The Naked Traveler

“Cang-Cing-Cung!”

Papan informasi di stasion KA. Menurut lo?

Papan informasi di stasion KA. Menurut lo?

Saya tidak menyangka ternyata jalan-jalan sendiri ke Cina daratan (mainland China, bukan Hongkong/Macau/Taiwan) itu susahnya minta ampun. Meski saya sering ke negara-negara yang tidak berbahasa Inggris, tapi sampai saat ini Cina adalah yang tersulit. Bukan hanya jarang banget orang Cina daratan bisa berbahasa Inggris, tapi yang bikin mumet adalah jarang pula ada tulisan latin. Sekalinya saya mau sok-sokan berbahasa Cina, tetep nggak dimengerti karena intonasinya salah. Yang tambah bikin frustasi adalah negaranya superbesar sehingga sekalinya nyasar berarti fatal. Saya terpaksa harus tanya sana-sini lagi yang seringnya dijawab “cang-cing-cung”, plus jalan kaki yang jauuh banget!

Teorinya, jika ke suatu negara yang punya karakter tulisan sendiri maka mintalah orang lokal untuk menulis alamatnya supaya tidak tersesat. Saya pun selalu ngembat kartu nama hostel dan memegang peta dalam tulisan Cina supaya lebih mudah bertanya jika nyasar. Tapi tulisan Cina susah banget nyamainnya. Setiap kali saya harus main tebak-tebakan seperti kuis di majalah anak-anak yang berjudul ‘cari 8 titik perbedaan’ dimana kita harus menebak perbedaan gambar satu dengan yang lain. Ada yang kayak pedang, ada yang kayak rumah, tiga garis pake topi… halah! Kadang memang ada nama jalan dan halte bus dalam bahasa Inggris, tapi terjemahannya sering tidak sama dengan apa yang diucapkan dan yang tertulis di peta. Jadi untuk mengetahui turun di halte mana, saya harus nyamain tulisan Cina dari dalam bus yang berjalan. Belum lagi kalau harus nyambung naik bus lain, peta rute di halte pun dalam karakter Cina!

Selama ini saya pikir saya akan baik-baik saja bila bisa menggunakan bahasa tubuh, tapi tidak berlaku di Cina. Saya baru sadar ketika tawar-tawaran naik becak. Kami nyasar entah ke mana dan memutuskan naik becak. Si tukang becak bilang sesuatu yang tidak kami mengerti, tapi dia menyilangkan kedua jari telunjuknya. Kali? Tambah? Stop? Atau tidak beroperasi? Akhirnya saya bertanya kepada cewek lokal dan diterangkan dengan terbata-bata. Baru tau kalau dua jari telunjuk yang disilangkan artinya ’sepuluh’, maksudnya 10 Yuan. Lha, kalau di kita 10 kan menjembreng kesepuluh jari. Pantes aja dari kemarin tawar-tawaran tidak ada yang ngerti. Rupanya 10 dalam tulisan Cina ya berupa tanda silang dan mereka mengaplikasikan juga ke bahasa tubuh. Owh!

Kalau mau beli tiket KA caranya panjang bener (kecuali yang punya loket khusus foreign tourist seperti di Beijing). Pertama, ke resepsionis hostel minta ditulisin alamat stasion KA dalam karakter Cina beserta cara-cara ke sana. Sampai di dalam stasion, buset deh… tulisannya dalam karakter Cina semua! Jurusan, jam, bahkan loketnya yang mana nggak jelas. Lalu tanya ke polisi yang tidak ada yang bisa bahasa Inggris, sehingga dia manggil temennya, temennya manggil temennya lagi, dst, sampe saya dikerubutin orang-orang yang berkata “cang-cing-cung”. Kalau sudah ada yang ngerti, salah satunya menuliskan di kertas dalam karakter Cina kota mana yang dituju beserta kelasnya dan tanggal keberangkatan. Baru deh mengantri di loket. Soal harga sih gampang, jumlahnya tertera di mesin kasir. Tapi begitu dapat tiket KA… lagi-lagi dalam karakter Cina! Menurut lo, gimana cara tau nomor gerbong dan nomor kursi coba?

