The Naked Traveler

Tidak ada french fries di McD Perancis

McD Makati yang selalu 'memanggil' saya dari jendela

McD Makati yang selalu 'memanggil' saya dari jendela

Di Indonesia saya sangat jarang makan fast food, apalagi ke McDonald’s (McD) – kecuali kalo diundang ke pesta ultah anaknya teman. Sialnya, di negara barat, McD jadi salah satu restoran termurah untuk makan. Jadi mau nggak mau makan di situ, karena KFC lebih sedikit jumlahnya. Kalau saya mau traveling ke suatu tempat, saya cari tahu apakah di negara tersebut ada McD dan harganya berapaan. Indikator ngasal ini penting untuk mengetahui tingkat kehidupan masyarakatnya. Meskipun sepertinya McD ada di seluruh dunia, tapi ada lho negara yang tidak punya McD, contohnya Vietnam, Kamboja, Myanmar, Laos, Nepal, dan sebagian besar negara di benua Afrika (nah, bangga kan jadi orang Indonesia!). Teori ‘bego-begoan’ saya: jika suatu negara tidak punya McD, bisa dianggap negara tersebut lumayan terjangkau untuk traveling di sana. Pengecualian di Republik Palau yang biaya hidupnya mahal tapi tidak ada McD. Saya sempet kalut, untungnya nemu warung makan murah untuk para imigran.

Teori saya itu ternyata hampir mirip dengan “Big Mac Index”-nya The Economist. Harga sebuah Big Mac adalah indikator tingkat ekonomi suatu negara. Sederhananya, harga ini mengindikasikan daya beli masyarakatnya berdasarkan kurs mata uang terhadap US Dollar. Implementasi ‘bodoh-bodohan’ ala saya: kalau di suatu negara harga Big Mac-nya lebih mahal dari US$ 3,54 (harga di Amerika Serikat) maka biaya hidup di negara tersebut dianggap mahal. Sebaliknya kalau harganya lebih murah, maka biaya hidupnya pun lebih murah. Misalnya, di Indonesia harga Big Mac Rp 22.500, jadi di Amerika itu biaya hidupnya 50% lebih tinggi daripada di kita (malah lebih). Sementara di Swiss harga Big Mac-nya sekitar US$ 5,60 atau 148% lebih mahal – jadi siap-siap bangkrut kalo mau traveling di sana. Bagi saya sih, meski harga Big Mac di suatu negara lebih murah daripada kita, misalnya di Malaysia dan Cina, teteup aja biaya hidupnya tidak lebih murah daripada di Indonesia. Bisa jadi karena saya bukan orang lokal.

McD Indonesia yang buka pertama kali tahun 1991 termasuk telat dibanding negara-negara lain. Begitu McD buka di Jl. Thamrin Jakarta, setiap melewatinya rasanya saya bangga sekali menjadi WNI. Sepertinya sejak saat itu Indonesia terlihat ‘maju’ dan ‘modern’. Saya pun suka kagum melihat McD sudah merambah ke kota-kota kecil di Indonesia. Dan lagi-lagi saya menjadikan McD sebagai indikator apakah tempat tersebut terpencil atau tidak. Dibanding negara barat, McD Indonesia termasuk mewah interiornya. Restorannya berukuran besar dan terdapat playing land untuk anak-anak. Di negara barat sih jarang ada model begituan, kalo bisa malah tidak disediakan kursi. Banyak McD di pinggir jalan atau di stasiun yang hanya berupa konter dan meja-meja tinggi tanpa kursi. Orang ke sana cuman untuk beli take away atau sekedar camilan doang. Sementara di kita jadi sarana rekreasi dan tempat kongkow berjam-jam.

