!
    Lucu sekali mba,,
    Sampai segitunya kangen sama daging sapi..
    Tapi kornet goreng emang yummy banget sih mba
    Hehehee

  3. January 16th, 2010 at 10:24 am

    merry go round says:

    Waduuuhhh…ko resto vegetariannya malah kurang sehat ya miss T. Itu sih sama aja dengan makan daging dong :)

  4. January 16th, 2010 at 11:43 am

    phie says:

    hahaha… sakau sapi….

  5. January 16th, 2010 at 12:40 pm

    Citra says:

    Haha br kali ada yg sakau sapi. Tp ngebayangin bayam blender jd eneg :(

  6. January 16th, 2010 at 1:24 pm

    Nico says:

    Waduhhh, sampe segitunya Mbak T, hehehe. Gimana nih yang nggak suka veg, tersiksa dong kalau ke sana???

  7. January 16th, 2010 at 1:53 pm

    priema says:

    wah kalo menjadi vegetarian mendadak ya repot,,,

  8. January 16th, 2010 at 1:55 pm

    aiunink says:

    Aku ngebayangin gimana kalau mamaku hidup di India krn mamaku itu orang yg nggak mau daging ayam, hanya daging sapi. Kalau masak soto; soto daging sapi, masak semur; semur daging sapi, masak kari; kari daging sapi…. hahaha :-D

  9. January 16th, 2010 at 1:56 pm

    veravera says:

    Wkwkwkwk..segitunya yg sakau sapi..Kyknya hrs bekel dendeng&abon sapi kalo ksono lg mbak..

  10. January 16th, 2010 at 4:15 pm

    Mayawati says:

    Bener, kalo ke India kangen daging sapi, juga seafood. Lauknya ayam terus. 7 hari pertama di India berasa enak dan cocok ama makanannya krn saya suka kari. Tp mulai hari ke-8 udah mulai terjangkiti rasa neg. Kalo saya sakaunya ama bakso dan sayur asem! Hehe, bukan cuma saat di India sih; saat di negara mana pun, kangennya ya ama dua itu.

  11. January 16th, 2010 at 4:40 pm

    dela says:

    haha, hopefully i could visit everywhere like you do.. :)

  12. January 17th, 2010 at 10:43 am

    lian says:

    ck,ck,ck…. Mb T selalu bisa bikin saya tergelak dengan gaya ceritanya yang simpel dan apa adanya ^_^ bravo mb!!

  13. January 17th, 2010 at 10:59 am

    ana says:

    Baru mau blg knp ga makan seafood aja mbak t

  14. January 17th, 2010 at 1:03 pm

    mey says:

    kunjung ke blog saya ya semua :)
    ada artikel bagus tentang indonesia :D

  15. January 17th, 2010 at 2:52 pm

    yudi says:

    gmn rasanya berhari2 mkn spt itu ya…

  16. January 17th, 2010 at 7:35 pm

    kerja part time says:

    wah jangan-jangan sampe orgasme tuh saking lamanya nahan ga makan daging hahaha. Bagaimanapun makanan Indonesia tetap yang terenak sedunia!

  17. January 18th, 2010 at 12:00 am

    Honey says:

    lol tapi makanan India lumayan enak lho

  18. January 18th, 2010 at 10:19 am

    ocha says:

    bwahahahaha…..temenmu tuh mbak lucu pisan.. ngidam sapi ampe ngumpet2 dari istrinya. xixiixixi…

  19. January 18th, 2010 at 1:29 pm

    kaka says:

    wkakakak.. kirain Sakau tu cuman wat Narkoba ajah,.. eeh Ternyate.. berlaku jg wat Sapi..

  20. January 18th, 2010 at 3:03 pm

    Cipu says:

    Setelah mencoba semua jenis makanan vegetarian ala India itu, Trinity udah bisa ketularan ngomong India nggak? ;)

  21. January 18th, 2010 at 9:12 pm

    Anna says:

    Coz gw ga terlalu suka daging sapi n lebih suka ayam, jadi ga bkl terlalu kesiksa klo ke india.

    Tp mual gw ngbyngn bayam diblender. Hii….

  22. January 18th, 2010 at 10:41 pm

    irine says:

    wkwkwk kalo gue gak suka makanan india *sigh

  23. January 18th, 2010 at 11:57 pm

    Florecita says:

    sekedar info: Mcd itu kan menyesuaikan dengan tradisi di setiap negera…makanya di India gaada sapi, krn ntr galaku Mcd….seperti di jepang mcd itu restoran mewah, ada grand pianonya…klo disini mah mcd restoran sambil lewat hihihih

  24. January 19th, 2010 at 12:03 am

    clarence lim says:

    2 minggu jadi vegan bagus jg tuh biar body jadi langsing & singset…hehehe..peace :)

  25. January 19th, 2010 at 2:57 pm

    ary says:

    Kebayang mualnya harus makan masakan berbumbu setiap hari,kalau hanya sekali-kali sih ndak masalah, salut..
    Pernah ditawarin susu basi(asam) khas india (apa namanya ya?), duh baunya di hidung seperti ndak hilang sampai berminggu-minggu, padahal cuma nyium aja. No thanks dech…

  26. January 19th, 2010 at 6:15 pm

    sulis says:

    wakakakakak…lucu juga…sakau sapi…kalo gue sih mbak, ga gitu suka daging sapi, lbh suka ayam, sebenrnya kalkun, kyknya lbh enak aja, tp so far br bisa nyoba daging asapnya dulu…secara mahal kalo dagingnya….
    jadi kemungkinan kalo gue ke india ga gitu susah kalo ga ketemu daging sapi, tp masalahnya gue ga gitu suka kari india, beberapa kali kesempatan makan masakan india, sensasi yg didapat setelah makan adl mual2 n malah pernah dgn suksesnya muntah he3….