Setiap mau makan, kami memilih ke restoran yang menunya ada gambar. Apalagi Yasmin beragama Islam. Jadi setiap bertanya ini daging apa, kami harus berpantomim sambil menirukan suara binatang seperti “Kukuruyuk, mbeek, mooo, oing-oing”. Itu pun kadang masih tidak dimengerti sehingga kami harus menggambar binatang di kertas kosong bak anak TK. Paling panik ketika kami makan di pinggir jalan di Muslim Quarter, Xian. Ada sih spanduk gambar kambing, tapi tanpa keterangan harga. Bosan dengan makanan Cina dan terbius bau kambing, kami pun memutuskan untuk beli. Kali ini kami mulai jago soal angka, saya bilang, “Sanshi” – artinya 30. Maksudnya pesan 30 tusuk untuk 2 orang. Eh dia menjawab dengan “cang-cing-cung”. Tau ah gelap, kami beringsut duduk saja di dingklik. Tak lama kemudian datanglah… 60 tusuk sate kambing! Lho kok? Mampus lah, baru kali ini saya makan sate kambing sebanyak ini! Mana rasanya pedes banget lagi. Setelah blenger, eh dihitung-hitung jumlahnya ternyata hanya 54 tusuk. Tapi kami tak berani komplen karena malas berdebat panjang akibat bahasa yang nggak ngerti. Takutnya malah dikasih 30 tusuk lagi. Giliran bayar lebih parah. Tiga orang bergantian menerangkan harga dalam bahasa Cina tapi kami tidak mengerti. Terakhir pengunjung sebelah menterjemahkan, “Two one six“. Mampus! 216 Yuan! 324 ribu Rupiah! Mana ada duit segitu? Kami langsung pucat. Setelah mengorek-ngorek dompet berdua, terkumpul cuman 53 yuan. Mampus! Ah salah kali. Saya pun memberikan handphone ke si penjual dan meminta dia mengetik di SMS. Saya membaca dengan seksama: 21.6. Ooo… dua puluh satu koma enam Yuan! Aih, murah banget! Hehe!

Sampai di Inner Mongolia, saya tambah stres. Tidak hanya tulisan Cina, tapi sekarang ada tulisan Mongolia yang mirip sisir! Bahkan nama ibu kotanya saja ada beberapa versi. Dalam bahasa Inggris disebut kota” Hohhot”, di sana ditulisnya “Huhhot”, tapi rupanya dalam bahasa Cina adalah “Huhehaote” yang harus diucapkan dengan intonasi ‘naik tinggi-turun rendah-naik tinggi-tinggi’! Pengalaman paling bego adalah ketika saya mencari alamat travel agent untuk trip ke Grassland. Katanya ada di belakang hotel Nei Menggu Fandian. Gampang, itu hotel tertinggi berjumlah 14 lantai, kata resepsionis. Dari dalam bus umum, kami melotot ke luar sambil berusaha menghitung jumlah lantai. “Kagak ada tulisan Nei Menggu Fandian nih”, keluh Yasmin. Setelah hampir sejam, tiba-tiba saya dicowel cewek lokal yang bilang “cang-cing-cung”. Dari nadanya sih saya disuruh turun. Kami pun buru-buru turun, lalu terduduk di trotoar. Mana gedungnya? Saya mengambil kertas kebetan dari resepsionis dan mulai main ‘8 titik perbedaan’. Dari pencocokan karakter Cina, sepertinya gedung itu ada di seberang kami, tapi tidak ada tulisan Nei Menggu Fandian. Salah kali. Maka kami pun berjalan mendekat, lalu mendongak ke atas… dan terpampanglah tulisan “Inner Mongolia Hotel”. Yailah, sampe mati juga nggak bakal ketemu! Kenapa dari tadi nggak bilang aja hotel Inner Mongolia, bukan Nei Menggu Fandian! Arrgh!

70 Responses to ““Cang-Cing-Cung!””

  1. December 25th, 2009 at 10:41 pm

    zam says:

    cang cing cung cung cing cang..

    *komen pake bahasa cina, ah..*

  2. December 25th, 2009 at 10:53 pm

    BaliYummyBlog says:

    GLINGAN ABIS ni story. Mulai dari bahasa isyarat gambar2 binatang pas makan, sampe pas cari hotel, kebayang repot tapi konyol seru abiz. Trinity binti travel emang gilingan…

  3. December 26th, 2009 at 8:44 am

    nna says:

    GREAT ! aku yang di ajarin bahasa mandarin sama keturunan china aja bingung apalagi yang di TKP langsung ya ? hha

  4. December 26th, 2009 at 9:27 am

    virna says:

    wah..ternyata jauh lebih parah daripada thailand ya..di thailand meskipun tulisannya meliuk-liuk tetep ada inggrisnya.gara2 aksara thai gw pernah nyasar naik ojek di bangkok,mana tukang ojek thailand jago ngebut dan suka nyempil2 persis tukang ojek jkt ditambah bangkok yg macetnya ternyata lebih parah dr jkt.ugh..bikin gw dag dig dug aja…

  5. December 26th, 2009 at 10:23 am

    fiitriia says:

    mending bahasa jepang apa china??