Saya senang memperhatikan tulisan McD yang dibuat dengan bahasa setempat, seperti McD dalam huruf Arab, Cina dan Ibrani. Lumayan lucu kalo difoto. Soal bangunan, kurang lebih sama dengan di kita. Di Amerika Serikat, setiap kota mesti ada McD dengan bangunan terpisah dan lapangan parkir yang luas, biasanya sebelahan dengan Burger King atau Wendy’s. Di Eropa, McD kebanyakan menempati bangunan tua. Lucu aja gitu liatnya, di antara bangunan berumur ratusan tahun, tiba-tiba nyempil McD. Bagusnya McD tidak merubah arsitektur eksteriornya. Tetap ada jendela besar, pilar-pilar, kubah, bahkan plangnya dari besi antik yang digantung.

Waktu tinggal di Filipina, saya terpaksa sering makan di McD di Makati. Catatan, kalau kita menyebut McDonald’s sebagai McD (baca: mek-di), di Filipina disebut McDo (baca: mek-do). McD ini bukanya 24 jam dan letaknya persis di seberang jalan yang terlihat dari jendela kamar asrama saya. Di sebelah McD ada McCafé yang jualan utamanya aneka macam kopi seperti di Starbucks, tapi justru tutup jam 10 malam. Pada jam-jam ‘aneh’ di saat mengerjakan tugas, McD jadi makanan penggembira hati. Menu favorit saya sih breakfast value meals. Mereka menjual paket khas makanan Filipino: garlic rice, corned beef dan ceplok telor. Si kornet bisa diganti longganisa (sosis berbumbu) atau beef patty (dagingnya burger). Harga per paket sekitar Rp 14.000 sudah termasuk pilihan antara susu coklat, orange juice atau kopi. Ya, McD Filipina lebih murah daripada McD kita. Harga Big Mac sekitar Rp 17.400 dan paket 2 ayam + nasi + softdrink Rp 19.800.

Menu McD di tiap negara memang berbeda. Utamanya jualan burger, tapi ada menu lokalnya. Contohnya aja nasi, setau saya sih cuman ada di Indonesia dan Filipina aja – dimakannya sama fried chicken yang hanya dijual di McD Asia. Di negara lain paling mentok chicken nuggets atau chicken wings tanpa nasi. FYI, cuman di McD Indonesia doang yang jualan ayamnya lebih laku daripada burger lho! Menu lokal memang unik karena disesuaikan dengan budaya setempat. Contohnya, di Thailand ada burger daging babi, di Turki ada kebab, di Israel ada McD dengan menu Kosher (tidak ada cheeseburger karena daging dan produk susu tidak boleh dimakan bersamaan). Konon di India yang tidak boleh makan sapi, burgernya ya dari daging domba atau ayam, atau malah ada burger vegetarian. Namun McD yang paling berkesan adalah ketika pertama kali saya ke Paris tahun 1995. Di sana saya sampe ketagihan ke McD… karena McD Perancis menjual bir! Namanya juga pelancong kere tapi maunya gaya, ngebir di McD lah yang paling murah dibanding bar atau cafe. Lucunya, di sana tidak ada french fries, adanya frites. Ya iyalah… siapa suruh ‘kentang goreng’ disebut ‘gorengan perancis’ oleh orang Amerika.

48 Responses to “Tidak ada french fries di McD Perancis”

  1. August 29th, 2009 at 8:13 am

    juvita says:

    iyo Mbak, sama sperti keadaan saya, di spore fast food disini tdk menyediakan nasi, padahal sudah kebiasaan kita onrag Indonesia kalo makan KFC pasti ada nasi ya dan sambalnya yang pedas.. alhasil waktu kepingin makan kentucky, saya nekat bawa nasi dr rumah ama sambal indofood(sorry bukan advertisement ya)
    terus nekat duduk dan makan di kentucky, ya udah pasti diliatin sama orang semua… jadinya next time mending saya take away dech… beli KFC, makan di rumah …..he3x

  2. August 29th, 2009 at 10:16 am

    BaliYummyBlog says:

    Nggak enak ah makan nasi di McD or KFC, suka benyek bgt baru mateng dari rice cooker dan panasnya bikin jari melepuh.
    Itu warung khusus imigran di Palau menunya apa,Mba T? Menarik juga!

