The Naked Traveler

Apakah di India bau?

Devaraja Market, Mysore. Bersih kan?

Devaraja Market, Mysore. Bersih kan?

Terus terang begitu rencana mau ke India, saya parnonya luar biasa. Banyak orang komentar, “Ngapain ke India? Bau gitu!”. Sahabat-sahabat jalan saya aja tidak ada satupun yang mau ikut sehingga saya terpaksa memberanikan diri untuk jalan sendiri. Kebayang cerita-cerita mengenai slum, gelandangan yang bertebaran di mana-mana, orang-orangnya yang bau, kereta api yang penuh sesak, penculikan orang untuk diambil ginjalnya, dll dsb. Tapi masa saya sudah sampai Nepal tidak ke India yang ada di sebelahnya?

Begitu mendarat di Delhi, kirain bandaranya kayak di Colombo, Sri Lanka, yang seperti terminal bus. Tidak tahunya bandara Delhi benar-benar modern dan bersih, malah jauh lebih bagus daripada Soekarno-Hatta. Begitu taksi membawa saya ke hostel, saya pun kagum dengan jalan rayanya yang luas, teduh dengan pepohonan, plus bersih. Kesan pertama yang baik mungkin berpengaruh ke perjalanan selanjutnya atau bisa juga karena ekspektasi saya terlalu rendah. Setelah sebulan berkeliling sendiri di 5 propinsi di Utara, Barat dan Selatan, termasuk kota-kota kecil, saya tidak merasakan parah yang amat sangat. Ya memang sih negaranya tidak modern, kusam, berdebu, tua, jarang ada gedung pencakar langit lagi - lebih ancur deh daripada negara kita. Tapi soal jorok, ya cuma di daerah pasar di kota lama doang dimana manusia-kendaraan-sapi penuh sesak berbagi jalan, sampah betebaran, ditambah tokai sapi yang berceceran -  itupun tidak semuanya jorok. Pokoknya, selain di pasar sih aman-aman aja, benar-benar tidak seburuk yang saya sangka. Malah saya sering menghabiskan waktu di taman umum, tidur-tiduran di rumput sambil baca buku.

Pemandangan paling mengenaskan adalah kalau ke stasion KA di pagi buta. Dari mulai parkiran, lobi, sampai ke peron, isinya ratusan orang bergelatakan tidur di lantai. Mau tak mau, saya harus melangkahi mereka. Entah homeless atau bukan, yang jelas kalau siang hari tidak ada yang tidur di lantai. Soal gembel dan tukang minta-minta, sama aja kayak di kita yang banyak di lampu merah. Ada anak kecil, ada orang cacat, bahkan pura-pura cacat. Bedanya, mereka persistent. Kalau minta, teruus minta sampe kita diikutin dan dijawil-jawil. Jadi kuat-kuatan gitu, mana yang ngalah.

Di Mumbai, saya bahkan melewati Dharavi, kompleks slum di film Slumdog Millionaire. Menurut saya sih biasa aja, udah sering liat yang kayak begitu di Jakarta. Rumah papan yang berhimpitan satu sama lain dengan atap seng dan gang senggol. Tapi yang membuat unik adalah luasnya. Berbeda dengan di Jakarta yang sporadis, Dharavi luasnya 175 hektar yang dihuni lebih dari sejuta orang. Malah banyak rumah yang punya TV berwarna. Hebatnya, Dharavi dikomersialkan ke dalam paket ‘Slum Tour’ dengan harga Rp 90 ribu/orang. Bagi turis Barat, wisata melihat ‘kemiskinan’ memang menarik, tapi saya sebagai orang Asia ya ogah aja.

Karena saya cari aman, saya selalu mencari penginapan di guesthouse yang sekamar sendiri dengan kamar mandi dalam, tidak masalah agak mahalan daripada tinggal di dorm yang kamar mandinya rame-rame. Itupun rata-rata saya bayar sekitar Rp 100 ribu/malam, udah dapat double bed, kamar mandi dengan hot shower, kipas angin, bahkan TV. Kamarnya bersih, sprei dan sarung bantalnya tidak bau, pokoknya menyenangkan sekali. Begitu hari gelap, saya balik ke hotel. Kalau saya ada teman, barulah keluar malam. Saya juga selalu minum air botolan dan tidak jajan sembarangan. Dengan cara demikian, saya tidak sakit perut seperti yang sering dialami banyak traveler lain. Atau mungkin karena mereka perut bule ya?

