The Naked Traveler

Katong, sisi lain Singapura

Pantai di East Coast Park

Pantai di East Coast Park

Pertama kali orang Indonesia ke luar negeri, mayoritas pergi ke Singapura.  Coba saja ke Singapura pada saat weekend, mesti ketemu banyak orang Indonesia berbelanja di Orchard Road.  Katanya Singapura adalah surga belanja. Bagi saya yang nggak doyan belanja, saya kurang suka Singapura. Seringnya saya ke sana untuk mengunjungi  teman-teman, lebih sering lagi cuma numpang tidur di Changi Airport.

Namun kali ini 4 hari saya ke Singapura untuk tinggal di daerah Katong. Bisa dikatakan daerah itu “gua banget” karena masih berkarakter dan tradisional. Maklum, saya kurang suka dengan modernisasi dan hingar bingar kota. Katong berada di bagian East Coast (pantai timur) Singapura. Sejak pertengahan abad 19 merupakan daerah elit pemukiman suku Peranakan dan para expat. Keluarga Lee Kuan Yew dan Goh Chock Tong saja asalnya tinggal di sana. Untungnya lagi tinggal di daerah Katong adalah value for money – dengan harga hotel yang sama di sekitar Orchard Road, di Katong dapat kamar dan fasilitas yang lebih baik. Dan sebagai penggemar berat pantai, cuman berjarak dua blok sudah sampai di East Coast Park – taman besar nan asri yang terletak di pinggir pantai. Saya pun rajin meminjam sepeda dari hotel super nyaman tempat saya tinggal, Grand Mercure Roxy Hotel, untuk menyusuri peradaban suku Peranakan sekalian berjemur di pantai. Kalo capek, tinggal ke café/ bar/restoran asik di sepanjang pantai untuk nongkrong.

Rumah Peranakan

Rumah Peranakan

Peranakan (disebut juga sebagai “Baba-Nyonya” atau “Straits Chinese”) adalah suku asli di Singapura. Mereka adalah percampuran etnis antara bangsa pendatang Cina dan bangsa asli Melayu sejak abad ke-15. Komunitas lain tersebar juga di Indonesia dan Malaysia. Mereka bermata sipit namun warna kulitnya tidak terlalu kuning. Bahasanya adalah “Baba Malay”, campuran antara bahasa Cina Hokkien dan Melayu, tapi sayangnya hampir punah karena anak mudanya lebih suka berbahasa Inggris. Pusat Perakan di Singapura terletak di East Coast Road dan Joo Chiat Road. Rumahnya sangat unik: bertingkat dua yang saling menempel bak ruko, jendela model Perancis, dekorasi bermotif di atas jendela, dan bercat warna-warni pastel.

Penjual berkebaya encim

Saya berkunjung ke rumah Alvin Yapp, seorang suku asli Peranakan. Ia adalah pengkolektor barang antik Peranakan dan menyewakan rumahnya untuk dinner party ala Peranakan yang dimasak ibunya langsung. Memasuki rumahnya serasa seperti liburan ke rumah nenek: ubin warna abu-abu, furnitur kuno, tempat makan sirih, rantang kaleng bermotif bunga, lemari kayu berukir. Di lantai atasnya terdapat koleksi pakaian dan sepatu Peranakan, seperti kebaya encim, kain batik warna-warni, selop bermanik-manik.  Di sepanjang East Coast Road juga terdapat toko-toko suvenir dan jajanan Peranakan. Suasananya masih kental, tukang jualannya masih berkebaya encim, lagu-lagu yang diputar adalah lagu keroncong (Sundari Soekotjo ngetop di sana lho!).

Sri Senpaga Vinayagar Temple

Sri Senpaga Vinayagar Temple

Situs religius bersejarah juga dapat dikunjungi di sekitar Katong. Ada Kuan Im Tng Temple di Tembeling Road dibangun tahun 1921. Di sanalah pusat religi masyarakat Peranakan di Katong. Ada juga Sri Senpaga Vinayagar Temple yang merupakan salah satu candi India tertua di Singapura. Dibangun oleh pendatang dari Tamil pada tahun 1875 di bawah pohon Senpaga yang ditemukan patung Lord Vinayagar. Menaranya setinggi 21 meter penuh dengan ukiran dan patung. Sedangkan bagi komunitas Eurasian, mereka membangun Church of the Holy Family pada tahun 1902. Yang mau ke mesjid, tinggal datang ke Masjid Khalid yang dapat menampung 2.500 orang.