  6. December 26th, 2009 at 11:48 am

    bumi says:

    wow, ini sih kayak berpetualang di planet lain

  7. December 26th, 2009 at 1:59 pm

    Milka says:

    baru kali ini gue langsung stress habis baca postingan terbaru Trinity, hehehe….
    Biasanya suka ketawa ngakak klo pas ada cerita lucu atau senyum2 sendiri bayangin cow2 cakep yang diceritain tapi kali ini gara2 terlalu menghayati sampe ikutan bingung dan stress ber-cang cing cung, hahaha….

  8. December 26th, 2009 at 3:32 pm

    kaka says:

    wakakakak…
    Gak kebayang.. Stress,Bego..Kocak..tp Seruu..

  9. December 26th, 2009 at 3:49 pm

    andreakusuma says:

    ahhahahaaa..
    kocak banget mba. aku sampe ketawa guling-guling ini di depan laptop ngebacanya hehehe

  10. December 26th, 2009 at 8:23 pm

    devi says:

    astagfirulloh hal adzim..!!!!!! asli gak bisa comment yg lai, speechless….

  11. December 26th, 2009 at 9:14 pm

    sheto says:

    ribet sm shendiao (intonasi) na ya mba. iya tuh, aku aja yg bljr mandarin sk pusing sndri. abis na beda intonasi/nada, arti na beda (stress sndiri ngapalin na).
    Hanzi(kanji) emang mirip2. bahasa mandarin emang ajibs bget dah.

  12. December 26th, 2009 at 9:48 pm

    jennong says:

    seru!!

  13. December 26th, 2009 at 10:42 pm

    intan says:

    haha.. gw mengalami hal yang sama waktu pertama kali ke jepang
    tapi baca cerita lo kayaknya china lebih parah
    enaknya kalo di jepang orang tuh baik2 banget
    kasusnya sama jarang banget yang bisa inggris, tp walaupun begitu berusaha banget buat bantuin

  14. December 27th, 2009 at 2:33 am

    Gugun 7 says:

    Waw langsung ke China, @##@$@ @@#!piss@@$@%656

  15. December 27th, 2009 at 4:31 am

    Anonymous says:

    Wkwkwkwkwkwk dEjaVu rasanya, pernah ngalamin hal yang sama waktu dari zhenzen ke macau via zuhai, nyaris di deportasi tengah malam pula. Taunya ga boleh ke macau lewat zuhai juga setelah melewati perdebatan konyol bin aneh, si custom officer pake bahasa mars kita bisanya pake bahasa venus, ga nyambung kan. Akhirnya ketemunya pake bahasa kalbu…*Ampun DJ

  16. December 27th, 2009 at 6:04 am

    Wisata Pekanbaru Riau says:

    wah.. kayaknya lebih sulit dari arab melayu tu mbak… hihiih.. salam kenal dari Pekanbaru :D

  17. December 27th, 2009 at 10:04 am

    andi says:

    udah gitu mukanya hampir sama semua, itulah mengapa saya gak begitu suka film cina karena susah ngapalin karakter hehehe

  18. December 27th, 2009 at 10:45 am

    alinestakece says:

    Haha..stressss! Kalo ak disitu Yg ada cekakakaaaaann dahhh..

  19. December 27th, 2009 at 12:24 pm

    Dodi Iswandi Mauliawan says:

    hmm..
    jadi di cina itu 60 = 54 ya..

  20. December 27th, 2009 at 1:29 pm

    kerja part time says:

    Wah parah nih…masuk China seperti masuk hutan belantara. Mau gak mau harus belajar bahasa Mandarin dan tulisannya

  21. December 27th, 2009 at 3:02 pm

    gu2m says:

    huahaha kocak banget. . .
    Tapi trinity memang T O P B G T…

  22. December 27th, 2009 at 8:27 pm

    merry go round says:

    Tapi denger-denger di daerah Ing The (Guangzhou) semua penduduknya bisa bahasa Indonesia, bahkan mereka bisa menari tarian tradisional Indonesia. Maen kesana aja miss T supaya nga roaming :)

  23. December 27th, 2009 at 10:10 pm

    benny says:

    ah masak sih susah….., gw nggak pernah nyasar tuh sampe ke kampung2nya..hi..hi..hi.. yang susah menurut gw di china cuma satu “toilet”…..

