Diperiksa Natalie Portman di perbatasan
Setelah berjam-jam naik bus melalui Gurun Sinai di Mesir, akhirnya sampailah di kota Taba yang merupakan perbatasan dengan kota Eilat di wilayah Israel. Di sini adalah satu-satunya perbatasan yang dibuka bagi turis. Meskipun demikian, saya jadi deg-degan sendiri mendengar kata Israel karena sering dicekokin tayangan perang di TV. Padahal Jalur Gaza yang juga merupakan perbatasan Mesir-Israel itu jauuh dari sini. Gaza ada di ujung utara yang terpisahkan sekitar 200an km dari Taba/Eilat yang ada di ujung selatannya. Jadi, ya, saya tidak mendengar suara jedar-jeder atau dentuman lah.
Di perbatasan Mesir ini, kami semua turun dari bus dan berjalan kaki sambil menggeret koper masing-masing ke gedung berwarna hitam. Setelah cek X-Ray, kami berbaris di depan konter imigrasi. Weleh, petugasnya lagi asik ngopi dan ngobrol. 15 menit kemudian, baru deh paspor kami dicap. Lalu kami geret-geret koper lagi di bawah terik matahari sampai ke wilayah Israel dan disuruh antri lagi. Untunglah saya di barisan depan jadi masih ketutupan atap gedung, sementara 20 orang lain terjemur di barisan belakang.
Terlihat beberapa cowok ganteng, berambut hitam model crew cut, pake kemeja, celana kargo, kaca mata hitam, sambil bawa senjata laras panjang. Aih, mirip Tom Cruise! Trus ada cewek-cewek cantik dan semok, berambut hitam panjang yang dikucir, berseragam kemeja putih ketat dan celana panjang hitam, dengan raut muka cool bak Natalie Portman. Mereka berusia sekitar 18-20 tahun, para wajib militer Israel yang ditugaskan di perbatasan. Pantes jadi pada cuek-cuek gitu. Umur segitu, mending leyeh-leyeh di pantai daripada wamil kan? Setelah dicuekin 20 menit, seorang petugas cowok yang kelihatannya berpangkat lebih tinggi tapi badannya seperti burger, mendatangi kami. “Shalom“, sapanya – mengingatkan saya pada pak pendeta yang sering menyapa dengan kata ini.
Interogasi pun dimulai dari balik pagar. Berhubung kami adalah rombongan tur, yang ditanya adalah tour leader. Pertanyaannya panjang dan berbelit-belit. Mulai dari berapa jumlah rombongan, berapa lama dan ngapain aja, nginep di mana, bla bla bla… sampai si burger bertanya, “Do you know everybody in this group?”. Dar. “What’s her name?” sambil menunjuk saya. Untung nama saya sehingga jawabannya benar. Tapi belum selesai. “Give me your passport please,” katanya sambil meminta paspor saya dan mengecek apakah sesuai. Waduh, mampuslah saya kalau abis itu saya yang dites nama-nama anggota rombongan lain. Meneketehe? Tapi untungnya si burger bertanya lain kepada saya, “How do you know each other?”. Weh, dengan ilmu mengarang tingkat tinggi, jawaban saya cukup meyakinkan. Kami semua pun dipersilakan masuk.
Ada meja panjang dengan dua orang ‘Natalie Portman’. Satu per satu kami maju dan diwawancara. Sambil melihat paspor saya, si cewek tanya,”Why do you want to go to Israel?”. Saya jawab dengan mata bling-bling, “I want to see Holy Land!”. Rupanya jawaban itu ampuh, si cewek tersenyum dan berkata, “Welcome to Israel!“. Lalu koper masuk ke X-Ray dan saya melewati pintu metal detector. Di ujung ban berjalan sudah ada meja panjang terbuat dari stainless steel dan beberapa ‘Natalie Portman’ lagi. Kami semua disuruh menyerahkan handphone dan kamera. Ih, baru kali ini begitu. Entah menggunakan alat apa, layar dan tombolnya dipeperin semacam bolpen berujung busa. Untung cuma gitu doang, karena sebagian dari kami ada yang disuruh buka koper sampai buka baju.
Saya yang kelar duluan, maju lagi ke loket imigrasi. Ada pilihan, paspor mau dicap atau tidak. Konon katanya sih kalo dicap bakal ditolak kalo ke mau ke negara Muslim. Saya yang memilih tidak dicap diberikan selembar kertas formulir untuk diisi. Lalu petugas mencap di kertas tersebut dan saya keluar menunggu kehebohan rombongan yang ‘ah uh ah uh’ akibat tidak mengerti bahasa Inggris. Sampai di bus, ada check point lagi dimana kami harus menyerahkan selembar kertas. Penderitaan belum berakhir, 4 orang dari rombongan kami disuruh turun karena kertas exit clearance mereka tidak ada tanda tangan petugas sehingga harus kembali ke dalam. Buseet, untuk melewati perbatasan aja total menghabiskan waktu dua jam!