Katong Laksa

Katong Laksa

Laksa rupanya berasal dari Peranakan. Mie putih berkuah santan ini terkenal ke seantero dunia, malah Katong Laksa sudah menjadi trade mark tersendiri terhadap jenis laksa populer. Rasanya memang berbeda dengan di Indonesia, kuahnya lebih kental, gurih dan isinya selain udang dan fishcake ada kerang. Restoran Katong Laksa yang paling populer ada di East Coast Road bernama Katong Laksa 328 (seperti bakpia di Yogya, ada banyak nomer, tapi untuk laksa orisinil pilih nomer 328). Soal makanan, di East Coast juaranya. Selain banyak restoran yang menyajikan makanan Peranakan yang rasanya familiar,  hawker food ada di mana-mana. Namun saat ini makanan yang lagi trend di Singapura adalah Srilankan chilli crab. Restoran nomor satunya yang menjual kepiting tersebut adalah Jumbo Seafood Restaurant yang terletak di East Coast Park. Kepiting yang diimpor langsung dari hutan bakau di negara Sri Lanka ini luar biasa besar ukurannya, warna cangkangnya merah, dagingnya gendut dan manis. Bumbu chilli crab rasanya seperti kepiting saos padang di Indonesia hanya saja tidak terlalu pedas. Favorit saya sih Srilankan black pepper crab. Bumbu lada hitam dicampur dengan butter = uenak tenan!

Masih kangen sama mall? Di Katong ada banyak mall kok (dan hore, jarang sekali ketemu orang Indonesia). Paling besar ada di seberang hotel, namanya Parkway Parade. Segala macam toko dan restoran baik lokal maupun internasional, bahkan toko buku favorit saya, Borders, ada di sana.  Masih pengen ke pusat kota?  Tinggal naik bus no. 36 bayar $1.80 langsung nyampe ke Suntec City, Esplanade, dan Ion – mall baru di Orchard Road. Dasar Singapura, halte busnya saja ada papan petunjuk elektronik tentang berapa lama bus nomor sekian datang, seperti di bandara saja.

47 Responses to “Katong, sisi lain Singapura”

  1. December 9th, 2009 at 7:27 pm

    ayu says:

    waaah,…jadi ingin segera ke katong nih..

  2. December 9th, 2009 at 9:01 pm

    stey says:

    bener2 bagus,,,kira2 ada hostel disana ga mba?? maklum budget traveler neh…

  3. December 9th, 2009 at 9:21 pm

    dini farid says:

    Hmmm… Sayang bgt wkt stay d s’pore ga sempat explore Katong. Wkt itu lg seneng2nya jalan muter2 seputaran kota atau naik turun bus dari ujung ke ujung….

  4. December 9th, 2009 at 9:22 pm

    Trinity says:

    @Stey: ada dong. di-google aja :)

  5. December 9th, 2009 at 9:44 pm

    nila says:

    Ms./ T,
    gw jadi ngebayangin barangkali di daerah ini kali pengambilan gambar drama seri singapur yg ngetop itu ( The Little Nyonya ) di ambil ya. gambar2 nya mirip di film itu, batik2 cantik, rumah2 cina peranakan.
    sayang gw klo ke spore ga pernah nyampe Katong, taunya pusat kota doang :-) someday mesti nih.

  6. December 10th, 2009 at 8:25 am

    irmaniz says:

    dari Orchad Road jauh ga seh mbak ke katong ini? kira2 budgetnya berapa ya kalo mau kesana and stay 2 ato 3 hari?
    makasih mbak trinity :)

  7. December 10th, 2009 at 11:19 am

    Cipu says:

    hmmm saya blom pernah menyusuri east coast nya Singapore. Ntar deh kalo kesana lagi, saya akan menyempatkan diri kesana. Good article

  8. December 10th, 2009 at 12:22 pm

    just me says:

    “Masih kangen sama mall? Di Katong ada banyak mall kok (dan hore, jarang sekali ketemu orang Indonesia).”

    Emang kenapa kalo ketemu orang Indonesia????