  24. December 27th, 2009 at 10:20 pm

    Nizma says:

    aseli! ngakak abis baca postingan yang ini..weleh weleh..

  25. December 27th, 2009 at 10:39 pm

    Mayawati says:

    Mknya saya salut deh ama orang2 yg berani backpack ke China, apalagi sampe ke kota2 kecil tanpa bisa bhs Mandarin. Saya aja yg bisa baca dan ngomong kadang tetap kesulitan memahami ucapan mereka yg tiap daerah beda lagi logatnya.

  26. December 28th, 2009 at 11:19 am

    yulianne says:

    yang bikin g terbengong2 bukan tulisan soal bahasanya, tapi cewek2 berdua sanggup habisin sate 58 tusuk!!!!!
    luarbiasa…

  27. December 28th, 2009 at 12:30 pm

    eve says:

    Waduh mati deh kalo gini ceritanya. Aku lagi berencana ke Cina nih mbak, bulan Januari besok. Gayanya sih mau ke Chengdu – Xi’an – Guilin…tapi kalau begini ceritanya apa ikut tur aja ya? Menurut mbak T?

  28. December 28th, 2009 at 12:40 pm

    Metty says:

    bacanya aja dah ikut pusing dan deg-deg-an, gmn yg ngejalaninnya…

  29. December 28th, 2009 at 1:34 pm

    Indonesia Java International Destination says:

    nyamain tulisan cina dr dlm bis yg lg jalan? OMG susah bgt tuh.. tp kl ga gt ga seru yah jln2nya.. hehe.. kl gt kl ada rncn ke cina mendingan ikut tour aja ah, drpd nyasar nti disana.. hihi

  30. December 28th, 2009 at 2:40 pm

    TransJakarta says:

    saya harus mikir 100 kali kalo liburan ke cina
    tapi kalo gratis mau

  31. December 28th, 2009 at 11:24 pm

    hongka says:

    ngakak habis bayangin sate kambing 60 tusuk
    habis pula dibabat ama jeng T
    ckckckck luar biasa hehhehehe salut ama jeng T
    kapan ya bisa ke China

  32. December 29th, 2009 at 2:34 pm

    herce says:

    Seru banget perjalanan ke Cinanya… beneran berpetualang nih bukan sekedar travel lagi.

  33. December 29th, 2009 at 5:20 pm

    Rico says:

    Jika saya di posisi anda waktu 2 tahun lalu(yang sudah saya lewati), saya akan py pengalaman yang tidak jauh beda dengan anda. Keberanian anda, saya acungi jempol

  34. December 29th, 2009 at 6:21 pm

    Revanadia says:

    Gyahahahahahaa.. ngakak gue mba. Lucu ceritanya. Seru banget ya mba.. hihihi

  35. December 30th, 2009 at 1:57 am

    dewi says:

    wkwk, gw ngakak baca yg nei mengdu fandian, awalnya ga ngerti, tp stlh dicermati ternyata fandian = penginapan, nei = dalam n mendu = mongol. gw bisa ngomong bahasa mandarin dikit2, tulisannya jg dikit, tp kalo dgr org china ngomong tetep aja bingung, logatnya mreka ngebingungin. jd pengen ke sana nih mbak hehe

  36. December 30th, 2009 at 1:07 pm

    Maya says:

    Hihihi … lucu banget mbak Trinity nih … ngakak abis ..

  37. December 31st, 2009 at 5:16 am

    didut says:

    wakakaka kocak abis

  38. December 31st, 2009 at 12:01 pm

    Anita says:

    Wow, saya baca ini ketika perasaan saya sedang sedih dan nggak mood. Setelah baca ini saya bisa ketawa begitu keras sampe orang di rumah nanya ada apa, Hahahaha thanks mbak ;)

  39. December 31st, 2009 at 1:23 pm

    ocha says:

    asli…dari awal ampe akhir baca tulisan ini, isinya ketawa mulu. hahahahaha :D …kita kudu belajar bahasa n tulisan cang cing cung kali ya. biar gak aneh-aneh banget waktu jalan-jalan kesana dan ngeliat tulisan yang bentuk pager, kotak, ato apapun itu. hehe..