  3. August 29th, 2009 at 10:44 am

    wina says:

    Kalo McD di luar mungkin fasilitasnya sengaja dibikin minimal gitu karena supaya dia jual lebih murah.
    Nice posting anyway, thanks for the info :)

  4. August 29th, 2009 at 11:08 am

    Dewi Panggabean says:

    yang seru di jepang mbak. kalo nyebut McDonald gak pada ngerti. kalo kita bilang makudonarudo baru pada ngeh. repot kan???? hahahaa

  5. August 29th, 2009 at 11:00 pm

    anto nugroho says:

    Bener dahsyat McD, saya termasuk pengoleksi Happy Meal..

  6. August 30th, 2009 at 12:22 am

    Kalbu says:

    Lucu jg kali ya kalo McD Indonesia minumannya bajigur..

  7. September 1st, 2009 at 5:19 pm

    Dee says:

    hummm.. cobain deh McD di Macau, ayamnya lebih imut dr ayam Indonesia and rasanya aneh buat lidah Indo kita (“,)Tapi seperti cerita ini McD disini juga adanya di bangunan kuno, unik jadinya.

  8. September 2nd, 2009 at 7:35 pm

    Galery fhoto says:

    Sayang bgt, d sini (Sarikei-Sarawak, M’sia) tidak ada McD. Pengalaman sy, d antara Indonesia-Jepang dan Malaysia (Kuching), ayamnya lebih enak di Indonesia. Info ttg Beijing-Cina dunk, mbak…! Thx

  9. September 2nd, 2009 at 9:53 pm

    Nico says:

    Waduh, kalo di Ho Chi Minh City – Vietnam gak ada McD, makan yang mur-mer di mana ya Mbak T? Lagi plan ke sana bulan oktober nih.

  10. September 2nd, 2009 at 10:07 pm

    Trinity says:

    @Nico: wah, bacanya cepet2 ya. kalo ga ada mcd berarti makanan lain lbh murah. di vietnam apalagi!

  11. September 3rd, 2009 at 2:39 pm

    ness.. says:

    lohh…mbak T..postingnya brubah yahh?? kmaren kan judulnya ngebir di McD..skrang jdhi brubahh…knapa thu mbak T?

  12. September 3rd, 2009 at 9:43 pm

    Trinity says:

    @ness: ga enak pas bln puasa :)

  13. September 4th, 2009 at 4:04 am

    nita says:

    idem ditto sama juvita. gue kalo ke kfc di sini (belanda) pasti bawa nasi en sambel abc sendiri. tapi gue cuek kalo diliatin orang2. yang penting enak.
    suami gue juga jadi ikutan, mula2 dia risih juga. takut ditegur karena bawa makanan dari luar. tapi enggak pernah ditegur tuh.
    besok, jadwalnya cuti memasak nih. gue + keluarga mo ke kfc. hahahahaha… fyi, di belanda gak setiap kota ada mcD en kfc nya. jadi besok gue kudu ke luar kota dulu untuk makan kfc. serasa piknik deeeeeeh…

  14. September 4th, 2009 at 11:04 pm

    bhatara says:

    wah, teori mcd mbak jadi pengatahuan baru buat saya nih
    hahaha

  15. September 6th, 2009 at 1:20 pm

    arie says:

    Ngomongin KFC, dulu perasaan dibanding Malaysia, Singapore dan Amrik, KFC Indo yg paling pas bumbunya di lidah. Tapi baru2 ini saya ke Gold Coast, kok rasanya KFC disana lebih enak dari Indo ya? Apa karna laper atau memenag ada yg lain yg ngerasa gitu juga?