  9. December 10th, 2009 at 2:29 pm

    didit says:

    memang ‘luar negeri’ yg paling dekat.. dan gampang.. ya Singapura. padahal kalo dibilang surga belanja, ya jadi aneh.. karena saya yg tinggal di batam, mall2 batam tiap weekend selalu ramai dengan rombongan turis dari malaysia juga dari singapore. dan malam harinya setiap restoran seafood selalu juga ramai turis.. hehee…

  10. December 10th, 2009 at 3:14 pm

    not only you says:

    Sama herannya denganmu. Kenapa “hore”?

  11. December 10th, 2009 at 3:18 pm

    anne says:

    Hm…katong. Jadi nostalgia karena pernah di sana walau cmn 2 bulan. East coast road pokoknya asyik deh… ke orchard or suntec deket dan gampang, banyak org jual makanan khas spt yg mbak Trinity cerita. Di pasar tradisionalnya, para penjual masih ada aja tuh yang kasih tau harga dengan menggunakan kode jari yg sampai sekarang saya jg gak gitu ngerti maksudnya apa hehehe…. Sayang mbak cuman sebentar di sana ya….

  12. December 10th, 2009 at 3:37 pm

    Trinity says:

    @just me & only you: krn menyambung dg paragraf pertama :)

  13. December 10th, 2009 at 5:53 pm

    Bobby says:

    Wah..mba T, ini yg ditunggu2. Thx bgt u/ postingan ’singapore’nya.

  14. December 10th, 2009 at 11:36 pm

    Mr.freddy says:

    wah baru tau nih,thx infonya yah

  15. December 11th, 2009 at 9:35 am

    ai says:

    Mupeng sama Srilankan black pepper crab.. :D

  16. December 11th, 2009 at 9:46 am

    nadhika says:

    wow, keren….jd pengen ke sana….

  17. December 11th, 2009 at 2:21 pm

    tirta_allejandro says:

    saya jdi penasaran, apakah Laksa di Katong sama rasanya dengan Laksa yg ada di Banjarmasin? Laksa juga makanan tradisional khas Banjarmasin loch Mbak T :) )

  18. December 11th, 2009 at 4:11 pm

    Mia says:

    Knpa mbk hore g ketm org indo, kl sy sm ama mbk g ska kemall, mendingan kepantai

  19. December 12th, 2009 at 4:06 am

    tas super says:

    jadi pengen ke singapore nih, keren juga :)

  20. December 12th, 2009 at 6:20 am

    Ejakulasi Dini says:

    Seharusnya wisata ya seperti ini. Tidak melulu belanja. Jadi lebih tahu Singapura secara detil :)

  21. December 12th, 2009 at 12:25 pm

    Noni says:

    Mbak, mungkin gak inget sama saya tapi saya inget banget sama Mbak karena saya orang pertama yang berhasil membuat Mbak keluar dari persembunyian mbak untuk tampil di Empat Mata Trans7…hehehehehe…

    Seneng deh membaca blog Mbak. Yang bikin saya selalu salut sama Mbak ada penemuan-penemuan Mbak tentang tempat-tempat wisata baru. Keren banget…:D

  22. December 12th, 2009 at 12:26 pm

    KutuBacaBuku says:

    hooo, mantep banget dah mbak trinity dengan perjalanan2 uniknya. Pasti mengundang untuk ke TKP dan pastinya beda dengan wisata2 lain. Yang biasanya ke singapur cuma belanja n jalan2 gak guna, skarang bisa nambah pengetahuan dan berbagi budaya …murah lagii (hee, kantong bokek mode : on)

  23. December 12th, 2009 at 2:36 pm

    uliel says:

    hi Trinity,
    entah kenapa, waktu membaca posting yang ini, rasanya kok beda ya.. aura Trinity-nya nggak terasa. mungkin karena isinya lebih banyak deskripsi tempat (yang bisa didapat dari majalah wisata), bukannya pengalaman unik aneh lucu nyeleneh yang dialami oleh T sendiri. padahal itu justru daya tarik tulisan-tulisanmu.

    maaf yaa kalau ada yang tersinggung. biarpun begitu, i’m still one of your fans kok :)

  24. December 14th, 2009 at 3:42 pm

    aaimz says:

    ada gag ya info ke singapura gag usah bayar???heheheh…pengen banget ne jalan2 ke Singapura….sapa yang mau ajak???