    salam,

  40. December 31st, 2009 at 5:29 pm

    ngupingers says:

    asyikkkk

  41. January 1st, 2010 at 5:04 pm

    Blu says:

    Aq bsa dikit2 bahasa mandarin… tulisannya juga dikiiiiiiit.. wlopun gitu waktu di china aku gak mudeng org chinanya ngomong apa…. emang susah ..
    Kata2 mutiaraku waktu di china adalah , “Do you speak english”.. seneng banget klo ketemu org yang ngomong ,’Yes!”
    Waktu di hongkong juga nyasar nyariin stasiun mtr.. untung tranportasi di hongkong enak beneur…

  42. January 2nd, 2010 at 8:42 am

    bali accommodation says:

    mesti kursus dulu kali ya kalau mau ke cina

  43. January 2nd, 2010 at 10:05 am

    Anita says:

    Mbak saya sangat suka sama buku mbak yang pertama, saya me-review tentang buku the naked traveler 1 di website saya, kalau ada waktu silahkan di baca, dengan senang hati saya nulisnya loh mbak, hehehe

  44. January 2nd, 2010 at 1:33 pm

    Bistiksapi says:

    wow, bener-bener memusingkan ya ternyata kalo jalan2 di china.. saya yakin nasib yang sama juga akan terjadi kalo kita ke Jepang… jarang ada yang berbahasa Inggris apalagi bahasa Indonesia, jadi yang efektif adalah bahasa tubuh… :)

    btw, saya juga ada blog ne, nama nya bistiksapi, tapi bukan sembarang bistik, silahkan dicek ya di http://www.bistiksapi.blogspot.com, thx..

  45. January 2nd, 2010 at 10:19 pm

    anne says:

    Kesimpulannya, kalo mau ke Cina or negara2 yang jarang menggunakan bahasa Inggris, mending ikut tour aja deh :) . Waktu, tenaga, uang bisa terkuras kalau gak ngerti bahasa dan tulisannya. BTW seru juga pengalaman backpack disini ya…Thx for sharing yaa..

  46. January 3rd, 2010 at 12:41 pm

    Fandi says:

    saya mengalami ini di shenzhen.. Dari pak polisi sampe cwe2 yg modis ala model paris yg keliatanya fasih. ehh,, sama aj g ngerti apa2. pkoknya ngaco dah. blom lagi semua tulisan mke bahasa Kanji,yg bikin tambah puyeng kepala. huff..

  47. January 3rd, 2010 at 1:53 pm

    wetheya says:

    wahhh…keren abiss nehh pengalamannya unik tenann n gokil abis..kapan ya bisa ke cina kya mba .. eniwey berapa akomodasi disana mba?

  48. January 5th, 2010 at 4:02 pm

    bartcatapult says:

    LOL, edun…pinter banget cerita..bisa di bayangin kalau ada photo perjalanannya disini pasti lebih asyik (masukan photo di perbanyak, gk musti bagus mbak ;) )

    berarti traveling ke beberapa negara harus bawa photo/gambar binatang yang kalau mau makan :) )

  49. January 6th, 2010 at 9:40 pm

    dunia pikiran says:

    Kapan yha Indonesia bisa seperti itu? bangga akan bahasanya sendiri? tapi ribet juga ya mbak kalo gak bisa bahasa laen…

  50. January 8th, 2010 at 12:51 pm

    cicilia Tristan says:

    iya ya,aku kok ikut2an tegang baca postingannya mba T..
    jd ikut2an panik hehehe,tp lucuuuu…
    kebayang ilang di china..waduh…cang cing cung deh…

  51. January 9th, 2010 at 2:03 am

    Resti says:

    Lain kali kalo mba Trinity mau jalan2 ke china lagi, ajak2 saya ya mba…nanti saya deh yg jd penerjemah nya hehe…

  52. January 11th, 2010 at 8:18 am

    muri mrt says:

    wakakka..
    jadi inget sama bahasa tubuh….klo dulu gw nyebutnya bahasa tarzan…

    bener banget tuh..kaga ada englisnya sma sekali…
    gw pernah ke taiwan yang bagian kota pinggirannya…klo cari makan musti keluarin tuh smua bahasa binatang (maksudnya suara binatang),

  53. January 16th, 2010 at 3:15 pm

    cimit says:

    hehe…jadi inget pengalaman wkt di Xiamen,iseng nyobain jajanan pasar mirip biji salak..pas nanya harga orgnya senyum2,dr bhs inggris,bahasa tarzan,sampe akhirnya keluarin uang dr dompet..malah orgnya ketawa2, aku kasih aja 10 yuan,….eh malah dikembaliin,bingung ga…akhirnya setelah bla..bla..sekian lama,ketauan harganya 3 yuan,tp akunya dikasih gratis….ooooohhh so sweet!!