  16. September 6th, 2009 at 1:45 pm

    rika says:

    haha iya ya FRENCH fries.. mereka tersinggung kali ya

  17. September 7th, 2009 at 6:50 am

    daffaakbar says:

    mungkin di temukan di prancis…

  18. September 7th, 2009 at 10:32 am

    Jiewa says:

    McD jadi salah satu restoran termurah untuk makan.

    Jadi inget waktu jaman kuliah pernah darma wisata ke Kuta, Bali. Liat resto disana mahal2 semua, akhirnya end up makan di McD karena harganya paling kantong-friendly huehehe..

  19. September 7th, 2009 at 10:33 am

    Bobby Ertanto says:

    ada2 aja mba T. Mba yang di Indonesia jg dong

  20. September 7th, 2009 at 3:34 pm

    rikigede says:

    kalo yang di jepang juga lucu cha, namanya makudonarudo.

    french friesnya enak banget, gue suka!

  21. September 8th, 2009 at 3:13 pm

    maya says:

    McD memang andalan banget deh klo jalan2 k luar negeri..

    apalagi klo ke Eropa.. =)

  22. September 9th, 2009 at 4:56 am

    arman says:

    wah saya juga salah satu fan berat nya ayam gorengnya mc d indo nih… jadi pengen…

  23. September 9th, 2009 at 8:18 pm

    aboed says:

    waduh puasa2 gini ngomongin makanan emang enak yah,..hehehe

  24. September 10th, 2009 at 2:15 pm

    damayanti says:

    Wah mbak, jelas aku susah makan kalo gak sama nasi, cuman waktu di paris dapet juga tuh makan nasi enak. Lumayan, dapat nasi, salmon, salad hmmm 12 euro. Yang punya orang Lebanon.

  25. September 10th, 2009 at 9:34 pm

    nilla says:

    klo mo ngebanding2 rasa ayam mcd,, kalo kata saya mcd Kuala Lumpur lebih enak dari mcd Indo. ayam hot crispy-nya pedesnya nendang beneran. gaperlu pake sambel botolan malay yang rasanya juga “malay” bgt. ehehehhe

  26. September 13th, 2009 at 8:32 pm

    irine says:

    wah walaupun saya bukan penggemar mcd, pengetahuan mbak menambah pengetahuan saya, makasi ya =)

  27. September 14th, 2009 at 10:57 am

    andy says:

    untung di kotaku gak ada mcd, tapi biaya hidup tetep mahal tuh mbak kayak di kota besar malah lebih mahal

  28. September 14th, 2009 at 6:47 pm

    Milka says:

    sama persis kyak Andy di atas… di desa gue (Cepu) jg ga ada mcd tapi harga2 makanan disini mahalnya melebihi ibukota propinsi deh… apa gara2 predikat kota minyak ya?

  29. September 17th, 2009 at 5:28 pm

    Nitnot says:

    Waktu ke China, makan kfc, setengah mati usaha minta sambel..n sampe kluarin contekan dr temen yg nulisin di kertas bahasa mandarinnya sambel..akhirnya seudah dapet n dicoba..kok rasanya kaya selai nanas..puyeng deh. Apa sambel kfc sana emang gt ato ada miss-comm, msh ga jelas ampe skrg hehe

  30. September 28th, 2009 at 6:35 pm

    wischy says:

    seminggu lalu saya baru pulang dari filipin n ternyata mcd sana uenak bgt te-o-pe b-g-t, kfc indo pun krg nikmat jadinya. tapi paket 2-pc harganya uda beda tuh mba, uda 132 peso lebih kurang 27ribu but it really worth it b(^-^)d

  31. October 5th, 2009 at 5:47 pm

    hadi says:

    Di kota asalku McD baru ada tahun 2001. KFC baru buka akhir2 ini, Pizza Hut belum ada.
    Baru tahu saya di Vietnam tidak ada McD.
    Di McD Tiongkok juga ada burger babi.
    Di Singapura gak ada A&W, di Indonesia saja ada.