  25. December 15th, 2009 at 9:21 am

    Nugroho Budi S says:

    Kayaknya bakal jadi tujuan trip wa yang selanjutnya,.. nee,..
    suasana yang jauh dari gedung2 tinggi,..
    soale sama aja dengan diajakarta,.. suasana senayan city dan grand indonesia juga ga jauh beda kayak di orchard road,..

  26. December 15th, 2009 at 4:38 pm

    niss@ says:

    Sy sih sedikit ngerti perasaan mbak T, knp hore g ktemu org indo,
    Krn kan judulnya pgn jalan2 ke luar negeri,pgn ngerasain suasana yg beda…
    Dan kl ke sing itu emang kl jln di orchard..rasanya kanan-kiri pd ngobrol bhs indo,
    Yaaahh…g bs ngegosipin org sembarangan dehh
    (Kan kl jln di negara yg g ada org ngerti bhs qt, qt bs gosipin org disekeliling dgn bebas..g perlu bisik2)
    Wkwkwkwkwkwk……

  27. December 16th, 2009 at 12:49 am

    pristi says:

    Suka singapura, krn disana ga bakal nyasar. Dan magically saya jd bisa baca peta..=P
    Sy lg plan ke aussie next year mba..ntar blh konsul via email yaa..^^

  28. December 16th, 2009 at 9:05 am

    keyno says:

    Waduh,, mungkin bagi beberapa orang (bukan mengejek khususnya orang Jakarta, Bandung heheh ) jalan2 ke Singapore merupakan kebanggan, tapi kalau orang Batam lain ceritanya. Modal 250 ribu utk pulang balik, sudah biasa untuk “Pulang Hari” alias pergi fisrt feri dan pulang last feri ke Singapore utk menghabiskan hari sabtu, atau minggu doang.

    Palagi abg-abg disini, doyan banget ke SGP ntah ngepain.

    Oh iya ttg Singapore ak cuma bisa bilang kota yang teramat sangat rapi dan bersih.

    Tapi sayang orangnya kurang ramah (terutama etnis China).
    Apalagi begitu mereka tau kita dari negeri mana,,

    Ntah kenapa,,?

    Anyway, info aja, barang2 disana yg murah2 (khususnya traditional item/handy craft) itu banyakan juga dari Indonesia,,, soalnya kebeneran bokap itu punya persahaan cargo yang rutin pengiriman Batam – Singapore, jadi kita udah sering banget ngirim barang2 asal Indonesia ke sana.)

    Ntar sampai sana di ganti di cabut tuh merknya.
    (Kecuali Rinso dan Indomie,, he he he)

  29. December 17th, 2009 at 7:30 pm

    snut_tea says:

    Rumah peranakannya mirip sama rumah2 kuno yang ada di Binjai hehe..

  30. December 18th, 2009 at 12:14 pm

    bali accommodation says:

    Wah february mau kesana nih. Ini pertama kali gw pergi ke sing. Thanks yah info2nya..mudah2an duit gw cukup buat shooping sepuasnya disana :)

  31. December 23rd, 2009 at 4:58 pm

    BaliYummyBlog says:

    Katong Laksa keliatannya yummy bgt! Kalo ada cerita2 ttg seputar makanan2 unik berikut foto2nya share ya, Miss T!!Thanks bgt info East Coast Parknya dan tempat2 alternatif di SIN!

  32. December 24th, 2009 at 10:34 am

    dadang says:

    jadi teringat masa lalu ketika saya menempuh studi di S’pore…..kami dulu tinggal di dormittory di daerah katong….Rose garden namanya…….mungkin waktu ibu kemaren ke Singapore sempat liat bangunan itu…….what a wonderful happy time….apalagi kalo sore itu Bu……di east coast emang bener-bener romantis…..sampai menjelang malam disediakan tempat untuk barbeque party….sambil liat indahnya Indonesia dari kejauhan dan hilir mudiknya pesawat yang terbang rendah dari dan ke Changi airport……..

  33. December 25th, 2009 at 12:48 pm

    morishige says:

    kalo ke singapur, mending saya ke sini aja deh.. :D

  34. December 26th, 2009 at 11:41 am

    rully says:

    mbak trinity sy ada 1 tempat jelajah di daerah raha disitu ada gua namanya gua lakasa, n pemandangan yang masih super “naked” and alami.. coba saja search di google ???
    salam kenal..