Israel dan Palestina yang selama ini kita lihat di TV dan baca di koran kelihatannya parah bener, ternyata sih biasa-biasa saja. Guide kami orang Israel dan supir bus kami orang Palestina, mereka berdua kompak dan baik-baik. Esoknya on the way dari Jerusalem ke Betlehem, terlihat tembok tinggi di sepanjang jalan dan guide kami turun dari bus. Lho kok? Ternyata kami sudah berada di sebuah perbatasan yang tertancap plang kuning bertuliskan ‘warga negara Israel dilarang masuk‘. Oh, kota kelahiran Yesus itu ternyata ada di West Bank, daerah Palestinian Authority. Lalu ada pemeriksaan paspor oleh petugas Palestina di dalam bus. Karena kami turis dan supir kami orang Palestina, kami boleh masuk sembari naik bus. Sampai di dalam, ada guide lain yang orang Palestina. Pulangnya, guide Palestina turun, gantian dengan guide Israel. Semua hepi-hepi aja. Secara saya orangnya ‘want to know aja’, saya tanya kenapa begitu. Seperti yang sudah diduga, masing-masing ngomongnya ya beda. Kata guide Israel, “Sebenernya sih aku bisa aja masuk tapi aku nggak mau. Padahal Israel membolehkan orang Palestina masuk Israel dengan bebas, mereka kan cari makannya di Israel“. Sementara kata guide Palestina, “Silakan aja orang Israel masuk, nggak akan kita apa-apain kok.” Ah, tau ah gelap.
Keluar dari Israel menuju Yordania, melewati perbatasan yang letaknya antara kota Beit She’an di Israel dan Irbid di Yordania. Kami semua turun dari bus, masuk ke dalam gedung, mengantri di loket untuk cap paspor, eh cap di secarik kertas. Lalu kami baris di lapangan parkir dan dijemur selama 15 menit. Seorang ‘Natalie Portman’ mendatangi kami dan memeriksa paspor satu per satu sebelum naik bus – yang cuma 2 menit ‘menyebrangi’ perbatasan. Selanjutnya seperti biasa, masuk gedung imigrasi, isi formulir untuk apply visa, dapat cap di paspor, geret-geret koper untuk pemeriksaan X-Ray. Kali ini kami naik bus baru dan guide baru yang orang Yordania.







July 29th, 2009 at 6:42 am
Ya ampun.. Segitu rumitnya ya?
July 29th, 2009 at 10:54 am
Wow.. ini tho blognya si novelis the naked traveler. mantap dah…
baca2 dulu ahhh…
salam kenal
July 29th, 2009 at 11:00 am
Busyet dahhhh…ribet amat ya…
ngeri juga ngeliatannya…hihihihi
July 29th, 2009 at 12:56 pm
kapan yah gw bisa kaya gitu…keliling dunia Boooowww….wuuuiiihhh
July 29th, 2009 at 1:30 pm
hahaha… lucu-lucu banget ceritanya..
we want more..!! :p
July 29th, 2009 at 2:45 pm
Duh, tadinya pengin banget ke Israel, baca cerita ini – meskipun tak diapa-apain – jadi serem…
July 29th, 2009 at 5:02 pm
seandainya semua org indonesia baca ini..supaya yg fanatik2&saling curiga(padahal taunya cuma sepotong2 dari berita2)karena pbedaan keyakinan bisa liat klo warga negara israel-palestina aja bisa hidup bareng wlo tuh perang udah luamaaaa bgtz….PpeaceP
July 30th, 2009 at 1:35 am
ko mba t ga cerita didalam bethlehem ngapain aj? cerita donk, secara aq orangnya “want to know aja” juga he he…
July 30th, 2009 at 2:46 pm
Mbak T ini punya petualangan yg hebat ya. Pengalamannya kyk dlm film…… Jd greget, seandainya sy produser film… dah d garap nech. MERDEKA
July 31st, 2009 at 7:59 am
Tumben mbak T bawa koper. Backpack-nya kemanain?
July 31st, 2009 at 12:38 pm
mbak trinity hebat deh…mbak, q mo tanya paket hemat ke lombok atau senggigi thu gimana?