  32. October 7th, 2009 at 8:45 am

    ichan says:

    duluuuu bgt pas ke Sidney pernah hampir salah mesen makanan di Mc.D.. pas burgernya udh jadi ternyata itu daging babi.. :D

  33. October 17th, 2009 at 2:54 pm

    yulianne says:

    Di India McD nya emang gak ada daging sapi. adanya ayam dan veggie burger. Hihi dan rasanya kari banget…

  34. October 25th, 2009 at 12:29 pm

    Anonymous says:

    Klo ga salah ya kenapa French Fries namanya karena memang orang perancis yang nemuin cara pengolahan kentang dengan digoreng(biasanya cuma direbus)…

  35. November 2nd, 2009 at 9:57 pm

    Fanie says:

    @Nitnot wktu tur ke cina kata tur guide na org cina emang jrg ato bisadiblg ga makan cabe..
    Beda gitu ma qta org indo ato thailand yg tanpa rasa sambel kyk ada yg kuranggg XD

  36. November 5th, 2009 at 1:08 am

    pluto says:

    hahaha lucu,
    di brunei juga g ada mcd nya,
    yg ada restoran fast food kayak mcd, tp lokal an gt, juga nge jualin burger2 gt, tapi g enak, kebanyakan macem2 saos, malah aneh rasanya,hiii, mending deh ada mcd yg g ngejualin nasi ama ayam tapi masik ada burger kayak big mac, cheese burger yg standard gt..
    terakhir aq pergi ke new zealand,di rotorua nemu resto ngejualin ayam ama kentang, enak banged ayamnya plus ayam ama kentangnya gede2, hargany murah kl dibandingin beli makanan yg lainnya, mantap jaya! yg punya org chineese

  37. November 5th, 2009 at 3:50 am

    vania says:

    helo! salam kenal! di sgapore mcd lumayan affordable lah.. cman mo blg klo i love the sausage muffin!! cuman 2 dolar singapur udah termasuk hot or ice milo and the delicious sausage muffin-> semacam burger small mini patty gitu.. tp mantep buat breakfast! :)

  38. November 19th, 2009 at 3:21 pm

    diyah says:

    saya punya pengalaman waktu di macau. waktu itu “Tom”, guide saya yg orang macau asli bilang kalo mau makan di “madona” tinggal jalan 1 blok dari hotel. saya bingung, dan berpikir bahwa madona buka resto di macau. tapi ternyata Tom malah menunjuk bangunan resto Mc.D. Jadi orang macau ga ngerti kalo kita nyebut Mek-Di, mereka nyebutnya “madona” (kaya nama artis aja ya..)

  39. November 21st, 2009 at 6:43 pm

    uti says:

    hihi.. jadi inget waktu terdampar di msia and thai. Ngandelin kfc and mcD buat ganjel perut tiap harinya.
    KFC di msia ada nasi gurihnya, semacam nasi-nya chicken rice-singapore atau nasi ayam hainan kalo di indo. Tapi tetep aja sambalnya malay banget sama kayak di thai..huhu

  40. November 25th, 2009 at 12:40 am

    dwee says:

    McD & kcc emang paling bs di andelin kalo lg jln2 dgn budget pas2an hahaha, apalagi klo di luar negri..
    emang sih rasanya beda2 dkt sm yg di indo (klo di negara2 tetangga) tapi ya lumayanlah..
    cuma tetep aja kangen sama yg cita rasa indo hehehe.

  41. November 26th, 2009 at 2:02 pm

    Pak Ngah says:

    Hehehe kok sama ya, andalan buat ngirit…
    pertama saya ke Hanoi akhir 2007 belum ada KFC, balik lagi akhir tahun 2008 ada KFC yang baru buka, satu-satunya KFC di Hanoi, tempatnya strategis dekat Danau Hoan Kiem…

    agak kaget juga waktu pertama makan di di McD di Australia, orang2 abis makan ngeberesin meja sendiri, buang garbage sendiri, ngembaliin tray sendiri…sense of civility yang bagus!