  35. December 28th, 2009 at 7:01 pm

    nay says:

    di grand mercure ratenya berapa mbak?

  36. January 4th, 2010 at 11:37 am

    Nina says:

    tengkyu infonya mba.. :-)

  37. January 5th, 2010 at 6:46 pm

    BaliYummyBlog says:

    Nggak di Bali nggak di Singapore, chilli crab tetep favoritlo ya! Miss T, bln dpn aye rencananye mo ke Singapore nih, selain blog post ini ada lagi pernah nulis tips2 travel si SIN ini? Krn ini pertama kali (doeloe cuma transit doang), I really don’t mind visiting touristy places…
    Any suggestion? Thanks so much! You rock!

  38. January 8th, 2010 at 11:22 am

    Dede says:

    Setuju dengan uliel. Mbaca tulisan mbak Trinity yg ini koq seperti bikinannya STB (Singapore Tourist Board) saja. Beda banget “auranya” dengan tulisan2 mbak Trinity yang laen.

    Saya juga ngefans sama tulisan2 mbak Trinity. Jadi sayang banget kalo gaya tulisannya jadi berubah begini.

  39. January 8th, 2010 at 11:26 am

    Dede says:

    Dan terus terang, singapur itu cuma promosinya saja yang bagus. Kalo soal obyek wisata mah, masih jauhhh lebih bagus Yogya atau Bali. Ini bukan hanya opini saya yg sudah tinggal dan kerja 9 thn di sini. Tapi hampir semua temen2 orang Indo di sini juga merasa begitu.

  40. January 11th, 2010 at 3:45 pm

    RiRi says:

    kalo mo tempat yg jarang org indo utk nongkrong…coba dampsey…katanya banyak bar n lounge/cafes yg ada live band….

  41. January 12th, 2010 at 4:11 pm

    Si tukang nyampah says:

    mbak…mbak…kalo ke SG lagi bilang2 yah, ntar kita sepedaan keliling ECPCN yuks :D . sepedanya dipinjemin deh… hehehehehe

  42. February 9th, 2010 at 11:19 am

    heny says:

    aku dulu waktu ke Sing ama teman2ku jg dibawa ke pantai yg bisa nyewa sepeda.. cm aku lupa itu west coast or east coast yah.. kalao liat dr tulisan mb T mgkn east coast juga kali yah, br sekali itu sih ke sing nya bs maen sepedaan gitu.. lgn tmpnya emang enak banget buat sepedaan or jogging..byk pohonnya dan emang ada lajur buat maen sepeda ^^

  43. February 22nd, 2010 at 1:22 pm

    Mutia says:

    waaaa….. keren! kalo k S’pore saya juga mau k Katong! mall mah di jakarta juga banyak (walo mungkin beda kali ya, he he). makasih infonya!

  44. February 27th, 2010 at 6:53 pm

    nicky says:

    wah, di kampung saya di belawan, medan, rumah kaya gitu masi banyak banget. tapi yang punya udah bukan tionghoa lagi, tapi orang2 melayu. dan sayangnya, nggak diajukan jadi cagar budaya, karena pemkot sumut nggak care sama budaya.

  45. March 1st, 2010 at 11:36 pm

    gabybali says:

    Yang saya ng dmen ama Sing cuma org2nya yg selalu kliatan terburu2, pasang earphone semua biar ng diajak ngobrol (ng ky di angkot kita:mo kemana bu,udah merit?anaknya brp?tinggal dimana), expresi muka datar segaris semua : PELIT SENYUM.
    Ada sih yg rada lebay ramahnya, SPG GIORDANO (jadi bikin betah belanjanya).
    Gw rasa,Miss T, semua yg baru pertama kali kemanapun pasti ke tempat2 turistik, setlh itu baru minat explore daerah lain..
    Thanks 4 d great blog post, as always..<3

  46. April 10th, 2010 at 4:54 pm

    hanna says:

    wuihh…
    jd pgn…
    kira2 abis budget brp, mb??

  47. July 24th, 2010 at 12:00 am

    qieqie says:

    Hmm…kayaknya perlu dimasukkan destinasi nih kalo kesana lagi. Saya kesana sekali juga udah bosen, habis nggak ada apa2nya sama Indonesia, mau belanja selain nggak doyan juga nggak modal, huehehe

Leave a Reply