Soal bau orang India, nah ini yang mengherankan… karena saya sama sekali tidak pernah merasa bau. Padahal dulu di kantor ada para expat India yang bau badannya bikin semaput kalau kami se-lift dengan mereka. Dalam keadaan ekstrim sekalipun, ketika saya umplek-umplekan di Metro, bus, maupun kereta api di India saya tidak membaui apapun (hidung saya dalam keadaan normal, tidak sedang flu). Must be something in the air? Mungkin juga. Seperti bau rokok kretek ketika dihisap di Amerika maka baunya lebih menyengat dibanding di Indonesia. Seperti bau orang bule di Indonesia yang seperti keju tapi ketika di Eropa mereka tidak berbau. Dan begitu pula ketika saya berada di India, bau-bauan India itu jadi tak berasa. Entahlah.

Toilet umumnya pun masih bearable, termasuk toilet umum di stasiun bus dan KA sekalipun. Memang sebagian besar bentuknya toilet jongkok, tapi selalu berpintu, ada air, ada gayung atau semprotan (meski jarang ada tisu), dan tidak pernah ketemu ‘ranjau’ yang tidak disiram. Kalaupun bau ya standar lah, yang jelas saya tidak pernah sampai muntah. Kalau mengantri di toilet yang bau, orang India cuek nutupin hidung sambil ngomel-ngomel. Toilet umum bayarnya rata-rata Rs 3 (Rp 600). Dasar orang India, mereka tak sungkan komplen langsung ke petugas kebersihannya, “Ogah gua suruh bayar, toilet lu bau gini!“. Intinya, sungguh saya tak menyangka, ternyata toilet umum di India jauh lebih mending daripada di Cina daratan!

40 Responses to “Apakah di India bau?”

  1. November 23rd, 2009 at 10:54 pm

    Tweets that mention Apakah di India bau? » The Naked Traveler — Topsy.com says:

    [...] This post was mentioned on Twitter by rista diliyanti, TrinityNakedTraveler. TrinityNakedTraveler said: Apakah India bau? Baca deh di http://naked-traveler.com/2009/11/23/apakah-di-india-bau/ http://bit.ly/6DIFMv [...]

  2. November 23rd, 2009 at 11:07 pm

    ambar says:

    hwe hwe hwe… teteup concern-nya toilet umum ^^

  3. November 23rd, 2009 at 11:08 pm

    Nina says:

    hmm… so..china lebih parah dunk soal toilet… duh duh…
    India….boleh juga… :-)

  4. November 24th, 2009 at 7:22 am

    Citra says:

    M..mungkin karna rata2 orang india berpendidikan kali y & dl dijajah inggris jdnya lbh menjaga kebersihan

  5. November 24th, 2009 at 8:11 am

    Marley Pengelana says:

    Menarik sekali Kak Trinity… Eh, kebtln salah satu temanku mau ke India taon depan.. Blh aku share kisahmu ini?
    Boleh yaahh? ;)… Thanks in advance ya..

  6. November 24th, 2009 at 9:01 am

    rika says:

    aah.. sungguh melegakan..

  7. November 24th, 2009 at 9:41 am

    liz says:

    BAGUSLAH……

  8. November 24th, 2009 at 10:18 am

    awesome says:

    wuih … ternyata india ga para2h amat.
    nambah 1 lagi pendapat positif ttg india :)

  9. November 24th, 2009 at 11:16 am

    bingkie says:

    temenku pernah jalan (backpacker-an) ke india. katanya, yang harus diwaspadai adalah penipuan ya? kalo kita-nya cenana’-cenunu’, besar kemungkinan disamperin orang trus mo dokerjain (ditipu). temenku nyaris kena (di stasiun kereta, gara2 nanya soal tiket yang dibeli secara online), untungnya temen jalannya waspada. jadi mereka langsung cabut…

  10. November 24th, 2009 at 1:25 pm

    ika says:

    wah wah wah mb Trinity, brarti kesimpulannya orang paling jorok ya tetep yang di negeri cina itu yach….

  11. November 24th, 2009 at 5:30 pm

    arumtemennyaucha says:

    kalau soal duit duitan, orang India emang gak ada matinya..!!!
    Tapi di Indo, orag India udah kaya expart sekelas bule loh.