  27. January 19th, 2010 at 7:41 pm

    vine says:

    hihihihihi… lucu bgt ceritanya.. Ms T keren bgt c.. makanan vegetarian tp kayak gitu, gimana mo nafsu..

  28. January 21st, 2010 at 12:24 am

    joe says:

    Setidaknya mereka masih makan ayam…
    Makanan yg gaya2nya rada mirip non-cury indian food, tapi pake sapi, itu makanan etiopia. enak pol!

  29. January 21st, 2010 at 8:55 am

    gejewati says:

    hahahhahahhaha!
    waktu dulu aku ke bali juga sempet sakau sapi. konon katanya kalo di bali even ditulis sapi tetep aja itu daging babi. bali kan basisnya hindi juga. pulang2 sakau sapi. ahhahahahahhahaha!!

  30. January 23rd, 2010 at 4:02 pm

    ouhmaigoat says:

    waduh langka ya mbak mau makan enak di sana.. hahahahahaha..

  31. January 25th, 2010 at 4:36 pm

    bartcatapult says:

    :) untung saya tidak makan “teman”, thanks infonya mbak ;)

  32. January 26th, 2010 at 3:44 pm

    roded says:

    baru tahu klo di sana susah cari makanan daging…

  33. January 26th, 2010 at 5:44 pm

    Benny says:

    hehehe…sampai sakau segala yah..
    saya blum pernah ke India, tapi kalau lihat tayangan Discovery Channel tentang sungai Gangga, sepertinya kebersihan makanan disana pantas diragukan. apa benar begitu?

  34. January 27th, 2010 at 7:56 pm

    riris says:

    wah sepertinya sy cocok tinggal di india,sy ga doyan daging sapi kecuali bakso.heheh

  35. January 28th, 2010 at 12:22 pm

    sookdeo says:

    ?? ????????? ?? (Vaha Svaadashthi hai)(it’s Delicious)
    ????????? ???? (Sv?di?? kh?n?)(Bon Appetit)

  36. January 28th, 2010 at 6:19 pm

    BaliYummyBlog says:

    @gejewati : hmm kita tinggal di Bali, nggak gitu amat deh, Bali memang sebagian besar penduduknya Hindu, tapi cuma yang mau jadi pedanda/pendeta hindu dan yg mau aja yg ng makan sapi, yg lainnya sih BIAZZA aja kaleee…..Disini mah surganya kuliner apa aja ada, sampe Andrew Zimmern dari Bizarre Food-Discovery Travel & Living aja ngeliput disini

    Miss T, gimana orgasme sapinya begitu nyampe Indo lagi – LOL

  37. February 1st, 2010 at 3:20 pm

    Anonymous says:

    watir pissan…………..sama watirnya sama perut saya, dari tadi goyang2, kayaknya india cocok buat adik saya, yg sama2 vegetarian…heu…atau dalam istilah saya, dia phobia daging…hihi

  38. February 4th, 2010 at 3:37 pm

    didut says:

    hahaha~ India salah satu negara ‘berbahaya’ krg gak bisa makan dagin :) )

  39. February 10th, 2010 at 6:36 pm

    BaRT says:

    hahaha … sampe segitunya ya kalo mau makan di India :-)

  40. February 11th, 2010 at 9:31 pm

    monica says:

    Wahh,bisa-bisa saya bukannya sakau lagi mbak,tapi udah kejang-kejang beneran! hhahaha..
    soalnya saya ini karnivora banget, tiap hari makannya ya hewan-hewan ga bedosa doang. :D

  41. February 12th, 2010 at 12:47 pm

    Indah says:

    mba T, kira2 kalo berangkat ke india bekel kornet dr indo, kecegat di imigrasi ga yaa..?

  42. February 19th, 2010 at 11:12 pm

    nicho says:

    Wow. So Americans don’t eat McDonald’s?

  43. February 22nd, 2010 at 11:01 am

    Mutia says:

    wah wah…..
    eh, kalo k India boleh bawa maasuk abon sapi ga ya? P3K kalo sakaw sapi :P

  44. February 25th, 2010 at 3:21 pm

    kezia kelen says:

    hahahha…ternyata emang enakan makanan Indonesia yaah!!
    klo gue gag makan daging sapi, bisa gemeter disko nih badan gue!! huahahhahaha…….

  45. February 27th, 2010 at 2:25 pm

    iaz says:

    G’ selamanya rumput tetangga tuh ijo…
    cpe deh… ^_^

  46. April 6th, 2010 at 10:51 pm

    Anonymous says:

    Sama lah, di India menghormati dengan nggak ada daging sapi, disini menghormati dengan nggak ada daging babi.

Leave a Reply