  42. November 26th, 2009 at 8:13 pm

    hiping says:

    he..he..he..kl ngomongin McD jd pengen cerita nich. kl melihat tolok ukur mengenai biaya hidup as cerita mba T kynya kurang pas, soalnya di tmpt q nga ada McD tp makanan n lifestyle disini muahal bgt. malah kl lg pengen mkn yg namax McD harus travel +5 jam ke kota…he..he..he ampun…!!! aq di salah satu kampung di kaltim.

  43. December 16th, 2009 at 11:33 pm

    KS says:

    Gw mah lbh suka McD yg ada di Indo, lebih gurih, ada macem2 ampe bubur ayam juga ada, yg di Spanyol (tempat gw tinggal) rasanya hambar and gitu2 aja. Btw, jrg2 gw ke McD kalo gak kepepet amat :) , itupun yg paling murah pahe cuman €7.

  44. January 8th, 2010 at 1:44 pm

    Indah says:

    di balikpapan, mba ga ada McD, tapi living cost mahal.. :D

  45. January 26th, 2010 at 7:37 am

    anna says:

    haha, bener mbak, di Prancis emang gak sedia French Fries tapi Frites dan bir hampir ada di semua resto di Prancis… dan mereka menyebutnya Mc.Do (mek Do) bukan Mc.D

    Kapan jalan ke Amazon mbak???? Atau udah?? Maklum saya baru tahu The Naked Traveler kemaren, itu juga dari teman saya.. bukunya belom pernah baca, karena saya tinggal di Paris.. :(
    Tapi saya udah pesen temen saya buat dikirim kesini.
    Salam!

  46. February 22nd, 2010 at 2:08 pm

    Mutia says:

    dulu sempat merencanakan jalan sama temen2 k Thailand buat nonton konser band idola kami (band legendaris dari jepang, X JAPAN) yg rencananya mau konser disana. That’s the closet they were gonna be; meski masih mahal, tapi pasti lbh murah drpd kalo k Jepang. Sayangnya konser dibatalkan krn waktu itu suasana politik Thailand lagi bergolak (Januari 2009).
    Pas merencanakan perjalanan, kita sepakat berangkat dengan cara backpacking dan hit & run; datang,nonton konser, pulang. udah browsing harga tiket pesawat, hostel2 backpacking bhakan ngecek seberapa jauh lokasi hostel itu ke stadion lokasi konser, transportasi dari hostel ke bandara & k stadion. kita bahkan berniat, kalo emang nggak dpt penginapan ya tidur aja di bandara ato depan stadion. maklum, prioritas duit emang buat beli tiketnya. Dan kita bilang, selama ada KFC, kita pasti masih bisa makan! yg kemudian sama kakak saya dikoreksi, KFC agak jarang. cari McD saja. pasti ada. hahahaha, hidup McD!

  47. March 18th, 2010 at 10:59 pm

    rina says:

    tinggal hampir 2 bln didakar senegal,aku ga nemuin mcD KFC mula2 bkn mati gaya coz bingung mo mkn apa tkt ga cocok..tp ternyata mknan disana enak2 similar ma mknan indonesia tp dgn nama yg berbeda tentunya…dan teori mba T tentang jika suatu negara tidak punya McD, bisa dianggap negara tersebut lumayan terjangkau untuk traveling di sana…kayanya ga berlaku disana karena apa2 mahal..coz barang2nya banyakan impor dr eropa..tp u can try to go there coz its nice country dan org2nya baik2 ^_^

  48. March 30th, 2010 at 5:48 pm

    car service manuals says:

    pengin banget pergi ke prancis neh, thanks mba cerita2nya

Leave a Reply