  12. November 24th, 2009 at 6:09 pm

    abdurrachim says:

    baguslah kalo lumayan gitu india…
    titip link ya http://quantumkids.net

  13. November 24th, 2009 at 11:32 pm

    Nico says:

    Lagi musim bahas yang jorok n bau ya Mbak T, hehehe. Kok back to back bahas yang itu itu. By the way, thanks atas infonya, jadi India bisa masuk ke list kunjungan nih.

  14. November 25th, 2009 at 1:04 am

    NumoNumo.com says:

    lol

    Paling geli dgn kutipan “must be something in the air”

  15. November 25th, 2009 at 6:17 am

    stanny says:

    penting banget emang mengulas kebersihan negaranya, secara back packer minim budget, tp tetep pengen fasilitas yg manusiawi. Ulas makanannya juga donk mba, harga dan rasanya.
    Seneng deh baca blognya, serasa ikut jalan2.

  16. November 25th, 2009 at 11:01 am

    Cipu says:

    hmmmm kenapa gak coba bikin tulisan aja tentang perbandingan toilet tiap tiap negara hehehe, kan mayan tuh buat referensi yang lain. :D

  17. November 25th, 2009 at 11:39 am

    dharma says:

    Mmm ini India utara atau selatan? soalnya yg bau2 gitu kan lebih condong ke selatan. kalo india utara emang ga ada bau2 aneh hehehehe

  18. November 25th, 2009 at 3:09 pm

    eko magelang says:

    tetep wedi ke india, males dijak jogetan neng dalan-dalan, hehehehehe, mengko diarani cah kentir, heheheh

  19. November 25th, 2009 at 4:18 pm

    jogi si gaol says:

    prriiiikkiiiiiiittiiiieeeeewwwww
    indiana taheee taheeee
    daripada di kampung opung, toilet nya dihutan hahahaha
    secara kalo mo pupbh mesti bawa air di ember plus tongkat dalam rangka ngusir babi hihihihihihi

  20. November 25th, 2009 at 6:49 pm

    Galery fhoto says:

    Jd pgn k India….

  21. November 25th, 2009 at 10:56 pm

    Moto BackPacker says:

    makanan di India gimana ya? bau nggak?

  22. November 26th, 2009 at 1:29 am

    sandy says:

    kok kebersihan yang mbak tri ceritakan kontras sekali dengan berita yang ku baca dijawapos ya ?

    Maskawin Toilet Ngetren di India
    NEW DELHI - Tunda dulu keinginan bersanding dengan perempuan dari Sunaryan Kalan, utara Negara Bagian Haryana, India, di pelaminan jika tak punya toilet. Di wilayah itu, lagi ngetren sarana buang hajat sebagai maskawin.

    Mayoritas orang tua yang akan menikahkan putrinya mensyaratkan toilet sebagai mahar. Sampai-sampai ada adagium, ”Tak ada toilet, tidak ada pernikahan.” Pertimbangannya simpel, mereka ingin sang anak hidup nyaman. Pasalnya, sistem sanitasi di India masih tergolong buruk.

    Dikatakan Sumitra Rathi, anggota dewan setempat, perempuan di Sunaryan Kalan tak punya pilihan lain kecuali hidup tanpa privasi. Jika tak ingin diintip saat buang hajat, mereka mesti ke sungai melewati persawahan saat fajar belum menyingsing atau menundanya hingga larut malam sekalian.

    Nah, para orang tua tak ingin putrinya terus dalam kondisi seperti itu. ”Banyak di antara mereka yang tanpa sungkan-sungkan meminta syarat (maskawin) sebuah jamban kepada keluarga mempelai pria,” tutur Sumitra. Dia sudah membantu membangun toilet di 250 rumah di Sunaryan Kalan sejak 1996. Namun, masih ada ratusan rumah yang belum punya kamar mandi tertutup.

    Masalah sanitasi masih menjadi masalah besar di Negeri Bollywood. Menurut data Kementerian Pengembangan Daerah Tertinggal India, setidaknya pemerintah masih harus membangun 112 ribu toilet setiap hari untuk mencapai target yang dipatok pada 2012.

    Meski India disebut-sebut sebagai salah satu negara dengan ekonomi paling berkembang di dunia, jutaan rakyatnya masih hidup dalam kemiskinan. Pemerintah setempat mengungkapkan tak lebih dari 30 persen yang sudah memiliki toilet di rumahnya. Padahal, buruknya sanitasi akan berakibat pada meningkatnya risiko terjangkit penyakit berbahaya seperti tifus dan malaria.