  54. January 19th, 2010 at 4:41 pm

    Betsy says:

    hahahahahahahahahahahaha……buat yang diceritain lucu banget… tp buat yang punya pengalaman kebayang pasti mukanya kelipet-lipet… tetep semangat mba Trinity :D

  55. January 19th, 2010 at 6:03 pm

    Indonesia Java International Destination says:

    Hhahahaha,, mending belajar bahasa cina baru kesana… =))

  56. January 20th, 2010 at 7:40 am

    Indonesia Java International Destination says:

    saya juga pengen kesana

  57. January 20th, 2010 at 9:14 am

    hotelsreview says:

    wah harusnya ngajak agustin tuh :) … btw petualangan yg bener2 penuh kenekadan :D

  58. January 20th, 2010 at 4:29 pm

    sulis says:

    hahhaha…gue kyknya bisa gila deh mbak kalo jalan sendiri, abis stres ga nemu yg gue maksud….tp malas juga mau bljr mandarin, soale ribet bgt he….anyway salut gue ama kalian berdua, keukeuh cari ampe dpt….dua jempol gue acungin dech buat kalian…;))

  59. January 23rd, 2010 at 3:35 pm

    ouhmaigoat says:

    wah mbak masih jalan2 aja. hehehehe… mau ikut donk sekali2… :oops:

  60. January 23rd, 2010 at 5:36 pm

    ??? says:

    ?????? ?????????????????????????:D

  61. January 23rd, 2010 at 9:51 pm

    Elizabeth Rani says:

    koq ngeriii yaa..jadi seremm pengen ke Chinaa, takut nyasar

  62. February 2nd, 2010 at 11:08 am

    hesti says:

    kocak abiss…sayang banget, nyari bukunya di kupang kagak ade…nyari di jogja udah abiss kata penjualnya, aih

  63. February 3rd, 2010 at 9:48 pm

    Satria says:

    Hu hahahahaha dulu ah…
    Gile, baca 2 postingan tentang China Daratan, bikin aku kayak orang gila, ketawa2 sendiri sampe sakit perut nih…
    Berhubung baru sekarang berkunjung ke ini blog dan belum baca lengkap TNT 1 (apalagi 2 :-D ), tertarik u/ nyari postingan toilet China deh
    Mudah2an ga sampe pengen muntah kalo baca, soalnya dari beberapa komen, katanya jorok habis ya?
    Searching ah tentang toilet nya
    Great blog!

  64. February 8th, 2010 at 8:30 pm

    yauri says:

    hahahaha seru.. jadi ingat pengalaman kemaren waktu backpacker ke xian juga..krn tempat wisatanya diluar kota mampir ke mc donald depan melody hotel nanya sama supervisornya inggrisnya masih lumayan..kmd malam sebelum berangkat mencatat nomor bus yang lewat depan hotel melody supaya pulanngya kagak nyasar..

  65. February 16th, 2010 at 9:15 pm

    kemala says:

    wo ai ni lah………hahahahahahahhaha

  66. April 9th, 2010 at 10:30 pm

    zxzx says:

    haha.. nei menggu fandian klo diterjemahin tuh inner (nei) mongolia (menggu) hotel (fandian)..

  67. April 14th, 2010 at 6:48 pm

    dixie says:

    Pengen ke Mongolia. Mahal nggak ya.

  68. June 10th, 2010 at 5:16 pm

    Hendra says:

    perjalanan seru dan mungkin menyebalkan…tapi manis dikenang ya T ?

  69. June 11th, 2010 at 10:47 am

    June says:

    berarti kalkulator hrs jadi bawaan wajib klo traveling ke neg yg bhs nya susah yaaa….:D

  70. July 24th, 2010 at 12:09 pm

    qieqie says:

    Kayaknya Cina masuk list terakhir daftar negara yg mau dikunjungi deh, apalagi kalo inget cerita joroknya, apa di-black list aja yah?;-)

Leave a Reply