July 31st, 2009 at 1:26 pm
Hai mba T. aku dah jd fans mu dah lama sblm mba T suka masuk2 TV loh, admire bgt ama petualangan hidup mba T. jdnya iri banget nih, kpn aku punya khdupan spt itu ya? pdhl aku tuh punya jiwa petualang juga,huhuhu…
intinya, mksh ya dah byk nginspirasi, apalagi kalo baca tulisannya, lucu banget byk kelakuan mba yg ngocol dan bkn aku ketawa. so, keep inspiring…
August 2nd, 2009 at 12:06 am
Gak capee ya Bu jalan-jalan mulu…salutt plus ngiri neh !
August 3rd, 2009 at 9:33 am
blog walking..
August 3rd, 2009 at 12:25 pm
Keren euy….
August 3rd, 2009 at 9:15 pm
Jadi pengen segera beli album terbaru-nya Matisyahu.
jadi inget lagu-nya Alpha Blondy – Jerusalem.
Peace is awesome.
Lagu Cacian Buat Limbad The Master – Tukang Ngibul Muka Cabul
August 6th, 2009 at 11:09 pm
berita memang lebih serem dari aslinya, kayak ditempatku
August 7th, 2009 at 12:39 pm
jadi tmbah penasaran ke Israel aja nih… Scara kan jarang2 aja tuh travelling yg bikin deg2-an juga, hehehe
August 14th, 2009 at 3:19 pm
Mba, pengen deh godain si ‘natalie portman’ itu..:)
August 26th, 2009 at 5:17 pm
repot amaaadddddd…. ogah ah ke israel
August 27th, 2009 at 9:21 am
pengen tu ke israel dan palestina
September 3rd, 2009 at 12:25 am
Wehei….. ini y blog nya si naked traveler…..!!!!! huwahhhhhhhhh……. sangat menginspirasi mbak….^^
pengen ngt,,, kira2 kemana y mbak yg enak untuk memulai karir backpacking sya??? haha luv u full^^
September 7th, 2009 at 10:59 pm
ooo…ternyata begitu kalo mau masuk Bethlehem. pantesan tour guide kita yg org israel nggak mau ajak kita ke sana.
September 24th, 2009 at 7:33 pm
Wew…ketemu jg blogmu.
Asik2 ceritanya.
GBU
September 25th, 2009 at 1:57 pm
asik liat natalie portman ga usah ke hollywhuut
October 3rd, 2009 at 10:41 pm
more more please
October 7th, 2009 at 12:20 am
Hahaha,,aq berusaha bayangin ekspresi mbak T kapan2 pajang foto yang mega jumbo dong,,hehe
salam kenal ^^
October 15th, 2009 at 11:16 am
wow jadi percaya neh kalo gk seserem pemberitaan2
November 12th, 2009 at 8:19 pm
ahaha pusing…
November 18th, 2009 at 1:18 pm
so excited, pengen kesana, merasa tertantang
hweheh
lol
November 19th, 2009 at 4:28 pm
duh senengnya. jd pengen traveling.
January 1st, 2010 at 2:52 pm
Thanks ceritanya, tp sy gak pernah tertarik ke Israel
January 6th, 2010 at 6:55 pm
Krn Mbak T kan pergi ke daerah2 wisata bukan ke jalur gaza sehingga tidak melihat wilayah perangnya. Sama kalo org luar ke negara kita datangnya ke Bali, mereka gak melihat situasi panas seperti yg sering diberitakan di tv2 krn mrk tidak berkunjung lgsg ke wilayah2 panas seperti Timika atau Aceh misalnya.
February 11th, 2010 at 3:58 pm
wah..setuju banget. waktu kita trip kesana yg org imigrasi kebanyakan cewe, muda dan cakep. Jadi ngiler sendiri..hihi
February 11th, 2010 at 7:40 pm
hhaha..luvu amat manggilnya si burger..
mbak Trinity knapa selalu beruntung yaa..ngiri
thx advice nya,siap tau 10 taun lagi kesampean ke luar negri.
February 22nd, 2010 at 2:33 pm
memang ribet ya kalo masuk daerah yang berkonflik gitu. kayak mbak trini cerita mau masuk ke tibet itu
April 22nd, 2010 at 12:10 pm
emang cowo2 Israel bikin ngiler mba, sy aja sempet naksir local guide yg uda punya anak 3 tp tetep sexy hehehehe btw, saking ribetnya pemeriksaan di imigrasi Israel sy mesti merelakan souvenir2 yg dibeli sebelumnya di Mesir krn ga blh dibawa msk dgn alasan yg ga jelas
((
April 30th, 2010 at 7:44 pm
Memang dsna rukun2 saja, toh penganut 3 agama sudah hidup disana berabad2 sebelum negara israel terbentuk.
June 9th, 2010 at 10:30 am
syereeeem….terlihat banget perang dinginnya (perbedaan jawaban dr kedua guide) hehe