    Untuk mengatasi tantangan buruknya sanitasi, pemerintah menawarkan insentif kepada warga yang membangun toilet sendiri. P.S. Yadav, koordinator kampanye pembangunan sanitasi pemerintah, mengatakan bahwa untuk wilayah paling miskin di Haryana, warga disubsidi USD 48 (sekitar Rp 459 ribu) untuk setiap toilet yang didirikan. (cak/ami)

  23. November 26th, 2009 at 12:41 pm

    Bobby says:

    Wah..mba T, postingan2 skrg pasti ulas toilet ya..
    btw, nice trip nih. Mba, minta saran traveling ke singapor dong (via email aja). Thx

  24. November 26th, 2009 at 5:57 pm

    bee bee says:

    akhirnya setelah request beberapa kali, mba T cerita juga ttg india. tapi kurang banyak tuh, bagi-bagi lg donk cerita ttg india nya, terutama soal biaya hotel dan makanan. thanks… :)

  25. November 28th, 2009 at 9:38 pm

    Nee says:

    Kak, udah ke india kok ga sekalian ke pakistan ya. Kapan tuh ke pakistannya?

  26. November 29th, 2009 at 11:37 pm

    nuggie says:

    Kok kebalik balik yah… kl yg saya sering denger dr orang2 yg udah pernah ke india dan china, katanya india ntu jauh lebih jorok dari china, kita bisa ketemu eek di jalan2…orang2 tidur bergelimpangan di terminal2, sapi2 bersliweran…wkwkwkwk …

  27. November 30th, 2009 at 10:38 am

    wawi says:

    Jadi ceritanya india lebih bersih dari cina nih :D

  28. December 6th, 2009 at 4:00 pm

    gie dji soe says:

    Bagus … bagus …. !!!

  29. December 8th, 2009 at 8:28 pm

    Ejakulasi Dini says:

    berarti tidak terbukti india bau…parahan cina donk hehe

  30. December 9th, 2009 at 1:57 am

    mantep!! says:

    Gw ma ogah pergi ke India, biar toilet nya China lebih jorok, gw masih lebih milih cina.

    India tuh bauk - orang2 nya juga bauk, coba tanya deh ma orang2 lain yg udah pernah kesana, jorokkk………….!! dan semrawut..

    Cina biar toilet nya jorok, tp has much more to offer … keindahan alam, kecanggihan dan sarana transportasi dan infrastruktur yang bagus, jalan2 nya mulus bersih dan banyak taman2; serta banyak hal2 yg megah yg bisa kita saksikan disana.

  31. December 11th, 2009 at 6:06 pm

    alisyah says:

    gak parah2 amat lah berarti India

  32. December 17th, 2009 at 2:02 pm

    dapursunda says:

    YUP, SAYA SUDAH KE INDIA,
    KENAPA PEMBANGUNAN DI INDIA NGAK BERGERAK KENCANG
    KARENA SEMUA YANG TAJIR TINGGAL DI DUBAI MEREKA MEMBANGUN NEGARA MIDEAST TERSEBUT, MAKANYA INDIA BERDUIT BANYAK DISANA
    DAN BAHASA BEBERAPA NEGARA ARAB MENGGUNAKAN BAHASA HINDI SEBAGAI BAHASA NASIONALNYA ( BAHARAIN AND DUBAI )
    DAN BARU BARU INI PULAU BATAM AKAN DI BELI OLEH MILIONER INDIA
    MEREKA INGIN BANGUN SEPERTI DUBAI
    KENAPA NGAK BANGUN NEGERINYA
    KARENA LAHAN SUPER MAHAL DAN SDUAH PADAT, JUMLAH ORANG PINTARNYA KE BANYAKAN ( NUMBER 1 SOAL INSIYUR ) SAMPAI MERAJALELAH KE USA, JADI NEGARANYA SEBAGAI PRODUKSI MANUSIA DENGAN PENDIDIKAN, UNTUK STAY YAH DI LUAR NEGERI.
    UNTUK KOTA YANG BESRIH DAN SEGAR ANDA MUNGKIN HARUS KE PUNJAB

  33. January 3rd, 2010 at 7:13 pm

    Dessy Irawati Basrindu says:

    Boleh tau info hostel dan no telp untuk didaerah New Delhi yang murah meriah dan bersih ga, mbak??…

  34. January 8th, 2010 at 4:01 pm

    ina says:

    menurut saya lebih baik India daripada cina yang toilet nya kurang bermutu.

  35. January 9th, 2010 at 11:36 am

    Endro Catur says:

    Hehehe bener banget tuh! Waktu di Pakistan n India, pertama kali pusing2 karena bb (bukan blackberry lho!) tapi lewat tiga hari idung udah nggak berasa apa2. pas sampe di Indo dan ngeluarin baju2 kotor punya sendiri, masya Allah, baunya minta ampyun! Eneg!

    Udara emang bikin standar idung jadi berbeda…

  36. January 11th, 2010 at 2:21 pm

    sd says:

    di India toilet umum sangat jarang didapat kecuali di tempat yg lebih berturis, dibanyak tempat masih banyak yg gak ada toilet, masih lumayan di metropolitan termoderen kita, Jakarta, ada toilet cemplung untuk daerah yg masih kurang bagus, dan bahkan ada toilet yg memanfaatkan kotoran manusia untuk menghasilkan gas untuk memasak.

    http://s919.photobucket.com/albums/ad36/Satu-Dunia/?action=view&current=16560_1138163507780_1638169344_4325.jpg&newest=1

  37. January 20th, 2010 at 4:07 pm

    masa? says:

    India ga bau, tapi jorok banget??? paradox banget ya mba….

  38. January 20th, 2010 at 4:08 pm

    masa? says:

    Di topik yg satunya lagi bilang india jorok banget soalnya ..

  39. January 28th, 2010 at 2:37 pm

    hakim says:

    tp India hebatnya teknologi ITnya maju banget, rata2 perusahaan IT US pake outsourcing India

  40. February 20th, 2010 at 9:32 pm

    enya says:

    wahh.. ngomongin org india bb, hihihi, pas banget dgn pengalaman quw yg tgl d k.l, yg notabene byk org indianya..
    kebetulan kantor quw tuh ceo’nya org india, n tentu saja staff yg dterima jg kbanyakan ras sesama. busyettt…kl pas ketemu sama mereka2 yg bb, wuihhh gileeee…. beong abizzzz…
    masa’, orgny dah klr lift tp baunya msh ada aja, sampai qt klr lift. ato sebaliknya, qt msk lift kosong, tapi kok beong2 indie gitu yahh masih ketinggalan hiii… cukup bikin pusing kepala…
    apalagi kl ada anak baru -indie- training, n pas dpt yg bawang, bisa pusing n keabisan napas gw. gimana nggak, lhah kerja sambil konsen nutup idung gitu hihiii…
    yang lucu n mengenaskan juga adalah supir taksinya. selaen rata2 mereka culas soal argo -padahal kagak nembak- soal bb mereka cukup bikin pusing kepala euyyy… pernah sekali, naek dr opis k bukit bintang, yg jaraknya ga terlau jauh itu, dapet supirny yg OMG beong bangettt!!!! untung cm k bb, coba kalo k t4 yg jauh2 bisa modar qt. busyettt!!!! gw cuma bisa nutup idung sambil mengap2 napas. yg kasian tmn gw yg clean (smell) freak gitu -sama minyak kayu putih aza g demen cium baunya, apalagi…- dapet yg beginian… dy jg tutup idung sambil ngedumel2 gituh. n pas keluar taxi, dy marah2 n sambil mumun2 gituhhh qiqiii…
    tapi yg bikin gw salut ma org2 sini, baik itu melayu or cina, n tentu aza org indie yg gak beong, kayak ga masalah kalo berdekatan dgn org2 tsb. mungkin bener x ya, krn dah terbiasa. tinggal qt2 aza yg serasa mo pingsan saking kebauannya…
    itu juga salah satu sebabny gw g bakal mau diajak ke batu caves, salah satu t4 wisata dsini. gilee… kalo d satu ruangan yg gak 100% indie, bisa beong, palagi kalo pergi k t4 biangnya mereka hehee…
    masalah it, kok beda banget yah d t4 gw ini. kykny kurang berkualitas deh mrk. beda it2 dr indonesia, mrk lbh jago n mrk byk dbutuhkan d kualalumpur sini.

Leave a Reply